Bab 8. Perdebatan

Titik tertinggi dari mencintai diri sendiri adalah berdoa supaya dilapangkan hati untuk menerima segala situasi. Berdoa supaya Allah memberikan kekuatan dalam segala ujian-Nya.

Rutinitas pagi harus kembali terjadi. Satu meja dengan ibu mertua, ipar, dan sang Madu seakan sudah tak bisa lagi dihindari. Arjuna selalu mendatangi kamar dan meminta Nara untuk turun ke meja makan bersama.

Seperti pagi ini. Nara sudah mengumpulkan banyak alasan agar tidak ikut sarapan pagi itu. Namun, baru saja dihadapkan dengan sang Suami, semua kata yang sudah Nara susun buyar seketika.

"Assalamu'alaikum, Mas," sapa Nara ketika pintu telah terbuka, menampakkan Arjuna lalu di sampingnya ada Nadya.

"Waalaikumsalam. Kita sarapan bersama ya?" pinta Arjuna lembut yang sulit sekali untuk Nara tolak. Pada akhirnya, Nara mengangguk mengiyakan. Ketiganya berjalan beriringan dengan Nara di samping kanan Arjuna sedangkan Nadya berada di sisi kirinya.

Sejauh ini, hubungannya dengan Nadya msh terbilang aman. Tidak ada drama saling iri antara istri pertama dan istri kedua. Hingga sampai di ruang makan, semua mata langsung tertuju pada ketiganya.

"Eh, mantu baru Mama akhirnya turun juga. Kita sudah menunggu loh." Sambut Bu Azni yang Nara tahu hanya ditujukan untuk Nadya.

Nara melirik Nadya yang tersenyum bahagia mendapat sambutan tersebut. Nara menghembuskan napasnya pelan agar tak lagi sakit hati dengan tingkah ibu mertuanya.

Bersamaan dengan langkah Nadya yang mendekat pada meja, Nara merasakan genggaman pada telapak tangannya. Kepala Nara tertunduk menatap tangan Arjuna yang menggenggam tangannya. Lalu mendongak lagi hingga tatapnya bertemu dengan mata teduh suaminya.

"Tetap tersenyum," gumam Arjuna yang membuat Nara mau tidak mau memaksakan bibirnya tertarik ke atas. Setelah Arjuna mengangguk, Nara kembali berjalan dan duduk seperti biasa.

Saat makan akan dimulai, suara Bu Azni kembali terdengar. "Mama sudah membelikan tiket bulan madu untuk kamu dan Nadya ke Jepang. Seminggu setelah jatah kamu dan Nara habis, kalian langsung saja berangkat."

Nara membuka matanya lebar dengan bibir yang menganga. "Tapi, Ma, bukankah bulan maduku dulu hanya ke Bali? Kenapa sekarang Nadya ke Jepang? Itu tidak adil untukku," protes Nara tak ingin bungkam terus-menerus.

Bu Azni melirik Nara tajam. "Dulu ya dulu. Sekarang ya sekarang. Dulu dan sekarang sudah berbeda zaman. Mana bisa kamu banding-bandingkan," ketus beliau dengan wajah kesalnya.

"Mas? Ini tidak adil untukku," ucap Nara kepada suaminya. Dia tidak akan protes pada seseorang yang tidak mau mendengar suaranya.

"Ngadu lagi. Heran. Ada ya, orang model seperti kamu. Kenapa banyak protes? Tidak bersyukur sama sekali padahal cuma hidup numpang," sahut Antika yang ikut tidak terima dengan protes Nara.

"Kakak! Jangan pernah sekali-kali menghina Nara! Harusnya kamu sadar diri siapa yang sebenarnya menumpang. Kamu itu sudah mempunyai suami, tetapi mengapa banyak numpang di sini?!" Keluar sudah semua sumpah-serapah Arjuna.

