Bab 12. Saling menginginkan

Bagi Nara, bisa menemani Arjuna bekerja adalah hal sangat membahagiakan. Dia jadi lebih leluasa untuk mengamati suami tampannya yang sedang dalam mode serius.

Sedikit informasi, Arjuna adalah pewaris tunggal dari perusahaan yang bergerak di bidang furniture. Banyak produk yang sudah Bagaskara produksi dengan hasil yang sangat memuaskan. Selain mengutamakan estetik, produk Bagaskara juga mementingkan sebuah kenyamanan pada produk pakai.

Bisnis itu bahkan sudah sampai ke mancanegara, tepatnya di tiga negara yaitu, Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Mengingat hal tersebut, tentu Arjuna telah menjadi orang yang sangat sibuk. Namun, suaminya itu pandai mengatur waktu antara pekerjaan dan keluarga.

"Kenapa, Sayang? Terpesona?" Pertanyaan itu membuat Nara mengerjap cepat. Lamunannya tersentak. Beruntung, Nara tidak membutuhkan waktu lama untuk kembali menguasai diri.

"Jangan terlalu percaya diri, Mas," ketus Nara lalu membuang muka.

"Aku bosen, Mas. Boleh aku jalan-jalan di luar?" izin Nara yang tidak sepenuhnya berbohong.

Arjuna mendongak sekilas lalu kembali menatap layar laptop di depannya. "Tunggu sebentar. Mas hampir selesai. Kita jalan-jalan bersama," jawab Arjuna lalu tangannya bergerak lincah di atas keyboard.

Nara menghembuskan napas lewat mulut. Sudah tiga hari ini Arjuna begitu posesif dan tidak ingin ditinggal. Nara harus selalu berada di samping Arjuna kemanapun suaminya itu pergi.

"Kenapa begitu sih? Lelah?" tanyanya tanpa beban. Nara hanya memutar bola matanya malas sebagai jawaban.

"Bosen saja berada dalam ruangan selama tiga hari berturut-turut. Aku ingin jalan-jalan, Mas," rengek Nara yang membuat Arjuna terkekeh geli.

"Oke. Kita akan pergi jalan-jalan," ucap Arjuna lalu menutup laptop miliknya. Dia beranjak untuk menghampiri Nara yang kini masih duduk di sofa.

Kepala Nara mendongak ketika Arjuna telah berada di depannya. Nara bisa melihat jakun suaminya itu yang naik-turun. "Nara?" panggil Arjuna sambil mengelus kepala Nara yang posisinya lebih rendah, karena dirinya dalam posisi berdiri sedangkan istrinya duduk.

"Kenapa?" tanya Nara dengan alis terangkat.

"Mas boleh meminta tolong ke kamu?"

Nara mengernyit. "Memangnya mau meminta tolong untuk apa?" tanya Nara keheranan.

Suaminya itu kini mengambil posisi duduk di samping Nara. Sangat dekat hingga tak berjarak. "Bisakah kamu ajarkan Nadya untuk memakai kerudung? Aku ingin, dia juga berubah menjadi lebih baik lagi. Salah satunya adalah menutup aurat," jelas Arjuna yang membuat Nara tertegun.

Mata Nara menatap manik dalam milik Arjuna yang saat ini juga sedang menatapnya. "Dia masih lugu dan butuh bimbingan yang tepat. Mas tidak bisa mempercayakan Nadya kepada Mama," lanjut Arjuna lagi.

Jika boleh jujur, Nara tidak ingin pembicaraan tentang Nadya dibahas. Ada sesak yang tiba-tiba menyusup relung kalbunya. Nara tersenyum miris. "Kenapa harus aku? Bagaimana jika aku justru hanya akan menjerumuskan?" tanya Nara dengan tatapan menerawang jauh.

Arjuna terkekeh pelan. "Mas sangat mengenal kamu, Ra. Mas yakin kamu tidak akan melakukan hal tersebut."

Setelah itu, tidak ada lagi suara dari Arjuna maupun Nara. Hanya detak jarum jam yang berbunyi beraturan yang mengisi keheningan.

"Aku tidak sanggup, Mas. Mas yang lebih berhak mendidik Nadya daripada aku," jawab Nara pada akhirnya memilih untuk menolak.

