Bab 7. Ibadah terlama

Nara menoleh ketika mendengar pintu kamarnya terbuka. Dia tersenyum kala mendapati Arjuna tengah berdiri di ambang pintu sambil menatap Nara lekat.

"Kenapa, Mas?" tanya Nara lalu kembali fokus pada vas yang sedang Nara ganti dengan bunga baru. Sepulang dari restoran Sunda, Nara sempatkan untuk membeli bunga tulip kesukaannya.

Nara mendengar suara pintu tertutup disusul langkah kaki yang mendekat. Ekor mata Nara menangkap keberadaan Arjuna yang kini tengah memperhatikan dirinya.

"Bunga dari siapa, Ra?" tanya Arjuna penuh curiga.

Sontak saja pertanyaan tersebut membuat Nara meledakkan tawa. "Belilah, Mas. Aku tidak akan seperti kamu yang gampang menerima tawaran orang lain," sindir Nara penuh sarkasme.

"Jangan mulai, Ra," peringat Arjuna.

"Oh. Aku salah ya, Mas? Bukan orang lain, tetapi ibu sendiri." Seakan belum puas untuk membuat Arjuna marah.

"Nara ...." geram Arjuna kesal.

Wajah Nara kembali datar. "Kamu kenapa di sini? Malam ini kamu tidak boleh tidur bersamaku," ucap Nara lalu berjalan ke sisi ranjang.

"Kamu belum makan malam. Bagaimana bisa Mas tidur dengan tenang?" tanya Arjuna menghela napas lelah.

Nara menatap suaminya itu lekat. "Hanya karena makan kamu tidak bisa tidur tenang? Lalu, bagaimana tentang kamu yang menikah lagi dan menghabiskan malam bersama istri yang lain? Apakah kamu masih bisa tidur dengan tenang bila mengingat perasaanku?" Lagi-lagi Nara mengeluarkan kata-kata sarkas nya.

Arjuna menghela napas kasar. Tangannya bergerak mengusap wajah frustasi. "Maafkan Mas, Ra. Maaf," gumam Arjuna menyesali.

"Keluarlah, Mas. Nadya pasti sudah menunggu. Jangan sampai dia berpikir yang macam-macam karena kamu selalu mengunjungi kamarku setiap malam," titah Nara yang tidak lain adalah sebuah pengusiran.

"Tapi, Ra—"

"Mas!" peringat Nara tidak ingin mendengar protes dari sang Suami.

Suasana kamar mendadak hening. Keduanya sama-sama sibuk dengan pemikiran masing-masing. Hingga beberapa menit berlalu, Arjuna akhirnya kembali bersuara.

"Mas rindu kamu yang dulu, Ra. Kamu berubah," lirih Arjuna yang seketika membuat jantung Nara bagai berhenti untuk berfungsi.

"Tidak ada yang berubah dariku, Mas. Keadaan lah yang memaksaku untuk berubah. Jika aku tidak berubah dan sedikit menguatkan hati, aku tidak tahu apakah sampai hari ini bisa bertahan di sini." Nara pun mulai mengeluarkan segala keluh kesah yang ditanggungnya.

"Jika kamu tidak berubah, buktikan. Mas ingin dua hari lagi ketika giliran kamu tiba, tidak boleh ada waktu yang tidak Mas lalui tanpa kamu. Kamu harus ada dan menemani Mas bekerja sampai selesai lalu tidur," putus Arjuna begitu takut kehilangan Nara.

Nara tersenyum penuh haru. Jelas dia melihat ada raut takut ketika mengucapkannya. "Iya. Sekarang Mas harus kembali ke kamar Nadya," jawab Nara pada akhirnya.

Soal perdebatan masalah kamar telah teratasi. Arjuna sudah memutuskan jika Nara tidak akan pernah pindah kamar. Begitu juga Nadya yang tidak diizinkan untuk menggeser barang-barang milik Nara dari kamar tersebut.

