#4 Belati Hell (Rahasia Duke Soveil)

"Sudah tiga hari sejak aku memberi perintah pada kalian, hanya menemukan satu orang saja kalian tidak bisa?" Suara Lionel menggelegar.

Di depan meja kerjanya telah berbaris Dyos, Fabian dan dua orang ksatria pengawalnya.

"Dyos!"

"Ya Yang Mulia." Jawab Dyos tegas.

"Bukankah kamu adalah penyihir paling terkenal di Zagc, tapi kenapa sekarang kamu malah mengecewakanku?"

Tidak seperti Dyos biasanya. Dia adalah penyihir paling jenius di Zagc. Kemampuannya tidak tertandingi. Tapi ini sudah tiga hari dan Dyos belum memberikan hasil apapun.

"Akan saya jelaskan sebabnya Yang Mulia."

"Tidak perlu. Waktu kalian satu hari. Jika wanita itu tidak kalian bawa ke hadapanku besok, siapkan leher kalian sebagai gantinya."

Semua orang memucat. Mereka diusir dari kantor Lionel tanpa ampun. Tersisa Fabian yang tampaknya memiliki hal yang ingin disampaikan.

"Katakan." Lionel merilekskan tubuhnya ke sandaran kursi.

"Setelah menyuap beberapa pelayan saya mendapatkan sedikit informasi Yang Mulia.

Lionel mengangguk.

"Ada beberapa nama yang kemungkinan besar wanita yang anda cari."

Lionel menyipitkan matanya.

Sebuah kertas terbentang di hadapannya. Ada dua nama tertulis dengan berani.

Lady Serena dari Marquis Whitefox.

Lady Yanneta dari Count Rainhart.

"Menurut mereka selama pesta berlangsung dua nona ini tidak terlihat setelah pesta dansa di mulai. Bahkan ada beberapa yang melihat mereka berjalan ke luar pintu belakang menuju taman."

Lionel membaca dua nama itu sengan seksama. Satu familiar dan satu tidak. Marquis Whitefox adalah pengikut setia Duke Soveil. Setidaknya dia pernah beberapa kali pernah bertemu dengan Lady Whitefox.

Sedangkan Rainhart, dia baru pertama mendengarnya.

"Count Rainhart?" Gumam Lionel.

"Count Rainhart adalah seorang pedagang Yang Mulia. Sepertinya mereka baru pindah ke Ibukota akhir tahun lalu. Count Rainhart sering bepergian ke luar negeri. Mungkin karena bangsawan baru jadi anda belum pernah mendengarnya."

Lionel kembali mengangguk.

"Selidiki mereka berdua. Kalau perlu suap beberapa pelayan mereka."

"Baik Yang Mulia."

Kantor menjadi hening lagi. Dan Lionel tidak suka. Begitu tenang dan memejamkan mata, telinganya pasti akan mendengar bisikan itu lagi dan rasa pelukan hangat yang tidak pernah dia rasakana.

Tubuh Lionel mendidih. Dia perlu menemukan wanita itu. Banyak alasan di kepalanya yang rumit. Tidak mudah diuraikan satu persatu.

Rahasia kutukan. Sentuhannay. Suaranya. Semuanya yang terjadi malam itu. Dia ingat kecuali wajahnya.

"Arggghhh! Sial!" Lionel menggedor meja.

*

"Bagaimana ini.."

Yanneta menatap belati kecil yang tergeletak di meja. Belati Hell, itulah nama belati tersebut. Belati khusus yang digunakan oleh Lionel Soveil untuk membawa obat penawar. Secara singkatnya itu adalah sebuah tipuan untuk menyembunyikannya.

Tapi benda itu sekarang ada padanya.

Malam itu sungguh kacau. Hingga dia sadar benda itu ada padanya.

Itu artinya Lionel pasti sedang mencarinya. Hanya pelayan setia Soveil yang tahu benda apa itu. Hilangnya benda itu pasti hal yang besar. Yanneta pasti dicurigai tahu tentang kutukan Hell.

Sudah tiga hari sejak benda itu ada di tangannya. Otaknya sedang tidak jalan maka dia mengurung dirinya di rumah dan tidak melakukan apapun.

