Bab 2. Dzolim?

"Nara ...." Arjuna menggeram kesal setelah mendapat pertanyaan dari sang Istri.

Nara hanya tersenyum getir lalu melenggang meninggalkan Arjuna yang masih bertahan di ambang pintu. Dia memilih untuk mencuci muka lebih dulu. Setelah urusan di kamar mandi selesai, Nara keluar dan mengira jika suaminya sudah pergi.

Namun kenyataannya, Arjuna justru tengah duduk di sisi ranjang dengan kondisi pintu yang sudah tertutup rapat. Nara menghela napas kasar. "Tidak seharusnya kamu berada di sini, Mas. Malam ini adalah malam yang indah untukmu. Kembalilah ke hotel," pinta Nara lembut. Dia berjalan menuju lemari untuk mengambil pakaian tidurnya.

Saat akan berbalik, tiba-tiba ada yang memeluk Nara dari belakang. Ketika menoleh, Nara bisa melihat wajah suaminya berada dalam jarak yang sangat dekat. "Aku ingin tidur denganmu saja. Boleh kan?" tanya Arjuna merengek.

Nara tertawa. Seakan ucapan Arjuna barusan sangatlah lucu. "Mana bisa, Mas. Kamu itu pengantin baru. Gauli lah kedua istrimu dengan adil. Ini sudah malam. Nadya pasti khawatir dan mencari kamu," jawab Nara sambil berusaha melepaskan diri dari pelukan sang Suami, dan itu berhasil.

"Apa kamu tidak lagi mencariku?" tanya Arjuna yang membuat langkah Nara terhenti, lalu terpaku.

'Aku selalu mencarimu, Mas. Tetapi, untuk hari-hari berikutnya aku tidak bisa berharap banyak jika kamu akan datang,' gumam Nara dalam hati.

"Mas! Jangan begitu dong. Kamu harus adil sesuai syariat. Satu minggu ini kamu harus bersama Nadya." Nara mencoba bersikap tenang ketika mengucapkannya. Walau yang sebenarnya, jantung Nara bagai diremas-remas oleh tangan yang tak kasat mata. Sakit. Sesak. Seperti ada batu besar yang mengganjal.

"Tapi aku ingin bersama kamu, Sayang," kekeh Arjuna yang memaksa Nara kembali berbalik.

"Iya, tetapi satu minggu lagi," jawab Nara dengan tersenyum manis.

Helaan napas kasar pun terdengar dari bibir Arjuna. "Nara? Maafkan Mas yang mungkin sudah melukai perasaan kamu. Mas tidak memiliki pilihan lain, dan apa yang dikatakan Mama ada benarnya. Bagaswara Group harus memiliki penerus. Mas mohon, jangan ada yang berubah di antara kita. Karena rasa yang Mas miliki, selalu hanya untukmu," ucap Arjuna terdengar tulus.

Seandainya kalimat panjang itu terucap sebelum suaminya menikah lagi, mungkin pipi Nara akan bersemu. Namun, keadaan telah berubah. Mampukah Nara mempertahankan rumah tangga yang ada selir di dalamnya?

"Iya, Mas. Aku akan berusaha. Sekarang, Mas pergilah. Kasihan Nadya," pinta Nara lagi berusaha mengulas senyum agar Arjuna tidak berat hati.

Arjuna mendekat dan menatap wajah Nara lekat. "Kenapa Mas seperti melihat luka di mata kamu? Apakah kamu baik-baik saja?" tanyanya yang membuat mata Nara berkaca-kaca. Bohong jika Nara merasa baik-baik saja setelah apa yang menimpa dirinya.

"Aku akan baik-baik saja, Mas. Mungkin, aku hanya belum terbiasa," jawab Nara berusaha bersikap se netral mungkin.

"Baiklah. Malam ini, Mas ingin meminta izin kamu untuk menggauli Nadya. Mas tidak punya pilihan lain karena dia sudah resmi menjadi istri Mas. Jika Mas mengabaikan kamu, Mas akan dzolim. Tetapi, bila Mas mengabaikan Nadya, Mas juga akan dzolim. Tolong, bimbing Mas agar menjadi imam yang adil," ucap Arjuna seraya terisak dan menekan kedua sudut matanya dengan jari.