Ada tatap memohon yang terpancar dari mata suaminya itu. Namun, Nara tetap pada pendiriannya. Dia tidak akan sanggup bila harus berdekatan terus-menerus dengan Nadya.

Helaan napas berat pun terdengar. "Tolong, Ra. Bantu Mas untuk mendidik Nadya. Kamu yang lebih paham soal agama," ucap Arjuna memohon dengan sangat.

Pada akhirnya, Nara memilih bangkit. Pembahasan tentang Nadya tidak ingin dia lanjutkan. "Aku jalan-jalan sendiri saja kalau Mas mau bahas Nadya lagi." Lalu Nara berjalan santai keluar dari ruangan.

"Nara! Tunggu!" pekik Arjuna tidak ingin ditinggal begitu saja.

Setelah sampai di lobi, Nara merasakan sebuah lengan berat yang melingkar di pinggangnya, diikuti kecupan ringan pada pelipis Nara. "Maafkan Mas ya, Sayang. Maaf karena sudah membuat kamu tidak nyaman," sesal Arjuna lalu menggiring Nara untuk masuk ke mobil sesaat setelah sopir pribadinya tiba di depan lobi kantor.

Keduanya menuruni anak tangga satu per satu dengan langkah yang lebih ringan. Nara tidak ingin marah terlalu lama pada suaminya itu, mengingat waktu kebersamannya hanya tersisa empat hari. Menurut Nara, itu sangatlah singkat. Entah bagaimana menurut Arjuna.

Keduanya duduk di jok penumpang belakang kemudi. Kita mau kemana, Sayang?" tanya Arjuna yang belum melepaskan belitan pada pinggang Nara.

Nara menoleh sekilas lalu merebahkan kepala pada salah sisi dada bidang suaminya. Tempat ternyaman ketika dunia sedang tidak berpihak kepadanya. "Terserah Mas saja," jawab Nara yang mengundang decakan dari Arjuna.

"Kita ke terserah ya, Pak," ucap Arjuna pada Pak Sopir. Bukannya menjawab, Pak sopir Marman justru tertawa.

"Andai ada tempat bernama terserah ya, Tuan," gurau Pak Marman yang membuat Nara mencebikkan bibirnya kesal.

Lengan Nara bergerak untuk menyikut perut suaminya karena telah membuat Nara kesal bukan main. "Aku sedang tidak tahu mau kemana, Mas. Aku ikut saja kemanapun Mas akan membawaku," jawab Nara pada akhirnya.

Kepalanya yang sempat terangkat, kini kembali merebah dengan kelopak mata yang terpejam. "Benar ya? Kamu akan ikut kemanapun Mas akan membawa kamu?" tanya Arjuna memastikan. Ada senyum smirk yang ditunjukkan oleh suaminya itu.

"Iya."

"Oke. Kita ke hotel Kanagara ya, Pak. Sudah lama tidak check in bersama istri tercinta," ucap Arjuna pada Pak Marman.

"Siap, Tuan!"

Kelopak mata Nara kembali terbuka. Setelah sadar, sikutnya kembali menyenggol perut suaminya. "Mas! Malu ih!" peringat Nara tetapi tak urung dia tersipu juga.

Arjuna tertawa lalu mobil pun melaju membelah jalanan. Suaminya itu tidak pernah main-main dengan ucapannya. Arjuna benar-benar membawa Nara ke hotel Kanagara. Hotel dengan tingkat kemewahan dan pelayanan bintang lima.

"Mas tidak sedang bercanda kan?" tanya Nara ketika sadar mobil berbelok memasuki lobi hotel.

"Jangan remehkan seorang Arjuna Bagaskara," jawab Arjuna jumawa yang segera mendapat pukulan dari Nara pada lengannya.

Nara menggelengkan kepalanya beberapa kali setelah mendatangi meja resepsionis. Ternyata, suaminya itu sudah memesan Suite Room hotel.

Sebuah

Sebuah kamar hotel yang memiliki ruang tamu selain kamar tidur dan kamar mandi. Setibanya di tempat, pemandangan yang di suguhkan juga tidak main-main. Sangat indah dan memanjakan mata.

Nara berdiri di depan kaca besar yang menampakkan pemandangan indah di depannya. Tiba-tiba, Nara merasakan pelukan dari belakang yang diikuti suara suaminya. "Mas menginginkan kamu, Ra," ucap Arjuna dengan suara yang sudah serak.

