#15 Gwinia (Princess of Zagc)

"Saya ingin Yanneta menjadi pasangan saya di pesta nanti."

Pesta kedewasaan Putri Gwinia juga tidak muncul di cerita. Jadi Yanenta tidak punya banyangan apapun. Otaknya kembali macet.

"Apakah tidak apa-apa sering muncul seperti ini." Yanneta sedikit takut.

Dia bukanlah bagian dari Red Rose Tragedy, jika terlalu banyak terlibat Yanneta khawatir ada sesuatu yang akan terjadi.

"Tapi saya tidak diundang."

"Yanneta bisa pergi bersama saya."

Wajah Lionel yang memohon persis seperti kucing dengan mata bulatnya yang menggemaskan. Siapa yang tega menolak permintaan makhluk paling indah di dunia ini.

"Baiklah. Baiklah."

Lagipula dia bukan pemeran di dalam cerita maka keberadaannya akan terabaikan begitu saja.

Akhirnya Yanneta mengangguk meskipun berat hati.

Kemudian dia segera menyesal. Jika mereka pergi bersama, hubungan mereka akan terungkap bukan. Bagaimana ya mengatakannya, Yanneta tidak ingin menjadi pusat perhatian.

Status sebagai kekasih Duke Soveil, dia tidak bisa membayangkan resikonya. Mendadak Yanneta ingin membatalkannya saja.

"Pakaian seperti apa yang anda inginkan?"

Saat tangan Herman dengan cepat mulai mengukurnya, Yanneta sadar jika dia tidak bisa mundur.

Dia kembali saat matahari telah terbenam. Hari ini dihabiskan dengan mengukur pakaian, mencocokkannya dengan Lionel hingga mencoba berbagai macam aksesoris.

Yanneta tidak mengeluh lelah karena hari ini menyenangkan. Seharian bersama Lionel yang penuh perhatian dan orang-orang baru yang ramah padanya.

Dia merasa dicintai.

*

Tanpa terasa tiga hari telah berlalu. Tiba juga hari pesta kedewasaan Putri Gwinia.

Selama dua hari penuh Yanneta tidak bertemu dengan Lionel. Dia sibuk mengatur pasukan dan harus bolak-balik antara mansioan dan istana.

Upcara kedewasaan ini terdiri dua bagian. Pertama adalah upacaranya sendiri dan yang kedua adalah pesta kedewasaan.

Saat upacara kedewasaan, publik tidak diundang. Ini adalah acara yang khusus dihadiri oleh para bangsawan berpangkat tinggi, karena kesakralan acara.

Biasanya, saat malam harinya pesta kedewasaan diadakan. Wanita bangsawan yang sebaya akan diundang. Bisa dikatakan pesta ini adalah ajang memberitahu publik jika si pengundangan pesta sudah dewasa dan siap untuk menikah.

Singkatnya, Putri Gwinia mengumumkan jika dia siap untuk istri orang.

Sekilas Yanneta mengingat kembali cerita Red Rose Tragedy, Gwinia Zagc adalah ogFL, dia adalah saingan dari Rose Attlier. Putri Gwinia bahkan nanti secara terang-terangan melamar Lionel, namun ditolak. Lionel lebih memilih Rose dibandingi Putri kekaisaran ini.

Kejadian itu ada di tengah cerita. Verdian Zagc yang juga menunjukkan ketertarikan khusus pada Rose Attlier secara tidak langsung melibatkan diri dalam cinta segiempat.

Rumit. Yanneta menekan pelipisanya yang nyeri.

Dia ada di dalam kereta. Kereta super mewah milih Soveil. Lionel tidak bisa menjemputnya karena dia harus memberi penghormatan dulu pada kaisar dan ada pertemuan dalam surat, itu yang tertulis di surat yang dia kirimkan.

Sebagai gantinya Lionel mengirim kereta untuk menjemput Yanneta.