Nara tersentuh dengan sikap sang Suami. Arjuna nya masih sama seperti dulu. Tidak ada yang berubah walau status Nara sudah menjadi istri tua.

"Iya. Kamu boleh pergi. Jangan menangis karena hari ini merupakan hari bahagiamu, Mas," jawab Nara tersenyum dengan tatapan mata teduh.

Hal itulah yang membuat Arjuna mampu jatuh cinta berkali-kali pada sosok Nara. Istrinya itu begitu penyabar dan menyejukkan. "Terima kasih, Sayang. Maafkan Mas. Mungkin, secara fisik, Mas sudah terbagi. Namun sepotong daging di dalam tubuh Mas, hanya milik kamu seorang."

...----------------...

Arjuna kembali ke hotel dengan perasaan yang lebih lega. Nara telah mengizinkan dirinya untuk menyentuh Nadya. Namun, bukan berarti Arjuna senang. Dia hanya menjalankan kewajiban sebagai seorang suami kepada istri.

Memang. Hal tersebut terdengar kejam. Namun, rasa cintanya seakan sudah habis hanya untuk Nara. Selebihnya, Arjuna hanya menjalani hidup yang tengah Tuhan suguhkan untuknya.

Ketika membuka pintu kamar, Arjuna langsung disambut oleh Nadya yang ternyata susah berganti pakaian. Arjuna menatap dari kaki hingga kepala Nadya. Jiwa laki-lakinya seperti tertantang. Namun, ketika melihat wajah teduh dan menyejukkan Nara, rasa itu lenyap seketika.

"Assalam'alaikum," sapa Arjuna lalu menutup pintu hotel pelan.

"Waalaikumsalam, Mas," jawab Nadya lalu menyalami tangan Arjuna untuk dikecup punggung tangannya.

"Bagaimana, Mas? Apakah Mbak Nara mengizinkan?" cecar Nadya langsung pada intinya. Arjuna memang berpamitan ketika akan menemui Nara. Bagaimanapun, dia tidak bisa meninggalkan istri yang baru beberapa jam halal untuknya.

Arjuna mengangguk. "Sudah aku katakan jika Nara adalah perempuan luar biasa. Dia cantik dari segala sisi. Jadi aku mohon, jangan pernah membencinya. Jadilah sahabatnya dan jangan memusuhinya," jawabnya yang justru mengeluarkan sebuah nasehat.

Nadya mengangguk dengan sebuah senyuman. "Iya, Mas. Aku akan berusaha untuk menjadi adik sekaligus sahabat Mbak Nara."

"Jadi, apakah hari ini kita akan mengarungi malam yang indah?" tanya Nadya dengan penuh binar di matanya.

Arjuna menatap Nadya sebentar, lalu mengangguk mengiyakan. Sepertinya janjinya di awal, prinsipnya harus adil.

Sedangkan di tempat lain, Nara terduduk di lantai kamar yang terasa lebih dingin dari biasanya. Di tangannya, terdapat sebuah figura berisi foto pernikahan Nara dan Arjuna.

"Se-lamat Ma-ma Az-ni. Mama sudah berhasil meng-hancurkan pernikahan ku dengan Mas Arjuna. Ma-ma ber-hasil," gumam Nara sesenggukan bila mengingat bagaimana ibu mertuanya itu secara terang-terangan mengatakan tidak suka kepada Nara.

"Apa yang Ma-ma i-ngin-kan te-lah terwu-jud."

Air mata Nara sudah tak terbendung layaknya air bah yang sudah lama tertampung. Sakit dan sesak seakan sudah tak berbentuk lagi. Di sini, Nara sedang menangis terluka. Di sana, suaminya sedang merajut rasa bersama istri keduanya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

...jangan lupa dukungannya ya. ...

...mampir juga ke karya temanku di bawah ini yuk 👇👇...