Sebagai orang baru, Nadya tidak diizinkan untuk mengalahkan apapun yang sudah menjadi milik Nara. Semua memiliki porsi masing-masing. Beruntung, Nadya mau mengerti karena niat itu tidak dari Nadya sendiri, melainkan dari Bu Azni dan Antika.

Setibanya di kamar Nadya, Arjuna tidak menemukan istri keduanya itu. Arjuna menghela napas lega lalu memilih berdiri di depan jendela, menatap langit malam yang tampak suram.

"Kenapa akhir-akhir ini kamu begitu gelisah, Mas? Apa yang sebenarnya kamu rasakan?" Pertanyaan itu membuat Arjuna berjenggit karena sedang melamun. Dia pikir, Nadya sedang tak berada dalam kamar.

"Tidak ada," jawab Arjuna berbohong. Dia tidak memiliki keinginan untuk menceritakan tentang perasaanya terhadap Nara. Begitu pun sebaliknya. Arjuna takut karena curahan hatinya itu dapat menimbulkan perpecahan di antara Nara dan Nadya.

"Lalu kenapa kamu melamun?" tanya Nadya yang kini telah memeluk Nara dari belakang. Walau kurang nyaman, Arjuna berusaha bersikap se normal mungkin dan meyakinkan jika Nadya juga istrinya.

"Kamu tidak perlu tahu. Biar ini menjadi rahasiaku," jawab Arjuna masih teguh pada pendiriannya.

Arjuna merasakan kepala Nadya yang bersandar di punggungnya. Lalu, kecupan demi kecupan Nadya berikan pada punggung Arjuna yang masih tertutup kaos.

"Nadya—"

"Kenapa, Mas? Bolehkah kita mengulang malam itu lagi, Mas?" Nadya berucap manja.

Arjuna menarik napas lalu menghembuskannya lewat mulut. Jiwa laki-lakinya tidak bisa berbohong. Arjuna adalah pria normal.

"Mas ...."

Pada akhirnya, malam panas itu kembali terulang.

Sangat berbeda dengan kondisi Nara yang kini sedang terduduk di atas sajadah nya. Dia selalu memohon kedamaian dalam hatinya.

Semua yang menimpa Nara saat ini sudah kehendak Yang Maha Kuasa. Sebagai manusia, Nara hanya bisa berserah diri dan berusaha menerima ketentuan takdir.

"Ya Allah. Aku percaya jika apa yang saat ini menimpaku, merupakan bagian dari skenario-Mu. Entah cepat atau lambat, aku percaya akan menemukan hikmahnya."

"Ya Allah. Aku mohon semoga Engkau selalu menjaga suamiku dari perbuatan yang tidak baik. Lindungilah dia agar tetap adil menjalani kewajiban. Jika menurut-Mu memang ini ketentuan yang terbaik untuk diriku, aku terima Ya Allah. Aamiin."

Air mata Nara sudah jatuh berulangkali mengucap setiap kata yang terasa berat dilalui. Matanya sudah bengkak meratapi takdir hidup yang sulit sekali dijalani.

Hanya sebuah keyakinan yang bisa Nara pegang. Bahwa Tuhan tidak pernah tidur dan mendengar semua doa-doanya.

"Mungkin, orang lain banyak yang mengatakan aku bodoh karena bertahan dalam rumah tangga yang seperti ini. Mereka pasti akan mengatakan jika seumur hidup itu terlalu lama untuk dihabiskan dengan air mata."

"Namun, bukankah menikah merupakan ibadah yang paling lama? Biarlah aku bagai hidup di neraka sewaktu di dunia. Semoga saja, ketika ragaku tak lagi bernyawa, di akhirat kelak bisa tinggal di surganya Allah."

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

...mampir juga kesini yuk 👇👇...