Gaun yang Yanneta kenakan hari ini adalah desain yang dia buat sendiri. Gaun tanpa korset dan rok yang mengembang. Jujur dia pernah hampir kehabisan nafas karena korset tersebut. Tubuhnya tidak segemuk itu untuk memakai korset setiap hari, jadi dia meminta Herman untuk membuat bagian itu sebanyak mungkin.

Bisa dibilang tubuhnya ini langsing dan tinggi. Tidak ada lemak dimanapun. Jadi cocok memakai gaun model apapun.

Berbahan dasar satin penuh kilap, Yanneta memilih tipe slit tanpa lengan dan panjangnya menutup kaki. Bagian rok bawah sedikit lebar dengan banyak mutiara ditanam disana. Awalnya dia keberatan namun kata Herman itu adalah kebanggan Soveil, jadi Yanenta tak protes lagi.

Untuk memudahkan pergerakan, Herman membelah sisi kiri gaun sampai ke lutut. Jika Yanneta melangkah, kaki jenjangnya akan terlihat. Gaun ini meninggalkan kesan seksi dan menggoda.

Kereta kuda melambat saat memasuki tempat pesta. Ini adalah kedua kalinya Yanneta memasuki istana. Dibanding dengan aula utama, pesta kali ini diadakan di istana Putri Gwinia, istana bulan.

Pintu terbuka dan Yanneta disambut oleh Lionel.

"Yang Mulia." Seru Yanneta.

"Selamat datang." Senyum Lionel merekah.

"Anda tidak harus ke luar." Ucap Yanneta seraya meraih tangan Lionel yan terulur.

"Saya ingin melakukannya. Saya sudah sibuk sejak pagi tadi jadi saya tidak bisa memperhatikan Yanneta." Jelas Lionel kemudian mencium tangan Yanneta.

"Saya baik-baik saja Yang Mulia." Timpal Yanneta dengan senyum sederhana.

Memang sangat sulit melihat wajahnya beberapa hari ini. Selain sebagai komandan ksatria, Lionel juga kepala keluarga. Bila ada acara kekaisaran, sudah jelas dia akan terlibat.

"Yanneta malam ini sangat cantik."

"Yang Mulia juga."

Lionel sejenak memindai penampilan Yanneta.

"Kenapa Herman membuat gaunnya seperti ini?" Gumamnya.

"Apakah tidak cocok?" Yanneta spontan ikut mengikuti arah pandangan Lionel.

Pakaian mereka senada. Berwarna biru tua. Lionel mengenakan set tuxedo lengkap dengan jas. Rambutnya di tata rapi. Dibanding Lionel, Yanneta tidak ada apa-apanya. Fitur Lionel ini seperti supermodel yang keluar dari majalah fashion.

"Bukan seperti itu, saya hanya tidak ingin menunjukkan Yanneta kepada orang lain."

"Ya?"

"Yanneta terlalu cantik."

Wajah Lionel gelap. Dia tidak ingin berbagi keindahan Yanneta pada orang lain. Gaun yang dibuat Herman sangat bagus tapi menurutnya ini berlebiha. Lekuk tubuh Yanneta terlalu menonjol. Memang atasnya tidak terlalu terbuka seperti gaun para wanita biasanya. Tapi anehnya ini menghidupkan naluri seksual darinya.

"Ah." Yanneta mengangguk paham. Kata-kata romantis Lionel meningkat tajam. Dia tidak menyangka orang yang dingin itu memuji seseorang dengan pipi yang memerah.

"Pesta akan segera dimulai, sebaiknya kita masuk Yang Mulia."

Lionel mengangguk pasrah kemudian mempersilahkan Yanneta untuk menggandeng tangannya.

"Yang Mulia Duke Lionel Soveil dan Lady Yanneta Rainhart memasuk ruangan."

Pintu terbuka dan terangnya ruangan segera terlihat. Aktivitas orang-orang terhenti tanpa aba-aba. Tatapan mereka fokus pada pasangan yang melewati kerumunan. Otomatis kerumunan terbelah. Bisik-bisik di belakang segera terdengar.

Yanneta yang mendengarnya sedikit berhenti sejenak.