Terpopuler

Comments

Karmin

Karmin

saya sebagai lelaki juga ikut meneteskan air mata menyimak cerita Inara yg begitu kuat menghadapi ujian dan tekanan yg luar biasa 😭😭😭

2025-01-29

0

Silvi Vicka Carolina

Silvi Vicka Carolina

emng serba salah ya ....serba salah ...jadi akh juga mangkel

2025-01-31

0

Maria Magdalena Indarti

Maria Magdalena Indarti

kl saya lb baik berpisah. tak sanggup berbagi

2025-02-19

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Pernikahan kedua
2 Bab 2. Dzolim?
3 Bab 3. Mas rindu, Ra.
4 Bab 4. Nara!
5 Bab 5. Overthinking
6 Bab 6. Masih cinta
7 Bab 7. Ibadah terlama
8 Bab 8. Perdebatan
9 Bab 9. Antara adil dan tidak
10 Bab 10. Rencana Arjuna
11 Bab 11. Tiba waktunya bersama
12 Bab 12. Saling menginginkan
13 Bab 13. Terjadi lagi
14 Bab 14. Membeli rumah baru
15 Bab 15. Pengusiran
16 Bab 16. Ayah!
17 Bab 17. Keyakinan Nara
18 Bab 18. Tak tergapai
19 Bab 19. Mengulang kenangan
20 Bab 20. Apakah Mas mencintaiku?
21 Bab 21. Upnormal
22 Bab 22. Interview
23 Bab 23. Bidadari tak bersayap
24 Bab 24. Perempuan?
25 Bab 25. Pulang?
26 Bab 26. Perkara Dissa
27 Bab 27. Bertukar cerita
28 Bab 28. Beta?
29 Bab 29. Menuju jalan kebenaran
30 Bab 30. Trouble maker
31 Bab 31. Apa salahku?
32 Bab 32. Khawatir?
33 Bab 33. Nadya bertingkah lagi
34 Bab 34. Akhirnya terjadi
35 Bab 35. Kemarahan Nara
36 Bab 36. Episode terbaik
37 Bab 37. Membara
38 Bab 38. Balasan
39 Bab 39. Banyak hal baik
40 Bab 40. MAS PRAS
41 Bab 41. Tersentil
42 Bab 42. Lamaran Pras
43 43. Pov Pras-Beta
44 Bab 44. Tersenyum-senyum
45 Bab 45. Kemarahan Nara
46 Bab 46. Pilihan untuk pergi
47 Bab 47. Saran Dissa
48 Bab 48. Perceraian
49 Bab 49. Hantu?
50 Bab 50. Sudah berakhir
51 Bab 51. Jatuhnya talak
52 Bab 52.Mulai terlihat
53 Bab 53. Membahas kasus
54 Bab 54. Bertemu
55 Bab 55. Penyesalan Bu Azni
56 Bab 56. Arjuna dengan cintanya
57 Bab 57. Sidang mediasi
58 Bab 58. Terapi lagu
59 Bab 59. Melahirkan?
60 Bab 60. Operasi caesar
61 Bab 61. Sama-sama kehilangan
62 Bab 62. Tiga tahun kemudian
63 Bab 63. Atok!
64 Bab 64. Tidak ada masa tenggang
65 Bab 65. Dipertemukan kembali
66 Bab 66. Anak Mas cantik
67 Bab 67. Dugaan Arjuna
68 Bab 68. Gerak cepat
69 Bab 69. Kenapa?
70 Bab 70. Saling sayang
71 Bab 71. Mengunjungi Nadya
72 Bab 72. Mungkin lupa
73 Bab 73. NADYA!
74 Bab 74. Turut berduka cita
75 Bab 75. The wedding
76 Bab 76. Hadiah dari Arjuna
77 Bab 77. Boleh sekarang
78 Bab 78. Suasana pengantin baru
79 Bab 79. Main lagi yuk!
80 Bab 80. Membesarkan Raden
81 Bab 81. Tebakan Beta
82 Bab 82. Positif
83 Bab 83. Bukan sebuah akhir
84 Sayap Cinta Yang Patah by ika oktafiana
85 Novel horror Ummu Sibyan by Ika Oktafiana
86 Balas Dendam Putra Terbuang by ika oktafiana
Episodes

