Bab 13. Terjadi lagi

Di kediaman Bagaskara, Antika kembali membuat ulah. Semua pakaian yang tersisa di rumah tersebut sudah di pak dalam tas besar. Bu Azni lah yang paling terkejut dengan tingkah laku Antika saat itu.

"Kamu mau bawa kemana semua barang-barang kamu?" tanya Bu Azni cemas.

Raut wajah Antika tampak kusut. "Pulang, Ma. Kemarin Arjuna sudah mengusirku," jawab Antika terdengar kesal.

"Mana bisa seperti itu? Ini rumah Mama, bukan rumah Arjuna. Jadi, yang berhak memutuskan siapa yang akan tinggal adalah Mama," cegah Bu Azni tidak ingin anak perempuannya pulang ke rumah mertua.

Ya. Antika masih hidup bersama ayah mertuanya. Suaminya mengatakan jika sebagai putra tunggal, merekalah yang berhak merawat ayahnya. Ayah dari Onad, suami Antika, mengalami sakit keras hingga hanya bisa berbaring di ranjang.

Antika yang terbiasa hidup tanpa melakukan suatu pekerjaan, tentu tidak mau merawatnya dengan dalih, bukan orang tuanya. Onad sudah pasrah dengan kelakuan Antika yang sulit untuk dirubah. Terakhir kali ketika Antika bertemu Onad, suaminya itu mengajukan gugatan cerai untuknya karena tak mampu menjadi istri serta ibu yang baik untuk anaknya.

"Aku tidak bisa, Ma. Aku sadar, di sini aku hanya menumpang," jawab Antika dramatis. Begitulah sifat dari Antika yang banyak menurun dari ibunya. Merasa menjadi manusia paling terluka.

Padahal, merekalah yang sebenarnya telah menyakiti perasaan orang lain. Giliran mereka yang mendapat nasehat dan komentar pedas, mereka akan marah dan bertingkah layaknya korban.

"Kamu tidak perlu mendengar ucapan Arjuna. Dua istrinya saja hidup menumpang di sini." Bu Azni ingin menahan putri kesayangannya untuk tidak pergi dari rumah. Dia tidak akan rela jika anak cantiknya sampai dijadikan pembantu untuk merawat besannya. Enak saja.

"Oh, jadi selama ini Mama anggap aku dan istriku hidup menumpang?" ucap suara dari arah depan yang berhasil mengalihkan perhatian semuanya.

Antika menunduk malu sedangkan Bu Azni tidak pernah merasa bersalah dengan kalimat yang baru saja terlontar. "Memang bukan?" tanya beliau tersenyum sinis.

Arjuna tersenyum tipis. "Aku kerja untuk Mama, untuk kalian semua. Kak Antika bagaimana? Bukankah dia memiliki suami dan anak? Mengapa sepanjang hari dia selalu berada di sini? Apakah dia tidak memiliki tugas sebagai istri dan ibu? Lagi pula, Kakak di sini hanya duduk santai sambil minum kopi. Kakak sudah dzolim terhadap anak dan suami Kakak," ucap Arjuna santai.

Wajah Antika langsung merah padam. Dia tidak terima dikatakan dzolim oleh seseorang yang lebih muda. Bagaimana pun, harusnya Arjuna tidak boleh berucap demikian.

"Arjuna! Apa itu yang kamu dapat setelah menikah dengan Nara?" tanya Bu Azni berniat ingin membela Antika.

Arjuna ingin mendekat, tetapi sebuah tangan memegang lengannya. "Mas tidak boleh sampai durhaka kepada Mama," gumam Nara mencoba menenangkan suaminya.

Arjuna mengangguk mengiyakan. "Mas hanya ingin memberikan pendapat, bukan berniat melawan Mama," jawab Arjuna yang disetujui oleh Nara.

"Aku tidak habis pikir. Kurang apa Nara di mata Mama? Nara rela di madu atas permintaan Mama yang ingin segera memiliki keturunan, Nara rela tinggal bersama kalian dan mengurus keperluan rumah, Nara bahkan masih menghormati Mama terlepas dari apa yang Mama lakukan bersama Kak Antika dan Beta. Mama butuh yang seperti apa lagi?" tanya Arjuna setelah mendekati sang Mama.

Bu Azni terdiam dengan tatapan mata yang menghunus tajam mata Nara. Tatapan penuh permusuhan bagai ingin menelannya hidup-hidup. "Mama butuh perempuan yang seperti Nadya," jawab Bu Azni sambil mengangkat satu alisnya, sombong.

