#8 Ceroboh (Lidah yang Tergelincir)

"Sesuai dugaan, Lady tahu banyak tentang saya."

Yanneta yang baru saja duduk pura-pura terkejut. Dia menutup mulutnya dengan kedua tangannya kemudian berseru.

"Begitukah Yang Mulia? Maaf akan kecerobohan saya." Ucap Yanneta dengan suara yang dibuat-buat.

"Tidak sembarang orang yang memanggilku seperti itu."

"Ah.." Yanneta menganggu kecil seraya melipat kedua tangannya dipangkuan. Duduk dengan anggun dan santai seperti tidak terjadi apa-apa.

Ya benar dia melempar provokasi. Dia kesal dan marah. Hidupnya diusik oleh Lionel sesuka hati. Maka hari ini ingin membalasnya.

"Rasakan!" Pekiknya.

Lionel sangat tidak suka jika ada orang yang memangginya Matahari Kedua. Meskipun banyak yang memanggilnya seperti itu jauh di dalam lubuk hatinya dia tidak suka.

Alasan dia tidak suka adalah fakta bahwa dia dihubungkan dengan keluarga kekaisaran membuatnya kesal. Kutukan datang dari mereka, praktis mereka adalah musuh. Lagipula Putra Mahkota Verdian Zagc tidak ada apa-apanya dibanding dirinya.

Jadi Yanneta melempar belati tepat sasaran.

Di mata Lionel, Yanneta seperti mengatakan "Anda adalah orang kedua di Zagc."

"Kalau boleh tahu apa yang membawa anda jauh-jauh datang dari mansion Soveil yang tiada tara ke mansion yang tidak berharga ini Yang Mulia?" Yanneta memiringkan sedikit kepalanya dan masih tersenyum.

"Saya dan Yang Mulia bukanlah teman dekat bukan?" Tambahnya dengan senyum semakin lebar.

Udara di ruang tamu mendadak hampa. Seperti terfokus pada dua orang di tengah. Para pelayan yang sejak awal kehilangan nyawanya menjadi pucat pasi. Siapa yang tidak tahu jika Lady mereka melemparkan kata-kata tajam pada Duke Soveil.

Fabian yang berdiri di belakang Lionel memasang wajah datar. Namun di dalam hatinya, dia terkejut. Informasi yang dia dapat bahwa Lady Rainhart adalah orang yang bodoh salah besar.

Wanita yang baru dua kali dia temui bukanlah orang yang kehilangan dirinya. Wanita itu punya aura yang beda. Dia entah kenapa sangat beretiket. Kata-kata yang keluar dari mulutnya juga tertata. Kecenderungan orang yang tertutup adalah dia mudah gugup.

Tapi Lady Rainhart tidak. Dia bisa menanganinya dengan baik. Satu hal yang pasti, dia tidak takut pada Duke.

"Lady benar. Kita memang tidak dekat, tapi kalau sekarang saya mencoba untuk dekat dengan Lady apakah tidak boleh?"

Pupil mata Yanneta bergetar. Dia tetap tersenyum meskipun tertohok.

Jika didengar orang lain dia pasti akan disalah pahami, ucapan Lionel seperti memintanya untuk berteman.

Duke Soveil yang tidak tertarik dengan wanita tiba-tiba mendatangi rumah seorang wanita dan mengajaknya menjadi dekat, ini rumor. Rumor yang akan mengguncang dunia sosial. Yanneta bergidik ngeri. Dia bisa membayangkan tatapan menusuk yang akan di dapat.

"Apakah saya ditolak?"

Makjleb.

Semua orang diruangan membeku. Bahkan beberapa pelayan sudah berkeringat dingin.

"Saya bukanlah orang yang tepat. Suatu saat Yang Mulia akan menemukannya." Jawab Yanneta acuh.

Memang iya kan, tidak kurang dari dua bulan lagi Lionel akan bertemu dengan Rose Attlier dan jatuh cinta.

