#19 Peninjauan Wilayah (Undangan Gwinia)

"Saya tidak ingin berangkat."

Yanneta memilih diam.

"Saya pasti akan merindukan Yanneta."

"Saya juga." Jawab Yanneta.

Lionel menghela nafas dalam-dalam. Mereka duduk bersebelahan dengan bergandengan tangan. Seolah tidak ingin pisah.

"Tapi Lionel harus pergi bukan?"

Dia mengangguk. Ini adalah tugasnya sebagai komandan ksatria Zagc. Setiap tahun dia harus meninjau empat perbatasan kekaisaran. Dia pergi setiap tiga bulan sekali. Sebagai jadwal rutin dan wujud tanggung jawabanya.

"Paling lama akan memakan waktu satu minggu."

"Ah sayang sekali. Selama seminggu aku tidak bisa melihat wajah tampan ini." Desah Yanneta dalam hati.

"Saya akan mengirim surat untuk Lionel." Senyum Yanneta terbit.

Memikirkan senyum yang tidak bisa dia lihat selama satu minggu tersebut membuat Lionel sedih. Dia menyandarkan kepalanya ke pundak Yanneta.

"Kenapa Yanneta tidak menahan saya?"

"Ya?"

"Jika Yanneta mengatakan jangan pergi saya tidak akan pergi."

"Saya juga tidak ingin Lionel pergi. Tapi ini sebuah kewajiban bukan? Saya tidak ingin dianggap sebagai kekasih yang menahan Lionel."

"Yanneta bisa melakukan apapun yang diinginkan."

"Itukah yang Lionel inginkan?"

Sontak Lionel menegakkan tubuhnya.

"Sungguh?" Serunya.

Yanneta menggeleng. Dia mengelus rambut Lionel yang sedikit berantakan.

"Lionel punya banyak tanggung jawab. Jangan hanya karena saya Lionel tidak pergi. Saya akan menunggu anda pulang."

Yanneta mengangkat tubuhnya sedikit kemudian mencium bibirnya singkat.

"*Ya Tuhan!" Jantung Yanneta berdetak tak karuan.

"Aku pasti sudah gila!" Teriaknya dalam hati*.

Dia hanya ingin menenangkan Lionel yang merajuk tapi tindakan impulsifnya mengejutkannya sendiri. Meskipun sekilas ini adalah ciuman pertama mereka.

Memperhatikan reaksi Lionel yang datar Yanneta menyesal. Sekarang di kepala Lionel dia pasti dinilai yang tidak-tidak.

Yanneta hendak meminta maaf namun bibirnya segera diserang balik.

Lionel menarik tubuhnya dan merapatkan jarak sebelumnya. Tangannya memegang belakang kepala Yanneta. Dengan agresifnya dia menelan seluruh bibir Yanneta.

Mengejar setiap pergerakan lidahnya yang melarikan diri. Suara lidah yang terjalin menggema di dalam kereta. Tanpa mereka sadari, kereta telah berhenti dan oranh yang berada di luar menunggu pintu dibuka.

Yanneta menutup matanya. Sensasi kesemutan menyebar ke seluruh tubuhnya. Dia bersandar pada Lionel agar tidak jatuh. Ini adalah ciuman pertama mereka setelah menjadi sepasang kekasih.

Ciumannya ganas dan penuh gairah. Yanneta ditekan sampai kehabisan nafas. Saat dia hampir saja pingsan, sebuah ketuka menginterupsi.

Tok tok.

"Yang Mulia. Apakah anda di dalam?"

Lionel terpaksa melepas ciumannya. Dia mengusap bibir Yanneta yang berantakan kemudian menjawab.

"Jangan masuk. Tunggu sampai kami keluar."

"Baik Yang Mulia."

Tatapan mereka bertemu. Yanneta terengah-engah dan pandangannya kabur. Bibirnya yang diwarnai merah badah oleh air liur.

"Yanneta membuat saya semakin tidak ingin pergi."

Tiba-tiba Lionel menariknya kemudian memeluknya erat-erat.

Aroma maskulin langsung tercium. Aroma parfum dan bau tubuh bercampur menjadi satu. Tanpa sadar Yanneta menjadi akrab dengan bau ini saat Lionel memeluknya.

Yanneta membalas dengan melingkarkan tangannya ke leher Lionel. Dia juga tidak ingin berpisah. Dia ingin terus dicintai seperti ini.

Hidupnya yang dulu sulit mengingatkannya akan perhatian seseorang yang sangat peduli padanya. Dia yang tidak pernah merasakan perhatian tumbuh menjadi serakah. Yanneta takut. Namun dia tidak ingin melewatkan kesempatan ini meskipun dia tahu jika akhirnya dialah yang akan menderita.

