Plak!
Satu tamparan mendarat di sisi kiri pipi Gill. Bukannya kesakitan, ia justru tersenyum miring.
"Lepaskan!" bentak Zee berontak akan melepaskan diri, tapi semakin ia berontak, semakin kuat pula Gill mencengkeram dagunya.
"Akan aku lepaskan setelah kau menjawab pertanyaanku," balasnya, Zee pun diam beberapa saat, berharap dengan begitu Gill akan melepaskannya.
"Katakan!" desaknya tak sabar, apalagi posisi Gill begitu menempel pada tubuhnya. Zee merasa tak nyaman, napas segar Gill membuat tubuhnya merinding saat adegan panas 7 tahun silam kini menari-nari dalam benaknya.
"Rencana licik apa yang kau lakukan hingga menjadi ibu tiriku? Ingin merebut harta warisan? Atau ... Atau kau tidak puas denganku dan ingin merasakan juga dengan papaku?" tanya Gill mengintrogasi.
Hinaan yang Gill katakan membuat Zee merasa ingin menamparnya sekali lagi. Jelas dirinya bukanlah wanita murahan, berani-beraninya Gill merendahkan dirinya. Tujuh tahun lalu, jika bukan karena terpaksa, mana mungkin ia rela menyerahkan dirinya yang suci kepada pria menyebalkan dengan ekspresi menyeramkan di hadapannya saat ini.
"Lepaskan atau aku teriak!" ancam Zee membuat Gill langsung melepaskannya karena takut ketahuan oleh sang ayah bila Zee berteriak.
Begitu dilepaskan, Zee langsung melesat pergi melarikan diri, meninggalkan Gill yang kini mengumpat kebodohannya sendiri.
"F U C K ! Kamar ini'kan kedap suara!"
***
Sudah waktunya jam makan siang, seperti biasa Zee pergi ke kamar suaminya, kemudian membawa Dison ke ruang makan yang berada di lantai dasar. Zee membantu menaikkan kursi roda, menyamakan tingginya dengan kursi yang tersedia.
"Cukup!" Zee kembali bangkit. Baru saja ia akan duduk di kursi, tapi Dison sudah memberinya perintah lagi.
"Tolong panggilkan Gill untuk makan siang."
"Ada banyak pelayan yang siap diperintahkan apa saja, tapi kenapa selalu aku yang diminta memanggil putranya yang menyebalkan itu," gerutu Zee dalam hati.
"Baik, tuan," Zee tersenyum semanis mungkin di hadapan sang suami. Ketika berbalik badan, ekspresinya seketika berubah menjadi kesal hanya dalam hitungan detik. Kali ini ia harus berhati-hati, jurus baru akan ia keluarkan agar tak lagi diseret ke dalam kamar.
Tok, tok, tok!
Zee lari terbirit-birit menjauh dari pintu kamar milik Gill, tapi sayang ketukan kerasnya tak membuat pintu kamar itu terbuka, hingga mau tak mau ia kembali mendekat dan mengetuk pintunya lagi.
Tok, tok, tok!
Ketukan kedua pintu masih belum terbuka. "Dia tidur atau mati?" Zee mendengus kesal dan kembali mengetuk dengan sekuat tenaga.
Tok!
"Cukup!" tegas Gill menahan pergelangan tangan Zee karena ketukan keras mengenai keningnya.
"Maaf," reflek Zee menarik kembali tangannya dan membuat jarak sekitar dua meter untuk melindungi diri dari mangsa yang siap menerkam kapan saja.
"Ada apa? Mau menggodaku?" ledek Gill melipat kedua tangan, jangan lupakan ekspresi wajah yang menakutkan, mata tajam itu seakan siap menikam mangsanya. Apalagi suara bass sedalam lautan miliknya mampu membuat merinding siapa saja yang mendengarnya.
"Waktunya makan siang," imbuh Zee mundur beberapa langkah.
"Wah-wah, ibu tiriku sangat perhatian," Gill tersenyum licik.
