Bab 20. Apakah Mas mencintaiku?

Nara menyesap teh yang telah Dissa buatkan untuknya. Karena hari ini merupakan hari minggu, temannya itu libur bekerja. "Kenapa malah kabur kesini sih? Bukannya hari Minggu itu quality time kalian bertiga?" tanya Dissa tidak habis pikir dengan Nara.

"Aku tidak memiliki pilihan, selain lari dari masalah. Nadya mengumumkan kehamilannya dan Mas Arjuna berniat untuk memeriksakan ke dokter nanti siang. Sudah bisa dipastikan jika keluarga Nadya dan Mama Azni akan datang," keluh Nara dengan tatapan mata yang kosong.

"Ra? Kalau kamu sudah tidak sanggup, mengapa tidak menyerah saja?" Pertanyaan itu membuat Nara terkekeh getir. Tidak semudah itu untuk lepas dari rumah tangganya. Sebagai perempuan yang sedikit paham soal agama, meminta cerai tidak bisa sembarangan.

Selain Arjuna yang tetap menjalankan kewajiban dengan adil, Nara juga masih begitu mencintai suaminya. "Bagaimana? Ada lowongan pekerjaan tidak?" tanya Nara mencoba mengganti topik pembicaraan.

Dissa yang sadar, hanya menghembuskan napasnya kasar. Dia tak ingin memaksa jika Nara masih teguh pada pendiriannya. Karena dibanding dirinya, Nara lebih paham akan hukum yang berlaku.

"Kamu yakin mau kerja?" tanya Dissa untuk yang kesekian kali. Jika dihitung, mungkin susah hampir seribu sembilan ratus sembilan puluh sembilan.

"Ya kerja yang bisa dilakukan di rumah saja. Kerja online kan sekarang banyak, Dis," jawab Nara kesal sendiri.

Dissa tertawa. "Aku ada sih. Kamu tidak perlu datang setiap hari ke kantor. Paling ketika ada rapat yang membahas hal penting. Tapi, apakah kamu yakin ingin bekerja?"

Nara sampai harus menggertakkan giginya, merasa gemas sendiri karena Dissa seperti meragukan dirinya. "Serius, Dissa. Apa mukaku ini tidak meyakinkan?" tanyanya kesal.

Dissa kembali tertawa. Merasa tak terganggu dengan omelan yang baru saja Nara lontarkan. "Jadi admin sosial media Lambe Turah, mau?" tanya Dissa yang membuat mata Nara seketika melotot. Sampai bola matanya bagai ingin keluar dari tempat.

"Yang benar dong, Dis. Memangnya tidak ada pekerjaan lain?" Nara mengusap wajahnya frustasi. Temannya satu ini memang agak lain.

Tawa Dissa meledak seketika. Sudah dipastikan temannya itu enggan menerima pekerjaan seperti itu. Jelas bukan Passion seorang Inara.

"Ada lagi sih," ucap Dissa ketika telah berhenti tertawa.

"Apa? Jangan aneh-aneh loh," peringat Nara dengan tatapan memicing.

Kali ini Dissa bersungguh-sungguh. Dua hari yang lalu dia baru saja menemukan sebuah info di sebuah akun sosial media milik perusahaan penerbitan.

"Kamu bisa jadi editor kan?" tanya Dissa yang membuat Nara mengangguk seketika.

"Seperti merevisi naskah begitu ya?" tanya Nara memastikan dan Dissa langsung mengangguk.

"Nih. Coba buka akun sosial media dan cari perusahaan penerbitan ini. Nah, di sini ada rules-nya lengkap. Kamu harus baca dulu. Bila cocok, langsung hubungi nomor yang tertera," jelas Dissa seketika membuat wajah Nara tersenyum cerah.

"Wah, ini sangat menarik, Dis. Oke. Aku akan baca peraturannya terlebih dahulu. Terima kasih ya, Dis. Kamu tuh memang terbaik," ucap Nara membuat Dissa memutar bola matanya malas.

Sedangkan di tempat lain, Arjuna dan Nadya sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit. Arjuna sudah membuat janji dengan dokter spesialis kandungan.

"Mas? Kalau anak kita lahir, kamu mau perempuan atau laki-laki?" tanya Nadya mencoba membangun topik pembicaraan.

Arjuna terkekeh dengan mata yang tetap fokus menatap ruas jalan. "Mau perempuan atau laki-laki bagi aku tidak menjadi masalah. Keduanya sama-sama aku inginkan," jawabnya lembut.

