#17 Serangan Lagi? (Love Potion)

"Apakah anda baik-baik saja?"

Yanneta buru-buru masuk kereta dan mendekati Lionel. Tangannya segera memeriksa dahinya.

Panas.

Beberapa saat lalu dingin kini menjadi panas.

"Panas."

Suara Lionel gelisah. Tangannya membuka beberapa kancing bajunya.

"Dimana yang sakit? Kita harus segera pulang. Saya sudah mengirim orang untuk memberitahu Tuan Tatiha."

Lionel mengangguk lemah.

"Saya baik-baik saja Yanneta."

"Badan anda panas."

Tidak menjawab. Matanya menatap Yanneta yang duduk dengan memperhatikannya. Bibir kemerahan yang tidak ada hentinya mengkhawatirkannya itu adalah miliknya.

"Kya!"

Tubuh mereka bertabrakan. Lionel menarik Yanneta mendekat. Dia mengiris jarak yang membuatnya kesal. Dia ingin Yanneta meninggalkannya seperti di ruang pesta tadi.

Dia segera merengkuh tubuh Yanneta dengan posesif.

"Jangan tinggalkan aku lagi." Bisiknya.

"Maafkan saya." Yanneta membenamkan dirinya dalam pelukan Lionel.

Dia mengaku bersalah. Tapi tidak ada pilihan lain. Serangan kutukan bisa dilepaskan jika dia tidak menuruti permintaan kaisar. Dia juga kecewa. Dia juga tidak ingin Lionel bersama Gwinia.

"Tidak akan saya lakukan lagi." Lanjutnya.

"Janji?"

Yanneta mengangguk dalam pelukan Lionel.

"Apakah anda baik-baik saja?" Tanya Yanneta lagi.

Lionel tak menjawab namun sedikit mengangguk.

"Tubuh anda panas, sepertinya demam. Apakah ada yang sakit?"

Dia melepas pelukannya kemudian menjawab lirih.

"Tidak. Saya baik-baik saja."

"Kalau ada yang sakit tolong tahan sebentar, kita akan segera sampai."

Dalam hati Yanneta berdoa semoga ini bukan serangan lagi. Dia tidak ingin melihatnya sakit lagi. Berubah menjadi binatang.

Lionel menyandarkan kepalanya ke pundak Yanneta. Sepanjang perjalanan mereka bergandengan tangan. Saling menguatkan.

"Apa yang terjadi?"

Begitu sampai pertanyaan Byos beruntun. Yanneta menjelaskan dengan singkat. Pintu kamar di tutup dan dia tidak bisa masuk. Yanneta bertanya kenapa tapi Byos menjawab untuk tidak khawatir karena ini bukanlah serangan.

Setidaknya Yanneta tenang namun dia tidak bisa berhenti gelisah. Dia tidak bisa melihat keadaan Lionel.

Beberapa saat kemudian Fabian keluar.

"Yang Mulia meminta saya untuk mengantar Lady untuk kembali."

"Duke sebenarnya kenapa? Apakah dia baik-baik saja."

Fabian mengangguk kecil.

"Ini bukan serangan bukan?"

"Bukan Lady. Mari saya antar. Kereta kuda sudah siap."

"Tidak. Saya ingin melihat Lionel sebentar."

"Maaf anda tidak bisa."

Yanneta menyipitkan matanya.

"Tidak bisa?"

"Ini perintah Yang Mulia."

Yanneta tidak pantang menyerah. Dia berusaha membuka pintu namun terkunci. Dia menggedor pintu tapi tidak ada jawaban. Bahkan dia beberapa kali memanggil nama Lionel namun tidak ada yang membuka pintu.

"Baiklah saya akan pulang jika itu yang anda inginkan. Selamat malam Yang Mulia." Ucap Yanneta pada pintu.

Dia berbalik kemudian melangkah pergi. Baru beberapa langkah pintu terbuka. Sontak Yanneta menoleh, namun yanh keluar adalah Byos.

"Saya tidak ingin anda salah paham Lady, jadi saya akan menjelaskan sedikit tentang kondisi Duke saat ini."

Penjelasannya cukup sederhana.

Lionel tidak mengalami serangan. Dia baru saja saja terkena racun. Karena tubuhnya yang kebal pada racun, Lionel hanya mengalami demam saja. Jadi saat ini dia sedang menjalani perawatan pembersihan racun. Perawatan ini dilakukan oleh Dyos Tatiha, saudara kembar Byos, sekaligus penyisir Soveil.

