Bab 9. Antara adil dan tidak

"Kita masuk dulu ya? Ada sesuatu yang harus Mas luruskan pada Mama dan Nadya," pinta Arjuna setelah merenggangkan pelukan.

Menurut. Nara mengangguk dan mengikuti langkah suaminya memasuki ruang makan. Beruntung, Bu Azni, Nadya, dan Antika belum beranjak dari sana.

Seperti biasa, Antika sedang melakukan dramanya, yaitu membesarkan masalah tentang ucapan Arjuna yang mengatakan jika Antika hanya hidup menumpang.

"Mama sudah dengar kan? Berarti, Antika akan pulang saja hari ini," ucap Antika sambil terisak.

"Sudah, sudah. Jangan diambil hati setiap ucapan adikmu itu. Kamu sih, sembarangan bicara," jawab Bu Azni yang bisa Nara dengar dengan jelas.

Arjuna yang berada di samping Nara, hanya menghela napas kasar. "Benar jika Kakak berniat untuk pulang. Lebih baik mengurusi suami kakak daripada mengurusi istriku," sahut Arjuna yang berhasil menarik perhatian semuanya.

"Tega kamu, Jun! Aku di sini karena keberadaan ku tidak dianggap di sana!" jawab Antika marah.

"Berarti, Kakak sedang menuai apa yang Kakak tanam. Itu merupakan hasil dari perbuatan Kakak di masa lalu," jawab Arjuna tak mau kalah.

"Arjuna! Cukup! Jangan menyudutkan Antika terus-menerus. Coba kamu didik istri kamu dengan baik. Pasti kejadian seperti ini tidak akan terjadi." Bu Azni seakan tidak menyerah untuk menjadikan Nara sebagai pihak yang bersalah.

"Kenapa selalu menyalahkan Nara sih, Ma? Selama ini Nara kurang apa? Dia tetap menghormati Mama terlepas dari apa yang Mama dan Antika lakukan," kesal Arjuna mencoba membela sang Istri.

"Oh, dia baru ngadu lagi," tebak Antika sambil menatap Nara tajam.

Apa ini? Kenapa Nara lagi yang disalahkan? Nara memutar bola matanya jengah. Ibu mertua dan kakak iparnya merupakan playing victim.

"Tidak. Justru aku yang mencari tahu sendiri. Nara tidak pernah mengatakan apapun padaku. Jadi, jangan pernah menyalahkan dia," putus Arjuna pada akhirnya.

Antika yang merasa sudah kalah, berdiri lalu berlari menuju kamarnya dengan menghentakkan kaki. Bu Azni yang melihat itu, sampai harus memijat pelipisnya karena pening.

"Ma? Aku mau bicara dengan Mama dan Nadya di sini, saat ada Nara. Ini tentang bulan maduku dan Nadya."

Setelah mendengar ucapan sang Putra, Bu Azni menggiring Arjuna beserta istri-istrinya untuk duduk di ruang tengah.

"Ma? Aku siap pergi berbulan madu dengan Nadya ke Jepang," ucap Arjuna yang seketika membuat mata Nara membelalak tak percaya. Bukankah tadi suaminya itu tidak bersedia pergi karena merasa kurang adil? Nara hanya tersenyum sinis menanggapi.

Sedangkan Bu Azni dan Nadya sudah tampak berbinar mendengar penuturan Arjuna. "Tetapi, harus bersama Nara," lanjut Arjuna yang membuat senyum di bibir Bu Azni luntur seketika.

"Bagaimana bisa? Kamu jangan aneh-aneh deh, Jun. Ini bulan madu kamu dengan Nadya. Dia yang sudah lama, tidak perlu ikut," kesal Bu Azni merasa di bodohi. Mengira jika Arjuna akan dengan mudah menerima tawarannya.

"Aku tidak akan pergi jika tidak bersama Nara. Tetapi jika Mama merubahnya ke Bali, baru aku akan berangkat hanya bersama Nadya." Arjuna berucap sambil menatap Nara dengan wajah sendunya.

Bu Azni menggeram kesal. "Terserah kamu lah! Mama pusing!" pekik beliau frustasi.

Nara hanya bisa menghembuskan napasnya pelan. Sedikit lega dengan keputusan sang Suami yang memegang teguh keadilan.

Sedangkan Nadya, dia kini menatap Nara dengan pandangan tak suka. Menganggap jika bulan madu ke Jepang nya gagal karena Nara.

"Mas? Kamu anggap aku apa sih? Kenapa kamu tidak meminta pendapat dariku?" tanya Nadya menatap Arjuna penuh luka.