Nadya pun tersenyum lega sambil menatap profil samping Arjuna. Sosok tampan dan gagah penghuni hatinya sejak dahulu, juga cinta pertamanya. Nadya masih tidak percaya jika takdir mengizinkan dirinya untuk bisa memiliki laki-laki tersebut.

Dan yang membuat Nadya bersyukur berkali-kali adalah ketika mengetahui jika di dalam rahimnya terdapat bakal bayi yang selama ini begitu nanti. Bolehkah Nadya bangga pada dirinya sendiri karena Nara belum bisa memberikan anak untuk Arjuna?

"Nad?" panggil Arjuna berhasil membuyarkan lamunan Nadya.

"Iya, Mas. Kenapa?" jawabnya memalingkan muka malu ketika melihat jika mata suaminya sedang tertuju kepadanya. Nadya sampai tidak sadar jika traffic light sedang menyala merah dan mobil berhenti.

"Aku boleh meminta sesuatu padamu tidak?" tanya Arjuna penuh harap dan Nadya mengiyakan begitu saja. Permintaan Arjuna pasti akan selalu Nadya lakukan karena suaminya itu tidak mungkin memiliki niat buruk untuk istri-istrinya.

"Apa? Jika aku sanggup, maka akan aku lakukan," jawab Nadya dengan senang hati.

Belum sempat Arjuna kembali bersuara, lampu telah berganti hijau yang mengharuskan mobil kembali melaju, sebelum kendaraan di belakangnya protes dengan membunyikan klakson.

"Aku ingin kamu memakai kerudung dan menutup aurat. Bisa?" pinta Arjuna yang membuat Nadya pada akhirnya terdiam.

Berhijab? Menutup aurat? Pandangan wanita baik-baik menurut Nadya tidak melulu tentang menutup aurat. Dia memiliki pandangan jika orang yang tidak berhijab kadang sikapnya lebih baik daripada orang yang berhijab.

"Untuk apa, Mas? Bukankah orang berhijab itu belum tentu bersikap baik? Bahkan, aku sering menemui orang-orang bercadar justru melakukan hal yang melanggar norma," tanya Nadya dengan menjelaskan pandangannya tentang hijab.

"Kalau begitu, bukan hijabnya yang salah, melainkan orang yang memakainya. Hijab dan sifat adalah dua hal yang berbeda. Menutup aurat bagi muslimah adalah sebuah kewajiban yang sudah Allah perintahkan. Bukankah akan menjadi sebuah dosa jika kita meninggalkan perintah-Nya?" tanya Arjuna mencoba meyakinkan Nadya agar mu merubah pandangan mengenai hijab.

Melihat Nadya terdiam, Arjuna mengulum senyum. Mungkin, istrinya itu sedang memikirkan maksud dari perkataannya tadi. "Kamu tahu, siapa yang akan menanggung dosa akibat kamu tidak menutup aurat? Aku, ayah kamu, dan saudara laki-laki kamu, Sofyan. Kami ikut menanggung di akhirat kelak bila saat di dunia kamu tidak menutup aurat."

Arjuna kembali bersuara agar keyakinan Nadya semakin kuat. Istrinya itu pasti sedang berpikir keras mengenai ucapannya. "Apa kamu tidak kasihan—"

"Oke. Aku akan tutup aurat dan mulai mengenakan kerudung, Mas. Sudah. Jangan katakan itu lagi. Aku takut jika seandainya hal itu terjadi. Aku tidak sanggup membayangkan Mas, Ayah, dan Sofyan berada di neraka karena ulahku," sela Nadya ketakutan sendiri.

Arjuna tersenyum lebar. "Nanti kita beli kerudungnya setelah selesai ke dokter ya?" ucap Arjuna yang membuat bibir Nadya mencebik kesal.

"Harus hari ini ya, Mas? Tidak bisa ditunda seminggu lagi?" tanya Nadya dengan bibir yang mengerucut.

"Tidak masalah jika kamu ingin minggu depan. Hanya saja, dalam satu minggu itu kamu akan memberiku dosa karena tak menutup aurat. Aku yang bertanggung jawab dan menanggung hukuman dari Allah. Jika benar itu yang akan kamu lakukan, sungguh kamu adalah istri yang tega," jawab Arjuna dramatis.

Helaan napas kasar pun terdengar. "Ya sudah. Habis kerudungnya di beli, aku akan langsung mengenakannya," jawab Nadya pada akhirnya.

Walau Arjuna tahu jika Nadya tampak terpaksa, itu lebih baik daripada tidak mengenakan hijab sama sekali. Ibarat kata, lebih baik dipaksa untuk masuk surga daripada dengan sukarela masuk neraka.