Lionel mengerutkan dahinya kemudian menimpali.

"Lady seperti tahu lebih banyak."

Yanneta menggeleng.

"Apakah itu saja yang ingin anda sampaikan pada saya? Jika tidak ada yang lain saya persilahkan Yang Mulia kembali karena hari-hari ini saya kurang sehat dan butuh istirahat." Usir Yanneta secara halus.

Sebelum dia sakit kepala lebih parah dia ingin mengusir Lionel secepatnya.

"Saya ingin mengundang Lady untuk mengunjungi mansion Soveil."

Lionel meletakkan sebuah undangan berwarna kuning emas di atas meja. Lambang Soveil tercetak sangat berani.

"Sepertinya saya tidak bisa datang."

"Apakah anda sakit?"

Yanneta mengangguk kecil.

Lionel tersenyum alih-alih menjawab.

"Maaf akan kekurangan saya Yang Mulia." Lanjut Yanneta. Sekeras mungkin untuk menolak.

"Fabian."

"Saya disini Yang Mulia."

"Apa yang dilakukan Byos sekarang?"

Fabian bingung.

Yanneta tak kalah bingung. Namun dia segera sadar kemudia bereaksi.

"Saya baik-baik saja Yang Mulia. Dokter keluarga Count telah memberikan perawatan yang baik."

"Lagi-lagi Lady tahu lebih banyak."

Tanggapan Lionel lebih mengejutkan.

Yanneta akhirnya sadar. Dia spontan menjawab. Byos Tatiha sering disebut dalam Red Rose Tragedy. Dia adalah dokter keluarga Soveil. Dokter yang sangat kompeten.

Yanneta memutar otaknya. Mulutnya sulit sekali dikendalikan. Bagaimana tidak, cerita Red Rose Tragedy seperti ceritanya sendiri. Dia tahu banyak jika itu menyangkut Lionel. Ingat bahwa favortinya adalah Lionel Soveil.

Dia memilih diam. Yanneta tidak akan membuka mulutnya lagi. Bisa-bisa dia membongkar tentang dirinya sendiri.

"Lady.." Ucap Lionel seraya berdiri. Merapikan jasnya kemudian melangkah mendekati Yanneta.

Lionel merendahkan tubuhnya kemudian berbisik.

"Sepertinya ada terlalu banyak orang untuk pembicaraan ini. Saya akan mengirimkan kereta kuda besok pagi. Saya harap anda tidak menolak saya lagi. Ada banyak hal yang harus kita bicarakan bukan?"

"Apa?" Refleks Yanneta.

"Saya mengundang anda untuk hadir di acara Sabtu Emas. Sampai bertemu besok Lady."

Alih-alih tangan, Lionel mengangkat sedikit rambut Yanneta kemudian menciumnya. Salah satu etiket bangsawan adalah mencium tangan wanita sebagai tanda hormat. Tapi Lionel berbeda.

Rambut keemasan pucat entah kenapa menggelitiknya. Sejak Yanneta datang dia tidak bisa mengalihkan pandangannya. Segela gerak geriknya menyihir. Perubahan emosi hingga ucapannya menarik. Lionel hampir tidak bisa menahan bibirnya untuk tersenyum.

Jelas dia tahu wanita itu menyembunyikan sesuatu darinya. Berbeda dengan biasanya, anehnya Lionel tidak mau memaksanya untuk mengatakannya. Tidak seperti dirinya yang mudah kesal. Respon Yanneta menyegarkan baginya. Seolah dia ingin terus menggodanya dan melihat reaksinya.

Menyenangkan.

Dan rasa ini sungguh asing. Lionel belum pernah merasakannya. Jadi dia ketagihan. Alasan utama untuk meminta maaf atas perlakuannya tempo hari sudah menghilang ditiup angin.

"Fabian, persiapkan kereta kuda terbaik untuk menjumput Lady Rainhart besok pagi."