Nara menelan saliva. Dia pun sama menginginkan sentuhan dari suaminya itu. Dengan ragu, Nara mengangguk. "Silahkan, Mas."

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

...Wkwkwk. Mau ngapain yak😅...

...Mampir juga kesini yuk 👇👇...

Terpopuler

Comments

Dian Rahmi

Dian Rahmi

apa ga jijik tuh si Nara yg mana Arjuna sudah sama si Nadya...alah dasar Nara nya aja yg lebay

2023-06-16

1

Dian Rahmi

Dian Rahmi

Nara itu.mu yg mau dimadu. jadi ga merasa sesak hatinya

2023-06-16

1

Rosnelli Sihombing S Rosnelli

Rosnelli Sihombing S Rosnelli

arjuna saja yg menasehati. nanti klo nara yg beri nasehat terjadi selisih paham ngerti kau arjuna. nara aja yg bodoh mau diberi madu yg masih segar lagi wes lah terserah nara sama author

2023-05-19

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Pernikahan kedua
2 Bab 2. Dzolim?
3 Bab 3. Mas rindu, Ra.
4 Bab 4. Nara!
5 Bab 5. Overthinking
6 Bab 6. Masih cinta
7 Bab 7. Ibadah terlama
8 Bab 8. Perdebatan
9 Bab 9. Antara adil dan tidak
10 Bab 10. Rencana Arjuna
11 Bab 11. Tiba waktunya bersama
12 Bab 12. Saling menginginkan
13 Bab 13. Terjadi lagi
14 Bab 14. Membeli rumah baru
15 Bab 15. Pengusiran
16 Bab 16. Ayah!
17 Bab 17. Keyakinan Nara
18 Bab 18. Tak tergapai
19 Bab 19. Mengulang kenangan
20 Bab 20. Apakah Mas mencintaiku?
21 Bab 21. Upnormal
22 Bab 22. Interview
23 Bab 23. Bidadari tak bersayap
24 Bab 24. Perempuan?
25 Bab 25. Pulang?
26 Bab 26. Perkara Dissa
27 Bab 27. Bertukar cerita
28 Bab 28. Beta?
29 Bab 29. Menuju jalan kebenaran
30 Bab 30. Trouble maker
31 Bab 31. Apa salahku?
32 Bab 32. Khawatir?
33 Bab 33. Nadya bertingkah lagi
34 Bab 34. Akhirnya terjadi
35 Bab 35. Kemarahan Nara
36 Bab 36. Episode terbaik
37 Bab 37. Membara
38 Bab 38. Balasan
39 Bab 39. Banyak hal baik
40 Bab 40. MAS PRAS
41 Bab 41. Tersentil
42 Bab 42. Lamaran Pras
43 43. Pov Pras-Beta
44 Bab 44. Tersenyum-senyum
45 Bab 45. Kemarahan Nara
46 Bab 46. Pilihan untuk pergi
47 Bab 47. Saran Dissa
48 Bab 48. Perceraian
49 Bab 49. Hantu?
50 Bab 50. Sudah berakhir
51 Bab 51. Jatuhnya talak
52 Bab 52.Mulai terlihat
53 Bab 53. Membahas kasus
54 Bab 54. Bertemu
55 Bab 55. Penyesalan Bu Azni
56 Bab 56. Arjuna dengan cintanya
57 Bab 57. Sidang mediasi
58 Bab 58. Terapi lagu
59 Bab 59. Melahirkan?
60 Bab 60. Operasi caesar
61 Bab 61. Sama-sama kehilangan
62 Bab 62. Tiga tahun kemudian
63 Bab 63. Atok!
64 Bab 64. Tidak ada masa tenggang
65 Bab 65. Dipertemukan kembali
66 Bab 66. Anak Mas cantik
67 Bab 67. Dugaan Arjuna
68 Bab 68. Gerak cepat
69 Bab 69. Kenapa?
70 Bab 70. Saling sayang
71 Bab 71. Mengunjungi Nadya
72 Bab 72. Mungkin lupa
73 Bab 73. NADYA!
74 Bab 74. Turut berduka cita
75 Bab 75. The wedding
76 Bab 76. Hadiah dari Arjuna
77 Bab 77. Boleh sekarang
78 Bab 78. Suasana pengantin baru
79 Bab 79. Main lagi yuk!
80 Bab 80. Membesarkan Raden
81 Bab 81. Tebakan Beta
82 Bab 82. Positif
83 Bab 83. Bukan sebuah akhir
84 Sayap Cinta Yang Patah by ika oktafiana
85 Novel horror Ummu Sibyan by Ika Oktafiana
86 Balas Dendam Putra Terbuang by ika oktafiana
Episodes