Menderita karena harus mengingat semua ini saat Lionel telah meninggalkannya.

Yanneta menahan tangisnya.

"Seseorang mungkin menunggu kita di luar." Yanenta pengalihkan perhatiannya.

"Sebentar saja." Lionel masih tidak ingin melepas pelukannya. Dia ingin sedikit lebih lama bersama Yanneta.

Yanneta tetap diam.

"Saat saya pergi Yanneta bisa bermain dengan teman-teman Yanneta. Atau mungkin Yanneta ingin melakukan sesuatu?" Akhirnya Lionel melepaskan pelukannya.

"Saya ingin mengunjungi perpustakaan Soveil. Apakah boleh?"

"Tentu saja. Semua milik saya adalah milik Yanneta."

Mata Yanneta bergetar. Dia benar-benar tidak ingin melepaskan orang ini.

"Terima kasih."

"Fabian akan menemani Yanneta. Yanneta bisa datang kapanpun Yanneta inginkan. Soveil terbuka untuk Yanneta." Senyum paling indah tersungging di bibir Lionel.

Hati Yanneta terasa perih. Sejak kapan dia begitu emosional saat melihat senyumnya. Padahal dia terus mengingatkan dirinya untuk tetap waspada. Dia hanyalah kekasih sementara sang Duke.

Jangan sampai terhanyut.

Yanneta mengangguk pelan.

"Yang Mulia apakah terjadi sesuatu?" Suara itu kembali menginterupsi.

"Tidak. Kami akan segera keluar."

Lionel membuka pintu dan keluar lebih dulu.

"Anda sudah kembali Yang Mulia, wakil komandan telah menunggu anda." Fabian menghampiri lebih dulu.

Kehadiran mereka tidak begitu dipedulikan karena dia sibuk membantu Yanneta turun dari kereta.

"Kapan datang?"

"Beberapa saat lalu Yang Mulia."

Mata Lionel menyapu sekilas. Ada dua orang yang berdiri tak jauh dari mereka. Tatapannya dingin dan kesal. Dia sudah bilang untuk menundanya hingga malam tapi mereka tidak mendengarkan.

"Dean Kalios." Panggil Lionel.

Bukan hanya Dean yang terkejut tapi juga Yanneta. Dia tidak asing dengan nama itu. Karena penasaran Yanneta mengintip dari balik pundak Lionel.

"Saya Yang Mulia." Orang yang bernama Dean lari mendekat.

Dean Kalios, namanya beberapa kali disebut di dalam cerita. Dia juga orang yang sangat royal pada Soveil. Meskipun ksatria Zagc, dia ada dipihak Lionel. Saat pecah perselisihan Verdian dan Lionel, dia menjadi pendukung kuat Soveil.

Ternyata Dean juga cukup tampan. Tingginya hampir menyamai Lionel. Rambutnya berwarna coklat dan matanya abu terang. Persis seperti apa yang tertulis di Red Rose Tragedy. Pembawaannya mantap. Dean di mata Yanneta adalah teman yang manis.

Dia adalah teman Lionel saat di akademi. Lionel banyak membantu keluarganya yang hanya seorang bangsawan kampung. Maka tidak diragukan lagi darimana datangnya kesetiaan itu.

Senang rasanya bisa bertemu dengan tokoh-tokoh lain. Yanneta diam-diam mengangkat senyumnya.

"Aku akan memberimu beberapa menit saja."

"Yang Mulia!" Teriak Dean.

Yanneta yang berada di samping Lionel terkejut. Baru kali ini dia melihat orang yang dengan santai memperlakukan Lionel.

"Ah! Maaf jika Lady terkejut." Dean cepat tanggap.

"Perkenalkan saya Dean Kalios, wakil komandan ksatria Zagc dan sekaligus teman kekasih anda."

Mata Yanneta membulat.

"Lady tidak perlu terkejut. Orang ini telah membual tentang anda hampir setiap hari." Lanjutnya.

Sebagai wakil, intensitas pertemuan Dean dengan Lionel cukup sering. Setiap kali mereka harus mendiskusikan sesuatu, bibir Lionel tidak bisa tenang jika tidak menyebut nama Yanneta. Dari situlah Dean tahu siapa itu Yanneta Rainhart.

Desas-desus pesta kedewasaan Putri Gwinia juga mengalir bagai air. Jadi di seluruh Nachtion siapa yang tidak tahu Lady Yanneta Rainhart. Kekasih Duke Soveil yang membuat banyak orang iri. Wanita yang mampu menghancurkan harapan mereka untuk dekat dengan Duke Soveil.