"Baik Tuan."

*

"Aduh mati aku." Yanneta mondar mandir.

Marta yang melihatnya tetap tenang.

"Gila! Gila! Gila! Lionel pasti curiga lagi! Argh!" Umpatnya dalam hati.

"Nona anda bisa pusing. Duduklah. Adakah yang bisa saya bantu?"

Yanneta menggeleng lemah.

"'Marta bisa pergi. Aku ingin istirahat."

"Baik nona."

Begitu Marta menutup pintu tubuh Yanneta meluruh ke lantai.

Untung Marta lebih pengertian. Dia tetap diam meskipun menyaksikan semuanya. Dia juga tidak membahas tentang Lionel.

"Ceroboh. Ceroboh. Yanneta kamu ceroboh!" Teriak Yanneta.

"Bagaimana ini?"

Yanneta hampir menangis. Besok Lionel sudah pasti akan menginterogasinya. Pertama tentang belati Hell, dan sekarang adalah Byos Tatiha, dokter keluarga Duke Soveil.

"Besok aku bisa tiba-tiba membatalkannya bukan? Lagipula aku bisa beralasan sakit. Ayo hindari Lionel sebanyak mungkin." Yanneta akhirnya mendapatkan ketenangannya.

Dia bangun. Membersihkan gaunnya kemudian naik ke tempay tidur. Selimut adalah benda favoritnya sekarang. Sepertinya dia punya dengan pada tidur. Entah kenapa di kehidupan Yanneta sekarang dia lebih suka untuk tidur.

Namun keinginannya tidak sesuai dengan harapan. Sebelum matahari terbit mansion telah dihebohkan dengan kedatangan kereta kuda super mewah dan satu kompi pasukan pengawal.

Yanneta yang diguncang oleh Marta bangun dan tidak bisa berkata-kata.

Kalau seperti ini dia tidak bisa melarikan diri lagi.

Bersambung..

Terpopuler

Comments

Retno Isma

Retno Isma

pasrah aja pasrah dah....

2024-11-27

0

👑Lian Siyue👑

👑Lian Siyue👑

lucu amat lu yanneta dikejar-kejar babang duke tamvaan malah bikin keder ya😂😂

2023-07-15

4

Monica Haan

Monica Haan

gila... cerita ini sangat sangat sangat keren❤️🫶💘😍🤩👍👍👍

2023-07-03

1

lihat semua
Episodes
1 #1 Dunia Novel (Masuk ke Dunia Lain)
2 #2 Pesta Bangsawan (Pesta Putra Mahkota)
3 #3 Duke Soveil (Serangan Kutukan)
4 #4 Belati Hell (Rahasia Duke Soveil)
5 #5 Kutukan (Tentang Hell)
6 #6 Lady Rainhart (Wanita Misterius)
7 #7 Sebuah Undangan (Surat yang Ditolak)
8 #8 Ceroboh (Lidah yang Tergelincir)
9 #9 Sabtu Emas (Sebuah Paksaan)
10 #10 Zagc (Tamu Tak Diundang)
11 #11 Mantra Hell (Siapa yang Mengucapnya?)
12 #12 Apa yang Terjadi? (Setelah Serangan Kutukan)
13 #13 Menyatakan Perasaan (Pernyataan Balasan)
14 #14 Ibu Kota Nachtion (Kencan Pertama)
15 #15 Gwinia (Princess of Zagc)
16 #16 Pesta (Teman Tak Terduga)
17 #17 Serangan Lagi? (Love Potion)
18 #18 Sihir Hitam (Fakta Mengejutkan)
19 #19 Peninjauan Wilayah (Undangan Gwinia)
20 #20 Tea Party (Her Trap)
21 #21 Dimana? (Help Me!)
22 Pengumuman
23 #22 Perasaan (Tak Mampu Melepaskan)
24 #23 Merasa Dicintai (Kesalahan Manis)
25 #24 Menguak Misteri (Penyihir Hitam Gwinia)
26 #25 Ceritanya Mulai Salah (Verdian Zagc)
27 #26 Mencari Kebenaran (Dunia Paralel)
28 #27 Melihat Masa Depan (Tentang Verdian)
29 #28 Illusion (Berharap Selamanya)
30 #29 Badai (Count Rainhart)
31 #30 Bday Party (Pertemuan Tokoh Utama)
32 #31 Kekacauan (Tragedi Sihir Hitam)
33 #32 Memulai Kembali (Setelah Tragedi)
34 #33 Mencarimu (Yanneta Rainhart)
35 #34 Tiba di Ibu Kota (Mengunjungi Nachtion)
36 #35 Apakah Itu Kamu? (Tertampar Kenyataan)
37 #36 Finally (Menemukanmu)
38 #37 Jangan Pergi Lagi (Isi Hati Lionel)
39 #38 Mengakhiri Kesalahpahaman (END)
40 #1 Masa Depan Zagc (Extra Story)
41 #2 Balada Menara Zonix (Extra Story)
42 #3 The Greatest Soveil (Extra Story) (Fin)
43 EPILOG
Episodes