Dia sudah tidak tahan mendengar hinaan yang dengan terang-terangan Antika dan ibunya lakukan. Semua diam mendengar suara Arjuna yang menggelegar. Ini pertama kalinya Arjuna marah dengan meninggikan suaranya.

"Ma! Lihat putra kesayangan Mama. Dia sudah berani berkata buruk tentangku!" pekik Antika tak mau kalah. Air matanya sudah membasahi pipi dan isakan kecil pun terdengar.

"Sudah! Ini semua tidak akan terjadi jika tidak ada wanita sok suci dan sok eksklusif ini!" Bu Azni berteriak dengan telunjuk yang mengarah pada Nara.

Suasana meja makan seketika terasa menegangkan. Nadya sudah ketakutan melihat pertengkaran yang terjadi dalam keluarga tersebut. Begitu juga Beta yang kini sudah beringsut mundur. Dia sama takutnya melihat kemarahan sang Kakak.

Nara menunduk menatap ujung gamisnya. Air matanya kembali luruh. Mengapa hanya Nara yang dijadikan pihak bersalah? "Aku pergi dulu, Mas. Assalamu'alaikum," pamit Nara lalu segera berlari menuju garasi tempat motornya terparkir.

"Nara! Tunggu!" pekik Arjuna lalu mengejar Nara ke garasi.

Setelah menaiki motor, Nara merasakan lengannya disentuh oleh tangan besar. Ketika menoleh, suaminya sudah berdiri dan menatap Nara dengan memelas.

Nara menghembuskan napasnya lelah. "Sampai kapan hal ini akan selalu terjadi, Mas? Mungkin aku masih bisa mengontrol perasaanku ketika kamu harus menikah lagi. Tetapi bagaimana dengan Mama dan saudara perempuan kamu yang tidak pernah berhenti melakukan ujaran kebencian?"

"Sebenarnya, kamu masih cinta tidak kepadaku, Mas?" tanya Nara tiba-tiba meragukan perasaan Arjuna.

"Kamu bicara apa sih? Jelas Mas masih sangat mencintai kamu. Apakah kamu mulai meragukan perasaan yang Mas miliki?" Kini Arjuna balik melemparkan pertanyaan.

Hening. Nara sibuk dengan pikirannya sendiri. "Mas? Sepertinya aku butuh waktu sendiri," cetus Nara dengan tatapan mata kosong.

Arjuna mengusap wajahnya kasar. Tidak mau membiarkan Nara sendirian. "Kenapa? Besok adalah jatah Mas bersama kamu. Tolong jangan hindari Mas lagi setelah satu Minggu ini kita tidak bisa bersama," ucap Arjuna begitu frustasi.

Nara terkekeh getir. "Ini jalan yang Mas pilih sendiri. Jadi, Mas harus siap dengan konsekuensinya," sindir Nara merasa puas.

"Nara!" peringat Arjuna yang langsung mendekap tubuh Nara dalam rengkuhannya. Seketika hal itu membuat Nara terisak kecil. Jika boleh jujur, dia sangat merindukan dekapan suaminya itu. Sangat. Sampai Nara tidak tahu bagaimana cara mengatakannya.

Karena pada kenyataannya, Arjuna kini telah terbagi dan Nara tidak bisa sembarangan meminta suaminya untuk menemani. "Aku tidak tahu apakah sanggup bertahan atau tidak, Mas," racau Nara tidak terlalu jelas karena teredam dada Arjuna.

"Kita pasti bisa, Sayang. Mas janji untuk selalu adil dan memperhatikan kalian berdua," ucap Arjuna bersungguh-sungguh.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

...mampir juga kesini yuk 👇👇...

