Bab 07 ~ Warisan

Gill meraih kunci mobil dan bergegas pergi menyusul Zee yang berangkat ke Grebek Club bersama dengan Axel. Namun, panggilan masuk dari pengacara ayahnya membuat Gill terpaksa menghentikan langkah.

"Bagaimana?" desak Gill tak sabaran.

"Akan saya jelaskan, tapi tidak melalui panggilan," jawab sang pengacara di seberang sana.

"Kau di mana sekarang?"

"Apartemen," jawabnya singkat. Gill langsung memutuskan panggilan dan melesat pergi menuju apartemen pengacara pribadi ayahnya. Demi mendapatkan informasi mengenai warisan, Gill pun mengurungkan niat sebelumnya untuk menguntit Zee yang pergi dengan Axel, musuh bebuyutannya.

***

"Apa-apaan ini!?" bentak Gill tak terima akan penjelasan sang pengacara.

"Maaf, tuan muda. Saya hanya mengikuti apa yang diperintahkan oleh tuan besar," jelasnya membela diri.

Gill bangkit dari duduknya, mengusap rambut hingga wajah dengan frustasi. Gill masih tak percaya bahwa Dison benar-benar menepati ancaman tujuh tahun lalu. Gill tak menyangka bahwa ancaman ayahnya itu bukan hanya candaan semata, melainkan ancaman yang bahkan telah dibuktikan kebenarannya. Andai Gill menerima perjodohan tujuh tahun lalu, ia pasti tidak akan kehilangan semua harta kekayaan sang ayah yang seharusnya memang menjadi miliknya.

Ya, Gill syok mendengar ucapan pengacara yang mengatakan bahwa sang ayah sudah membuat surat wasiat yang isinya adalah pernyataan bahwa semua harta dan aset kekayaan bahkan hotel dan mansion akan diberikan kepada Zee, ibu tirinya. Bukankah seharusnya semua harta itu diberikan kepada dirinya sebagai seorang putra tunggal?

Sadar apa yang terjadi adalah kesalahannya sendiri, Gill tak dapat berbuat apa pun. Hanya mimpi bila Gill berharap pengacara pribadi sang ayah berpihak padanya, karena itu adalah perkara yang tidak mungkin terjadi. Memberi uang atau kekuasaan? Mustahil, jelas ayahnya lebih kaya dan berkuasa darinya.

***

Zee sampai di rumah sekitar pukul empat malam, boddyguard yang berjaga di pintu utama dengan sopan dan ramah menyambut kepulangannya. Namun, langkahnya yang semula lancar harus terhenti saat melihat Gill yang duduk di sofa. Gill memberi isyarat dengan tangannya, meminta Zee untuk mendekat. Tak mau membuat keributan dan membangunkan sang suami yang tengah istirahat, Zee terpaksa menghampiri pria menyebalkan yang sayangnya adalah anak tirinya.

"Ada apa? Katakan sekarang juga karena aku tidak punya waktu untuk berdebat denganmu," Zee berpangku tangan, berdiri dengan jarak sekitar dua meter dari tempat Gill duduk.

"Jauhi Axel!" Gill menekan kalimatnya, memberi peringatan kepada Zee untuk berhati-hati.

"Kenapa?" Zee bertanya singkat karena tidak peduli, tapi juga sedikit penasaran. Akan tetapi, ia butuh alasan yang jelas.

"Cukup dengar dan patuhi ucapanku!" Gill menatap Zee serius. Dari ekspresi wajahnya, sangat jelas terlihat bahwa Gill sedang tidak main-main dengan ucapannya.

"Dasar aneh! Aku tidak mengerti mengapa kamu memintaku untuk menjauhi Axel. Axel adalah pria baik-baik dan asal kamu tahu, aku mengenal Axel jauh sebelum bertemu dengan papamu!" tegas Zee membalikkan badan akan pergi, tapi seperti biasa Gill langsung menarik Zee.

"Lepaskan aku!" bentak Zee dengan suara tertahan, takut terdengar oleh sang suami. Bukannya melepaskan Zee yang terus berontak, Gill justru menarik sang ibu tiri hingga mendarat sempurna di atas pangkuannya.

"Kau gila! Papamu bisa kehilangan nyawa bila melihat kita seperti ini. Cepat lepaskan aku!" Zee berusaha melepaskan diri.

"Ck! Bukankah itu yang kau mau?" Gill menatap rendah Zee.

"Apa maksudmu?"

Gill tersenyum miring, kemudian berkata, "Jangan pura-pura tidak tahu apa-apa, bukankah memang itu tujuanmu menikahi papaku?"

"Aku tidak mengerti apa yang kau katakan, lepaskan atau aku teriak!"

"Jika papaku meninggal, bukankah kau akan menjadi CEO?"

Plak!

"Beraninya kau menamparku!" bentak Gill murka, dengan kasar ia menarik tengkuk Zee., kemudian melu mat bibir itu dengan rakus. Semakin Zee berontak, semakin dalam pula ciuman paksa itu.

"Zee!" teriak Dison, sang suami yang tiba-tiba muncul.

