"Tuan muda Gill adalah putra kandung tuan besar, nona," ungkap asisten Daniel membuat Zee menutup mulut dengan kedua telapak tangan, kaget akan fakta yang baru ia ketahui.
"Bukankah tuan Dison tidak menikah dan tidak punya keturunan?" Zee bertanya penasaran.
"Berita yang beredar tidak benar, tuan besar memiliki seorang putra kandung yang tujuh tahun lalu kabur dari rumah karena menolak perjodohan yang diatur oleh tuan besar."
Setahun menjadi istri seorang MadDison, baru sekarang Zee mengetahui sebuah fakta bahwa ia memiliki seorang putra tiri.
"Jika kamu punya pewaris, untuk apa menikahiku?" batin Zee menatap Dison penuh tanda tanya. Sampai detik ini, Zee masih belum menemukan alasan kenapa Dison menjadikannya seorang istri.
"Tuan Dison pasti merindukan putra kandungnya? Bisakah kamu pinta agar Gill pulang?" ucap Zee tanpa menoleh.
"Akan saya usahakan, nona."
***
Tiga hari dirawat intensif di rumah sakit, akhirnya Dison diperbolehkan pulang. Meski kondisinya sudah membaik, tapi tetap saja ia terus mengigau memanggil nama putra kandungnya setiap kali terlelap.
Zee yang kasihan memutuskan untuk menemui asisten Daniel dan mencari tahu berhasil atau tidaknya membujuk Gill untuk pulang ke rumah. Selain rasa kasihan, sebenarnya Zee juga penasaran seperti apa sosok anak tirinya? Apakah sama tampannya dengan taun Dison? Apakah dia pria yang baik seperti ayahnya, atau justru sebaliknya? Zee juga memiliki sedikit ketakutan, takut bila kehadirannya sebagai ibu tiri tidak diterima.
Saat menuju ke ruang tamu, Zee sedikit terheran melihat pelayan yang sibuk mondar-mandir. Zee berniat memanggil dan menghentikan salah satu dari pelayan untuk bertanya apa yang terjadi.
"Asisten Daniel!" panggil Zee berseru. Bukannya memanggil dan menghentikan salah satu pelayan, Zee justru memanggil dan menghentikan langkah kaki seorang asisten Daniel.
Mendengar panggilan nonanya, asisten Daniel reflek membalikkan badan , lalu melangkah sembari menata Zee dengan penuh tanda tanya, "Ada yang bisa saya bantu, nona?" tanyanya sopan dan ramah.
"Apa sudah ada kabar tentang Gill?" Zee bertanya to the point.
"Maaf karena saya lupa memberi tahu nona akan hal ini. Sebenarnya tuan Gill akan pulang hari ini dan saat ini sedang dalam perjalanan pulang. Untuk itulah saya meminta para pelayan menyiapkan kamar tuan muda," asisten Daniel membuat Zee berekspresi kaget dan langsung bergegas menuju dapur untuk menyiapkan makan spesial guna menyambut kepulangan putra tirinya.
Meski hanya seorang ibu tiri, tapi Zee ingin menjadi ibu tiri yang baik. Meski tak banyak yang mengetahui tentang sosoknya, tapi tuan Dison berhasil melindungi privasi putranya. Tuan Dison pasti sangat menyayangi Gill sampai-sampai terus menyebut namanya.
"Nona tidak perlu melakukannya, biar kami saja," seorang pelayan melarang Zee memasak untuk makan siang.
"Tidak apa-apa, sudah lama saya tidak masak. Sekalian mengingat-ingat, kalian bisa bantu?" tentu para pelayan tak punya pilihan lain, selain menganggukkan kepala. Zee tersenyum tipis dan memulai aksinya berperang dengan peralatan dapur.
Sementara itu di kamarnya, Dison terlihat jauh berbeda dari penampilan kusutnya tadi pagi. Jika tadi wajahnya pucat pasi, tapi sekarang begitu berseri-seri, bahkan senyuman tipis terus menghiasi bibirnya yang mulai keriput.
Hal itu terjadi setelah asisten Daniel melaporkan bahwa putra semata wayangnya akan segera pulang. Ekspresi bahagia yang Dison perlihatkan jelas menunjukkan betapa besar kerinduannya terhadap Gill, putra kandung yang privasinya begitu ia jaga sampai-sampai tak ada yang tahu bahwa ia memiliki seorang anak.