Terpopuler

Comments

𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒

𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒

kesalahan seoranf suami adalah dengan menempatkan istri dg ibu dan sdra2 nya seatap emng g bs pnya rmh sndiri ya untuk menjaga hati istri, kbykn suami g prnh mkr kl istrinya d rugikan n g nyaman akan kbradaan kel toxic

2025-01-23

0

Maria Magdalena Indarti

Maria Magdalena Indarti

rumah tangga tanpa ibu mertua n adik ipar yg baik mandiri

2025-02-19

0

Mammyy Melissa

Mammyy Melissa

ya ampun baca doang Uda mengandung bawang...asli luka jatoh sih bisa di obati tapi luka hati😭😭😭

2023-08-23

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Pernikahan kedua
2 Bab 2. Dzolim?
3 Bab 3. Mas rindu, Ra.
4 Bab 4. Nara!
5 Bab 5. Overthinking
6 Bab 6. Masih cinta
7 Bab 7. Ibadah terlama
8 Bab 8. Perdebatan
9 Bab 9. Antara adil dan tidak
10 Bab 10. Rencana Arjuna
11 Bab 11. Tiba waktunya bersama
12 Bab 12. Saling menginginkan
13 Bab 13. Terjadi lagi
14 Bab 14. Membeli rumah baru
15 Bab 15. Pengusiran
16 Bab 16. Ayah!
17 Bab 17. Keyakinan Nara
18 Bab 18. Tak tergapai
19 Bab 19. Mengulang kenangan
20 Bab 20. Apakah Mas mencintaiku?
21 Bab 21. Upnormal
22 Bab 22. Interview
23 Bab 23. Bidadari tak bersayap
24 Bab 24. Perempuan?
25 Bab 25. Pulang?
26 Bab 26. Perkara Dissa
27 Bab 27. Bertukar cerita
28 Bab 28. Beta?
29 Bab 29. Menuju jalan kebenaran
30 Bab 30. Trouble maker
31 Bab 31. Apa salahku?
32 Bab 32. Khawatir?
33 Bab 33. Nadya bertingkah lagi
34 Bab 34. Akhirnya terjadi
35 Bab 35. Kemarahan Nara
36 Bab 36. Episode terbaik
37 Bab 37. Membara
38 Bab 38. Balasan
39 Bab 39. Banyak hal baik
40 Bab 40. MAS PRAS
41 Bab 41. Tersentil
42 Bab 42. Lamaran Pras
43 43. Pov Pras-Beta
44 Bab 44. Tersenyum-senyum
45 Bab 45. Kemarahan Nara
46 Bab 46. Pilihan untuk pergi
47 Bab 47. Saran Dissa
48 Bab 48. Perceraian
49 Bab 49. Hantu?
50 Bab 50. Sudah berakhir
51 Bab 51. Jatuhnya talak
52 Bab 52.Mulai terlihat
53 Bab 53. Membahas kasus
54 Bab 54. Bertemu
55 Bab 55. Penyesalan Bu Azni
56 Bab 56. Arjuna dengan cintanya
57 Bab 57. Sidang mediasi
58 Bab 58. Terapi lagu
59 Bab 59. Melahirkan?
60 Bab 60. Operasi caesar
61 Bab 61. Sama-sama kehilangan
62 Bab 62. Tiga tahun kemudian
63 Bab 63. Atok!
64 Bab 64. Tidak ada masa tenggang
65 Bab 65. Dipertemukan kembali
66 Bab 66. Anak Mas cantik
67 Bab 67. Dugaan Arjuna
68 Bab 68. Gerak cepat
69 Bab 69. Kenapa?
70 Bab 70. Saling sayang
71 Bab 71. Mengunjungi Nadya
72 Bab 72. Mungkin lupa
73 Bab 73. NADYA!
74 Bab 74. Turut berduka cita
75 Bab 75. The wedding
76 Bab 76. Hadiah dari Arjuna
77 Bab 77. Boleh sekarang
78 Bab 78. Suasana pengantin baru
79 Bab 79. Main lagi yuk!
80 Bab 80. Membesarkan Raden
81 Bab 81. Tebakan Beta
82 Bab 82. Positif
83 Bab 83. Bukan sebuah akhir
84 Sayap Cinta Yang Patah by ika oktafiana
85 Novel horror Ummu Sibyan by Ika Oktafiana
86 Balas Dendam Putra Terbuang by ika oktafiana
Episodes