Nara tak lagi terkejut mendengar pengakuan tersebut. Baginya itu hal biasa karena ibu mertuanya itu belum menemukan celah dari Nadya. Setelah ada celah, Nara yakin ibu mertuanya itu akan balik menjelekkan Nadya.

"Yang menikah aku, yang menjalani pernikahan juga aku, yang memberi nafkah, mendidik ya aku, Ma. Menikah itu seumur hidup. Kalau bisa, cari pasangan yang mau memahami dan menurunkan ego. Karena menikah adalah ibadah ter lama dengan ujian yang tidak mudah. Kalau sampai salah pasangan, maka akan hancur semuanya," jelas Arjuna panjang lebar.

Bu Azni memutar bola matanya jengah. "Ibadah ... Ibadah. Sejak bergaul dengan Nara, kamu jadi sok bijak. Buktinya, Mama bisa menjalani pernikahan hingga puluhan tahun. Bahkan, sampai Papa kamu tiada. Nyatanya, tidak seberat itu," jawab Bu Azni enteng.

Nara menghembuskan napasnya lelah. Ibu mertuanya itu memiliki segudang alasan untuk mempertahankan argumennya.

"Iya. Karena Papa adalah orang yang sangat pengertian. Mungkin, Papa capek hidup dengan Mama yang keras kepala. Hingga Tuhan memilih menjemput Papa lebih dulu di usianya yang terbilang belum terlalu tua." Celetukan itu membuat semua menoleh ke arah tangga dan Beta berdiri dari sana.

"Beta! Kamu sudah berani melawan Mama?!" tanya Bu Azni tidak terima.

Nara memijat pelipis yang mendadak nyeri akibat mendengar perdebatan keluarga Bagaskara. Nara juga heran. Beta terkadang menjadi sosok yang sangat menyebalkan bila sedang bersama dirinya. Namun di sisi lain, Beta itu adalah orang yang kritis terhadap sekitar, terutama menyangkut papanya.

Definisi mewarisi sifat ayah dan ibunya, mungkin.

"Kali ini aku setuju dengan pendapat Kak Arjuna. Menikah adalah ibadah ter lama dan ujiannya berat. Dulu aku sering lihat Papa pusing karena memikirkan Mama yang susah diatur. Aku kasihan waktu itu." Beta justru kembali bercerita hingga membuat Bu Azni naik pitam.

"Beta! Kamu jangan jadi anak durhaka ya!" bentak Antika tidak terima sang Mama di jelekkan.

"Kenapa? Memang seperti itu kenyataannya. Sampai sekarang saja, Mama masih sangat memanjakan Kakak. Sangat berbeda ketika bersikap padaku. Terkadang, aku berpikir jika aku bukan anak kandung Mama karena menjadi anak yang paling dibedakan dalam keluarga. Kak Arjuna saja dulu sangat di sayang. Cuma Papa yang peduli denganku." Beta kembali mencurahkan isi hatinya yang membuat pening di kepala Nara menguar seketika.

Ada rasa iba yang menelusup relung batinnya. Jadi selama ini, sikap angkuh dan cuek dari Beta merupakan sikap untuk mempertahankan diri sendiri?

"Itu tidak benar, Beta. Mama sayang sama kamu sama Kakak. Mama tidak pernah membedakan kalian," tutur Bu Azni tidak ingin Beta salah paham.

"Bohong. Semua hanya bohong. Sudahlah. Aku mau pergi dulu. Teman-teman ku sudah menunggu." Setelah itu, Beta melenggang melewati Bu Azni dan Antika. Ketika akan melewati Arjuna, suami dari Nara itu mencekal pergelangan tangan Beta.

"Mau kemana? Ini sudah malam, Ta," ucap Arjuna lembut.

Bukannya menjawab, Beta justru menatap Nara dengan pandangan yang sulit diartikan. "Benar. Ini sudah malam, Ta. Jangan keluar dulu. Lebih baik kamu tidur," ucap Nara ikut menasehati.

"Apa sih? Aku bersikap seperti tadi bukan berarti Kak Nara bisa mengaturku ya. Jangan pernah menganggap aku lemah. Dan ingat, aku masih tidak menyukai Kak Nara. Pandangan ku terhadap Kakak belum berubah hingga detik ini," ucap Beta menyentil Nara.

Nara hanya mengangguk dengan mengulas senyumnya. Beta memang sedang dalam usia susah diatur. Usia pertengahan antara remaja bukan, dewasa juga belum. Di usia itu, seseorang sedang mencari jati dirinya.

"Aku tahu kok," jawab Nara dengan santainya.

