#16 Pesta (Teman Tak Terduga)

Langit Zagc sangat cerah. Kelap-kelip bintang menemani bulan yang bulat sempurna. Malam ini adalah purnama.

Yanneta ke teras untuk menenangkan dirinya. Rasanya sangat sesak padahal dia tidak memakai korset. Dia menghirup udara dengan rakus. Rasanya kembali hidup begitu paru-parunya terisi oksigen.

Ada rasa pahit di hatinya. Dia menoleh ke arah ruang perjamuan. Banyak pasangan yang sedang berdansa. Diantaranya yang tampak jelas adalah Lionel. Tingginya yang di atas rata-rata membuatnya jelas terlihat. Rambut hitamnya bergoyang seirama alunan musik.

Ditangannya ada tangan Putri Gwinia yang tekun mengikuti pergerakan Lionel. Keduanya tampak serasi.

"Huh.." Yanneta mendesah pelan.

Putri Gwinia adalah pemeran wanita kedua. Di akhir cerita dia kalah dari Rose yang memenangkan hati Lionel. Setelah itu tidak ada lagi cerita tentangnya. Mendekati akhir cerita lebih fokus pada Lionel, Rose dan Verdian. Perang memperebutkan cinta Rose.

Antara kutukan dan cinta. Itulah kesimpulan Yanneta. Matanya beralih ke Verdian yang duduk santai mengawasi dansa. Di dalam novel, mereka yang akan mewarisi gelar kaisar punya kekuatan untuk mengucapakan mantra Hell.

Kecurigaannya terbit. Lionel dua kali mengalami serangan. Saat itu ada Verdian di dalamnya. Seperti serangan pertama waktu pesta ulang tahunnya. Kemudian serangan kedua saat Sabtu Emas, yang lagi-lagi Verdian ada disana.

"Apakah dia?"

Tapi dia segera menepisnya. Verdian baru bisa merapal matra saat kaisar mati. Tepatnya akhir tahun ini. Waktu kaisar tidak lebih dari enam bulan untuk hidup. Yanneta berpikir keras.

Dia mengalihkan perhatiannya ke kaisar yang sibuk menerima salam para bangsawan.

"Diakah?"

Tapi mantra akan efektif jika diucapkan dalam jarak yang dekat. Waktu pesta ulang tahun Verdian mungkin bisa jadi karena mereka ada dalam satu area istana. Tapi saat Sabtu Emas, terlalu jauh jarak mansion Soveil dengan istana.

Yanneta kembali mematahkan hipotesisnya. Dia tidak bisa menilai hanya dari satu sudut pandang. Dia butuh lebih banyak alibi.

"Nona.." Saat sebuah suara masuk ke telinganya, konsentrasi Yanneta buyar.

"Apakah saya mengganggu waktu anda?"

Wanita muda yang sepertinya sebaya dengannya berdiri dihadapannya.

Yanneta berkedip beberapa kali. Mengalihkan pandangannya dari ruang pesta ke arah wanita muda itu.

"Ah tidak." Yanneta cepat menyesuaikan diri.

"Perkenalkan saya Eliz Vexia, Marquiz Vexia adalah ayah saya."

"Salam untuk Lady Vexia, saya Yanneta dari keluarga Count Rainhart."

Mendengar nama Vexia Yanneta tersentak. Salah satu dari empat keluarga perdiri kekaisaran Zagc.

"Apakah ada yang ingin anda sampaikan?" Yanneta tidak biasa dengan basa-basi.

"Saya melihat Lady Rainhart sendirian disini. Jadi saya ingin menyapa."

"Saya hanya ingin menghirup udara sebentar."

"Di dalam terlalu sesak bukan?" Tanya Eliz blak-blakan.

Yanneta mengangguk jujur.

"Lady masih sama seperti biasanya."

"Maksud anda?"

"Lebih suka di teras daripada ruang pesta. Saya sering melihat anda disini saat pesta."

"Ah." Yanneta senyum dengan pipi memerah.

Aneh rasanya ada yang memperhatikan.

"Lady Vexia juga tidak suka pesta?"

"Benar. Apalagi jika ada dia." Eliz menunjuk arah Gwinia dan Lionel yang masih berdansa.

"Tolong jangan salah paham, maksud saya bukan Duke tapi yang menjadi pasangannya hari ini."

