"Deal! Saya menerima lamaran tuan!" seru Zee cepat. Mana mungkin ia menolak penawaran yang amat menguntungkan.
Karena kesehatan Dison kurang baik, proses ijab qobul terpaksa dilakukan dalam kamarnya. Proses tersebut dihadiri oleh penghulu, dua orang saksi dan pastinya seorang wali hakim.
Meski tak duduk bersanding, tapi Zee sama sekali tak mempermasalahkan hal tersebut karena sibuk menemani Risha menikmati berbagai hidangan lezat yang tersedia.
"Ciee ... udah jadi nyonya besar, nih" Zee diam, enggan menanggapi celetukan sang sahabat yang tak akan ada habisnya.
***
"Ini kamar nona, silahkan beristirahat," asisten Daniel mempersilahkannya masuk.
"Kamar tuan Dison di mana?" tanya Zee sebelum asisten Daniel pergi.
"Kamar tuan besar ada di lantai tiga, nona akan pindah ke lantai tiga saat kondisi tuan besar mulai membaik. Kalau begitu saya permisi," balasnya kemudian pergi setelah menyerahkan Zee kepada kepala pelayan.
Ada banyak pertanyaan yang bersarang di benaknya, tapi terpaksa ia tahan karena asisten Daniel begitu irit bicara. Sudah larut malam, Zee pun segera istirahat untuk memulihkan energinya yang seharian telah terkuras habis.
Keesokan paginya.
"Nona mau pergi?" kehadiran asisten Daniel tentu saja mengagetkan Zee yang membalikkan badan setelah mengunci pintu kamarnya.
"Iya, memangnya kenapa?"
"Tuan besar memang memberikan kebebasan kepada nona untuk melakukan apa pun. Namun, sebelum pergi nona harus menjalankan kewajiban sebagai seorang istri terlebih dahulu," terangnya membuat Zee mengerutkan alis tak mengerti
"Kewajiban apa yang anda maksud?"
"Mari ikut saya," ajaknya, lagi dan lagi Zee patuh, ia mengekor di belakang asisten Daniel hingga tiba di lantai tiga di mana kamar tuan Dison berada.
Pagi itu, Zee kaget saat melihat kondisi tuan Dison yang tak berdaya. Bagaimana tidak kaget? Jelas kemarin pria lansia yang kini berstatus suaminya itu terlihat baik-baik saja. Bagaimana bisa saat ini kondisinya begitu memprihatinkan. Bahkan tak bisa berdiri dengan benar, hanya duduk tak berdaya di atas kursi roda.
Zee dapat melihat secara langsung betapa rapuhnya ia saat dibantu mengenakan pakaian oleh seorang mantri yang ditugaskan khusus. Wajahnya memang masih terlihat tampan dan kuat, tapi tak disangka rumor tentang sakitnya tidaklah salah.
Fisiknya sama sekali tidak terlihat seperti orang yang sedang sakit parah, tapi di dalam ia mengidap penyakit jantung stadium akhir. Zee bingung harus senang atau sedih. Sekarang Zee dapat menarik kesimpulan bahwa tuan Dison sengaja terlihat kuat agar EWE hotel tidak berpindah tangan. Dan boleh jadi menjadikan Zee sebagai istri juga bagian dari rencananya.
Asisten Daniel menjelaskan tugas dan kewajiban yang harus Zee lakukan. Zee sama sekali tak keberatan, karena tugasnya sama sekali tak berat. Ia hanya perlu datang diwaktu yang sama, kemudian menyuapi sarapan dan juga memberikan obat. Setelah itu ia pun diperbolehkan pergi.
Tak terasa setahun sudah Zee merangkap tiga profesi sekaligus. Pertama menjadi seorang istri yang telaten melayani suaminya, kedua setia bekerja sebagai DJ yang menghibur, dan yang terakhir menjadi CEO EWE Hotel mengganti Dison untuk sementara waktu. Ketiga pekerjaan itu Zee lakukan dengan sepenuh hati, tidak ada keluhan meski menyita banyak waktu istirahatnya.
Seperti biasa, sebelum pergi ke hotel, Zee yang telah siap dengan seragam formalnya melangkah masuk ke dalam lift menuju kamar suaminya yang terletak di lantai 3. Pintu kamar langsung terbuka otomatis saat ia berdiri di depannya.
Zee bergegas masuk ke dalam kamar, tapi ia malah dibuat panik akan kondisi Dison yang sudah tergeletak tak sadarkan diri di atas lantai. Zee berteriak kencang meminta bantuan. Tak lama muncullah beberapa boddyguard, mereka mengangkat dan membawa Dison ke rumah sakit.
"Bagaimana dokter? Bagaimana keadaan suami saya?" tanya Zee khawatir, lebih tepatnya ia takut disalahkan atas apa yang terjadi kepada suaminya.
"Untuk saat ini kondisi tuan besar mulai membaik nona, tapi perlu dirawat untuk memantau perkembangannya," jelas sang dokter membuat Zee dapat bernapas lega.
"Baiklah, tapi apa sudah boleh saya melihatnya?"
"Tentu nona, silahkan," balas sang dokter mempersilahkan dan Zee segera masuk ke dalam kamar inap suaminya dan ternyata sudah ada asisten Daniel yang langsung membungkukkan badan memberi hormat padanya. Zee berdiri di sisi kiri brankar hingga ia dapat mendengar Dison terus menyebut nama seseorang.
"Sejak kapan suamiku mengigau? Kenapa dokter tidak mengatakannya?"
"Barusan saja terjadi nona, tepat setelah dokter pergi," asisten Daniel menjelaskan agar nonanya tidak salah paham.
"Siapa Gill?" Zee kembali bertanya serius.
"Gill adalah....
***
Author : Adalah pria tergoblok di muka bumi💃💃💃
Gill : Kutembak kau thor🍌💦
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
Ismu Srifah
mau tak plorot handuk mu gill
2023-11-18
1
Kenzi Kenzi
cocok karo zee
2023-11-02
0
Kenzi Kenzi
ny-ceo dulu mba e sebelum gill dateng..hehehe
2023-11-02
0