Tanpa mempedulikan semua, Beta benar-benar pergi dari rumah. Arjuna juga tak bisa lagi untuk mencegah.

Sepeninggalan Beta, suara Antika kembali terdengar. "Kini, giliran aku yang harus pergi. Mungkin aku akan mengurus perceraian dan kembali bekerja daripada dianggap benalu di rumah orang lain. Aku pergi, Ma."

Dan tangis Bu Azni tak bisa lagi ditahan. Dia semakin menyalahkan Nara atas ketidak-harmonisan keluarganya. 'Ini semua gara-gara Nara. Aku tidak akan membiarkan dia hidup dengan tenang di rumah ini,' batin Bu Azni bersumpah.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

...Mampir juga kesini yuk 👇👇...

Terpopuler

Comments

Dian Rahmi

Dian Rahmi

hai Nara sadar diri dong, klu sdh ga disuka sama keluarga suami lebih baik mengundur diri itu lebih...jadi perempuan jangan sok alim...munafik kamu nera

2023-06-16

0

Itsaku

Itsaku

hadeeehh ini emak² maunya apa sih

2023-06-08

0

Kasna Wati

Kasna Wati

klruar dari rumah nek lampir . nyatanya arsenal aja kewalahan untuk mendidik kebaikan pada keluarganya. nyatanya arjuna lebih patuh pada mamanya dari pada tidak menyakiti nara. nara minta pindah aja dari kluarga nek lampir klo arjuna tidak mau tinggalkan aja. nanti dia bakal tau mana yg baik atau tidak apa lagi nanya sama juga sifatnya sama mak lampir. tuk apa bertahan yg ada menyakitkan

2023-05-20

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Pernikahan kedua
2 Bab 2. Dzolim?
3 Bab 3. Mas rindu, Ra.
4 Bab 4. Nara!
5 Bab 5. Overthinking
6 Bab 6. Masih cinta
7 Bab 7. Ibadah terlama
8 Bab 8. Perdebatan
9 Bab 9. Antara adil dan tidak
10 Bab 10. Rencana Arjuna
11 Bab 11. Tiba waktunya bersama
12 Bab 12. Saling menginginkan
13 Bab 13. Terjadi lagi
14 Bab 14. Membeli rumah baru
15 Bab 15. Pengusiran
16 Bab 16. Ayah!
17 Bab 17. Keyakinan Nara
18 Bab 18. Tak tergapai
19 Bab 19. Mengulang kenangan
20 Bab 20. Apakah Mas mencintaiku?
21 Bab 21. Upnormal
22 Bab 22. Interview
23 Bab 23. Bidadari tak bersayap
24 Bab 24. Perempuan?
25 Bab 25. Pulang?
26 Bab 26. Perkara Dissa
27 Bab 27. Bertukar cerita
28 Bab 28. Beta?
29 Bab 29. Menuju jalan kebenaran
30 Bab 30. Trouble maker
31 Bab 31. Apa salahku?
32 Bab 32. Khawatir?
33 Bab 33. Nadya bertingkah lagi
34 Bab 34. Akhirnya terjadi
35 Bab 35. Kemarahan Nara
36 Bab 36. Episode terbaik
37 Bab 37. Membara
38 Bab 38. Balasan
39 Bab 39. Banyak hal baik
40 Bab 40. MAS PRAS
41 Bab 41. Tersentil
42 Bab 42. Lamaran Pras
43 43. Pov Pras-Beta
44 Bab 44. Tersenyum-senyum
45 Bab 45. Kemarahan Nara
46 Bab 46. Pilihan untuk pergi
47 Bab 47. Saran Dissa
48 Bab 48. Perceraian
49 Bab 49. Hantu?
50 Bab 50. Sudah berakhir
51 Bab 51. Jatuhnya talak
52 Bab 52.Mulai terlihat
53 Bab 53. Membahas kasus
54 Bab 54. Bertemu
55 Bab 55. Penyesalan Bu Azni
56 Bab 56. Arjuna dengan cintanya
57 Bab 57. Sidang mediasi
58 Bab 58. Terapi lagu
59 Bab 59. Melahirkan?
60 Bab 60. Operasi caesar
61 Bab 61. Sama-sama kehilangan
62 Bab 62. Tiga tahun kemudian
63 Bab 63. Atok!
64 Bab 64. Tidak ada masa tenggang
65 Bab 65. Dipertemukan kembali
66 Bab 66. Anak Mas cantik
67 Bab 67. Dugaan Arjuna
68 Bab 68. Gerak cepat
69 Bab 69. Kenapa?
70 Bab 70. Saling sayang
71 Bab 71. Mengunjungi Nadya
72 Bab 72. Mungkin lupa
73 Bab 73. NADYA!
74 Bab 74. Turut berduka cita
75 Bab 75. The wedding
76 Bab 76. Hadiah dari Arjuna
77 Bab 77. Boleh sekarang
78 Bab 78. Suasana pengantin baru
79 Bab 79. Main lagi yuk!
80 Bab 80. Membesarkan Raden
81 Bab 81. Tebakan Beta
82 Bab 82. Positif
83 Bab 83. Bukan sebuah akhir
84 Sayap Cinta Yang Patah by ika oktafiana
85 Novel horror Ummu Sibyan by Ika Oktafiana
86 Balas Dendam Putra Terbuang by ika oktafiana
Episodes