"Jangan khawatir, ada saya disamping Yanneta. Kita harus menyapa Yang Mulia Kaisar lebih dulu karena saya tadi meminta izin untuk memperkenalkan anda. Beliau tampaknya sudah tidak sabar melihat Yanneta." Ucap Lionel dengan suara yang sedikit rendah."

Benar. Dia tidak perlu khawatir karena ada Lionel disampingnya. Yanneta mengangguk kemudian kembali melangkah mengikuti Lionel.

Di ujung tempat pesta, ada sebuah panggung dengan tiga kursi.

Ada aturan khusus jika orang biasa tidak bisa sembarangan melihat kaisar. Itu artinya hari ini adalah istimewa.

"Salam kepada Matahari Kekaisaran Zagc, saya Lionel Soveil." Lionel membuka salam.

"Salam kepada Matahari Kekaisaran Zagc, saya Yanneta Rainhart." Yanneta persis mengikuti Lionel. Memilih cara yang paling aman.

"Angkat wajah kalian."

Pemandangan tiga orang yang duduk di kursi emas terlihat jelas. Diantara tiga orang tersebut, Yanneta pernah bertemu dengan dua diantaranya. Kali ini untuk pertama kalinya dia bertemu dengan George Zagc, kaisar negeri ini.

Kesan pertamanya adalah, "Ini dia orang yang melempar kutukan pada Lionel. Tidak tahu malu." Teriak Yanneta dalam hati.

Wajahnya sangat mirip dengan Verdian. Namun usia senja tidak bisa menipu. Tubuhnya gemuk dan wajahnya jelas menunjukkan kelelahan.

Tapi mahkota yang kaisar pakai di kepalanya mengalihkan pandangan.

"Selamat datang Lady Rainhart. Saya terkejut saat Duke meminta izin untuk membawa seorang wanita." Ucap kaisar dengan senyum yang tampak dibuat-buat.

"Terima kasih atas kemurahan hati anda Yang Mulia." Lionel membalas mewakili Yanneta.

"Duke tentu harus membalasnya bukan?"

Lionel mengangguk.

"Jadilah pasangan dansa Gwinia. Tidak ada orang yang lebih tepat kecuali Duke Soveil."

Mata Lionel bergetar.

"Mohon maafkan saya Yang Mulia, saya bersama dengan kekasih saya. Mohon tarik kembali permintaan anda." Lionel menarik tangan Yanneta. Ingin menunjukkan siapa kekasihnya disini.

Yanneta tersentak. Matanya segera memindai sekitar. Semua orang terkejut. Bisik-bisik kembali terdengar. Tiba-tiba Yanneta merasakan rasa panas yang tidak tahu datang darimana. Saat matanya berputar, dia menemukan sumbernya.

Dari Putri Gwinia. Tatapan matanya seperti ingin membakarnya. Yanneta bergidik. Dia bisa menahan pandangan orang lain yang ada di tempat pesta namun, pandangan Putri Gwinia terasa beda. Rasa khawatir segera membanjuri tubuhnya.

"Jika Lady Rainhart mengizinkan apakah Duke bersedia?" Suara Putri Gwinia memecah kericuhan di tempat pesta.

Spontan Lionel menoleh ke arah Yanneta.

"Tolong jangan libatkan kekasih saya dalam urusan ini Yang Mulia Putri."

Siapa di kekasiaran ini yang bisa menolak keinginan kaisar jika bukan Duke Soveil. Ucapannya dihadapan kaisar tidak bergetar sama sekali.

"Duke Soveil sepertinya sangat menyayangi kekasihnya." Kaisar menengahi.

Lionel mengangguk pasti.

"Lady Rainhart." Tatapan kaisar tertuju pada Yanneta.

"Saya ingin meminta tolong kepada Lady." Tambahnya.

"Silahkan Yang Mulia."

"Orang tua ini sangat khawatir jika Putri memilih pasangan dansa sembarangan. Jika Putri bersama Duke Soveil, orang tua ini akan sangat tenang. Tidak ada yang sebaik Duke."