Dia cantik seperti apa yang dikatakan rumor. Kulitnya sangat putih dan tubuhnya ramping. Rambut emas pucatnya menambah kesan anggunnya. Fiturnya yang halus membangkitkan jiwa pelindung para pria. Tidak heran jika para bangsawan yang bergosip membual.

"*Duke tidak mau jauh sedetikpun dari kekasihnya. Dia selalu menjaganya seolah-olah Lady itu akan terluka kapanpun."

"Tatapan Duke penuh dengan madu kasih sayang. Beruntung sekali wanita itu*."

Dean memang tidak hadir langsung dalam acara. Namun dia suka mendengar rumor yang beredar.

"Saya tidak. Silahkan selesaikan keperluan anda. Tidak perlu terganggu dengan adanya saya. Perkenalkan saya Yanneta Rainhart. Senang bertemu dengan anda Sir Dean." Respon Yanneta halus.

"Saya akan menunggu Lionel di dalam. Kapan anda akan pergi?" Lanjutnya.

"Besok pagi." Jawab Lionel kesal.

"Bagaimana kalau makan malam? Saya ingin makan malam bersama Lionel."

"Maukah Yanneta menunggu saya?"

"Tentu saja. Sepertinya sangat mendesak. Lionel bisa pergi." Yanneta tersenyum hangat.

Dean diam-diam mengamati percakapan sepasang kekasih itu. Dia sempat terkejut saat Lionel yang begitu lembut memperlakukan Yanneta. Berbeda ketika dia berada di tempat pelatihan ksatria. Orang lain tidak akan percaya dengan sisi lembutnya ini.

"Akan saya selesaikan dengan cepat. Yanneta silahkan menunggu dengan nyaman."

Yanneta mengangguk.

Lionel segara memperlebar langkahnya. Dean segera mengkuti sebelum pamit undur diri pada Yanneta.

"Anda ingin minum teh Lady?"

"Tidak. Bisakah Fabian membuatkan saya kopi?"

"Tentu."

Hari ini berakhir dengan kepergian Lionel ke perbatasan. Agenda rutin untuk peninjauan.

*

"Nona ada surat dari istana datang." Marta menginterupsi lamunan Yanneta.

Hari ini tepat satu minggu Lionel pergi.

Perbatasan utara mengalami kerusakan yang parah karena berbatasan langsung dengan negeri lain yang sejak lama bermusuhan dengan Zagc.

Kemarin Lionel mengirim surat jika kepulangannya tertunda. Yanneta tidak bisa tidak khawatir. Wilayah utara adalah negeri orang bar-bar yang mengancam kapan saja.

Penguasa wilayah utara Marquess Zavilion, adalah wilayah dengan kekuatan militer yang setara dengan Zagc karena dia adalah wilayah terdekat dengan bar-bar.

Peninjauan kali ini lebih berat karena orang bar-bar sangat agresif menerobos pertahanan Zavilion.

"Dari istana?"

"Ya nona, Putri Gwinia mengundang anda secara pribadi untuk menghadiri pesta teh pertamanya."

Marta meletakkan sepucut undangan dengan stempel kekaisaran.

Cukup berani. Seorang putri yang bukan pewaris menggunakan stempel kekaisaran.

Ada yang tidak beres. Kecurigaan Yanneta semakin meruncing.

Bersambung...

FYI

Zagc terdiri dari 4 wilayah :

Soveil di Selatan

Zavilion di Utara

Rowvata di Barat

Vexia di Timur

Bisa membaca kisah pembentukan Zagc di #6 Lady Rainhart.

Terpopuler

Comments

Titis Setiyowatiu7

Titis Setiyowatiu7

ayo yanetta bbls putri itu

2023-05-24

2

sowon

sowon

ayo yanetta gunakan pengetahuan mu di dunia modern untuk mengobrak Abrik kekaisaran 🤭