Nara yang tidak ingin terjebak di antara pertengkaran sang Suami dengan istri mudanya, memilih pamit undur diri. "Aku pergi dulu, Mas. Aku yakin Mas bisa selesaikan ini sendiri."

Setelah mendapat anggukan dari Arjuna, baru Nara pergi dari sana.

Sepeninggalan Nara, Arjuna kembali bersuara. "Ini adil untuk Nara. Tidak mungkin kita ke Jepang sedangkan dulu Nara hanya ke Bali."

"Hanya adil untuk Mbak Nara kan? Lalu aku bagaimana? Jangan lupa, Mas. Istrimu bukan hanya Mbak Nara," kesal Nadya lalu pergi meninggalkan Arjuna sendirian.

Arjuna menghembuskan napasnya kasar. Memiliki dua istri ternyata serumit ini. Menyatukan dua kepala saja masih sulit. Ini, Arjuna harus menyatukan banyak isi kepala.

Jika sudah seperti ini, Arjuna benar-benar butuh Nara untuk menenangkan pergolakan batinnya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

...mampir juga kesini yuk 👇👇...

Terpopuler

Comments

Juan Sastra

Juan Sastra

jika terlalu sakit dan sulit bertahan nara,, menyerah adalah pilihan terbaik,

2025-02-04

1

Maria Magdalena Indarti

Maria Magdalena Indarti

nah loe rasanya poligami

2025-02-19

0

Andi Fitri

Andi Fitri

begitu lh klw rmh tangga ada mertua yg sllu mengatur rmh tangga..dan suami pimplan nurut aja apa kata orang tua...

2023-06-30

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Pernikahan kedua
2 Bab 2. Dzolim?
3 Bab 3. Mas rindu, Ra.
4 Bab 4. Nara!
5 Bab 5. Overthinking
6 Bab 6. Masih cinta
7 Bab 7. Ibadah terlama
8 Bab 8. Perdebatan
9 Bab 9. Antara adil dan tidak
10 Bab 10. Rencana Arjuna
11 Bab 11. Tiba waktunya bersama
12 Bab 12. Saling menginginkan
13 Bab 13. Terjadi lagi
14 Bab 14. Membeli rumah baru
15 Bab 15. Pengusiran
16 Bab 16. Ayah!
17 Bab 17. Keyakinan Nara
18 Bab 18. Tak tergapai
19 Bab 19. Mengulang kenangan
20 Bab 20. Apakah Mas mencintaiku?
21 Bab 21. Upnormal
22 Bab 22. Interview
23 Bab 23. Bidadari tak bersayap
24 Bab 24. Perempuan?
25 Bab 25. Pulang?
26 Bab 26. Perkara Dissa
27 Bab 27. Bertukar cerita
28 Bab 28. Beta?
29 Bab 29. Menuju jalan kebenaran
30 Bab 30. Trouble maker
31 Bab 31. Apa salahku?
32 Bab 32. Khawatir?
33 Bab 33. Nadya bertingkah lagi
34 Bab 34. Akhirnya terjadi
35 Bab 35. Kemarahan Nara
36 Bab 36. Episode terbaik
37 Bab 37. Membara
38 Bab 38. Balasan
39 Bab 39. Banyak hal baik
40 Bab 40. MAS PRAS
41 Bab 41. Tersentil
42 Bab 42. Lamaran Pras
43 43. Pov Pras-Beta
44 Bab 44. Tersenyum-senyum
45 Bab 45. Kemarahan Nara
46 Bab 46. Pilihan untuk pergi
47 Bab 47. Saran Dissa
48 Bab 48. Perceraian
49 Bab 49. Hantu?
50 Bab 50. Sudah berakhir
51 Bab 51. Jatuhnya talak
52 Bab 52.Mulai terlihat
53 Bab 53. Membahas kasus
54 Bab 54. Bertemu
55 Bab 55. Penyesalan Bu Azni
56 Bab 56. Arjuna dengan cintanya
57 Bab 57. Sidang mediasi
58 Bab 58. Terapi lagu
59 Bab 59. Melahirkan?
60 Bab 60. Operasi caesar
61 Bab 61. Sama-sama kehilangan
62 Bab 62. Tiga tahun kemudian
63 Bab 63. Atok!
64 Bab 64. Tidak ada masa tenggang
65 Bab 65. Dipertemukan kembali
66 Bab 66. Anak Mas cantik
67 Bab 67. Dugaan Arjuna
68 Bab 68. Gerak cepat
69 Bab 69. Kenapa?
70 Bab 70. Saling sayang
71 Bab 71. Mengunjungi Nadya
72 Bab 72. Mungkin lupa
73 Bab 73. NADYA!
74 Bab 74. Turut berduka cita
75 Bab 75. The wedding
76 Bab 76. Hadiah dari Arjuna
77 Bab 77. Boleh sekarang
78 Bab 78. Suasana pengantin baru
79 Bab 79. Main lagi yuk!
80 Bab 80. Membesarkan Raden
81 Bab 81. Tebakan Beta
82 Bab 82. Positif
83 Bab 83. Bukan sebuah akhir
84 Sayap Cinta Yang Patah by ika oktafiana
85 Novel horror Ummu Sibyan by Ika Oktafiana
86 Balas Dendam Putra Terbuang by ika oktafiana
Episodes