"Bagus. Berarti kamu masih sayang aku, ayah dan Sofyan," ucap Arjuna lalu kembali fokus menyetir.

Nadya terdiam lalu duduk menyerong demi bisa menatap wajah Arjuna dengan serius. "Lalu, apakah Mas sayang aku juga?" tanya Nadya dan Arjuna membenarkan.

"Sayang dong."

"Kalau cinta? Apa Mas juga mencintaiku?"

Pertanyaan itu membuat Arjuna membeku. Beruntung, mobil telah memasuki area rumah sakit dan berhenti di tempat parkir yang masih kosong.

"Jawab, Mas," kejar Nadya menuntut jawaban.

"Kita harus segera turun. Jam giliranmu sudah hampir tiba," ucap Arjuna mengalihkan topik pembicaraan dan memilih keluar lebih dulu dari mobil.

Terpopuler

Comments

Gusti Hasnah

Gusti Hasnah

walaupun bersikap adil arjuna terhadap ke dua istrix...tetap saja salah satu ada yg tersakiti

2023-07-15

0

TongTji Tea

TongTji Tea

kalo Dari awal g ada yg Salah Dari poligami yang Arjuna jalankan .istrinya mengijinkan .
ada uzur nya yaitu keturunan.Arjuna adil .Tetapi Harusnya pisah rumah .supaya sailing menjaga .Karena bila satunya melihat yg satu nya lagi bermesraan jatuhnya zolim.
sampai di episode ini lo ya.
kalo episode berikutnya blm Tau.Bisa jadi adil nya Arjuna akan terkikis krn Nadya hamil .

2023-07-05

1

Saira

Saira

thor ksih nara hamil juga biar bisa ngerasain sedikin bahagia😭😭

2023-06-24

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Pernikahan kedua
2 Bab 2. Dzolim?
3 Bab 3. Mas rindu, Ra.
4 Bab 4. Nara!
5 Bab 5. Overthinking
6 Bab 6. Masih cinta
7 Bab 7. Ibadah terlama
8 Bab 8. Perdebatan
9 Bab 9. Antara adil dan tidak
10 Bab 10. Rencana Arjuna
11 Bab 11. Tiba waktunya bersama
12 Bab 12. Saling menginginkan
13 Bab 13. Terjadi lagi
14 Bab 14. Membeli rumah baru
15 Bab 15. Pengusiran
16 Bab 16. Ayah!
17 Bab 17. Keyakinan Nara
18 Bab 18. Tak tergapai
19 Bab 19. Mengulang kenangan
20 Bab 20. Apakah Mas mencintaiku?
21 Bab 21. Upnormal
22 Bab 22. Interview
23 Bab 23. Bidadari tak bersayap
24 Bab 24. Perempuan?
25 Bab 25. Pulang?
26 Bab 26. Perkara Dissa
27 Bab 27. Bertukar cerita
28 Bab 28. Beta?
29 Bab 29. Menuju jalan kebenaran
30 Bab 30. Trouble maker
31 Bab 31. Apa salahku?
32 Bab 32. Khawatir?
33 Bab 33. Nadya bertingkah lagi
34 Bab 34. Akhirnya terjadi
35 Bab 35. Kemarahan Nara
36 Bab 36. Episode terbaik
37 Bab 37. Membara
38 Bab 38. Balasan
39 Bab 39. Banyak hal baik
40 Bab 40. MAS PRAS
41 Bab 41. Tersentil
42 Bab 42. Lamaran Pras
43 43. Pov Pras-Beta
44 Bab 44. Tersenyum-senyum
45 Bab 45. Kemarahan Nara
46 Bab 46. Pilihan untuk pergi
47 Bab 47. Saran Dissa
48 Bab 48. Perceraian
49 Bab 49. Hantu?
50 Bab 50. Sudah berakhir
51 Bab 51. Jatuhnya talak
52 Bab 52.Mulai terlihat
53 Bab 53. Membahas kasus
54 Bab 54. Bertemu
55 Bab 55. Penyesalan Bu Azni
56 Bab 56. Arjuna dengan cintanya
57 Bab 57. Sidang mediasi
58 Bab 58. Terapi lagu
59 Bab 59. Melahirkan?
60 Bab 60. Operasi caesar
61 Bab 61. Sama-sama kehilangan
62 Bab 62. Tiga tahun kemudian
63 Bab 63. Atok!
64 Bab 64. Tidak ada masa tenggang
65 Bab 65. Dipertemukan kembali
66 Bab 66. Anak Mas cantik
67 Bab 67. Dugaan Arjuna
68 Bab 68. Gerak cepat
69 Bab 69. Kenapa?
70 Bab 70. Saling sayang
71 Bab 71. Mengunjungi Nadya
72 Bab 72. Mungkin lupa
73 Bab 73. NADYA!
74 Bab 74. Turut berduka cita
75 Bab 75. The wedding
76 Bab 76. Hadiah dari Arjuna
77 Bab 77. Boleh sekarang
78 Bab 78. Suasana pengantin baru
79 Bab 79. Main lagi yuk!
80 Bab 80. Membesarkan Raden
81 Bab 81. Tebakan Beta
82 Bab 82. Positif
83 Bab 83. Bukan sebuah akhir
84 Sayap Cinta Yang Patah by ika oktafiana
85 Novel horror Ummu Sibyan by Ika Oktafiana
86 Balas Dendam Putra Terbuang by ika oktafiana
Episodes