"Putri Gwinia?"

Eliz mengangguk dengan wajahnya yang datar.

"Lady pasti kesal bukan, pasangan anda direbut? Saya juga sama. Saya juga tidak suka jika Duke bersama wanita itu."

"Pelankan sedikit suara anda Lady, orang lain mungkin bisa mendengarkan."

Eliz terkikik kecil.

"Respon anda sangat menyegarkan Lady. Padahal kekasih anda dicuri di depan mata tapi anda masih bisa tenang."

Yanneta tidak bisa menjawab. Dia jelas berbeda dengan Eliz. Dia adalah putri dari salah satu pendiri Zagc, jika mereka sama-sama dihukum karena menghina Putri Gwinia, Eliz pasti yang paling mudah melepaskan diri.

"Mau ikut perkumpulan kami?"

"Ya? Perkumpulan apa?"

"Anti Gwinia."

Tawa Yanneta hampir meledak. Tapi dia bisa menjaga eskpresi wajahnya dengan baik.

"Anda sepertinya tertarik Lady."

Yanneta mengangguk sebagai balasannya. Sangat menarik. Ternyata ada perkumpulan seperti ini. Di novel tidak ada cerita seperti ini. Patut dicoba, pikir Yanneta.

"Mari ikuti saya, saya akan memperkenalkan anda dengan mereka."

Eliz melangkah lebih dulu kemudian diikuti oleh Yanneta. Di salah satu sisi ruang pesta berkumpul beberapa wanita muda yang berdiri melingkar. Begitu mereka melihat Eliz lingkaran itu melebar.

"Lady Vexia, anda sudah kembali." Salah satu dari mereka membuka suara.

Ada total tiga orang. Ketika Eliz dan Yanneta datang, lingkaran menjadi lima orang.

"Saya ingin memperkenalkan seseorang." Eliz menunjuk dengan tatapannya.

"Saya Yanneta Rainhart, salam kenal untuk Lady semuanya."

"Ah, anda orang yang bersama Duke Soveil bukan?" Lingkaran segera menjadi heboh.

Yanneta mengangguk malu-malu.

"Ya kalian semua benar, Lady Rainhart adalah kekasih Duke."

"Ohh.." Ada sorakan dari mereka.

"Anda sangat beruntung Lady. Kami adalah pengagum rahasia Duke, tapi sampai saat ini tidak terbalas. Tapi tenang saja, kami tidak sampai harus memusuhi anda. Kami selalu mendukung Duke."

"Keluarga kami adalah pendukung Soveil."

Mereka memperkenalkan diri secara singkat. Tiga orang yang lain setara dengan Yanneta. Keluarga mereka adalah Count yang wilayahnya tak jauh dari Ibu Kota Nachtion. Wilayah yang paling jauh adalah Vexia.

Tiga wanita muda tersebut adalah Yolanda Joseph, Rebecca Frederik dan Hillary Boston. Mereka orang yang menyenangkan. Obrolan mereka ringan. Meskipun ada perbedaan pendapat mereka bisa mengatasinya dengan baik. Satu persamaan mereka yang pasti, mereka semua membenci Putri Gwinia.

Baru kali ini Yanneta bisa tertawa dengan lepas. Memiliki teman untuk mengobrol yang mengerti perasaan satu sama lian. Satu hal yang penting, tidak ada permusuhan diantara pertemanan.

"Bisakah kita memanggil dengan nama satu sama lain?" Hillary mengusulkan.

"Tentu saja." Timpal Eliz.

"Yanneta bersedia bukan masuk ke perkumpulan kami?" Senyun Rebecca terbit. Diikuti Yolanda yang menarik tangan Yanneta.

"Senang sekali rasanya mengobrol dengan Yanneta hari ini. Eliz akan tinggal beberapa hari di ibu kota. Bagaimana kalau kita membuat janji bertemu?"

Semua orang sedang mengantisipasi jawaban Yanneta saat seseorang dengan sosok yang tinggi melingkarkan tangannya di pinggang Yanneta.

"Saya mencari Yanneta." Suaranya rendah.

Yanneta yang tersentak karena tangan dingin yang posesif melingkari tubuhnya sontak menoleh.

Tatapan matanya bertemu dengan mata biru gelap milik Lionel.

