Bab 5. Overthinking

Nara memalingkan muka ketika Arjuna berdiri di hadapannya dengan berkacak pinggang. Nara tidak suka ditatap layaknya seorang pencuri yang sudah ketahuan. Helaan napas kasar pun terdengar dari bibir sang Suami.

"Mas tidak tahu mengapa sekarang kamu jadi seperti ini. Bukankah di awal kamu sudah setuju?" tanya Arjuna lembut agar tidak melukai perasaan Nara.

Nara memilih bangkit dari duduknya lalu menuju ranjang. "Aku memang setuju. Tetapi, aku tidak pernah mengatakan jika aku rela," jawab Nara masih memalingkan muka.

Arjuna memilih duduk di sisi Nara yang kini berada di sisi ranjang. Nara merasakan tangannya digenggam oleh tangan besar Arjuna. "Kenapa semua jadi begini? Bukankah kita sudah sepakat?" Arjuna bertanya dengan lebih halus lagi. Sikap keras tidak bisa dilawan oleh kekerasan juga.

Tanpa menunggu lama, Arjuna langsung memeluk Nara dan mengecup puncak kepalanya berulang kali. Saat itu juga, Nara kembali menangis dalam dekapan Arjuna. Beberapa hari ini memang sangat berat untuk Nara. Sampai dia merasa jika beban di pundak tak sanggup lagi untuk dipikul.

"Aku tidak yakin jika aku sanggup, Mas," racau Nara sambil memukul dada suaminya pelan. Arjuna hanya pasrah ketika pukulan bertubi-tubi dilayangkan padanya.

Arjuna mengaku salah karena secara tidak langsung sudah membuat mental Nara terguncang. Beruntung, Nara adalah wanita yang rajin beribadah. Dia memiliki pegangan ketika keputusasaan menghampiri hidupnya.

Arjuna tidak bisa membayangkan jika Nara memiliki iman yang lemah. Bisa saja tepat di hari pernikahan, istrinya itu bisa melakukan hal yang tidak diinginkan.

"Bagaimana jika aku tidak sanggup?" tanya Nara ketika melihat sang Suami hanya termenung. Tatapan mata Nara dan Arjuna saling bertemu dengan jarak yang terbilang dekat.

"Percayalah. Mas juga sama terlukanya ketika harus menuruti Mama. Langkah kaki Mas terasa berat akibat beban yang menumpuk di bahu. Tanggung jawab Mas akan semakin banyak," ujar Arjuna tak lepas menatap mata Nara. Sosok perempuan yang sangat Arjuna cintai.

Selain cantik, Nara merupakan perempuan yang pandai menjaga diri dan paham agama. Sampai detik ini, rasa cinta itu masih sama dan semakin bertambah karena Arjuna akan selalu merasa takut kehilangan setelah pernikahan keduanya. Arjuna takut Nara akan pergi.

"Apa yang harus Mas lakukan agar beban yang kamu tumpu bisa sedikit ringan?" tanya Arjuna sungguh-sungguh.

Nara mengerjap. Dia seperti mendapatkan kartu keberuntungan ketika diberi pertanyaan semacam itu. "Bagaimana jika aku diizinkan untuk bekerja lagi?" tanya Nara yang tentu langsung mendapat tatapan tajam dari Arjuna.

"Kenapa? Mas masih sanggup menafkahi kamu. Apakah jatah yang Mas kasih masih kurang?" tanya Arjuna kurang setuju.

Nara menggeleng. "Aku hanya ingin mencari hiburan ketika jatah Nadya tiba. Aku tidak sekuat itu untuk menyaksikan bagaimana Mas melalui hari-hari bahagia bersama Nadya. Belum lagi jika Nadya hamil. Aku yakin, Mas akan dengan mudah berpali—"

Ucapan Nara terhenti oleh sebuah ciuman di bibirnya. Nara membelalak tak percaya. "Mas! Jangan sentuh aku dulu! Minggu ini bukanlah jatahku!" peringat Nara kesal sambil memegangi bibirnya.

Nara tersentak ketika pinggangnya ditarik agar lebih dekat dengan Arjuna. "Jangan pernah menduga pada hal yang belum terjadi. Tolong. Berprasangka baik saja. Jangan bebankan pikiranmu dengan hal-hal buruk," ucap Arjuna parau.

Mendengar suara parau sang Suami, perasaan Nara langsung luluh. Dia tersadar jika akhir-akhir ini selalu overthinking. "Maafkan aku, Mas."