Hanya masalah waktu sampai dia ditemukan oleh orang-orang Soveil. Diseret dan entah apa yang akan terjadi. Mengingat termperamen Lionel Soveil, dia jelas tidak akan baik-baik saja jika tertanggap.

"Marta.." Yanneta memanggil Marta yang berdiri tak jauh darinya.

"Silahkan berikan perintah anda nona."

"Aku ingin meminta pendapatmu."

"Silahlan nona." Marta mendekat beberapa langkah.

"Jika kamu menemukan barang yang bukan milikmu, kemudian kamu tahu siapa pemiliknya, apa yang akan kamu lakukan?" Yanneta ragu-ragu.

"Akan saya kembalikan nona. Saya bisa saja dianggap mencuri jika diam saja."

Marta benar.

Yanneta mengangguk setuju. Masuk akal. Jika tertanggap dan tidak bisa membela diri dialah yang akan menjadi pencuri dimata Lionel.

"Kalau begitu bantu aku bersiap. Sampaikan ke kusir bahwa aku akan keluar sekarang."

"Baik nona."

"Mari kita datang ke kandang singa dan berdamai. Menjelaskan sebaik mungkin kemudian mengakhirinya. Dia bukan orang yang tidak irasional. Setidaknya dia akan meminta maaf karena aku telah membantunya." Gumam Yanneta dalam hati.

Diam memang bukan pilihan. Dia akan mengembalikan belati Hell. Mengakhiri hubungan dengan baik.

"Ke mansion Soviel."

Marta jelas terlihat. Tapi dia tetap diam dan membantu Yanneta naik ke kereta kuda.

"Aku menemukan barang milik Duke di pesta ulang tahun Putra Mahkota, jadi aku bermaksud mengembalikannya. Sepertinya itu adalah barang yang penting." Jelas Yanneta sebelum Marta salah paham padanya.

Bukan keharusan sebenarnya. Namun tetap dia tak mai disalahpahami.

Marta menganggu dengan senyum kecil.

Beberapa menit kemudian kereta kuda sampai di depan gerbang mansion Duke Soveil.

"Marta tunggu saja di kereta. Aku tidak akan lama."

Yanneta mencegah Marta mengikutinya.

"Tapi nona..." Marta menyela.

"Tidak apa-apa, aku akan segera kembali. Jadi tunggu disini."

Yanneta meyakinkan Marta jika semuanya baik-baik saja padahal detak jantungnya berdebar tak karuan.

Dia ingin mengurangi resiko-resiko terburuk yang akan terjadi. Datang kesini sama saja menyerahkan diri kepada malaikat maut. Soveil Dukedom terkenal dengan keganasannya. Rumah besar dengam banyak ksatria dan pemimpinnya adalah swordmaster yang gila akan darah. Peperangan, pembatantaian dan banyam lagi.

Lalu siapa yang tidak ngeri hanya melihat kesombongan mansion paling besar di Kekasiaran Zagc ini.

Yanneta menenangkan dirinya kemudian mendorong pintu gerbang besar itu. Sepertinya terbuat dari besi berkualitas tinggi, gerbang itu berat serta kokoh.

"Aku Yanneta dari Count Rainhart meminta izin untuk bertemu Duke Soveil." Ucap Yanneta pada salah satu penjaga.

Mereka mengangguk kemudian mengantar Yanneta masuk.

Dia disambut di ruang tamu yang super besar dan mewah. Dia saja sudah takjub dengan ruang tamu di mansion Rainhart, sekarang dia ternganga dengan ruang tamu milik Soveil.

Jika dibandingkan bagai bumi dan langit.

"Selamat siang nona, saya Fabian pelayan pribadi Duke Soveil."

Mata Yanneta yang sedang menjelajahi perabot mansion diinterupsi oleh suara yang datang tiba-tiba.

"Ah, saya Yanneta dari Count Rainhart."

Fabian membungkuk untuk memberi salam.

"Yang Mulia Duke menerima izin anda dan saat ini beliau telah menunggu anda di ruang kerjanya."

