#18 Sihir Hitam (Fakta Mengejutkan)

"Lady yakin?"

Rebecca mengangguk. Count Frederik adalah kepala penyelidik di Zagc. Reputasinya yang tinggi dan bersih membuatnya mendapat banyak kepercayaan untuk menyelidiki kasus.

Hari ini Rebecca secara eksklusif menceritakan kasus besar yang sedang ditangani ayahnya.

Beberapa hari yang lalu banyak pelayan istana khususnya wanita meninggal secara tidak wajar. Tidak ada luka atau tanda-tanda kekerasan, atau upaya bunuh diri dari hasil penyelidikan mayat mereka.

Hal yang paling mengejutkan adalah, mereka semuanya pelayan Putri Gwinia.

Total ada lebih dari lima pelayan. Biro penyelidikan bergerak karena ada laporan dari pihak keluarga pelayan. Pihak istana cenderung diam dan tidak mengambil tindakan lebih lanjut. Mereka menganggap ini adalah kematian wajar.

Tapi tidak bagi Count Frederik. Begitu diberi tugas dia harus menyelesaikannya dengan tuntas.

"Anda harus memperingatkan Count untuk berhati-hati Ruby. Kita tidak tahu bahaya seperti apa yang mengancam." Rebecca mengangguk.

Mereka akhirnya sepakat untuk memanggil nama masing-masing dengan aman. Rebecca memilih untuk dipanggil Ruby. Yolanda dengan Yola, Hillary senang jika namanya dipersingkat dengan Hill. Sedangkan Eliz masih bertahan. Terakhir adalah Yanneta yang memilih Annet sebagai nama kecilnya.

"Ayah menanam orang disamping Putri Gwinia." Lanjut Rebecca.

"Kasus ini akan segera ditutup karena kurangnya bukti. Tapi ayah tidak puas karena ini menyangkut nyawa orang tapi kaisar seolah tutup mata."

Yang lain mengangguk termasuk Yanneta. Jika Count Frederik adalah orang yang bersih wajar jika dia seperti ini. Tapi tindakan menanam orang untuk mengawasi Putri Gwinia cukup berbahaya. Resiko ketahuan bisa membahayakannya. Meskipun bukan ayahnya, Yanneta mengkhawatirkannya. Tidak seperti ayah seseorang, hampir satu bulan ini tidak pernah terlihat batang hidungnya.

Rasa pahit kecewa segara Yanneta hempaskan.

"Putri Gwinia sering keluar masuk istana dengan membawa barang-barang yang aneh." Pungkas Rebecca.

"Oh saya pernah mendengar jika Putri sangat tertarik dengan sihir." Hillary memotong.

Perhatian teralih dari Rebecca ke Hillary.

"Saya mendengar dari kakak saya." Lanjutnya.

"Putri bahkan mengoleksi barang-barang sihir."

"Hobi yang sangat aneh." Suara sumbang menentas.

Mereka menilai jika itu adalah hobi yang aneh.

Sihir di negeri ini sangat tabu. Ada tapi tidak banyak. Zagc hampir mendekati fase modern dimana penyihir tidak begitu banyak diperhatikan. Mereka telah mengubah cara pikir irasionalnya. Bukan berarti dia tidak ada. Soveil memiliki satu penyihir, Dyos Tatitha. Dia menghabiskan waktunya di mansion Duke untuk mengembangkan bakatnya.

Dia berbakat tapi orang-orang acuh. Dia tidak terkenal. Mereka cukup tahu jika Soveil punya penyihir. Sudah itu saja.

Bagi mereka mungkin hobi Putri Gwinia adalah hal biasa. Wajar karena putri kesayangan kaisar. Tapi bagi Yanneta yang tahu ceritanya tidak. Mereka tidak tahu tentang kutukan Hell. Semuanya menjadi masuk akal saat hobi aneh Putri Gwinia ini terungkap.