"Kemana saja Yanneta pergi. Saya sudah mencari sejak tadi." Bisik Lionel di telinga Yanneta.

Nafas kecil segera menggelitik leher Yanneta. Perasaannya tidak enak.

Ternyata benar, Lionel mencium leher hingga pundaknya yang terbuka. Tangan Lionel juga dingin. Nafasnya menjadi kasar.

Yanneta takut Lionel kembali mengalami serangan.

Saat menyaksika dua orang yang tengah sibuk dengan dunia mereka sendiri, empat orang yang bersama Yanneta tadi tidak berkedip.

Mereka melihat Duke Soveil yang itu. Pria paling tampan. Paling diinginkan. Pria berhati dingin. Kata-katanya dingin. Tidak kenal ampun. Haus darah. Menjadi sangat jinak dan bergelantung di pundak Yanneta.

Kepala dengan rambut hitamnya sibuk bergerak menjelajahi tubuh Yanneta yang terbuka. Pelukannya semakin posesif. Untuk posisi mereka terhalang oleh pilar-pilar jadi tidak banyak orang yang lewat atau melihat.

Keempat orang tersebut membeku di tempat.

"Anda baik-baik saja Yang Mulia?" Yanneta berusaha memeriksa Lionel namun gagal. Tubuhnya di peluk Lionel dari belakang dengan kuat.

"Jangan seperti ini, sedang banyak orang yang melihat."

Tatapan Yanneta bolak-balik antara empat teman barunya dengan Lionel yang sedang serakah menciumnya.

"Lionel." Yanneta berusaha setenang mungkin.

"Hmm." Suara Lionel teredam oleh kulitnya.

"Bisakah kita kembali sekarang?"

Lionel akhirnya menghentikan aktivitasnya kemudian mengangguk.

"Saya akan bicara dengan Lady sebentar. Maukah Lionel menunggu saya di kereta dulu?"

Mata Lionel menyapu empat orang di depan Yanneta sekilas. Rasa kecewanya segera terbit. Tapi dia tidak bisa berbuat banyak, akhirnya dia melepaskan pelukannya. Dia meninggalkan Yanneta dengan kesal.

"Saya akan mengirim surat segera untuk menentukan waktu pertemuan. Maaf saya harus pulang lebih dulu. Sepertinya Duke kurang sehat." Yanneta pamit tanpa melihat lagi teman-temannya.

Empat orang yang ditinggal saling menatap. Mereka kemudian kompak berteriak.

"Ya Tuhan! Itu tadi Duke Soveil bukan?"

"Benar."

"Baru kali ini saya melihat wajah Duke yang tidak mengancam."

"Iya benar. Duke bahkan sangat imut tadi. Ya Tuhan!"

Mereka bersiul gembira sekaligus merona. Bagaimana bisa Duke Soveil yang paling ditakuti memasang wajah yang manis di depan kekasihnya. Beruntung sekali bisa melihatnya.

Bersambung...