Updated 86 Episodes

1
Bab 1. Pernikahan kedua
2
Bab 2. Dzolim?
3
Bab 3. Mas rindu, Ra.
4
Bab 4. Nara!
5
Bab 5. Overthinking
6
Bab 6. Masih cinta
7
Bab 7. Ibadah terlama
8
Bab 8. Perdebatan
9
Bab 9. Antara adil dan tidak
10
Bab 10. Rencana Arjuna
11
Bab 11. Tiba waktunya bersama
12
Bab 12. Saling menginginkan
13
Bab 13. Terjadi lagi
14
Bab 14. Membeli rumah baru
15
Bab 15. Pengusiran
16
Bab 16. Ayah!
17
Bab 17. Keyakinan Nara
18
Bab 18. Tak tergapai
19
Bab 19. Mengulang kenangan
20
Bab 20. Apakah Mas mencintaiku?
21
Bab 21. Upnormal
22
Bab 22. Interview
23
Bab 23. Bidadari tak bersayap
24
Bab 24. Perempuan?
25
Bab 25. Pulang?
26
Bab 26. Perkara Dissa
27
Bab 27. Bertukar cerita
28
Bab 28. Beta?
29
Bab 29. Menuju jalan kebenaran
30
Bab 30. Trouble maker
31
Bab 31. Apa salahku?
32
Bab 32. Khawatir?
33
Bab 33. Nadya bertingkah lagi
34
Bab 34. Akhirnya terjadi
35
Bab 35. Kemarahan Nara
36
Bab 36. Episode terbaik
37
Bab 37. Membara
38
Bab 38. Balasan
39
Bab 39. Banyak hal baik
40
Bab 40. MAS PRAS
41
Bab 41. Tersentil
42
Bab 42. Lamaran Pras
43
43. Pov Pras-Beta
44
Bab 44. Tersenyum-senyum
45
Bab 45. Kemarahan Nara
46
Bab 46. Pilihan untuk pergi
47
Bab 47. Saran Dissa
48
Bab 48. Perceraian
49
Bab 49. Hantu?
50
Bab 50. Sudah berakhir
51
Bab 51. Jatuhnya talak
52
Bab 52.Mulai terlihat
53
Bab 53. Membahas kasus
54
Bab 54. Bertemu
55
Bab 55. Penyesalan Bu Azni
56
Bab 56. Arjuna dengan cintanya
57
Bab 57. Sidang mediasi
58
Bab 58. Terapi lagu
59
Bab 59. Melahirkan?
60
Bab 60. Operasi caesar
61
Bab 61. Sama-sama kehilangan
62
Bab 62. Tiga tahun kemudian
63
Bab 63. Atok!
64
Bab 64. Tidak ada masa tenggang
65
Bab 65. Dipertemukan kembali
66
Bab 66. Anak Mas cantik
67
Bab 67. Dugaan Arjuna
68
Bab 68. Gerak cepat
69
Bab 69. Kenapa?
70
Bab 70. Saling sayang
71
Bab 71. Mengunjungi Nadya
72
Bab 72. Mungkin lupa
73
Bab 73. NADYA!
74
Bab 74. Turut berduka cita
75
Bab 75. The wedding
76
Bab 76. Hadiah dari Arjuna
77
Bab 77. Boleh sekarang
78
Bab 78. Suasana pengantin baru
79
Bab 79. Main lagi yuk!
80
Bab 80. Membesarkan Raden
81
Bab 81. Tebakan Beta
82
Bab 82. Positif
83
Bab 83. Bukan sebuah akhir
84
Sayap Cinta Yang Patah by ika oktafiana
85
Novel horror Ummu Sibyan by Ika Oktafiana
86
Balas Dendam Putra Terbuang by ika oktafiana

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!