Terpopuler

Comments

Juan Sastra

Juan Sastra

bisa bertahan pun sulit nara apa lagi dengan kata ikhlas,,ikhlas di mulut namun terasa berat di hati

2025-02-04

1

Maria Magdalena Indarti

Maria Magdalena Indarti

masih banyak jalan menggapai surga, tidak dg poligami

2025-02-19

0

Silvi Vicka Carolina

Silvi Vicka Carolina

ada ikan kok di lewatkan ....

2025-01-31

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Pernikahan kedua
2 Bab 2. Dzolim?
3 Bab 3. Mas rindu, Ra.
4 Bab 4. Nara!
5 Bab 5. Overthinking
6 Bab 6. Masih cinta
7 Bab 7. Ibadah terlama
8 Bab 8. Perdebatan
9 Bab 9. Antara adil dan tidak
10 Bab 10. Rencana Arjuna
11 Bab 11. Tiba waktunya bersama
12 Bab 12. Saling menginginkan
13 Bab 13. Terjadi lagi
14 Bab 14. Membeli rumah baru
15 Bab 15. Pengusiran
16 Bab 16. Ayah!
17 Bab 17. Keyakinan Nara
18 Bab 18. Tak tergapai
19 Bab 19. Mengulang kenangan
20 Bab 20. Apakah Mas mencintaiku?
21 Bab 21. Upnormal
22 Bab 22. Interview
23 Bab 23. Bidadari tak bersayap
24 Bab 24. Perempuan?
25 Bab 25. Pulang?
26 Bab 26. Perkara Dissa
27 Bab 27. Bertukar cerita
28 Bab 28. Beta?
29 Bab 29. Menuju jalan kebenaran
30 Bab 30. Trouble maker
31 Bab 31. Apa salahku?
32 Bab 32. Khawatir?
33 Bab 33. Nadya bertingkah lagi
34 Bab 34. Akhirnya terjadi
35 Bab 35. Kemarahan Nara
36 Bab 36. Episode terbaik
37 Bab 37. Membara
38 Bab 38. Balasan
39 Bab 39. Banyak hal baik
40 Bab 40. MAS PRAS
41 Bab 41. Tersentil
42 Bab 42. Lamaran Pras
43 43. Pov Pras-Beta
44 Bab 44. Tersenyum-senyum
45 Bab 45. Kemarahan Nara
46 Bab 46. Pilihan untuk pergi
47 Bab 47. Saran Dissa
48 Bab 48. Perceraian
49 Bab 49. Hantu?
50 Bab 50. Sudah berakhir
51 Bab 51. Jatuhnya talak
52 Bab 52.Mulai terlihat
53 Bab 53. Membahas kasus
54 Bab 54. Bertemu
55 Bab 55. Penyesalan Bu Azni
56 Bab 56. Arjuna dengan cintanya
57 Bab 57. Sidang mediasi
58 Bab 58. Terapi lagu
59 Bab 59. Melahirkan?
60 Bab 60. Operasi caesar
61 Bab 61. Sama-sama kehilangan
62 Bab 62. Tiga tahun kemudian
63 Bab 63. Atok!
64 Bab 64. Tidak ada masa tenggang
65 Bab 65. Dipertemukan kembali
66 Bab 66. Anak Mas cantik
67 Bab 67. Dugaan Arjuna
68 Bab 68. Gerak cepat
69 Bab 69. Kenapa?
70 Bab 70. Saling sayang
71 Bab 71. Mengunjungi Nadya
72 Bab 72. Mungkin lupa
73 Bab 73. NADYA!
74 Bab 74. Turut berduka cita
75 Bab 75. The wedding
76 Bab 76. Hadiah dari Arjuna
77 Bab 77. Boleh sekarang
78 Bab 78. Suasana pengantin baru
79 Bab 79. Main lagi yuk!
80 Bab 80. Membesarkan Raden
81 Bab 81. Tebakan Beta
82 Bab 82. Positif
83 Bab 83. Bukan sebuah akhir
84 Sayap Cinta Yang Patah by ika oktafiana
85 Novel horror Ummu Sibyan by Ika Oktafiana
86 Balas Dendam Putra Terbuang by ika oktafiana
Episodes