"Yang Mulia tidak ingin anda terdampak jadi meminta agar anda dikirim kembali dengan aman."

Akhirnya Yanneta mengerti. Dia lega karena ini bukan serangan. Tapi dia kembali gelisah begitu memikirkan racun.

"Racun ini disebut Love Potion."

Kepala Yanneta miring sedikit. Di kehidupannya sebelumnya Love Potion identik dengan patfum populer. Dia tidak pernah mendengar ada racun seperti itu.

Byos kembali menjelaskan tentang Love Potion. Ini adalah racun yang bisa memicu gairah pada orang yang terkena. Dia akan merasa pusing dan mabuk. Racun ini secara signifikan meningkatkan rasa seksual yang buta. Orang yang terkena racun akan merasa tubuhnya kepanasan kemudian tidak bisa mengendalikan diri.

Tiba-tiba Yanneta mengingat sikap Lionel tadi. Dia sangat posesif pada dirinya. Ternyata dia sedang berusaha kuat untuk menahan efek racuk hingga tubuhnya demam.

"Untung saja Yang Mulia kebal terhadap racun jadi gejala yang timbul tidak banyak."

"Siapa?" Yanneta tidak mampu menyelesaikan kata-katanya.

"Entahlah." Byos mengangguk lemah.

"Bagaimana cara kerja racunnya?"

"Banyak cara."

"Apakah bisa melalui udara?"

Byos menggaruk dagunya kemudian mengangguk.

"Racun ini berupa cairan. Jadi bisa dicampur dengan air, atau disuntik ke tubuh, bisa juga dengan disemprotkan ke target dalam jarak yang dekat."

"Seperti parfum?"

"Bisa seperti itu."

Pantas saja. Bau Lionel sangat wangi. Seperti bunga musim semi, sangat wangi.

"Saya mencium bau wangi bunga pada Duke." Celetuk Yanneta.

"Yang Mulia terpapar cukup banyak. Biasanya racun ini tidak mengeluarkan ciri apapun. Jika sampai tercium, kadar penggunaannya pasti besar."

Yanneta tersentak. Pikirannya kembali ke pesta Putri Gwinia. Dia mencoba menelusuri ingatannya tentang siapa saja yang berinteraksi dengannya dan Lionel.

Tidak banyak. Mereka bahkan meninggalkan pesta lebih awal.

Satu-satunya orang yang bersentuhan dengannya adalah dia dan Putri Gwinia.

"Ya Tuhan. Mungkinkah wanita itu.."

Siapa lagi yang bisa dia curigai selain Gwinia Zagc. Hanya dia orang lain yang menyentuh Lionel, saat berdansa. Mereka sangat dekat hingga tidak mungkin untuk mengelak.

"Dasar wanita ular!" Yanneta mengutuk dalam hati.

Dia perlu mencari tahu. Ini tidak bisa dibiarkan. Ini juga akan mencari tahu tentang kutukan Hell. Yanneta tidak rela jika favoritnya menjadi bulan-bulanan keluarga kaisar.

"Anti-Gwinia."

Yanneta harus menghubungi mereka. Perkumpulan Anti-Gwinia. Orang yanh paling membencimu sebenarnya adalah orang yang paling mencintaimu. Dia bahkan tahu setiap detail dalam dirimu yang kamu sendiri tidak tahu.

Dia bisa mengorek informasi dari mereka. Siapa tahu ada yang bisa dia dapatkan.

Yanneta segera mengundurkan diri dari mansion Soveil untuk kembali. Begitu sampai di mansion, dia segera menulis surat untuk Eliz Vexia.

*

Hari pertemuan telah ditetapkan. Dalam dua hari setelah surat balasan datang.

Hari ini adalah hari pertemuan.

Tempat pertemuan dipilih oleh Rebecca yang lebih akrab dengan ibu kota.

Itu adalah sebuah toko roti yang cukup populer akhir-akhir ini. Mereka memiliki dessert yang digemari oleh setiap kalangan. Terutama wanita muda.

Agar tidak mencolok mereka sering mendatangi tempat-tempat yang populer. Berkedok makan camilan dan teh dengan santai mereka diam-diam mengutuk serta bergosip sepuasnya.

Orang pertama yang datang adalah Yanneta. Dia sangat gugup hingga tidak ingin terlambat pada waktu janjian.