Tanpa keduanya sadari, Nadya masih bertahan di depan pintu demi mendengar pembicaraan Nara dan sang Suami. Ada rasa sesak ketika menyadari bahwa suaminya terlihat sangat mencintai istri pertama. Nama panggilan untuk kata 'aku' saja telah Arjuna ganti dengan sebutan 'mas'. Padahal ketika berbicara dengannya, Arjuna tetap mengatakan dengan sebutan 'aku'.

Hanya dari sana, Nadya sudah mengetahui siapa pemenangnya. Nadya pikir, perasaan seperti terbakar di rongga dada tidak akan pernah Nadya rasakan. Nyatanya, rasa itu hadir karena sebuah rumah tidak bisa memiliki dua ratu.

"Aku berpikir, semua akan berjalan lancar. Mungkinkah aku bisa membuatmu jatuh cinta kepadaku, Mas? Untuk merobohkan benteng itu saja aku ragu," gumam Nadya lalu memilih pergi dari sana sebelum tingkah lakunya diketahui Arjuna.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

...mampir juga kesini yuk 👇👇...

Terpopuler

Comments

Maria Magdalena Indarti

Maria Magdalena Indarti

coba Nadya posisikan diri jd Inara. sakit.... sekali

2025-02-19

0

Neulis Saja

Neulis Saja

Nadya, ketika kamu mengatakan ya berarti kamu sdh sanggup dgn berbagai konsekwensi yg akan terjadi kenapa mengeluh

2023-09-06

0

cinta semu

cinta semu

Nadya u juga wanita ...g ada wanita manapun yg mau di poligami ...u mau di jadikan yg kedua ... tentunya sdh tau ... anggapan orang pasti buruk sm u Nadya...apalagi u sadar n TDK tertipu mengenai status suami u yg sdh punya istri sah ... 😜😝

2023-06-02

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Pernikahan kedua
2 Bab 2. Dzolim?
3 Bab 3. Mas rindu, Ra.
4 Bab 4. Nara!
5 Bab 5. Overthinking
6 Bab 6. Masih cinta
7 Bab 7. Ibadah terlama
8 Bab 8. Perdebatan
9 Bab 9. Antara adil dan tidak
10 Bab 10. Rencana Arjuna
11 Bab 11. Tiba waktunya bersama
12 Bab 12. Saling menginginkan
13 Bab 13. Terjadi lagi
14 Bab 14. Membeli rumah baru
15 Bab 15. Pengusiran
16 Bab 16. Ayah!
17 Bab 17. Keyakinan Nara
18 Bab 18. Tak tergapai
19 Bab 19. Mengulang kenangan
20 Bab 20. Apakah Mas mencintaiku?
21 Bab 21. Upnormal
22 Bab 22. Interview
23 Bab 23. Bidadari tak bersayap
24 Bab 24. Perempuan?
25 Bab 25. Pulang?
26 Bab 26. Perkara Dissa
27 Bab 27. Bertukar cerita
28 Bab 28. Beta?
29 Bab 29. Menuju jalan kebenaran
30 Bab 30. Trouble maker
31 Bab 31. Apa salahku?
32 Bab 32. Khawatir?
33 Bab 33. Nadya bertingkah lagi
34 Bab 34. Akhirnya terjadi
35 Bab 35. Kemarahan Nara
36 Bab 36. Episode terbaik
37 Bab 37. Membara
38 Bab 38. Balasan
39 Bab 39. Banyak hal baik
40 Bab 40. MAS PRAS
41 Bab 41. Tersentil
42 Bab 42. Lamaran Pras
43 43. Pov Pras-Beta
44 Bab 44. Tersenyum-senyum
45 Bab 45. Kemarahan Nara
46 Bab 46. Pilihan untuk pergi
47 Bab 47. Saran Dissa
48 Bab 48. Perceraian
49 Bab 49. Hantu?
50 Bab 50. Sudah berakhir
51 Bab 51. Jatuhnya talak
52 Bab 52.Mulai terlihat
53 Bab 53. Membahas kasus
54 Bab 54. Bertemu
55 Bab 55. Penyesalan Bu Azni
56 Bab 56. Arjuna dengan cintanya
57 Bab 57. Sidang mediasi
58 Bab 58. Terapi lagu
59 Bab 59. Melahirkan?
60 Bab 60. Operasi caesar
61 Bab 61. Sama-sama kehilangan
62 Bab 62. Tiga tahun kemudian
63 Bab 63. Atok!
64 Bab 64. Tidak ada masa tenggang
65 Bab 65. Dipertemukan kembali
66 Bab 66. Anak Mas cantik
67 Bab 67. Dugaan Arjuna
68 Bab 68. Gerak cepat
69 Bab 69. Kenapa?
70 Bab 70. Saling sayang
71 Bab 71. Mengunjungi Nadya
72 Bab 72. Mungkin lupa
73 Bab 73. NADYA!
74 Bab 74. Turut berduka cita
75 Bab 75. The wedding
76 Bab 76. Hadiah dari Arjuna
77 Bab 77. Boleh sekarang
78 Bab 78. Suasana pengantin baru
79 Bab 79. Main lagi yuk!
80 Bab 80. Membesarkan Raden
81 Bab 81. Tebakan Beta
82 Bab 82. Positif
83 Bab 83. Bukan sebuah akhir
84 Sayap Cinta Yang Patah by ika oktafiana
85 Novel horror Ummu Sibyan by Ika Oktafiana
86 Balas Dendam Putra Terbuang by ika oktafiana
Episodes