Updated 86 Episodes

1
Bab 1. Pernikahan kedua
2
Bab 2. Dzolim?
3
Bab 3. Mas rindu, Ra.
4
Bab 4. Nara!
5
Bab 5. Overthinking
6
Bab 6. Masih cinta
7
Bab 7. Ibadah terlama
8
Bab 8. Perdebatan
9
Bab 9. Antara adil dan tidak
10
Bab 10. Rencana Arjuna
11
Bab 11. Tiba waktunya bersama
12
Bab 12. Saling menginginkan
13
Bab 13. Terjadi lagi
14
Bab 14. Membeli rumah baru
15
Bab 15. Pengusiran
16
Bab 16. Ayah!
17
Bab 17. Keyakinan Nara
18
Bab 18. Tak tergapai
19
Bab 19. Mengulang kenangan
20
Bab 20. Apakah Mas mencintaiku?
21
Bab 21. Upnormal
22
Bab 22. Interview
23
Bab 23. Bidadari tak bersayap
24
Bab 24. Perempuan?
25
Bab 25. Pulang?
26
Bab 26. Perkara Dissa
27
Bab 27. Bertukar cerita
28
Bab 28. Beta?
29
Bab 29. Menuju jalan kebenaran
30
Bab 30. Trouble maker
31
Bab 31. Apa salahku?
32
Bab 32. Khawatir?
33
Bab 33. Nadya bertingkah lagi
34
Bab 34. Akhirnya terjadi
35
Bab 35. Kemarahan Nara
36
Bab 36. Episode terbaik
37
Bab 37. Membara
38
Bab 38. Balasan
39
Bab 39. Banyak hal baik
40
Bab 40. MAS PRAS
41
Bab 41. Tersentil
42
Bab 42. Lamaran Pras
43
43. Pov Pras-Beta
44
Bab 44. Tersenyum-senyum
45
Bab 45. Kemarahan Nara
46
Bab 46. Pilihan untuk pergi
47
Bab 47. Saran Dissa
48
Bab 48. Perceraian
49
Bab 49. Hantu?
50
Bab 50. Sudah berakhir
51
Bab 51. Jatuhnya talak
52
Bab 52.Mulai terlihat
53
Bab 53. Membahas kasus
54
Bab 54. Bertemu
55
Bab 55. Penyesalan Bu Azni
56
Bab 56. Arjuna dengan cintanya
57
Bab 57. Sidang mediasi
58
Bab 58. Terapi lagu
59
Bab 59. Melahirkan?
60
Bab 60. Operasi caesar
61
Bab 61. Sama-sama kehilangan
62
Bab 62. Tiga tahun kemudian
63
Bab 63. Atok!
64
Bab 64. Tidak ada masa tenggang
65
Bab 65. Dipertemukan kembali
66
Bab 66. Anak Mas cantik
67
Bab 67. Dugaan Arjuna
68
Bab 68. Gerak cepat
69
Bab 69. Kenapa?
70
Bab 70. Saling sayang
71
Bab 71. Mengunjungi Nadya
72
Bab 72. Mungkin lupa
73
Bab 73. NADYA!
74
Bab 74. Turut berduka cita
75
Bab 75. The wedding
76
Bab 76. Hadiah dari Arjuna
77
Bab 77. Boleh sekarang
78
Bab 78. Suasana pengantin baru
79
Bab 79. Main lagi yuk!
80
Bab 80. Membesarkan Raden
81
Bab 81. Tebakan Beta
82
Bab 82. Positif
83
Bab 83. Bukan sebuah akhir
84
Sayap Cinta Yang Patah by ika oktafiana
85
Novel horror Ummu Sibyan by Ika Oktafiana
86
Balas Dendam Putra Terbuang by ika oktafiana

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!