Bab 15. Pengusiran

Arjuna dan Nadya telah tiba di Bandara Ngurah Rai ketika matahari mulai berarak menuju peraduan. Rasa lelah dalam perjalanan sudah terasa. Belum lagi leher Arjuna yang terasa sakit akibat menahan gerak agar Nadya tidak terganggu dalam tidurnya.

"Sakit sekali ya, Mas? Maaf ya. Gara-gara aku Mas harus pegal-pegal," sesal Nadya merasa bersalah.

Arjuna meringis. "Tidak masalah. Ayo, kita harus segera ke hotel agar bisa beristirahat," ajak Arjuna lalu menggandeng lengan Nadya agar segera mengikuti dirinya.

Nadya yang tiba-tiba di gandeng, merasakan pipinya memanas. Perlakuan manis itu membuat jantungnya porak-poranda. Bahkan ketika sudah berada di dalam taksi yang Arjuna hentikan, tangannya masih digenggam erat.

Bibir Nadya tak mampu menyembunyikan rasa bahagia yang kini sedang hinggap di hatinya. "Kenapa?" tanya Arjuna heran ketika melihat Nadya justru tak berhenti tersenyum dengan mata tak berpaling menatap dirinya.

Nadya menggeleng. "Tidak. Aku hanya sedang bahagia karena bisa ke sini bersama kamu, Mas," jawab Nadya tak sepenuhnya berbohong.

Arjuna mengangguk lalu melepas genggaman tangannya. Baru sedetik Nadya merasa kehilangan, tangan itu kini telah hinggap di puncak kepala, lalu mengacak-acak rambutnya lembut. Rambut Nadya yang diacak-acak tetapi hatinya yang berantakan.

Arjuna tidak tahu saja jika perlakuan manis itu membuat Nadya berharap. Berharap suatu saat ini suaminya itu akan mencintai dirinya.

Satu jam perjalanan, keduanya tiba di hotel yang telah Bu Azni reservasi. Melihat kasur berukuran king size yang terlihat begitu empuk, Arjuna tidak tahan untuk segera merebahkan diri.

Setelah meletakkan koper di sudut ruangan, Arjuna segera melemparkan diri pada kasur empuk tersebut. Nadya yang melihat itu, hanya geleng-geleng kepala dengan bibir yang tertarik berlawanan arah.

"Jalan-jalan nya besok saja ya, Nad. Hari ini kita istirahat dulu. Aku sangat lelah," ucap Arjuna dengan mata yang sudah terpejam. Dari suaranya, pasti tidak akan lama Arjuna terlelap.

Benar saja. Ketika Nadya kembali bersuara, tak ada lagi sahutan dari suaminya. Nadya menghela napas pelan. Bayangan jalan-jalan ke Kuta saat sore hari sirna seketika.

Daripada pusing dibuatnya, Nadya memilih untuk mengguyur tubuh di bawah pancuran shower. Lalu dia akan berendam di jacuzzi agar pikirannya lebih tenang.

...----------------...

Selepas sholat ashar, Nara memilih untuk keluar dari kamar. Mungkin menyiram tanaman akan membuat gejolak cemburu di dadanya mereda.

Ketika telah berada di lantai bawah, Bu Azni tampak menatap dirinya tak suka. Beliau beranjak dari sofa yang semula menjadi tempat duduknya, demi bisa menghampiri Nara.

"Mau kemana kamu?" tanya Bu Azni ketus dengan kedua lengan berkacak pinggang.

"Mau menyiram tanaman, Ma," jawab Nara santai.

Bu Azni mengangguk-angguk tanda paham. "Pasti mau menenangkan diri bukan? Kasihan," ejek beliau tak berperasaan.

Nara hanya diam dan enggan menanggapi. Daripada telinganya panas, Nara berniat untuk berlalu. Namun, cekalan kencang di tangannya membuat Nara meringis ngilu. "Aw!" adunya ketika telapak tangan ibu mertuanya mencengkeram kuat.

"Kamu harusnya tahu jika Mama tidak akan membiarkan siapapun merusak kebahagiaan Mama. Dan kamu telah melakukannya dengan membuat Antika keluar dari sini," ucap Bu Azni dengan menggertakkan gigi.

"Kenapa semua kesalahan selalu di limpahkan padaku? Tidak bisakah Mama dan Antika sadar diri jika apa yang saat menimpa kalian adalah hasil dari perbuatan di masa lalu?" jawab Nara mulai geram.

"Ini rumah Mama. Apa perlu Mama tekankan lagi?" Bu Azni kembali berucap seakan ingin menunjukkan jika dirinyalah yang paling berkuasa.

Nara mengangguk membenarkan. "Aku tahu kok, Ma."