Updated 86 Episodes

1
Bab 1. Pernikahan kedua
2
Bab 2. Dzolim?
3
Bab 3. Mas rindu, Ra.
4
Bab 4. Nara!
5
Bab 5. Overthinking
6
Bab 6. Masih cinta
7
Bab 7. Ibadah terlama
8
Bab 8. Perdebatan
9
Bab 9. Antara adil dan tidak
10
Bab 10. Rencana Arjuna
11
Bab 11. Tiba waktunya bersama
12
Bab 12. Saling menginginkan
13
Bab 13. Terjadi lagi
14
Bab 14. Membeli rumah baru
15
Bab 15. Pengusiran
16
Bab 16. Ayah!
17
Bab 17. Keyakinan Nara
18
Bab 18. Tak tergapai
19
Bab 19. Mengulang kenangan
20
Bab 20. Apakah Mas mencintaiku?
21
Bab 21. Upnormal
22
Bab 22. Interview
23
Bab 23. Bidadari tak bersayap
24
Bab 24. Perempuan?
25
Bab 25. Pulang?
26
Bab 26. Perkara Dissa
27
Bab 27. Bertukar cerita
28
Bab 28. Beta?
29
Bab 29. Menuju jalan kebenaran
30
Bab 30. Trouble maker
31
Bab 31. Apa salahku?
32
Bab 32. Khawatir?
33
Bab 33. Nadya bertingkah lagi
34
Bab 34. Akhirnya terjadi
35
Bab 35. Kemarahan Nara
36
Bab 36. Episode terbaik
37
Bab 37. Membara
38
Bab 38. Balasan
39
Bab 39. Banyak hal baik
40
Bab 40. MAS PRAS
41
Bab 41. Tersentil
42
Bab 42. Lamaran Pras
43
43. Pov Pras-Beta
44
Bab 44. Tersenyum-senyum
45
Bab 45. Kemarahan Nara
46
Bab 46. Pilihan untuk pergi
47
Bab 47. Saran Dissa
48
Bab 48. Perceraian
49
Bab 49. Hantu?
50
Bab 50. Sudah berakhir
51
Bab 51. Jatuhnya talak
52
Bab 52.Mulai terlihat
53
Bab 53. Membahas kasus
54
Bab 54. Bertemu
55
Bab 55. Penyesalan Bu Azni
56
Bab 56. Arjuna dengan cintanya
57
Bab 57. Sidang mediasi
58
Bab 58. Terapi lagu
59
Bab 59. Melahirkan?
60
Bab 60. Operasi caesar
61
Bab 61. Sama-sama kehilangan
62
Bab 62. Tiga tahun kemudian
63
Bab 63. Atok!
64
Bab 64. Tidak ada masa tenggang
65
Bab 65. Dipertemukan kembali
66
Bab 66. Anak Mas cantik
67
Bab 67. Dugaan Arjuna
68
Bab 68. Gerak cepat
69
Bab 69. Kenapa?
70
Bab 70. Saling sayang
71
Bab 71. Mengunjungi Nadya
72
Bab 72. Mungkin lupa
73
Bab 73. NADYA!
74
Bab 74. Turut berduka cita
75
Bab 75. The wedding
76
Bab 76. Hadiah dari Arjuna
77
Bab 77. Boleh sekarang
78
Bab 78. Suasana pengantin baru
79
Bab 79. Main lagi yuk!
80
Bab 80. Membesarkan Raden
81
Bab 81. Tebakan Beta
82
Bab 82. Positif
83
Bab 83. Bukan sebuah akhir
84
Sayap Cinta Yang Patah by ika oktafiana
85
Novel horror Ummu Sibyan by Ika Oktafiana
86
Balas Dendam Putra Terbuang by ika oktafiana

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!