Terpopuler

Comments

👑Lian Siyue👑

👑Lian Siyue👑

para lady beruntung kita yg gerah weh😱😱

2023-07-15

2

Dian Isnu

Dian Isnu

🤭🤭👌👌

2023-06-18

0

Linda M

Linda M

lanjut

2023-05-22

1

lihat semua
Episodes
1 #1 Dunia Novel (Masuk ke Dunia Lain)
2 #2 Pesta Bangsawan (Pesta Putra Mahkota)
3 #3 Duke Soveil (Serangan Kutukan)
4 #4 Belati Hell (Rahasia Duke Soveil)
5 #5 Kutukan (Tentang Hell)
6 #6 Lady Rainhart (Wanita Misterius)
7 #7 Sebuah Undangan (Surat yang Ditolak)
8 #8 Ceroboh (Lidah yang Tergelincir)
9 #9 Sabtu Emas (Sebuah Paksaan)
10 #10 Zagc (Tamu Tak Diundang)
11 #11 Mantra Hell (Siapa yang Mengucapnya?)
12 #12 Apa yang Terjadi? (Setelah Serangan Kutukan)
13 #13 Menyatakan Perasaan (Pernyataan Balasan)
14 #14 Ibu Kota Nachtion (Kencan Pertama)
15 #15 Gwinia (Princess of Zagc)
16 #16 Pesta (Teman Tak Terduga)
17 #17 Serangan Lagi? (Love Potion)
18 #18 Sihir Hitam (Fakta Mengejutkan)
19 #19 Peninjauan Wilayah (Undangan Gwinia)
20 #20 Tea Party (Her Trap)
21 #21 Dimana? (Help Me!)
22 Pengumuman
23 #22 Perasaan (Tak Mampu Melepaskan)
24 #23 Merasa Dicintai (Kesalahan Manis)
25 #24 Menguak Misteri (Penyihir Hitam Gwinia)
26 #25 Ceritanya Mulai Salah (Verdian Zagc)
27 #26 Mencari Kebenaran (Dunia Paralel)
28 #27 Melihat Masa Depan (Tentang Verdian)
29 #28 Illusion (Berharap Selamanya)
30 #29 Badai (Count Rainhart)
31 #30 Bday Party (Pertemuan Tokoh Utama)
32 #31 Kekacauan (Tragedi Sihir Hitam)
33 #32 Memulai Kembali (Setelah Tragedi)
34 #33 Mencarimu (Yanneta Rainhart)
35 #34 Tiba di Ibu Kota (Mengunjungi Nachtion)
36 #35 Apakah Itu Kamu? (Tertampar Kenyataan)
37 #36 Finally (Menemukanmu)
38 #37 Jangan Pergi Lagi (Isi Hati Lionel)
39 #38 Mengakhiri Kesalahpahaman (END)
40 #1 Masa Depan Zagc (Extra Story)
41 #2 Balada Menara Zonix (Extra Story)
42 #3 The Greatest Soveil (Extra Story) (Fin)
43 EPILOG
Episodes

Updated 43 Episodes

1
#1 Dunia Novel (Masuk ke Dunia Lain)
2
#2 Pesta Bangsawan (Pesta Putra Mahkota)
3
#3 Duke Soveil (Serangan Kutukan)
4
#4 Belati Hell (Rahasia Duke Soveil)
5
#5 Kutukan (Tentang Hell)
6
#6 Lady Rainhart (Wanita Misterius)
7
#7 Sebuah Undangan (Surat yang Ditolak)
8
#8 Ceroboh (Lidah yang Tergelincir)
9
#9 Sabtu Emas (Sebuah Paksaan)
10
#10 Zagc (Tamu Tak Diundang)
11
#11 Mantra Hell (Siapa yang Mengucapnya?)
12
#12 Apa yang Terjadi? (Setelah Serangan Kutukan)
13
#13 Menyatakan Perasaan (Pernyataan Balasan)
14
#14 Ibu Kota Nachtion (Kencan Pertama)
15
#15 Gwinia (Princess of Zagc)
16
#16 Pesta (Teman Tak Terduga)
17
#17 Serangan Lagi? (Love Potion)
18
#18 Sihir Hitam (Fakta Mengejutkan)
19
#19 Peninjauan Wilayah (Undangan Gwinia)
20
#20 Tea Party (Her Trap)
21
#21 Dimana? (Help Me!)
22
Pengumuman
23
#22 Perasaan (Tak Mampu Melepaskan)
24
#23 Merasa Dicintai (Kesalahan Manis)
25
#24 Menguak Misteri (Penyihir Hitam Gwinia)
26
#25 Ceritanya Mulai Salah (Verdian Zagc)
27
#26 Mencari Kebenaran (Dunia Paralel)
28
#27 Melihat Masa Depan (Tentang Verdian)
29
#28 Illusion (Berharap Selamanya)
30
#29 Badai (Count Rainhart)
31
#30 Bday Party (Pertemuan Tokoh Utama)
32
#31 Kekacauan (Tragedi Sihir Hitam)
33
#32 Memulai Kembali (Setelah Tragedi)
34
#33 Mencarimu (Yanneta Rainhart)
35
#34 Tiba di Ibu Kota (Mengunjungi Nachtion)
36
#35 Apakah Itu Kamu? (Tertampar Kenyataan)
37
#36 Finally (Menemukanmu)
38
#37 Jangan Pergi Lagi (Isi Hati Lionel)
39
#38 Mengakhiri Kesalahpahaman (END)
40
#1 Masa Depan Zagc (Extra Story)
41
#2 Balada Menara Zonix (Extra Story)
42
#3 The Greatest Soveil (Extra Story) (Fin)
43
EPILOG

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!