***

Zee

Gill

Terpopuler

Comments

Gustia Tia

Gustia Tia

brti papanya Gill dah tau kalo dia punya cucu mangkanya nikahi. Zee trus harta warisannya di kasihin Zee kan Zee punya anak sama Gill,aku rasa gitu crtanya

2023-11-01

0

Intan IbunyaAzam

Intan IbunyaAzam

waduhh kacau

2023-10-06

0

⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢

⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢

waaah kan ketahuan ayah nya😂😂😂😂

2023-09-13

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 01 ~ Batu Loncatan
2 Bab 02 ~ Married With CEO Lansia
3 Bab 03 ~ Putra Tiri
4 Bab 04 ~ Ibu Tiriku, Mantan Partner Ranjangku
5 Bab 05 ~ Dasar Mesum!
6 Bab 06 ~ Dasar Wanita Murahan!
7 Bab 07 ~ Warisan
8 Bab 08 ~ Kursi CEO
9 Bab 09 ~ Bellboy Lulusan S3
10 Bab 10 ~ Segera Nikahi Dia!
11 Bab 11 ~ Bekas Jahitan Horizontal
12 Bab 12 ~ Menghindar
13 Bab 13 ~ Pemakaman
14 Bab 14 ~ Kau mencintai papaku?
15 Bab 15 ~ Gill akan menikah setelah papa mati!
16 Bab 16 ~ Aku Sangat Mencintaimu
17 Bab 17 ~ Mau Kamu!
18 Bab 18 ~ Putra Tiri Laknat
19 Bab 19 ~ Ketahuan
20 Bab 20 ~ Merger Verz Group
21 Bab 21 ~ Malaikat Kecil
22 Bab 22 ~ Mengobati Luka
23 Bab 23 ~ Bertemu Axel
24 Bab 24 ~ Balas Budi
25 Bab 25 ~ Om Bintang Lima
26 Bab 26 ~ Om mau jadi papa Vinson?
27 Bab 27 ~ Test DNA
28 Bab 28 ~ Dia Adalah....
29 Bab 29 ~ Mobil Bergoyang
30 Bab 30 ~ Tubuhmu Membuatku Gila!
31 Bab 31 ~ Aku tidak pernah tidur dengan papamu!
32 Bab 32 ~ Aku tak akan mengasihanimu!
33 Bab 33 ~ Kau akan menyesal, Gill!
34 Bab 34 ~ R.I.P Maddison Pharverz
35 Bab 35 ~ Apa kamu akan menikahi ibu tirimu
36 Bab 36 ~ Surat wasiat
37 Bab 37 ~ Kau pasti dalang meninggalnya papaku!
38 Bab 38 ~ Aku akan menikahi Risha!
39 Bab 39 ~ Vinson dalam bahaya....
40 Bab 40 ~ Hasil Test DNA
41 Bab 41 ~ Vinson Putramu
42 Bab 42 ~ Nyawa harus dibayar nyawa!
43 Bab 43 ~ Flashback
44 Bab 44 ~ Kau sudah jadi janda, bagaimana kalau kita menikah?
45 Bab 45 ~ Mengundurkan Diri
46 Bab 46 ~ Kebenaran
47 Bab 47 ~ Terungkap
48 Bab 48 ~ Vinson
49 Bab 49 ~ Pengakuan Risha
50 Bab 50 ~ TAMAT!
51 Duren Dokter (Calvin & Nana)
Episodes

Updated 51 Episodes

1
Bab 01 ~ Batu Loncatan
2
Bab 02 ~ Married With CEO Lansia
3
Bab 03 ~ Putra Tiri
4
Bab 04 ~ Ibu Tiriku, Mantan Partner Ranjangku
5
Bab 05 ~ Dasar Mesum!
6
Bab 06 ~ Dasar Wanita Murahan!
7
Bab 07 ~ Warisan
8
Bab 08 ~ Kursi CEO
9
Bab 09 ~ Bellboy Lulusan S3
10
Bab 10 ~ Segera Nikahi Dia!
11
Bab 11 ~ Bekas Jahitan Horizontal
12
Bab 12 ~ Menghindar
13
Bab 13 ~ Pemakaman
14
Bab 14 ~ Kau mencintai papaku?
15
Bab 15 ~ Gill akan menikah setelah papa mati!
16
Bab 16 ~ Aku Sangat Mencintaimu
17
Bab 17 ~ Mau Kamu!
18
Bab 18 ~ Putra Tiri Laknat
19
Bab 19 ~ Ketahuan
20
Bab 20 ~ Merger Verz Group
21
Bab 21 ~ Malaikat Kecil
22
Bab 22 ~ Mengobati Luka
23
Bab 23 ~ Bertemu Axel
24
Bab 24 ~ Balas Budi
25
Bab 25 ~ Om Bintang Lima
26
Bab 26 ~ Om mau jadi papa Vinson?
27
Bab 27 ~ Test DNA
28
Bab 28 ~ Dia Adalah....
29
Bab 29 ~ Mobil Bergoyang
30
Bab 30 ~ Tubuhmu Membuatku Gila!
31
Bab 31 ~ Aku tidak pernah tidur dengan papamu!
32
Bab 32 ~ Aku tak akan mengasihanimu!
33
Bab 33 ~ Kau akan menyesal, Gill!
34
Bab 34 ~ R.I.P Maddison Pharverz
35
Bab 35 ~ Apa kamu akan menikahi ibu tirimu
36
Bab 36 ~ Surat wasiat
37
Bab 37 ~ Kau pasti dalang meninggalnya papaku!
38
Bab 38 ~ Aku akan menikahi Risha!
39
Bab 39 ~ Vinson dalam bahaya....
40
Bab 40 ~ Hasil Test DNA
41
Bab 41 ~ Vinson Putramu
42
Bab 42 ~ Nyawa harus dibayar nyawa!
43
Bab 43 ~ Flashback
44
Bab 44 ~ Kau sudah jadi janda, bagaimana kalau kita menikah?
45
Bab 45 ~ Mengundurkan Diri
46
Bab 46 ~ Kebenaran
47
Bab 47 ~ Terungkap
48
Bab 48 ~ Vinson
49
Bab 49 ~ Pengakuan Risha
50
Bab 50 ~ TAMAT!
51
Duren Dokter (Calvin & Nana)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!