Updated 86 Episodes

1
Bab 1. Pernikahan kedua
2
Bab 2. Dzolim?
3
Bab 3. Mas rindu, Ra.
4
Bab 4. Nara!
5
Bab 5. Overthinking
6
Bab 6. Masih cinta
7
Bab 7. Ibadah terlama
8
Bab 8. Perdebatan
9
Bab 9. Antara adil dan tidak
10
Bab 10. Rencana Arjuna
11
Bab 11. Tiba waktunya bersama
12
Bab 12. Saling menginginkan
13
Bab 13. Terjadi lagi
14
Bab 14. Membeli rumah baru
15
Bab 15. Pengusiran
16
Bab 16. Ayah!
17
Bab 17. Keyakinan Nara
18
Bab 18. Tak tergapai
19
Bab 19. Mengulang kenangan
20
Bab 20. Apakah Mas mencintaiku?
21
Bab 21. Upnormal
22
Bab 22. Interview
23
Bab 23. Bidadari tak bersayap
24
Bab 24. Perempuan?
25
Bab 25. Pulang?
26
Bab 26. Perkara Dissa
27
Bab 27. Bertukar cerita
28
Bab 28. Beta?
29
Bab 29. Menuju jalan kebenaran
30
Bab 30. Trouble maker
31
Bab 31. Apa salahku?
32
Bab 32. Khawatir?
33
Bab 33. Nadya bertingkah lagi
34
Bab 34. Akhirnya terjadi
35
Bab 35. Kemarahan Nara
36
Bab 36. Episode terbaik
37
Bab 37. Membara
38
Bab 38. Balasan
39
Bab 39. Banyak hal baik
40
Bab 40. MAS PRAS
41
Bab 41. Tersentil
42
Bab 42. Lamaran Pras
43
43. Pov Pras-Beta
44
Bab 44. Tersenyum-senyum
45
Bab 45. Kemarahan Nara
46
Bab 46. Pilihan untuk pergi
47
Bab 47. Saran Dissa
48
Bab 48. Perceraian
49
Bab 49. Hantu?
50
Bab 50. Sudah berakhir
51
Bab 51. Jatuhnya talak
52
Bab 52.Mulai terlihat
53
Bab 53. Membahas kasus
54
Bab 54. Bertemu
55
Bab 55. Penyesalan Bu Azni
56
Bab 56. Arjuna dengan cintanya
57
Bab 57. Sidang mediasi
58
Bab 58. Terapi lagu
59
Bab 59. Melahirkan?
60
Bab 60. Operasi caesar
61
Bab 61. Sama-sama kehilangan
62
Bab 62. Tiga tahun kemudian
63
Bab 63. Atok!
64
Bab 64. Tidak ada masa tenggang
65
Bab 65. Dipertemukan kembali
66
Bab 66. Anak Mas cantik
67
Bab 67. Dugaan Arjuna
68
Bab 68. Gerak cepat
69
Bab 69. Kenapa?
70
Bab 70. Saling sayang
71
Bab 71. Mengunjungi Nadya
72
Bab 72. Mungkin lupa
73
Bab 73. NADYA!
74
Bab 74. Turut berduka cita
75
Bab 75. The wedding
76
Bab 76. Hadiah dari Arjuna
77
Bab 77. Boleh sekarang
78
Bab 78. Suasana pengantin baru
79
Bab 79. Main lagi yuk!
80
Bab 80. Membesarkan Raden
81
Bab 81. Tebakan Beta
82
Bab 82. Positif
83
Bab 83. Bukan sebuah akhir
84
Sayap Cinta Yang Patah by ika oktafiana
85
Novel horror Ummu Sibyan by Ika Oktafiana
86
Balas Dendam Putra Terbuang by ika oktafiana

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!