Mata Yanneta membulat sempurna mendengar permintaan kaisar.

Saat keinginannya ditolak oleh Lionel, kaisar menargetkan Yanneta. Berbeda dengan Lionel yang memiliki kekuasaan setinggi lagit, Yanneta hanyalah debu halus yang tidak terlihat.

Dia tahu bahwa Yanneta tidak akan menolaknya. Maka dia menargetkan Yanneta.

"Tentu saja Yang Mulia. Suatu kehormatan bisa mendapatkan kesempatan berdansa untuk pertama kalinya saat Putri dewasa."

Di luar mungkin terlihat tenang. Tapi di dalam, Yanneta bergetar setengah mati. Dia tidak sudi membiarkan Lionel menjadi tontonan banyak orang. Ini sama saja penghinaan di depan matanya. Dia kekasih Lionel tapi dia yang dipaksa menyerahkan kekasihnya untuk orang lain.

Yanneta mengumpat kaisar dalam hati.

Dia merasakan tangan Lionel yang meremasnya begitu kuat.

Mengambil nafas dalam-dalam, Yanneta kembali membuka mulutnya.

"Duke. Tidak. Lionel, silahkan menjadi pasangan dansa Putri Gwinia. Saya akan menunggu sampai Lionel kembali." Senyumnya berkibar indah.

Yanneta jelas melihat mata biru tua milik Lionel bergetar. Tertulis jelas dia bertanya, mengapa. Tapi Yanneta segera mengalihkan pandangannya pada kaisar.

"Selamat atas upacara kedewasaan Putri Gwinia." Yanneta membungkuk kemudian melepaskan tangan Lionel.

Sebelum dia mundur Yanneta melihat Lionel.

"Saya akan menunggu Lionel, silahkan menikmati pestanya."

"Akhirnya Yanneta memanggil nama saya, tapi saya tidak suka seperti ini."

"Ingat saja cinta saya yang sangat besar untuk Lionel. Saya juga tidak suka." Kata-kata Yanneta menenangkan.

Ini adalah pilihan terbaik. Ingat siapa yang bisa merapal kutukan Hell, orang itu ada disini. Dialah kaisar Zagc. Bisa membayangkan bukan kosekuensi apa yang akan Lionel terima jika tidak tunduk pada kaisar. Ya, serangan kutukan. Lionel bisa saja tidak peduli, tapi Yanneta tidak.

Dia ingin Lionel tetap aman.

Dia segera menyelinap diantara kerumunan saat musik dansa dimulai.

Terlalu sesak. Yanneta ingin mencari udara segar.

Bersambung...

Terpopuler

Comments

Dian Isnu

Dian Isnu

lanjut

2023-06-18

0

lihat semua
Episodes
1 #1 Dunia Novel (Masuk ke Dunia Lain)
2 #2 Pesta Bangsawan (Pesta Putra Mahkota)
3 #3 Duke Soveil (Serangan Kutukan)
4 #4 Belati Hell (Rahasia Duke Soveil)
5 #5 Kutukan (Tentang Hell)
6 #6 Lady Rainhart (Wanita Misterius)
7 #7 Sebuah Undangan (Surat yang Ditolak)
8 #8 Ceroboh (Lidah yang Tergelincir)
9 #9 Sabtu Emas (Sebuah Paksaan)
10 #10 Zagc (Tamu Tak Diundang)
11 #11 Mantra Hell (Siapa yang Mengucapnya?)
12 #12 Apa yang Terjadi? (Setelah Serangan Kutukan)
13 #13 Menyatakan Perasaan (Pernyataan Balasan)
14 #14 Ibu Kota Nachtion (Kencan Pertama)
15 #15 Gwinia (Princess of Zagc)
16 #16 Pesta (Teman Tak Terduga)
17 #17 Serangan Lagi? (Love Potion)
18 #18 Sihir Hitam (Fakta Mengejutkan)
19 #19 Peninjauan Wilayah (Undangan Gwinia)
20 #20 Tea Party (Her Trap)
21 #21 Dimana? (Help Me!)
22 Pengumuman
23 #22 Perasaan (Tak Mampu Melepaskan)
24 #23 Merasa Dicintai (Kesalahan Manis)
25 #24 Menguak Misteri (Penyihir Hitam Gwinia)
26 #25 Ceritanya Mulai Salah (Verdian Zagc)
27 #26 Mencari Kebenaran (Dunia Paralel)
28 #27 Melihat Masa Depan (Tentang Verdian)
29 #28 Illusion (Berharap Selamanya)
30 #29 Badai (Count Rainhart)
31 #30 Bday Party (Pertemuan Tokoh Utama)
32 #31 Kekacauan (Tragedi Sihir Hitam)
33 #32 Memulai Kembali (Setelah Tragedi)
34 #33 Mencarimu (Yanneta Rainhart)
35 #34 Tiba di Ibu Kota (Mengunjungi Nachtion)
36 #35 Apakah Itu Kamu? (Tertampar Kenyataan)
37 #36 Finally (Menemukanmu)
38 #37 Jangan Pergi Lagi (Isi Hati Lionel)
39 #38 Mengakhiri Kesalahpahaman (END)
40 #1 Masa Depan Zagc (Extra Story)
41 #2 Balada Menara Zonix (Extra Story)
42 #3 The Greatest Soveil (Extra Story) (Fin)
43 EPILOG
Episodes