Eliz datang tak lama setelah itu. Disusul oleh Yolanda, Hillary dan yang terakhir adalah Rebecca. Roda keretanya tersangkut sehingga perjalanannya cukup lama.

Bloom Flower namanya. Mereka menata kursi dan meja sedemikian rupa agar pelanggan yang datang bisa menikmati setiap menu yang ada. Memang jauh tertinggal dengan konsep modern tapi konsep seperti inilah nanti yang akan diadopsi di cafe masa depan.

"Bagaimana kabar anda semua?" Yannet membuka suaranya.

"Kami baik. Saya sedikit gugup tapi saya senang. Akhirnya kita bisa bertemu lagi." Jawab Rebecca.

"Selamat datang di perkumpulan kami Lady, saya sangat senang mendapat kabar jika anda bersedia bergabung." Jelas Eliz.

"Maaf jika saya menganggu Lady semuanya. Sebenarnya saya ingin meminta bantuan." Yanneta ragu-ragu.

"Kami tidak keberatan Lady Yanneta. Silahkan sampaikan kesulitan anda, kami pasti akan membantu."

"Terima kasih Lady. Sebenarnya saya bingung harus bertanya kepada siapa. Maka saya menghubungi anda semua."

"Lady Yanneta tidak perlu malu-malu. Sekarang kita teman bukan? Teman harus saling membantu." Hillary yang paling pendiampun buka suara.

"Saya sebenarnya ingin tahu semua tentang Putri Gwinia." Yanneta menurunkan suaranya sedikit agar tidak menarik perhatian.

"Apakah ini berhubungan Duke?" Tanya Eliz cepat.

"Ya Tuhan! Apakah akhirnya juga termakan godaan Putri Gwinia?" Yolanda ikut bertanya.

"Bukan. Bukan seperti itu." Yanneta panik.

"Jadi?" Eliz menegaskan sedangkan yang lain fokus menunggu jawaban Yanneta.

"Saya khawatir jika suatu saat nanti Duke akan berpaling dari saya. Anda semua tahu sendiri bukan siapa saya, siapa Putri Gwinia. Apalagi Putri sekarang sudah dewasa, pasti akan gencar untuk menarik perhatian Duke." Yanneta pura-pura resah dengan menambahkan ******* di akhir kalimatnya.

"Astaga! Lady Yanneta benar. Anda pasti sangat gelisah Lady." Yolanda menimpali. Yang lain tampak setuju dengan kompak mengangguk.

"Baiklah Lady, kami pasti akan menbantu anda." Rebecca menggenggam tangan Yannte dengan tulus.

"Sejauh apa yang ingin anda tahu?" Eliz menambahkan.

"Semua yang para Lady tahu."

Dia harus mengumpulkan informasi sebanyak mungkin. Perasaan Yanneta tidak enak ketika mendengar nama Gwinia. Dia tidak banyak disebut dalam cerita kecuali sebagai ogFL yang cinta buta pada Lionel. Tapi dia terus muncul pada saat yang tepat. Ada sesuatu yang ganjil dan Yanneta ingin mencaritahunya.

Bersambung...

FYI

ogFL artinya second lead atau pemeran wanita kedua.