Updated 86 Episodes

1
Bab 1. Pernikahan kedua
2
Bab 2. Dzolim?
3
Bab 3. Mas rindu, Ra.
4
Bab 4. Nara!
5
Bab 5. Overthinking
6
Bab 6. Masih cinta
7
Bab 7. Ibadah terlama
8
Bab 8. Perdebatan
9
Bab 9. Antara adil dan tidak
10
Bab 10. Rencana Arjuna
11
Bab 11. Tiba waktunya bersama
12
Bab 12. Saling menginginkan
13
Bab 13. Terjadi lagi
14
Bab 14. Membeli rumah baru
15
Bab 15. Pengusiran
16
Bab 16. Ayah!
17
Bab 17. Keyakinan Nara
18
Bab 18. Tak tergapai
19
Bab 19. Mengulang kenangan
20
Bab 20. Apakah Mas mencintaiku?
21
Bab 21. Upnormal
22
Bab 22. Interview
23
Bab 23. Bidadari tak bersayap
24
Bab 24. Perempuan?
25
Bab 25. Pulang?
26
Bab 26. Perkara Dissa
27
Bab 27. Bertukar cerita
28
Bab 28. Beta?
29
Bab 29. Menuju jalan kebenaran
30
Bab 30. Trouble maker
31
Bab 31. Apa salahku?
32
Bab 32. Khawatir?
33
Bab 33. Nadya bertingkah lagi
34
Bab 34. Akhirnya terjadi
35
Bab 35. Kemarahan Nara
36
Bab 36. Episode terbaik
37
Bab 37. Membara
38
Bab 38. Balasan
39
Bab 39. Banyak hal baik
40
Bab 40. MAS PRAS
41
Bab 41. Tersentil
42
Bab 42. Lamaran Pras
43
43. Pov Pras-Beta
44
Bab 44. Tersenyum-senyum
45
Bab 45. Kemarahan Nara
46
Bab 46. Pilihan untuk pergi
47
Bab 47. Saran Dissa
48
Bab 48. Perceraian
49
Bab 49. Hantu?
50
Bab 50. Sudah berakhir
51
Bab 51. Jatuhnya talak
52
Bab 52.Mulai terlihat
53
Bab 53. Membahas kasus
54
Bab 54. Bertemu
55
Bab 55. Penyesalan Bu Azni
56
Bab 56. Arjuna dengan cintanya
57
Bab 57. Sidang mediasi
58
Bab 58. Terapi lagu
59
Bab 59. Melahirkan?
60
Bab 60. Operasi caesar
61
Bab 61. Sama-sama kehilangan
62
Bab 62. Tiga tahun kemudian
63
Bab 63. Atok!
64
Bab 64. Tidak ada masa tenggang
65
Bab 65. Dipertemukan kembali
66
Bab 66. Anak Mas cantik
67
Bab 67. Dugaan Arjuna
68
Bab 68. Gerak cepat
69
Bab 69. Kenapa?
70
Bab 70. Saling sayang
71
Bab 71. Mengunjungi Nadya
72
Bab 72. Mungkin lupa
73
Bab 73. NADYA!
74
Bab 74. Turut berduka cita
75
Bab 75. The wedding
76
Bab 76. Hadiah dari Arjuna
77
Bab 77. Boleh sekarang
78
Bab 78. Suasana pengantin baru
79
Bab 79. Main lagi yuk!
80
Bab 80. Membesarkan Raden
81
Bab 81. Tebakan Beta
82
Bab 82. Positif
83
Bab 83. Bukan sebuah akhir
84
Sayap Cinta Yang Patah by ika oktafiana
85
Novel horror Ummu Sibyan by Ika Oktafiana
86
Balas Dendam Putra Terbuang by ika oktafiana

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!