Bu Azni melepas cengkeraman pada lengan Nara hingga meninggalkan bekas kemerahan di sana. "Bagus kalau kamu sadar diri. Jadi, karena kamu tahu akan hal tersebut, pergilah dari rumah ini. Saya tidak ingin melihat kamu besok pagi."

Nara sudah tidak terkejut lagi. "Aku akan keluar dari sini jika Mas Arjuna yang meminta," jawab Nara tegas.

"Tidak bisa. Kamu harus pergi sekarang. Saya muak lihat wajah kamu yang sok polos dan sok suci. Kamu tidak ingin hubungan antara Saya dan Arjuna buruk bukan? Kamu ingin Arjuna berbakti bukan? Jadi, pergilah. Kamu adalah sebab anak saya durhaka."

"Tapi—"

Belum sempat Nara melanjutkan ucapannya, Bu Azni sudah berlalu begitu saja meninggalkan dirinya. Sebenarnya, ini adalah kesempatan yang baik untuk Nara pergi. Ibu mertuanya yang telah mengusir dirinya.

"Baiklah, aku akan pergi saja. Nanti aku tinggal hubungi Mas Arjuna," ucap Nara justru tersenyum bahagia. Rasanya bagai telah terbebas dari beban berat di pundaknya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

...mampir juga kesini yuk 👇...

Terpopuler

Comments

Maria Magdalena Indarti

Maria Magdalena Indarti

Nara tinggalkan neraka dunia

2025-02-19

0

S

S

Memang kenapa Nara kau seperti tak py hak apapun saja sbg manusia masak pergi aja harus krn d suruh laki lo.Gak ada ya wanita yg mau d madu gak ada.hanya wanita yg takut hilang kenyamanan (harta) saja yg mau bela belain di madu.

2023-06-09

2

Rosnelli Sihombing S Rosnelli

Rosnelli Sihombing S Rosnelli

Ya nara pergilah tak usah kau kabari si arjuna itu ...babi lelaki seperti itu

2023-05-22

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Pernikahan kedua
2 Bab 2. Dzolim?
3 Bab 3. Mas rindu, Ra.
4 Bab 4. Nara!
5 Bab 5. Overthinking
6 Bab 6. Masih cinta
7 Bab 7. Ibadah terlama
8 Bab 8. Perdebatan
9 Bab 9. Antara adil dan tidak
10 Bab 10. Rencana Arjuna
11 Bab 11. Tiba waktunya bersama
12 Bab 12. Saling menginginkan
13 Bab 13. Terjadi lagi
14 Bab 14. Membeli rumah baru
15 Bab 15. Pengusiran
16 Bab 16. Ayah!
17 Bab 17. Keyakinan Nara
18 Bab 18. Tak tergapai
19 Bab 19. Mengulang kenangan
20 Bab 20. Apakah Mas mencintaiku?
21 Bab 21. Upnormal
22 Bab 22. Interview
23 Bab 23. Bidadari tak bersayap
24 Bab 24. Perempuan?
25 Bab 25. Pulang?
26 Bab 26. Perkara Dissa
27 Bab 27. Bertukar cerita
28 Bab 28. Beta?
29 Bab 29. Menuju jalan kebenaran
30 Bab 30. Trouble maker
31 Bab 31. Apa salahku?
32 Bab 32. Khawatir?
33 Bab 33. Nadya bertingkah lagi
34 Bab 34. Akhirnya terjadi
35 Bab 35. Kemarahan Nara
36 Bab 36. Episode terbaik
37 Bab 37. Membara
38 Bab 38. Balasan
39 Bab 39. Banyak hal baik
40 Bab 40. MAS PRAS
41 Bab 41. Tersentil
42 Bab 42. Lamaran Pras
43 43. Pov Pras-Beta
44 Bab 44. Tersenyum-senyum
45 Bab 45. Kemarahan Nara
46 Bab 46. Pilihan untuk pergi
47 Bab 47. Saran Dissa
48 Bab 48. Perceraian
49 Bab 49. Hantu?
50 Bab 50. Sudah berakhir
51 Bab 51. Jatuhnya talak
52 Bab 52.Mulai terlihat
53 Bab 53. Membahas kasus
54 Bab 54. Bertemu
55 Bab 55. Penyesalan Bu Azni
56 Bab 56. Arjuna dengan cintanya
57 Bab 57. Sidang mediasi
58 Bab 58. Terapi lagu
59 Bab 59. Melahirkan?
60 Bab 60. Operasi caesar
61 Bab 61. Sama-sama kehilangan
62 Bab 62. Tiga tahun kemudian
63 Bab 63. Atok!
64 Bab 64. Tidak ada masa tenggang
65 Bab 65. Dipertemukan kembali
66 Bab 66. Anak Mas cantik
67 Bab 67. Dugaan Arjuna
68 Bab 68. Gerak cepat
69 Bab 69. Kenapa?
70 Bab 70. Saling sayang
71 Bab 71. Mengunjungi Nadya
72 Bab 72. Mungkin lupa
73 Bab 73. NADYA!
74 Bab 74. Turut berduka cita
75 Bab 75. The wedding
76 Bab 76. Hadiah dari Arjuna
77 Bab 77. Boleh sekarang
78 Bab 78. Suasana pengantin baru
79 Bab 79. Main lagi yuk!
80 Bab 80. Membesarkan Raden
81 Bab 81. Tebakan Beta
82 Bab 82. Positif
83 Bab 83. Bukan sebuah akhir
84 Sayap Cinta Yang Patah by ika oktafiana
85 Novel horror Ummu Sibyan by Ika Oktafiana
86 Balas Dendam Putra Terbuang by ika oktafiana
Episodes

