Selama di perjalanan, keduanya tak henti memperdebatkan segala hal. Seakan menemukan hobi baru, Gill begitu senang membuat kesal sang ibu tiri. Sampai di apartemen, Zee panik saat Gill memaksa ikut masuk hanya untuk memastikan apakah bener dirinya menemui dan menemani sahabatnya yang sedang sakit?
"Tapi sahabatku melarang laki-laki masuk ke apartemennya," Zee membuat alasan dengan ekspresi panik yang tergambar jelas di wajahnya. Gill dibuat penasaran, ia semakin yakin bahwa ada sesuatu yang Zee sembunyikan darinya.
"Tapi aku anakmu," balas Gill tetap keukeuh ingin masuk.
"Berhenti bersikap kekanak-kanakan, Gill, kau adalah pria dewasa, berhenti ikut campur dengan kehidupanku. Aku mohon lupakan masa lalu, cobalah untuk bersikap layaknya seorang anak karena bagaimana pun aku adalah ibumu," pinta Zee memohon karena sudah terlalu lelah menghadapi Gill yang terus ikut campur apa pun yang ia lakukan.
"Aku dan kamu, ibu dan anak? Haha ... Apa kita berdua masih pantas disebut ibu dan anak? Apa kau lupa kita pernah menghabiskan malam panjang bersama?" ungkap Gill membuat Zee mengangkat tangan siap melayangkan tamparan.
"Kenapa? Apa aku baru saja menamparmu dengan ucapanku? Dan sekarang kau ingin membalasku, ayo tampar aku," Gill siap menerima tamparan tersebut, tapi sayangnya Zee mengurungkan niatnya.
Saat akan berkata, tiba-tiba pintu apartemen terbuka sendiri dan muncullah Risha dengan wajah pucat, rambut yang berantakan, serta syal yang melingkar di lehernya.
"Ada apa ini? Kenapa ribut sekali?" tanyanya dengan suara lemah.
"Risha," panggil Zee langsung mendekat dan menuntun sang sahabat. Gill menatap keduanya dengan ekspresi percaya, tidak lagi ragu seperti sebelumnya. Namun, entah kenapa ia masih penasaran saat melihat apartemen. Semacam ada magnet bertetangga tinggi yang seakan menariknya untuk masuk ke dalam sana. Gill merasa tidak tenang bila keinginannya tidak terwujud.
"Zee, siapa pria ini? Tunggu ... Apa dia putramu?" Risha ingat Zee pernah bercerita tentang Gill yang menjadi penghalang tujuannya untuk menjadi pemilik ewe hotel.
"Iya, kamu benar dia adalah Gill putraku. Gill kenalkan ini adalah sahabatku Risha," Zebel memperkenalkan Risha kepada Gill. Gill hanya menatap dalam diam.
Sementara Risha yang terpesona akan ketampanan Gill langsung mengulurkan tangan dan bertanya "Jomblo?"
"Risha!" tekan Zee menyadarkan. Cassanova jomblo? Tamatlah dunia.
"Haha ... Maksudnya namaku Risha, sedangkan jomblo adalah nama panggungku," Risha berhasil mengarang alasan.
"Aku Gill," balas Gill menyalami Risha tak peduli.
"Risha maaf, barusan Gill memaksa ingin masuk ke apartemenmu. Aku sedang mencoba memberinya pengertian."
"Oh, kamu mau mampir dulu? Ya sudah, silahkan masuk," ucap Risha mempersilahkan, Gill pun masuk lebih dulu untuk meredam rasa penasarannya.
Saat akan masuk, Zee menahan pergelangan tangan sang sahabat, "Kau gila? Bagaimana kalau—"
"Ssstt, diamlah. Semaunya sudah aman, dia tidak akan puas bila tidak masuk. Jika tidak masuk sekarang, maka dia akan datang lagi lain kali disaat kita tidak siap. Apa kamu mau dia datang tiba-tiba?" Zee langsung menggelengkan kepala dengan cepat.
"Kalau begitu ya sudah, biarkan dia masuk sekarang," Risha menyeret pergelangan tangan Zee, tapi Zee langsung menjauhkan diri.
"Kamu masih harus berakting," ucap Zee mengingatkan.
"Oh iya, hampir lupa." keduanya pun masuk menyusul Gill yang sudah masuk lebih dulu.
"Apa kamu menemukan yang dicari?" tanya Zee seraya membantu Risha duduk di sofa.
"Aku pulang sekarang," balas Gill melesat pergi.
"Apa tidak mau minum teh dulu?" tanya Risha. Tak terdengar balasan, itu artinya Gill sudah keluar dari apartemen. Risha dan Zee langsung melakukan high five untuk merayakan kemenangan.
***
Zee menepati janjinya untuk pulang di pagi hari, dan benar saja pagi-pagi sekali ia sudah ada di rumah. Dison memintanya untuk bergabung sarapan bersama.
"Bagaimana kondisi sahabatmu? Apa sudah membaik?" tanya Dison yang kesehatannya terus meningkat karena kehadiran Gill.
"Iya, Risha sudah membaik," jawab Zee membenarkan.
"Baguslah kalau begitu," perbincangan berakhir disitu, Dison kembali menikmati sarapan. Sementara Gill dan Zee saling bertukar pandang.
"Gill, kamu sudah berubah atau masih sama seperti dahulu tidak ingin menikah?" tanya Dison tanpa menoleh.
"Sepertinya aku sudah berubah pikiran, Pa. Sekarang aku ingin menikah dengan seseorang yang berhasil menarik perhatianku," balas Gill tak melepas pandangan pada Zee.
"Kau serius, nak? Siapa gadis itu? Siapa pun dia, segera nikahi dia! Kalau perlu kita lamar dia sekarang juga!" balas Dison cepat seakan takut putranya berubah pikiran. Ia terlihat begitu antusias, bagaimana tidak? Gill yang pernah bersumpah tidak akan menikah seumuran hidup, kini justru berkata bahwa ia menyukai seorang gadis.
Bahkan Dison tak peduli bebet maupun bobot gadis itu. Mampu menarik perhatian putranya, tentu bukan gadis biasa. Dison akan memberikan apresiasi setinggi-tingginya pada gadis langka tersebut.
Tak salah aku memilih Zee sebagai ibu tiri untuk Gill," batinnya bangga.
"Entahlah, Pa. Tapi sepertinya akan sangat sulit untuk menikah dengannya."
"Kenapa, nak? Apa gadismu belum siap menikah? Atau cinta kalian berdua terhalang restu orangtuanya? Gill, percayalah pada papa, apa pun masalahnya biar papa yang selesaikan. Sekarang cepat bawa papa menemui keluarganya!" desak Dison tak sabaran.
"Bukan itu masalahnya, Pa."
"Lalu apa masalahnya?"
"Masalahnya, gadis yang aku sukai itu adalah...."
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
Kenzi Kenzi
ini genre nya jdi kocak...hahaha
2023-11-02
0
Intan IbunyaAzam
Zee UD spot jntung haaa
2023-10-06
0
Sandisalbiah
Zee takut kalau Gill bertemu dgn ank nya... krn wajah nya mirip Gill mungkin.. 🤔🤔
2023-07-27
0