"Pakaian Bellboy-nya ada di atas meja," ucap wanita seksi itu dengan arogant. Siapa lagi dia kalau bukan Zee. Meski mobil yang Zee gunakan adalah mobil biasa, tapi tanpa sepengetahuannya, Dison telah memodifikasi mesinnya.
Zee memang tidak melewati jalan pintas seperti yang Gill lakukan, tetapi ia melajukan mobil dengan kencang dan lancar tanpa terjebak lampu merah sekalipun. Bahkan jalan raya sangat sepi ketika Zee lewati.
"Kau, bagaimana kau—" Gill tak sanggup melanjutkan ucapan saking kagetnya.
"Sekretaris Sean!" panggil Zee sedikit meninggikan nada suaranya agar terdengar oleh Sekretaris Sean yang meja kerjanya berada tepat di depan ruang CEO.
"Iya, nona. Ada yang bisa saya bantu?" sahut sekretaris Sean yang baru datang.
"Bawa tuan mudamu ke tempat seharusnya dia berada," titah Zee sambil memamerkan senyuman kemenangan ke arah Gill. Gill yang kesal membalasnya dengan tatapan mematikan, wajah memerah serta urat-urat leher yang mengencang. Tangannya terkepal siap melayangkan pukulan, membuat sekretaris Sean takut saat mendekati tuan mudanya. Namun, mau tak mau ia harus menuruti apa pun perintah nyonya besarnya.
Sesuai perjanjian, yang duduk di kuris CEO adalah Zee, karena dialah yang memenangkan tantangan. Sementara Gill yang kalah harus menerima hukuman dengan menjadi bellboy di hotel milik ayahnya sendiri. Meski Gill lulusan S3 di universitas terbaik dunia, tapi sebagai pria sejati, ia harus menepati janji. Mau tak mau, Gill pun terpaksa menjadi Bellboy yang bertugas memberikan pelayanan kepada tamu serta menghandle barang bawaan para tamu hotel.
***
Setelah seharian melayani tamu yang membuatnya kesal, akhirnya Gill bisa pulang untuk segera beristirahat. Walau Gill sudah berusaha membuat banyak pelanggan pergi karena sengaja membuat ulah, tapi hal tersebut tak membuat Zee menyelesaikan hukuman tersebut.
Tak sanggup berlama-lama menjadi bellboy, Gill pun melesat masuk ke dalam kamar sang ayah. Kebetulan saat itu Zee telah selesai memeriksa kondisi Dison. Dison meminta Zee untuk menunggunya di ruang makan karena tahu maksud dan tujuan kedatangan sang putra.
"Katakan," ucap Dison to the point dan Gill langsung menceritakan bahwa Zee sengaja menempatkan dia di bagian Front Office Departement. Namun, sayangnya Gill tak mendapatkan pembelaan seperti yang ia harapkan, karena Dison justru senang dan mendukung apa yang telah Zee lakukan terhadap putranya.
"Turuti dan patuhi apa pun yang ibumu perintahkan karena semua itu dia lakukan demi kebaikanmu sendiri. Berubahlah Gill, jadilah putra yang baik seperti ibu tirimu. Ingat, kau sudah semakin dewasa," respon Dison malah membuat Gill semakin kesal.
"Apa kau mengerti?" lanjut Dison bertanya.
"Gill mengerti, pa," jawabnya asal.
Tanpa kursi roda, Gill membopong sang ayah hingga sampai di ruang makan, di mana Zee telah menyiapkan makan malam khusus. Zee sudah terbiasa meluangkan sedikit waktu untuk memasakkan satu hidangan khusus untuk Dison, karena Dison memang sangat menyukai masakannya.
Zee dengan senang hati memasakkan, karena masak di mansion sama sekali tidak memberatkannya, lantaran semua bahan telah disiapkan oleh para pelayan. Tugas Zee hanya mencemplungkan bahan-bahan ke wajan dan membumbuinya saja.