Dia sedang berlatih ilmu sihir. Atau dia memiliki bakat sihir. Sihir seperti apa. Apakah dia tahu tentang kutukan Hell.

Benarkah dia yang mengucapkan mantra Hell.

"Kenapa?"

Putri Gwinia bukan pewaris. Satu-satunya orang yang berhak adalah Verdian Zagc. Dialah kaisar masa depan. Di cerita Red Rose Tragedy, hal ini Verdian jadikan senjata untuk menyerang Lionel. Tujuannya untuk mengambil Rose. Meskipun gagal karena Rose selalu menyelamatkan Lionel setiap kali mengalami serangan kutukan.

Hingga akhirnya kutukan tersebut berbalik arah dan menyerang Verdian.

Banyak pertanyaan memenuhi kepala Yanneta. Rasanya seperti akan meledak.

Saat kepalanya sedang berpikir keras, keributan menusuk telinganya.

Para tamu yang datang berteriak histeris. Yanneta yang terlambat menyadari ikut ke dalam keributan itu.

Bloom Flower di desain dengan banyak kaca agar pengunjung bisa melihat suasana di luar. Jadi saat ini di depam pintu masuk terparkir kereta kuda yang familiar.

Lambang Soveil tercetak berani di setiap sudut.

Orang yang diantispasi turun. Duke Lionel Soveil. Masih mengenakan seragam ksatria lengkap dengan pedang di ikatan pinggulnya.

Yanneta menelan salivanya sendiri. Mereka tidak bertemu tiga hari ini. Terakhir saat pesta kedewasaan. Dia tidak ingin mengganggu orang yang sedang dalam perawatan.

Praktis mereka tidak bertemu.

"Ya Tuhan! Bukankah itu Duke Soveil?"

"Annet, Duke ke arah sini." Seru Yolanda.

"Ya aku juga tahu!" Teriak Yanneta dalam hati.

"Salam kepada Yang Mulia Duke Soveil." Teman-teman Yanneta serempak berdiri kemudian membungkuk dengan hormat.

Yanneta spontan ikut berdiri.

"Salam untuk Lady semuanya." Lionel menanggapi.

"Saya mencari Yanneta."

Yanneta mengembangkan senyumnya.

"Kenapa tidak memberitahu saya jika Yanneta akan bertemu dengan teman-temannya."

"Ya Tuhan! Betapa bahagianya diperhatikan begini. Satu bulan dari sekarang apa dia bisa terus mendapatkannya. Setelah Lionel bertemu Rose, nama Yanneta akan terhapus." Gumam Yanneta diam-diam.

"Saya merindukan Yanneta." Tanpa aba-aba Lionel menarik tubuh Yanneta ke dalam pelukannya. Tanpa memperhatikan disekitarnya.

Suara jeritan segera terdengar. Yanneta tahu ini memalukan. Tapi Lionel selalu seperti ini, berbuat sesuka hatinya.

"Kenapa anda bisa ada disini? Maaf tidak memberitahu karena saya tidak ingin mengganggu perawatan anda." Yanneta merasa perlu menjelaskan.

"Saya baik-baik saja." Ucap Lionel seraya melepas pelukannya.

"Ada yang ingin saya sampaikan pada Yanneta."

"Ya?"

"Tapi tidak disini."

Yanneta mengedarkan pandangannya sekilas. Terlalu banyak orang. Apalagi yang mengawasinya.

"Maaf Lady semuanya, saya ingin mengambil kekasih saya." Pinta Lionel pada teman-teman Yanneta.

"Silahkan Duke. Lagipula kami juga hampir selesai." Eliz mewakili menjawab.

"Terima kasih. Saya akan menghargai pengertian anda semua."

Tanpa menunggu lama Lionel langsung menarik tangan Yanneta mengikutinya. Kereta kuda siap untuk membawa mereka pergi.

Ketika kereta menghilang. Suasana kembali riuh. Bisik-bisik terdengar di sana-sini.