Updated 43 Episodes

1
#1 Dunia Novel (Masuk ke Dunia Lain)
2
#2 Pesta Bangsawan (Pesta Putra Mahkota)
3
#3 Duke Soveil (Serangan Kutukan)
4
#4 Belati Hell (Rahasia Duke Soveil)
5
#5 Kutukan (Tentang Hell)
6
#6 Lady Rainhart (Wanita Misterius)
7
#7 Sebuah Undangan (Surat yang Ditolak)
8
#8 Ceroboh (Lidah yang Tergelincir)
9
#9 Sabtu Emas (Sebuah Paksaan)
10
#10 Zagc (Tamu Tak Diundang)
11
#11 Mantra Hell (Siapa yang Mengucapnya?)
12
#12 Apa yang Terjadi? (Setelah Serangan Kutukan)
13
#13 Menyatakan Perasaan (Pernyataan Balasan)
14
#14 Ibu Kota Nachtion (Kencan Pertama)
15
#15 Gwinia (Princess of Zagc)
16
#16 Pesta (Teman Tak Terduga)
17
#17 Serangan Lagi? (Love Potion)
18
#18 Sihir Hitam (Fakta Mengejutkan)
19
#19 Peninjauan Wilayah (Undangan Gwinia)
20
#20 Tea Party (Her Trap)
21
#21 Dimana? (Help Me!)
22
Pengumuman
23
#22 Perasaan (Tak Mampu Melepaskan)
24
#23 Merasa Dicintai (Kesalahan Manis)
25
#24 Menguak Misteri (Penyihir Hitam Gwinia)
26
#25 Ceritanya Mulai Salah (Verdian Zagc)
27
#26 Mencari Kebenaran (Dunia Paralel)
28
#27 Melihat Masa Depan (Tentang Verdian)
29
#28 Illusion (Berharap Selamanya)
30
#29 Badai (Count Rainhart)
31
#30 Bday Party (Pertemuan Tokoh Utama)
32
#31 Kekacauan (Tragedi Sihir Hitam)
33
#32 Memulai Kembali (Setelah Tragedi)
34
#33 Mencarimu (Yanneta Rainhart)
35
#34 Tiba di Ibu Kota (Mengunjungi Nachtion)
36
#35 Apakah Itu Kamu? (Tertampar Kenyataan)
37
#36 Finally (Menemukanmu)
38
#37 Jangan Pergi Lagi (Isi Hati Lionel)
39
#38 Mengakhiri Kesalahpahaman (END)
40
#1 Masa Depan Zagc (Extra Story)
41
#2 Balada Menara Zonix (Extra Story)
42
#3 The Greatest Soveil (Extra Story) (Fin)
43
EPILOG

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!