Updated 86 Episodes

1
Bab 1. Pernikahan kedua
2
Bab 2. Dzolim?
3
Bab 3. Mas rindu, Ra.
4
Bab 4. Nara!
5
Bab 5. Overthinking
6
Bab 6. Masih cinta
7
Bab 7. Ibadah terlama
8
Bab 8. Perdebatan
9
Bab 9. Antara adil dan tidak
10
Bab 10. Rencana Arjuna
11
Bab 11. Tiba waktunya bersama
12
Bab 12. Saling menginginkan
13
Bab 13. Terjadi lagi
14
Bab 14. Membeli rumah baru
15
Bab 15. Pengusiran
16
Bab 16. Ayah!
17
Bab 17. Keyakinan Nara
18
Bab 18. Tak tergapai
19
Bab 19. Mengulang kenangan
20
Bab 20. Apakah Mas mencintaiku?
21
Bab 21. Upnormal
22
Bab 22. Interview
23
Bab 23. Bidadari tak bersayap
24
Bab 24. Perempuan?
25
Bab 25. Pulang?
26
Bab 26. Perkara Dissa
27
Bab 27. Bertukar cerita
28
Bab 28. Beta?
29
Bab 29. Menuju jalan kebenaran
30
Bab 30. Trouble maker
31
Bab 31. Apa salahku?
32
Bab 32. Khawatir?
33
Bab 33. Nadya bertingkah lagi
34
Bab 34. Akhirnya terjadi
35
Bab 35. Kemarahan Nara
36
Bab 36. Episode terbaik
37
Bab 37. Membara
38
Bab 38. Balasan
39
Bab 39. Banyak hal baik
40
Bab 40. MAS PRAS
41
Bab 41. Tersentil
42
Bab 42. Lamaran Pras
43
43. Pov Pras-Beta
44
Bab 44. Tersenyum-senyum
45
Bab 45. Kemarahan Nara
46
Bab 46. Pilihan untuk pergi
47
Bab 47. Saran Dissa
48
Bab 48. Perceraian
49
Bab 49. Hantu?
50
Bab 50. Sudah berakhir
51
Bab 51. Jatuhnya talak
52
Bab 52.Mulai terlihat
53
Bab 53. Membahas kasus
54
Bab 54. Bertemu
55
Bab 55. Penyesalan Bu Azni
56
Bab 56. Arjuna dengan cintanya
57
Bab 57. Sidang mediasi
58
Bab 58. Terapi lagu
59
Bab 59. Melahirkan?
60
Bab 60. Operasi caesar
61
Bab 61. Sama-sama kehilangan
62
Bab 62. Tiga tahun kemudian
63
Bab 63. Atok!
64
Bab 64. Tidak ada masa tenggang
65
Bab 65. Dipertemukan kembali
66
Bab 66. Anak Mas cantik
67
Bab 67. Dugaan Arjuna
68
Bab 68. Gerak cepat
69
Bab 69. Kenapa?
70
Bab 70. Saling sayang
71
Bab 71. Mengunjungi Nadya
72
Bab 72. Mungkin lupa
73
Bab 73. NADYA!
74
Bab 74. Turut berduka cita
75
Bab 75. The wedding
76
Bab 76. Hadiah dari Arjuna
77
Bab 77. Boleh sekarang
78
Bab 78. Suasana pengantin baru
79
Bab 79. Main lagi yuk!
80
Bab 80. Membesarkan Raden
81
Bab 81. Tebakan Beta
82
Bab 82. Positif
83
Bab 83. Bukan sebuah akhir
84
Sayap Cinta Yang Patah by ika oktafiana
85
Novel horror Ummu Sibyan by Ika Oktafiana
86
Balas Dendam Putra Terbuang by ika oktafiana

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!