Seperti kali ini di mana Zee membuat makan malam dengan menu utama sup iga kesukaan Dison. Gill terheran melihat menu yang Zee sajikan ke atas piring ayahnya.
"Sejak kapan papa makan sup?" tanya Gill membuat Zee menautkan alis mendengarnya.
"Sejak kau pergi dari rumah, papa terbiasa memakan makanan kesukaanmu untuk melepas rindu," jawab Dison tanpa menoleh, ia melahap sup iga yang Zee buatkan.
Zee kaget karena baru tahu bahwa semua menu yang selalu Dison request selama ini adalah menu yang tidak dia sukai, tapi disukai oleh putranya. Meski tidak suka, Dison tetap melahap dan menikmatinya sampai habis. Begitulah cara seorang ayah melepas rindu kepada putra yang tega pergi meninggalkannya di hari tua.
Mendengar penuturan Dison, Gill langsung merebut piring ayahnya. Kemudian mengganti piring itu dengan piring yang baru.
"Di mana para chef!" tegas Gill membuat para chef berdatangan.
"Iya, tuan muda."
"Buatkan makanan yang baru untuk papaku, kalian masih ingat menu makanan kesukaan papaku, bukan?" tanya Gill terlebih dahulu.
"Ingat, tuan."
"Bagus, makanan itu harus tersedia di atas meja dalam waktu 5 menit!" tekan Gill serius.
"Baik, tuan." balas para chef kocar-kacir kembali ke dapur.
"Tidak perlu, Gill. Lagian Zee sudah susah payah memasakkan-nya. Zee, tolong tumpahkan lagi sup-nya," pinta Dison membuat Zee menggelengkan kepala, menjauhkan sup iga buatannya.
"Berikan padaku!" Zee kaget saat Gill merebut wajan berisi sup iga yang jelas wajannya masih panas. Gill memegang wajan panas tersebut tanpa kaos tangan khusus seperti yang saat ini Zee kenakan.
Gill melahap habis sup iga dengan kedua tangan yang terlihat melepuh. Tak lama berselang, menu makan baru kesukaan Dison pun tiba. Zee segera menyajikannya untuk sang suami dan mereka pun mulai makan malam bersama.
"Sepertinya malam ini saya harus pergi ke apartemen Risha, dia barusan mengirim pesan bahwa dia sedang sakit. Saya takut terjadi sesuatu padanya, apalagi dia sendirian di apartemen. Kalau boleh, apakah boleh makam ini saya menamainya? Malam ini saja, esok paginya saya akan segera pulang," terang Zebel meminta izin.
"Tentu saja, pergilah. Dia sahabat baikmu, kan? Jangan sampai terjadi sesuatu padanya," balas Dison mengizinkan begitu saja.
"Terima kasih, saya tidak akan lama," sambung Zee tersenyum senang, sementara Gill tersenyum miring, sepertinya ia telah merencanakan sesuatu untuk membalas Zee.
"Pa, bagaimana kalau Gill antar ibu ke apartemen sahabatnya? Ini malam minggu, jalanan pasti ramai, sangat berbahaya bila ibu pergi menyetir sendirian," Zee menatap Gill tajam, Gill mengedipkan sebelah mata, seakan memperingati.
Gill : Awas kamu! Tunggu pembalasanku.
Zee : Sial! Pria menyebalkan ini tidak juga menyerah.
"Ide bagus, kamu boleh menggunakan mobilmu," Gill tersenyum lebar karena akhirnya diberi izin untuk menggunakan koleksi mobil mewahnya.
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
Kenzi Kenzi
vinson blm part nya dibahas...
2023-11-02
0
Intan IbunyaAzam
jgn jhat donk gill
2023-10-06
0
⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢
yakin 100% pasti tuan dison tau Semua msa lalu Zee dan Gill😎
2023-09-13
0