"Di mana Zee?" tanyanya santai.
"Sepertinya di dapur, tuan. Nona sangat bersemangat menyambut kepulangan tuan muda," lapornya dengan sopan dan ramah.
"Apa perlu saya panggilkan?" lanjutnya lagi.
"Tidak perlu," balas Dison seraya bangkit dari berbaring dan duduk bersandar pada kepala ranjang.
Setengah jam kemudian, Zee pun berhenti membantu para pelayan di dapur karena sudah jamnya memberikan Dison obat. Zee pun membawa segelas air putih menuju kamar suaminya.
"Saatnya minum obat, tuan," ujar Zee dengan sopan, meski sudah berstatus suami istri, tapi ia tetap terbiasa menyebut Dison dengan panggilan tuan.
"Kemarilah," Dison malah meminta Zee untuk mendekat. Zee meletakkan segelas air ke atas nakas, kemudian mendekat pada suaminya.
"Ada apa, tuan?" tanya Zee meski sudah bisa menebak apa yang akan dibahas.
"Pasti tentang Gill," batinnya menerka.
"Kamu pasti kaget karena aku tidak pernah menceritakan tentang Gill," kata Dison sambil membenarkan posisi syal yang melilit di lehernya agar tetap hangat.
"Tidak apa-apa, tuan. Kebetulan asisten Daniel sudah menceritakan sedikit tentangnya," balas Zee tersenyum kecil.
"Baguslah kalau begitu, tapi apa aku boleh minta tolong sesuatu?"
"Tentu saja boleh," balas Zee cepat, senyuman manis masih ia ukir di bibir sensualnya.
"Gill itu sangat keras kepala, dia bahkan bersumpah tidak akan menikah seumur hidup. Sebagai ibu tiri, aku berharap kamu bisa mengubahnya," pinta Dison membuat Zee membatu di tempat. Bagaimana cara mengubah seorang pria yang tidak punya keinginan menikah? Jika bukan anak tiri mungkin saja bisa ia goda dengan paras cantik serta tubuh seksinya. Namun, Gill adalah anak tirinya, mana mungkin ia melakukan cara licik itu.
"Misi yang sangat sulit," batin Zee frustasi.
"Aku serahkan Gill padamu, kamu berhak melakukan apa pun agar dia berubah. Aku percaya kamu pasti bisa," lanjutnya lagi.
Sekarang Zee mengerti kenapa Dison menikahinya. Ya, apalagi alasannya kalau bukan memanfaatkan dirinya untuk mengubah putra kandungnya menjadi pria yang lebih baik. Yang menjadi pertanyaannya saat ini adalah, "Apa aku bisa mengubah putranya?"
"Maaf menganggu tuan besar, tapi saya ingin menginformasikan bahwa tuan muda sudah menunggu di depan," lapor seorang boddyguard sambil membungkukkan badan memberi hormat.
"Biarkan dia masuk!" seru Dison bersemangat.
"Baik, tuan besar," balasnya melesat pergi.
"Mau ke mana?" tanya Dison menghentikan langkah Zee.
"Menyambut kepulangan Gill," Zee tersenyum manis.
"Pergilah," izinnya, Zee pun membungkukkan badan, kemudian melanjutkan perjalanan dengan semangat. Ya, Zee penasaran seperti apa sosok Gill. Apakah sosok yang sama seperti pria lain yang dapat ia taklukkan dengan mudah? Atau justru sebaliknya? Yang akan menjadi tantang terberat dalam hidupnya, apa pun itu pasti akan ia lakukan demi harta.
Sebelum membuka pintu, Zee mengukir senyum semanis mungkin. Saat mengangkat kedua tangan untuk membukanya, pintu tersebut justru terbuka dengan sendiri. Zee pun mundur beberapa langkah kemudian berkata, "Selamat da—"
"Kau....
***
Gillberto Maddison
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
Kenzi Kenzi
wedewwwww.....surprises....piye kuwi.
bener,bang gill.ga mo nikah,mo nya sama zee...krn cinta mqti nya....like too zee...heheheh..
2023-11-02
0
Intan IbunyaAzam
wih ganteng thorr
2023-10-06
0
⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢
uluh22 nyambut suami yg sesungguh nya pulang ya Zee😂😂😂😂
2023-09-13
0