Updated 86 Episodes

1
Bab 1. Pernikahan kedua
2
Bab 2. Dzolim?
3
Bab 3. Mas rindu, Ra.
4
Bab 4. Nara!
5
Bab 5. Overthinking
6
Bab 6. Masih cinta
7
Bab 7. Ibadah terlama
8
Bab 8. Perdebatan
9
Bab 9. Antara adil dan tidak
10
Bab 10. Rencana Arjuna
11
Bab 11. Tiba waktunya bersama
12
Bab 12. Saling menginginkan
13
Bab 13. Terjadi lagi
14
Bab 14. Membeli rumah baru
15
Bab 15. Pengusiran
16
Bab 16. Ayah!
17
Bab 17. Keyakinan Nara
18
Bab 18. Tak tergapai
19
Bab 19. Mengulang kenangan
20
Bab 20. Apakah Mas mencintaiku?
21
Bab 21. Upnormal
22
Bab 22. Interview
23
Bab 23. Bidadari tak bersayap
24
Bab 24. Perempuan?
25
Bab 25. Pulang?
26
Bab 26. Perkara Dissa
27
Bab 27. Bertukar cerita
28
Bab 28. Beta?
29
Bab 29. Menuju jalan kebenaran
30
Bab 30. Trouble maker
31
Bab 31. Apa salahku?
32
Bab 32. Khawatir?
33
Bab 33. Nadya bertingkah lagi
34
Bab 34. Akhirnya terjadi
35
Bab 35. Kemarahan Nara
36
Bab 36. Episode terbaik
37
Bab 37. Membara
38
Bab 38. Balasan
39
Bab 39. Banyak hal baik
40
Bab 40. MAS PRAS
41
Bab 41. Tersentil
42
Bab 42. Lamaran Pras
43
43. Pov Pras-Beta
44
Bab 44. Tersenyum-senyum
45
Bab 45. Kemarahan Nara
46
Bab 46. Pilihan untuk pergi
47
Bab 47. Saran Dissa
48
Bab 48. Perceraian
49
Bab 49. Hantu?
50
Bab 50. Sudah berakhir
51
Bab 51. Jatuhnya talak
52
Bab 52.Mulai terlihat
53
Bab 53. Membahas kasus
54
Bab 54. Bertemu
55
Bab 55. Penyesalan Bu Azni
56
Bab 56. Arjuna dengan cintanya
57
Bab 57. Sidang mediasi
58
Bab 58. Terapi lagu
59
Bab 59. Melahirkan?
60
Bab 60. Operasi caesar
61
Bab 61. Sama-sama kehilangan
62
Bab 62. Tiga tahun kemudian
63
Bab 63. Atok!
64
Bab 64. Tidak ada masa tenggang
65
Bab 65. Dipertemukan kembali
66
Bab 66. Anak Mas cantik
67
Bab 67. Dugaan Arjuna
68
Bab 68. Gerak cepat
69
Bab 69. Kenapa?
70
Bab 70. Saling sayang
71
Bab 71. Mengunjungi Nadya
72
Bab 72. Mungkin lupa
73
Bab 73. NADYA!
74
Bab 74. Turut berduka cita
75
Bab 75. The wedding
76
Bab 76. Hadiah dari Arjuna
77
Bab 77. Boleh sekarang
78
Bab 78. Suasana pengantin baru
79
Bab 79. Main lagi yuk!
80
Bab 80. Membesarkan Raden
81
Bab 81. Tebakan Beta
82
Bab 82. Positif
83
Bab 83. Bukan sebuah akhir
84
Sayap Cinta Yang Patah by ika oktafiana
85
Novel horror Ummu Sibyan by Ika Oktafiana
86
Balas Dendam Putra Terbuang by ika oktafiana

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!