Updated 43 Episodes

1
#1 Dunia Novel (Masuk ke Dunia Lain)
2
#2 Pesta Bangsawan (Pesta Putra Mahkota)
3
#3 Duke Soveil (Serangan Kutukan)
4
#4 Belati Hell (Rahasia Duke Soveil)
5
#5 Kutukan (Tentang Hell)
6
#6 Lady Rainhart (Wanita Misterius)
7
#7 Sebuah Undangan (Surat yang Ditolak)
8
#8 Ceroboh (Lidah yang Tergelincir)
9
#9 Sabtu Emas (Sebuah Paksaan)
10
#10 Zagc (Tamu Tak Diundang)
11
#11 Mantra Hell (Siapa yang Mengucapnya?)
12
#12 Apa yang Terjadi? (Setelah Serangan Kutukan)
13
#13 Menyatakan Perasaan (Pernyataan Balasan)
14
#14 Ibu Kota Nachtion (Kencan Pertama)
15
#15 Gwinia (Princess of Zagc)
16
#16 Pesta (Teman Tak Terduga)
17
#17 Serangan Lagi? (Love Potion)
18
#18 Sihir Hitam (Fakta Mengejutkan)
19
#19 Peninjauan Wilayah (Undangan Gwinia)
20
#20 Tea Party (Her Trap)
21
#21 Dimana? (Help Me!)
22
Pengumuman
23
#22 Perasaan (Tak Mampu Melepaskan)
24
#23 Merasa Dicintai (Kesalahan Manis)
25
#24 Menguak Misteri (Penyihir Hitam Gwinia)
26
#25 Ceritanya Mulai Salah (Verdian Zagc)
27
#26 Mencari Kebenaran (Dunia Paralel)
28
#27 Melihat Masa Depan (Tentang Verdian)
29
#28 Illusion (Berharap Selamanya)
30
#29 Badai (Count Rainhart)
31
#30 Bday Party (Pertemuan Tokoh Utama)
32
#31 Kekacauan (Tragedi Sihir Hitam)
33
#32 Memulai Kembali (Setelah Tragedi)
34
#33 Mencarimu (Yanneta Rainhart)
35
#34 Tiba di Ibu Kota (Mengunjungi Nachtion)
36
#35 Apakah Itu Kamu? (Tertampar Kenyataan)
37
#36 Finally (Menemukanmu)
38
#37 Jangan Pergi Lagi (Isi Hati Lionel)
39
#38 Mengakhiri Kesalahpahaman (END)
40
#1 Masa Depan Zagc (Extra Story)
41
#2 Balada Menara Zonix (Extra Story)
42
#3 The Greatest Soveil (Extra Story) (Fin)
43
EPILOG

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!