"Saya merindukan Yanneta." Lionel merengkuh tubuh Yanneta dengan posesif.

Dia membenamkan wajahnya di ceruk leher Yanneta. Menghirup aromanya banyak-banyak kemudian mencium tengkuk lehernya yang terbuka.

Yanneta menggulung rambutnya ke atas karena hawa musim panas yang terasa. Dia juga mengenakan gaun dengan bahan yang relatif tipis.

"Apakah anda dari istana?" Suara Yanneta bergetar.

Bukannya menjawab, Lionel sibuk menjelejahi setiap kulit Yanneta yang putih. Seperti menjadi hobinya.

"Lionel. Kita sedang berbicara. Tolong jangan seperti ini." Pinta Yanneta dengan suara yang hampir menangis. Dia didera cobaan yang amat besar. Siapa yang tidak luluh dengan perhatian Lionel.

Dia takut jika saatnya tiba dia tidak rela melepaskan Lionel.

"Tolong terima saja. Beberapa hari kedepan akan sulit bertemu Yanneta."

"Saya tidak akan kemana-mana, kita bisa bertemu kapanpun."

"Tidak. Besok saya harus berangkat peninjauan ke wilayah perbatasan."

"Besok?"

Lionel mengangguk.

"Jadi biarkan saya seperti ini. Saya ingin menghabiskan hari ini bersama Yanneta."

Itulah alasan Lionel memakai seragam resmi ksatria. Karena dia adalah komandannya dan juga harus menghadap kaisar. Ini adalah program rutin sebagai ksatria Zagc.

Jauh di dalam lubuk hati Yanneta terus bertanya-tanya.

"Seberapa besar kamu mencintaiku, kenapa?"

Diperlakukan penuh cinta membuatnya tidak nyaman. Dia awalnya mengira ini hanya ketertarikan sesaat. Tapi sikap yang Lionel membuatnya khawatir. Dia posesif pada Yanneta. Mengklaim dengan terang-terangam bahwa Yanneta adalah miliknya.

Bersambung...

Terpopuler

Comments

Kartika Lina

Kartika Lina

dicintai secara gqmblang suatu kebahagiaan tersendiri buat wanita

2024-10-03

0

sylvia

sylvia

crazy up dong thor

2023-05-23

4

sowon

sowon

up lagi dong 🥰

2023-05-23

1

lihat semua
Episodes
1 #1 Dunia Novel (Masuk ke Dunia Lain)
2 #2 Pesta Bangsawan (Pesta Putra Mahkota)
3 #3 Duke Soveil (Serangan Kutukan)
4 #4 Belati Hell (Rahasia Duke Soveil)
5 #5 Kutukan (Tentang Hell)
6 #6 Lady Rainhart (Wanita Misterius)
7 #7 Sebuah Undangan (Surat yang Ditolak)
8 #8 Ceroboh (Lidah yang Tergelincir)
9 #9 Sabtu Emas (Sebuah Paksaan)
10 #10 Zagc (Tamu Tak Diundang)
11 #11 Mantra Hell (Siapa yang Mengucapnya?)
12 #12 Apa yang Terjadi? (Setelah Serangan Kutukan)
13 #13 Menyatakan Perasaan (Pernyataan Balasan)
14 #14 Ibu Kota Nachtion (Kencan Pertama)
15 #15 Gwinia (Princess of Zagc)
16 #16 Pesta (Teman Tak Terduga)
17 #17 Serangan Lagi? (Love Potion)
18 #18 Sihir Hitam (Fakta Mengejutkan)
19 #19 Peninjauan Wilayah (Undangan Gwinia)
20 #20 Tea Party (Her Trap)
21 #21 Dimana? (Help Me!)
22 Pengumuman
23 #22 Perasaan (Tak Mampu Melepaskan)
24 #23 Merasa Dicintai (Kesalahan Manis)
25 #24 Menguak Misteri (Penyihir Hitam Gwinia)
26 #25 Ceritanya Mulai Salah (Verdian Zagc)
27 #26 Mencari Kebenaran (Dunia Paralel)
28 #27 Melihat Masa Depan (Tentang Verdian)
29 #28 Illusion (Berharap Selamanya)
30 #29 Badai (Count Rainhart)
31 #30 Bday Party (Pertemuan Tokoh Utama)
32 #31 Kekacauan (Tragedi Sihir Hitam)
33 #32 Memulai Kembali (Setelah Tragedi)
34 #33 Mencarimu (Yanneta Rainhart)
35 #34 Tiba di Ibu Kota (Mengunjungi Nachtion)
36 #35 Apakah Itu Kamu? (Tertampar Kenyataan)
37 #36 Finally (Menemukanmu)
38 #37 Jangan Pergi Lagi (Isi Hati Lionel)
39 #38 Mengakhiri Kesalahpahaman (END)
40 #1 Masa Depan Zagc (Extra Story)
41 #2 Balada Menara Zonix (Extra Story)
42 #3 The Greatest Soveil (Extra Story) (Fin)
43 EPILOG
Episodes

