7 tahun lalu tepatnya saat Zee pertama kali datang ke Grebek Club sebagai seorang DJ. Kala itu Grebek Club belum seterkenal sekarang dan Zee masih dipanggil Zella karena belum memiliki nama panggung. Berbeda dengan penampilannya yang sekarang, dahulu tubuh Zee bisa dibilang sangatlah kurus. Sebuah tragedi yang terjadi berhasil membuat ukuran tubuhnya berubah drastis, terutama di bagian bamper depan dan juga bamper belakang yang kian berisi.
Berkat tubuh semoknya, Zee pun semakin dikenal. Nama panggung Zebel (sebel) diberikan padanya karena mampu membuat kesal para pengunjung dengan aksi panggung serta racikan lagu dengan hentakan musik yang seakan menyiratkan emosi kemarahan. Lagu yang Zee mainkan bagaikan healing terbaik yang berhasil membuat mereka lupa pada masalah yang terjadi dalam hidup.
Dan tragedi 7 tahun lalu adalah rentetan dari kisah kehancuran masa depan yang membuatnya kehilangan kehormatan sebagai seorang wanita. Bukan karena kasus pemerkosaan, tapi itu terjadi atas ketidaksengajaan di mana ia tidak punya pilihan lain. Zee sadar tragedi itu terjadi karena kesalahannya sendiri. Entah apa yang ia pikirkan saat itu hingga tak sengaja minum air yang mengandung obat perangsang dengan dosis tinggi. Beruntung Zee bertemu sesosok pria tampan yang dengan sukarela menolong. Nahasnya, sosok tampan dengan tubuh kekar itu sekarang malah menjadi anak tirinya.
"Kau!" seru Zee membulatkan mata sempurna sembari menunjuk ke arah pria berparas tampan yang kini berada tepat di hadapannya.
Tak hanya Zee yang kaget, Gill juga tak kalah kagetnya. Meski penampilan wanita semok di hadapannya saat ini sangatlah berbeda dengan gadis yang ia tolong 7 tahun lalu, tapi jelas Gill masih mengenali sepasang mata sayu dengan manik berwarna hazel terang yang melekat dalam ingatannya selama ini.
"Kenapa kau di rumahku?" Gill bertanya dengan ketus.
"A ... Aku—"
"Tuan muda!" panggil asisten Daniel berseru kencang, Gill mengalihkan pandangan padanya.
"Mari ikut saya, tuan besar sudah menunggu," ajaknya mendesak. Mau tak mau Gill pergi menemui ayahnya, meninggalkan Zee yang masih syok atas apa yang kini menimpanya. Zee merasai dadanya yang sesak, Lutut yang terasa lemas membuatnya jatuh bersimpuh di lantai.
"Apa salahku, Tuhan? Dari jutaan pria bernama Gill di dunia ini, kenapa harus dia? Bagaimana bisa anak tiriku adalah pria yang pernah menghabiskan malam denganku?" Zee bertanya dalam hati.
Tak ingin larut dalam kesedihan, Zee langsung bangkit dan menyusul Gill yang pasti sudah berada di kamar Dison. Saat masuk, ayah dan anak itu sudah saling melepas pelukan hangat.
"Bagaimana kabar, papa?" tanya Gill yang kini sudah duduk di pinggir ranjang.
"Yang pasti papa senang karena akhirnya kamu pulang," jawab Dison dengan senyuman kecutnya, jelas kondisinya tidak baik-baik saja.
"Maaf, Gill gagal menjadi putra yang baik untuk papa," ucap Gill menatap Dison dengan ekspresi wajah penuh rasa bersalah.
"Jika papa maafkan, akankah kamu berubah?"
Gill mengalihkan pandangan, enggan menjawab pertanyaan sang ayah. Tatapan matanya terkunci kala melihat Zee yang berdiri tepat di sebelah kanannya. Wanita bertubuh menggoda dengan paras sempurna itu membuatnya bertanya-tanya seolah mencari tahu kenapa ada di kediamannya.
"Siapa wanita itu, Pa? Kenapa lancang masuk ke kamar papa?" selain berhasil mengalihkan topik pembicaraan, tapi topik kali ini justru lebih seru.
"Dia ibu tirimu, istri papa!"
Gill tercengang mendengar penegasan sang ayah. Bagaimana tidak? Wanita yang pernah seranjang dengannya, kini menjadi ibu tirinya, istri dari ayah kandungnya. Apa dunia hanya selebar, sebulat dan sedatar daun kelor? Sampai-sampai ibu tirinya adalah wanita yang 7 tahun terakhir selalu terngiang-ngiang dalam benaknya.
"Kapan papa menikah?" bentak Gill membuat Dison menatapnya serius.
"Apa kamu lupa apa yang papa katakan saat menghubungi 7 tahun lalu?"
Gill mengerutkan dahi berusaha mengingat adegan 7 tahun lalu.
Flashback On
"Tidak, Pa! Gill tidak mau menikah!" bentak Gill menolak keras. Dari dulu hingga sekarang dia adalah seorang Casanova sejati yang rajin celap-celup, ia tak mungkin bisa setia hanya pada satu wanita. Gill tidak akan membiarkan ikatan pernikahan mengekangnya.
"Kalau begitu papa yang akan menikah!" ancam Dison membuat putra semata wayangnya tertawa terbahak-bahak.
"Haha ... Memangnya ada wanita yang mau menikah dengan papa?" balas Gill di seberang sana, ucapan sang ayah hanya gertakan berupa candaan baginya.
"Kalau sampai papa menikah, maka semua harta akan papa berikan kepada ibu tirimu!"
Flashback Off
"Oh God! Bagaimana bisa aku melupakannya?" umpat Gill kesal.
"Zee," panggil Dison dengan akrab.
"Iya," balas Zee mendekat dengan patuh.
"Tolong antar Gill ke kamarnya," titahnya membuat Zee menelan saliva bersusah payah.
Gill menyeringai kemudian berkata, "Baiklah, Pa. Gill istirahat dulu, papa juga istirahatlah, ya," sambungnya perhatian. Dison menganggukkan kepala dengan senyuman tipis di bibirnya.
Tak mungkin membantah sang suami, Zee pun mengantarkan Gill dengan menuruni anak tangga satu persatu. Ya, Zee sengaja tidak menggunakan lift, terlalu menakutkan berada di dalam lift bersama pria di masa lalu.
Sampai di depan kamar yang sudah pelayan siapkan, Zee membuka pintunya, kemudian mempersilahkan Gill untuk masuk. Gill masuk dan menarik pergelangan tangan Zee masuk ke dalam kamarnya, pintu langsung ia kunci.
Zee panik bukan main saat Gill menyeret dan menghentakkan tubuhnya ke dinding beton kamar. Pria tampan bertubuh kekar itu sengaja mengunci pergerakan Zee hingga tak mungkin melarikan diri.
"Apa yang ingin kau lakukan?" Zee bertanya ketakutan.
"Menurutmu?" Gill mendekatkan wajahnya, kemudian....
***
Gillberto Maddison
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
Kenzi Kenzi
mo nononino...dgn mu
2023-11-02
0
Kenzi Kenzi
mo balik lagi hartamu bang,nikah dgn zee....dan surprises krn vinson hadir diantara kalian...pengikat....hehehehe
2023-11-02
0
Intan IbunyaAzam
seru thorr
2023-10-06
0