"Tunggu sebentar, apakah Yang Mulia tidak bertanya?"

"Tidak nona." Jawab Fabian singkat.

Yanneta mengangguk kemudian mengikuti Fabian.

Lionel duduk di sofa dengan posisi yang santai saat pintu terbuka.

"Saya membawa nona Rainhart yang masuk Yang Mulia." Fabian mengumumkan.

"Masuklah." Suaranya cukup dalam.

Udara di ruangan seakan terhisap. Tatapan Lionel mengunci Yanneta.

"Perkenalkan saya Yanneta Rainhart Yang Mulia."

Lionel mengangguk seraya melonggarkan ikatan dasinya.

"Apakah kamu akan terus berdiri disitu?" Pertanyaan secara tidak langsung yang berarti silahkan duduk.

Yanneta ragu-ragu akhirnya duduk di seberang Lionel.

"*Gila!" Teriak Yanneta dalam hati.

"Orang ini lebih tampan dilihat lebih dekat." Lanjutnya*.

Yanneta membasahi bibirnya yang tegang. Berusaha mengatur nafas dan menguasai diri sendiri. Kakinya gemetar saking takutnya.

Fitur Lionel malam itu dan hari ini beda. Hari ini dia seperti predator yang menunggu mangsanya. Entah kenapa Yanneta bergidik ngeri.

"Maaf mengganggu waktu anda yang berharga." Yanneta basa-basi.

Lionel tak menjawab.

"Ada barang yang ingin saya kembalikan pada anda."

Dahi Lionel berkerut.

Tangan Yanneta membuka kantong sutra kemudian meletakkan belati Hell di atas meja.

Yanneta memperhatikan reaksi Lionel. Sesuai prediksi laki-laki itu tidak terkejut. Sebaliknya bibirnya terangkat membengu senyum.

Jantung Yanneta merosot. Dia sudah tahu. Laki-laki itu sudah tahu dia yang membawa belati Hell. Dia pasti sedanh menunggu waktu yang tepat untuk menangkapnya.

Sebelum semuanya menjadi kekacauan, Yanneta perlu menjelaskan semuanya.

"Akan saya jelaskan Yang Mulia. Saya khawatir anda salah paham." Yanneta menggenggam tangannya yang gemetar.

"Lady Rainhart. Anda terlambat, aku sudah salah paham."

Ceguk.

Suara Yanneta yang terkejut memecah kesunyian.

Bersambung...