"Ini perintah papamu!" tekan Zee melesat akan pergi, tapi lagi dan lagi Gill menahannya.
"Lepaskan atau aku teriak!" Gill menyeringai kala mendengar ancaman Zee masih sama dengan ancaman sebelumnya.
"Kita ke ruang makan bersama. Bukankah di depan papaku kita berdua harus berakting menjadi ibu dan anak yang harmonis."
"Benar juga," batin Zee tak lagi berontak ketika Gill meraih dan memeluk pinggang rampingnya dengan sebelah tangan yang kekar.
"Tapi lain hal saat di belakang papaku," bisik Gill dengan tangan nakal yang sudah menjalar menyentuh bagian menonjol yang tidak seharusnya ia sentuh.
"Kurang ajar!" umpat Zee menjauhkan diri sambil menutup kedua gundukannya dengan kedua telapak tangan.
"Ukurannya meningkat dua sampai tiga kali lipat," ledek Gill melangkah lebih dulu sembari memainkan kedua telapak tangan seakan tengah memegang benda kenyal berukuran jumbo, membuat Zee ingin menerkam dan menggigit tangan nakal Gill detik itu juga.
"Dasar mesum!"
Bentakan Zee membuat Gill menghentikan langkah dan membalikkan badan, kemudian berkata, "Wahai nona Azella Belva! Tidakkah kamu tahu bagaimana menderitanya aku karena adegan panas 7 tahun lalu selalu menguasai pikiranku. Seharusnya kamu bertanggung jawab karena sudah membuatku tidak tenang."
"Kenapa menyalahkanku, di sini akulah yang rugi!" balas Zee tak mau kalah.
"CK! Wanita mana tahu bagaimana perasaan pria yang diper kosa," Gill tak pernah kehabisan kata menghadapi Zee.
"Per kosa? Kau dengan sukarela menolongku, berhenti membahasnya!" teriak Zee tapi Gill tak peduli dan tetap melangkah pergi menuju ruang makan.
"Di mana ibumu?" tanya Dison heran saat putranya datang seorang diri tanpa sang istri.
"Itu dia," tunjuk Gill pada Zee.
"Dari mana saja?" Dison langsung mengintrogasi.
"Tidak dari mana-mana, tadi tali sepatu saya terlepas. Benarkan, nak?" Zee melempar tatapan tajam ke arah Gill.
"Benar, Pa. Tadi tali sendal mama memang terlepas," balas Gill mendapat anggukan kepala dari sang ayah. Sementara Zee mengumpat kebodohannya kala menyadari bahwa ia tengah memakai sendal, bukan sepatu.
Usai makan siang, Gill bertugas mengantar sang ayah kembali ke kamar. Sementara Zee memilih membersihkan meja dan membawa piring kotor ke dapur untuk ia cuci karena para pelayan telah diusir oleh Gill.
Saat tengah asik mencuci piring, Zee dikejutkan dengan Gill yang tiba-tiba telah memeluknya dari belakang.
"Kau gila! Ini dapur, bagaimana kalau ada pelayan yang lihat?" Zee berontak, berusaha melepaskan diri. Posisinya dalam bahaya kalau sampai ada yang melihat dan apa yang terjadi tersebar sampai keluar. Tak lama akan ada berita Ibu dan anak tiri saling bercumbu, benar-benar berita yang amat menjijikkan. Zee takut kehilangan karirnya sebagai DJ yang terkenal.
"Apa itu berarti di kamar boleh?" bisik Gill dengan kedua tangan nakal yang sudah merayap masuk.
"Kau! Ahh....
***
Zee
Gill
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
Kenzi Kenzi
wes ga iso tangi to mazeeehhhhh....impoten ,gegara zee
2023-11-02
1
Intan IbunyaAzam
wih pasangan serasii
2023-10-06
0
⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢
wawwwww zeeee😳😳😳😳😳😳😳😳😳
2023-09-13
0