Terpopuler

Comments

TongTji Tea

TongTji Tea

yanneta kalo jualan boba pasti laris ya 😆

2023-05-22

1

lihat semua
Episodes
1 #1 Dunia Novel (Masuk ke Dunia Lain)
2 #2 Pesta Bangsawan (Pesta Putra Mahkota)
3 #3 Duke Soveil (Serangan Kutukan)
4 #4 Belati Hell (Rahasia Duke Soveil)
5 #5 Kutukan (Tentang Hell)
6 #6 Lady Rainhart (Wanita Misterius)
7 #7 Sebuah Undangan (Surat yang Ditolak)
8 #8 Ceroboh (Lidah yang Tergelincir)
9 #9 Sabtu Emas (Sebuah Paksaan)
10 #10 Zagc (Tamu Tak Diundang)
11 #11 Mantra Hell (Siapa yang Mengucapnya?)
12 #12 Apa yang Terjadi? (Setelah Serangan Kutukan)
13 #13 Menyatakan Perasaan (Pernyataan Balasan)
14 #14 Ibu Kota Nachtion (Kencan Pertama)
15 #15 Gwinia (Princess of Zagc)
16 #16 Pesta (Teman Tak Terduga)
17 #17 Serangan Lagi? (Love Potion)
18 #18 Sihir Hitam (Fakta Mengejutkan)
19 #19 Peninjauan Wilayah (Undangan Gwinia)
20 #20 Tea Party (Her Trap)
21 #21 Dimana? (Help Me!)
22 Pengumuman
23 #22 Perasaan (Tak Mampu Melepaskan)
24 #23 Merasa Dicintai (Kesalahan Manis)
25 #24 Menguak Misteri (Penyihir Hitam Gwinia)
26 #25 Ceritanya Mulai Salah (Verdian Zagc)
27 #26 Mencari Kebenaran (Dunia Paralel)
28 #27 Melihat Masa Depan (Tentang Verdian)
29 #28 Illusion (Berharap Selamanya)
30 #29 Badai (Count Rainhart)
31 #30 Bday Party (Pertemuan Tokoh Utama)
32 #31 Kekacauan (Tragedi Sihir Hitam)
33 #32 Memulai Kembali (Setelah Tragedi)
34 #33 Mencarimu (Yanneta Rainhart)
35 #34 Tiba di Ibu Kota (Mengunjungi Nachtion)
36 #35 Apakah Itu Kamu? (Tertampar Kenyataan)
37 #36 Finally (Menemukanmu)
38 #37 Jangan Pergi Lagi (Isi Hati Lionel)
39 #38 Mengakhiri Kesalahpahaman (END)
40 #1 Masa Depan Zagc (Extra Story)
41 #2 Balada Menara Zonix (Extra Story)
42 #3 The Greatest Soveil (Extra Story) (Fin)
43 EPILOG
Episodes

Updated 43 Episodes

1
#1 Dunia Novel (Masuk ke Dunia Lain)
2
#2 Pesta Bangsawan (Pesta Putra Mahkota)
3
#3 Duke Soveil (Serangan Kutukan)
4
#4 Belati Hell (Rahasia Duke Soveil)
5
#5 Kutukan (Tentang Hell)
6
#6 Lady Rainhart (Wanita Misterius)
7
#7 Sebuah Undangan (Surat yang Ditolak)
8
#8 Ceroboh (Lidah yang Tergelincir)
9
#9 Sabtu Emas (Sebuah Paksaan)
10
#10 Zagc (Tamu Tak Diundang)
11
#11 Mantra Hell (Siapa yang Mengucapnya?)
12
#12 Apa yang Terjadi? (Setelah Serangan Kutukan)
13
#13 Menyatakan Perasaan (Pernyataan Balasan)
14
#14 Ibu Kota Nachtion (Kencan Pertama)
15
#15 Gwinia (Princess of Zagc)
16
#16 Pesta (Teman Tak Terduga)
17
#17 Serangan Lagi? (Love Potion)
18
#18 Sihir Hitam (Fakta Mengejutkan)
19
#19 Peninjauan Wilayah (Undangan Gwinia)
20
#20 Tea Party (Her Trap)
21
#21 Dimana? (Help Me!)
22
Pengumuman
23
#22 Perasaan (Tak Mampu Melepaskan)
24
#23 Merasa Dicintai (Kesalahan Manis)
25
#24 Menguak Misteri (Penyihir Hitam Gwinia)
26
#25 Ceritanya Mulai Salah (Verdian Zagc)
27
#26 Mencari Kebenaran (Dunia Paralel)
28
#27 Melihat Masa Depan (Tentang Verdian)
29
#28 Illusion (Berharap Selamanya)
30
#29 Badai (Count Rainhart)
31
#30 Bday Party (Pertemuan Tokoh Utama)
32
#31 Kekacauan (Tragedi Sihir Hitam)
33
#32 Memulai Kembali (Setelah Tragedi)
34
#33 Mencarimu (Yanneta Rainhart)
35
#34 Tiba di Ibu Kota (Mengunjungi Nachtion)
36
#35 Apakah Itu Kamu? (Tertampar Kenyataan)
37
#36 Finally (Menemukanmu)
38
#37 Jangan Pergi Lagi (Isi Hati Lionel)
39
#38 Mengakhiri Kesalahpahaman (END)
40
#1 Masa Depan Zagc (Extra Story)
41
#2 Balada Menara Zonix (Extra Story)
42
#3 The Greatest Soveil (Extra Story) (Fin)
43
EPILOG

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!