Terpopuler

Comments

Retno Isma

Retno Isma

kalo sy sih mau mau aja disalah pahamin.... 🤣🤣

2024-11-27

0

Narimah Ahmad

Narimah Ahmad

sampai part ini aku seperti manahan nafas Aje 😱

2023-06-18

3

FJ56

FJ56

kok aku yang dag dig dog yaaa😂

2023-05-26

2

lihat semua
Episodes
1 #1 Dunia Novel (Masuk ke Dunia Lain)
2 #2 Pesta Bangsawan (Pesta Putra Mahkota)
3 #3 Duke Soveil (Serangan Kutukan)
4 #4 Belati Hell (Rahasia Duke Soveil)
5 #5 Kutukan (Tentang Hell)
6 #6 Lady Rainhart (Wanita Misterius)
7 #7 Sebuah Undangan (Surat yang Ditolak)
8 #8 Ceroboh (Lidah yang Tergelincir)
9 #9 Sabtu Emas (Sebuah Paksaan)
10 #10 Zagc (Tamu Tak Diundang)
11 #11 Mantra Hell (Siapa yang Mengucapnya?)
12 #12 Apa yang Terjadi? (Setelah Serangan Kutukan)
13 #13 Menyatakan Perasaan (Pernyataan Balasan)
14 #14 Ibu Kota Nachtion (Kencan Pertama)
15 #15 Gwinia (Princess of Zagc)
16 #16 Pesta (Teman Tak Terduga)
17 #17 Serangan Lagi? (Love Potion)
18 #18 Sihir Hitam (Fakta Mengejutkan)
19 #19 Peninjauan Wilayah (Undangan Gwinia)
20 #20 Tea Party (Her Trap)
21 #21 Dimana? (Help Me!)
22 Pengumuman
23 #22 Perasaan (Tak Mampu Melepaskan)
24 #23 Merasa Dicintai (Kesalahan Manis)
25 #24 Menguak Misteri (Penyihir Hitam Gwinia)
26 #25 Ceritanya Mulai Salah (Verdian Zagc)
27 #26 Mencari Kebenaran (Dunia Paralel)
28 #27 Melihat Masa Depan (Tentang Verdian)
29 #28 Illusion (Berharap Selamanya)
30 #29 Badai (Count Rainhart)
31 #30 Bday Party (Pertemuan Tokoh Utama)
32 #31 Kekacauan (Tragedi Sihir Hitam)
33 #32 Memulai Kembali (Setelah Tragedi)
34 #33 Mencarimu (Yanneta Rainhart)
35 #34 Tiba di Ibu Kota (Mengunjungi Nachtion)
36 #35 Apakah Itu Kamu? (Tertampar Kenyataan)
37 #36 Finally (Menemukanmu)
38 #37 Jangan Pergi Lagi (Isi Hati Lionel)
39 #38 Mengakhiri Kesalahpahaman (END)
40 #1 Masa Depan Zagc (Extra Story)
41 #2 Balada Menara Zonix (Extra Story)
42 #3 The Greatest Soveil (Extra Story) (Fin)
43 EPILOG
Episodes

Updated 43 Episodes

1
#1 Dunia Novel (Masuk ke Dunia Lain)
2
#2 Pesta Bangsawan (Pesta Putra Mahkota)
3
#3 Duke Soveil (Serangan Kutukan)
4
#4 Belati Hell (Rahasia Duke Soveil)
5
#5 Kutukan (Tentang Hell)
6
#6 Lady Rainhart (Wanita Misterius)
7
#7 Sebuah Undangan (Surat yang Ditolak)
8
#8 Ceroboh (Lidah yang Tergelincir)
9
#9 Sabtu Emas (Sebuah Paksaan)
10
#10 Zagc (Tamu Tak Diundang)
11
#11 Mantra Hell (Siapa yang Mengucapnya?)
12
#12 Apa yang Terjadi? (Setelah Serangan Kutukan)
13
#13 Menyatakan Perasaan (Pernyataan Balasan)
14
#14 Ibu Kota Nachtion (Kencan Pertama)
15
#15 Gwinia (Princess of Zagc)
16
#16 Pesta (Teman Tak Terduga)
17
#17 Serangan Lagi? (Love Potion)
18
#18 Sihir Hitam (Fakta Mengejutkan)
19
#19 Peninjauan Wilayah (Undangan Gwinia)
20
#20 Tea Party (Her Trap)
21
#21 Dimana? (Help Me!)
22
Pengumuman
23
#22 Perasaan (Tak Mampu Melepaskan)
24
#23 Merasa Dicintai (Kesalahan Manis)
25
#24 Menguak Misteri (Penyihir Hitam Gwinia)
26
#25 Ceritanya Mulai Salah (Verdian Zagc)
27
#26 Mencari Kebenaran (Dunia Paralel)
28
#27 Melihat Masa Depan (Tentang Verdian)
29
#28 Illusion (Berharap Selamanya)
30
#29 Badai (Count Rainhart)
31
#30 Bday Party (Pertemuan Tokoh Utama)
32
#31 Kekacauan (Tragedi Sihir Hitam)
33
#32 Memulai Kembali (Setelah Tragedi)
34
#33 Mencarimu (Yanneta Rainhart)
35
#34 Tiba di Ibu Kota (Mengunjungi Nachtion)
36
#35 Apakah Itu Kamu? (Tertampar Kenyataan)
37
#36 Finally (Menemukanmu)
38
#37 Jangan Pergi Lagi (Isi Hati Lionel)
39
#38 Mengakhiri Kesalahpahaman (END)
40
#1 Masa Depan Zagc (Extra Story)
41
#2 Balada Menara Zonix (Extra Story)
42
#3 The Greatest Soveil (Extra Story) (Fin)
43
EPILOG

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!