2023-05-24

2

lihat semua
Episodes
1 #1 Dunia Novel (Masuk ke Dunia Lain)
2 #2 Pesta Bangsawan (Pesta Putra Mahkota)
3 #3 Duke Soveil (Serangan Kutukan)
4 #4 Belati Hell (Rahasia Duke Soveil)
5 #5 Kutukan (Tentang Hell)
6 #6 Lady Rainhart (Wanita Misterius)
7 #7 Sebuah Undangan (Surat yang Ditolak)
8 #8 Ceroboh (Lidah yang Tergelincir)
9 #9 Sabtu Emas (Sebuah Paksaan)
10 #10 Zagc (Tamu Tak Diundang)
11 #11 Mantra Hell (Siapa yang Mengucapnya?)
12 #12 Apa yang Terjadi? (Setelah Serangan Kutukan)
13 #13 Menyatakan Perasaan (Pernyataan Balasan)
14 #14 Ibu Kota Nachtion (Kencan Pertama)
15 #15 Gwinia (Princess of Zagc)
16 #16 Pesta (Teman Tak Terduga)
17 #17 Serangan Lagi? (Love Potion)
18 #18 Sihir Hitam (Fakta Mengejutkan)
19 #19 Peninjauan Wilayah (Undangan Gwinia)
20 #20 Tea Party (Her Trap)
21 #21 Dimana? (Help Me!)
22 Pengumuman
23 #22 Perasaan (Tak Mampu Melepaskan)
24 #23 Merasa Dicintai (Kesalahan Manis)
25 #24 Menguak Misteri (Penyihir Hitam Gwinia)
26 #25 Ceritanya Mulai Salah (Verdian Zagc)
27 #26 Mencari Kebenaran (Dunia Paralel)
28 #27 Melihat Masa Depan (Tentang Verdian)
29 #28 Illusion (Berharap Selamanya)
30 #29 Badai (Count Rainhart)
31 #30 Bday Party (Pertemuan Tokoh Utama)
32 #31 Kekacauan (Tragedi Sihir Hitam)
33 #32 Memulai Kembali (Setelah Tragedi)
34 #33 Mencarimu (Yanneta Rainhart)
35 #34 Tiba di Ibu Kota (Mengunjungi Nachtion)
36 #35 Apakah Itu Kamu? (Tertampar Kenyataan)
37 #36 Finally (Menemukanmu)
38 #37 Jangan Pergi Lagi (Isi Hati Lionel)
39 #38 Mengakhiri Kesalahpahaman (END)
40 #1 Masa Depan Zagc (Extra Story)
41 #2 Balada Menara Zonix (Extra Story)
42 #3 The Greatest Soveil (Extra Story) (Fin)
43 EPILOG
Episodes

Updated 43 Episodes

1
#1 Dunia Novel (Masuk ke Dunia Lain)
2
#2 Pesta Bangsawan (Pesta Putra Mahkota)
3
#3 Duke Soveil (Serangan Kutukan)
4
#4 Belati Hell (Rahasia Duke Soveil)
5
#5 Kutukan (Tentang Hell)
6
#6 Lady Rainhart (Wanita Misterius)
7
#7 Sebuah Undangan (Surat yang Ditolak)
8
#8 Ceroboh (Lidah yang Tergelincir)
9
#9 Sabtu Emas (Sebuah Paksaan)
10
#10 Zagc (Tamu Tak Diundang)
11
#11 Mantra Hell (Siapa yang Mengucapnya?)
12
#12 Apa yang Terjadi? (Setelah Serangan Kutukan)
13
#13 Menyatakan Perasaan (Pernyataan Balasan)
14
#14 Ibu Kota Nachtion (Kencan Pertama)
15
#15 Gwinia (Princess of Zagc)
16
#16 Pesta (Teman Tak Terduga)
17
#17 Serangan Lagi? (Love Potion)
18
#18 Sihir Hitam (Fakta Mengejutkan)
19
#19 Peninjauan Wilayah (Undangan Gwinia)
20
#20 Tea Party (Her Trap)
21
#21 Dimana? (Help Me!)
22
Pengumuman
23
#22 Perasaan (Tak Mampu Melepaskan)
24
#23 Merasa Dicintai (Kesalahan Manis)
25
#24 Menguak Misteri (Penyihir Hitam Gwinia)
26
#25 Ceritanya Mulai Salah (Verdian Zagc)
27
#26 Mencari Kebenaran (Dunia Paralel)
28
#27 Melihat Masa Depan (Tentang Verdian)
29
#28 Illusion (Berharap Selamanya)
30
#29 Badai (Count Rainhart)
31
#30 Bday Party (Pertemuan Tokoh Utama)
32
#31 Kekacauan (Tragedi Sihir Hitam)
33
#32 Memulai Kembali (Setelah Tragedi)
34
#33 Mencarimu (Yanneta Rainhart)
35
#34 Tiba di Ibu Kota (Mengunjungi Nachtion)
36
#35 Apakah Itu Kamu? (Tertampar Kenyataan)
37
#36 Finally (Menemukanmu)
38
#37 Jangan Pergi Lagi (Isi Hati Lionel)
39
#38 Mengakhiri Kesalahpahaman (END)
40
#1 Masa Depan Zagc (Extra Story)
41
#2 Balada Menara Zonix (Extra Story)
42
#3 The Greatest Soveil (Extra Story) (Fin)
43
EPILOG

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!