Updated 86 Episodes

1
Bab 1. Pernikahan kedua
2
Bab 2. Dzolim?
3
Bab 3. Mas rindu, Ra.
4
Bab 4. Nara!
5
Bab 5. Overthinking
6
Bab 6. Masih cinta
7
Bab 7. Ibadah terlama
8
Bab 8. Perdebatan
9
Bab 9. Antara adil dan tidak
10
Bab 10. Rencana Arjuna
11
Bab 11. Tiba waktunya bersama
12
Bab 12. Saling menginginkan
13
Bab 13. Terjadi lagi
14
Bab 14. Membeli rumah baru
15
Bab 15. Pengusiran
16
Bab 16. Ayah!
17
Bab 17. Keyakinan Nara
18
Bab 18. Tak tergapai
19
Bab 19. Mengulang kenangan
20
Bab 20. Apakah Mas mencintaiku?
21
Bab 21. Upnormal
22
Bab 22. Interview
23
Bab 23. Bidadari tak bersayap
24
Bab 24. Perempuan?
25
Bab 25. Pulang?
26
Bab 26. Perkara Dissa
27
Bab 27. Bertukar cerita
28
Bab 28. Beta?
29
Bab 29. Menuju jalan kebenaran
30
Bab 30. Trouble maker
31
Bab 31. Apa salahku?
32
Bab 32. Khawatir?
33
Bab 33. Nadya bertingkah lagi
34
Bab 34. Akhirnya terjadi
35
Bab 35. Kemarahan Nara
36
Bab 36. Episode terbaik
37
Bab 37. Membara
38
Bab 38. Balasan
39
Bab 39. Banyak hal baik
40
Bab 40. MAS PRAS
41
Bab 41. Tersentil
42
Bab 42. Lamaran Pras
43
43. Pov Pras-Beta
44
Bab 44. Tersenyum-senyum
45
Bab 45. Kemarahan Nara
46
Bab 46. Pilihan untuk pergi
47
Bab 47. Saran Dissa
48
Bab 48. Perceraian
49
Bab 49. Hantu?
50
Bab 50. Sudah berakhir
51
Bab 51. Jatuhnya talak
52
Bab 52.Mulai terlihat
53
Bab 53. Membahas kasus
54
Bab 54. Bertemu
55
Bab 55. Penyesalan Bu Azni
56
Bab 56. Arjuna dengan cintanya
57
Bab 57. Sidang mediasi
58
Bab 58. Terapi lagu
59
Bab 59. Melahirkan?
60
Bab 60. Operasi caesar
61
Bab 61. Sama-sama kehilangan
62
Bab 62. Tiga tahun kemudian
63
Bab 63. Atok!
64
Bab 64. Tidak ada masa tenggang
65
Bab 65. Dipertemukan kembali
66
Bab 66. Anak Mas cantik
67
Bab 67. Dugaan Arjuna
68
Bab 68. Gerak cepat
69
Bab 69. Kenapa?
70
Bab 70. Saling sayang
71
Bab 71. Mengunjungi Nadya
72
Bab 72. Mungkin lupa
73
Bab 73. NADYA!
74
Bab 74. Turut berduka cita
75
Bab 75. The wedding
76
Bab 76. Hadiah dari Arjuna
77
Bab 77. Boleh sekarang
78
Bab 78. Suasana pengantin baru
79
Bab 79. Main lagi yuk!
80
Bab 80. Membesarkan Raden
81
Bab 81. Tebakan Beta
82
Bab 82. Positif
83
Bab 83. Bukan sebuah akhir
84
Sayap Cinta Yang Patah by ika oktafiana
85
Novel horror Ummu Sibyan by Ika Oktafiana
86
Balas Dendam Putra Terbuang by ika oktafiana

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!