Updated 86 Episodes

1
Bab 1. Pernikahan kedua
2
Bab 2. Dzolim?
3
Bab 3. Mas rindu, Ra.
4
Bab 4. Nara!
5
Bab 5. Overthinking
6
Bab 6. Masih cinta
7
Bab 7. Ibadah terlama
8
Bab 8. Perdebatan
9
Bab 9. Antara adil dan tidak
10
Bab 10. Rencana Arjuna
11
Bab 11. Tiba waktunya bersama
12
Bab 12. Saling menginginkan
13
Bab 13. Terjadi lagi
14
Bab 14. Membeli rumah baru
15
Bab 15. Pengusiran
16
Bab 16. Ayah!
17
Bab 17. Keyakinan Nara
18
Bab 18. Tak tergapai
19
Bab 19. Mengulang kenangan
20
Bab 20. Apakah Mas mencintaiku?
21
Bab 21. Upnormal
22
Bab 22. Interview
23
Bab 23. Bidadari tak bersayap
24
Bab 24. Perempuan?
25
Bab 25. Pulang?
26
Bab 26. Perkara Dissa
27
Bab 27. Bertukar cerita
28
Bab 28. Beta?
29
Bab 29. Menuju jalan kebenaran
30
Bab 30. Trouble maker
31
Bab 31. Apa salahku?
32
Bab 32. Khawatir?
33
Bab 33. Nadya bertingkah lagi
34
Bab 34. Akhirnya terjadi
35
Bab 35. Kemarahan Nara
36
Bab 36. Episode terbaik
37
Bab 37. Membara
38
Bab 38. Balasan
39
Bab 39. Banyak hal baik
40
Bab 40. MAS PRAS
41
Bab 41. Tersentil
42
Bab 42. Lamaran Pras
43
43. Pov Pras-Beta
44
Bab 44. Tersenyum-senyum
45
Bab 45. Kemarahan Nara
46
Bab 46. Pilihan untuk pergi
47
Bab 47. Saran Dissa
48
Bab 48. Perceraian
49
Bab 49. Hantu?
50
Bab 50. Sudah berakhir
51
Bab 51. Jatuhnya talak
52
Bab 52.Mulai terlihat
53
Bab 53. Membahas kasus
54
Bab 54. Bertemu
55
Bab 55. Penyesalan Bu Azni
56
Bab 56. Arjuna dengan cintanya
57
Bab 57. Sidang mediasi
58
Bab 58. Terapi lagu
59
Bab 59. Melahirkan?
60
Bab 60. Operasi caesar
61
Bab 61. Sama-sama kehilangan
62
Bab 62. Tiga tahun kemudian
63
Bab 63. Atok!
64
Bab 64. Tidak ada masa tenggang
65
Bab 65. Dipertemukan kembali
66
Bab 66. Anak Mas cantik
67
Bab 67. Dugaan Arjuna
68
Bab 68. Gerak cepat
69
Bab 69. Kenapa?
70
Bab 70. Saling sayang
71
Bab 71. Mengunjungi Nadya
72
Bab 72. Mungkin lupa
73
Bab 73. NADYA!
74
Bab 74. Turut berduka cita
75
Bab 75. The wedding
76
Bab 76. Hadiah dari Arjuna
77
Bab 77. Boleh sekarang
78
Bab 78. Suasana pengantin baru
79
Bab 79. Main lagi yuk!
80
Bab 80. Membesarkan Raden
81
Bab 81. Tebakan Beta
82
Bab 82. Positif
83
Bab 83. Bukan sebuah akhir
84
Sayap Cinta Yang Patah by ika oktafiana
85
Novel horror Ummu Sibyan by Ika Oktafiana
86
Balas Dendam Putra Terbuang by ika oktafiana

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!