Updated 43 Episodes

1
#1 Dunia Novel (Masuk ke Dunia Lain)
2
#2 Pesta Bangsawan (Pesta Putra Mahkota)
3
#3 Duke Soveil (Serangan Kutukan)
4
#4 Belati Hell (Rahasia Duke Soveil)
5
#5 Kutukan (Tentang Hell)
6
#6 Lady Rainhart (Wanita Misterius)
7
#7 Sebuah Undangan (Surat yang Ditolak)
8
#8 Ceroboh (Lidah yang Tergelincir)
9
#9 Sabtu Emas (Sebuah Paksaan)
10
#10 Zagc (Tamu Tak Diundang)
11
#11 Mantra Hell (Siapa yang Mengucapnya?)
12
#12 Apa yang Terjadi? (Setelah Serangan Kutukan)
13
#13 Menyatakan Perasaan (Pernyataan Balasan)
14
#14 Ibu Kota Nachtion (Kencan Pertama)
15
#15 Gwinia (Princess of Zagc)
16
#16 Pesta (Teman Tak Terduga)
17
#17 Serangan Lagi? (Love Potion)
18
#18 Sihir Hitam (Fakta Mengejutkan)
19
#19 Peninjauan Wilayah (Undangan Gwinia)
20
#20 Tea Party (Her Trap)
21
#21 Dimana? (Help Me!)
22
Pengumuman
23
#22 Perasaan (Tak Mampu Melepaskan)
24
#23 Merasa Dicintai (Kesalahan Manis)
25
#24 Menguak Misteri (Penyihir Hitam Gwinia)
26
#25 Ceritanya Mulai Salah (Verdian Zagc)
27
#26 Mencari Kebenaran (Dunia Paralel)
28
#27 Melihat Masa Depan (Tentang Verdian)
29
#28 Illusion (Berharap Selamanya)
30
#29 Badai (Count Rainhart)
31
#30 Bday Party (Pertemuan Tokoh Utama)
32
#31 Kekacauan (Tragedi Sihir Hitam)
33
#32 Memulai Kembali (Setelah Tragedi)
34
#33 Mencarimu (Yanneta Rainhart)
35
#34 Tiba di Ibu Kota (Mengunjungi Nachtion)
36
#35 Apakah Itu Kamu? (Tertampar Kenyataan)
37
#36 Finally (Menemukanmu)
38
#37 Jangan Pergi Lagi (Isi Hati Lionel)
39
#38 Mengakhiri Kesalahpahaman (END)
40
#1 Masa Depan Zagc (Extra Story)
41
#2 Balada Menara Zonix (Extra Story)
42
#3 The Greatest Soveil (Extra Story) (Fin)
43
EPILOG

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!