Bab 14

Ketegangan yang sempat terjadi di rumah keluarga Nusantara kini telah redup. Semua orang telah kembali ke kamar masing-masing termasuk Arnis dan Sultan.

Pasangan suami istri ini masih terdiam duduk diatas ranjang dengan pikiran yang tertuju pada satu titik. Arion dan Alzarin.

"Pa, semoga saja Arion tidak melakukan hal yang bisa membuat papa Johan marah."

Sultan nampak diam menanggapi kekhawatiran istrinya. Sultan tahu jika Arion suka melakukan hal yang tak biasa untuk mencapai ambisinya, sama seperti ayahnya.

"Semoga saja ya, Ma. Aku juga takut Arion melakukan sesuatu pada gadis itu. Kamu tahu sendiri kan sifat Arion dan Papa persis sama."

Sementara di kamarnya, Arion tersenyum puas dan penuh kelegaan. Apalagi Arion sudah tahu jika Dennis akan menceraikan Alza. Langkahnya untuk memiliki Alza akan semakin mudah.

"Besok aku akan menjemputmu, Alza. Aku sudah tidak sabar ingin segera menikahimu."

Suara ketukan pintu membuat Arion menoleh. Pintu kamarnya belum tertutup rapat. Arion tahu jika Falia pasti akan datang.

"Selamat ya! Sebentar lagi ambisimu itu akan segera terwujud."

Arion tersenyum. "Falia, jangan cemburu gitu dong! Kamu tetap jadi adikku yang paling manis. Kamu pasti akan menyukai Alza. Dia gadis yang sangat manis." Arion memegangi kedua bahu Falia.

Falia menepis tangan Arion, meski tidak kasar. Tapi Arion tahu apa yang dirasakan gadis dihadapannya ini.

"Aku harap kamu bahagia, Ar. Meski apa yang kamu lakukan itu salah, tapi kuharap kamu bisa mempertanggungjawabkannya."

Setelahnya Falia keluar dari kamar Arion. Tak lupa ia menutup pintu kamar itu.

...***...

Keesokan harinya, Arion datang ke rumah Dennis dan membuat keributan.

"Alza! Alza, kamu dimana?"

Tanpa mengindahkan si tuan rumah, Arion masuk ke rumah Dennis dan menggemakan nama Alza.

"Hei, Bung. Apa keluargamu tidak mengajarkanmu sopan santun?" Dennis kesal dengan sikap sombong Arion.

"Katakan dimana Alza?!" Arion mencengkeram kerah kemeja Dennis.

Dennis hanya tersenyum seringai melihat Arion yang kelabakan yang tak menemukan Alza dimanapun.

"Alza sudah pergi!" jawab Dennis tenang dan dingin.

"Apa?"

"Iya, Alza sudah pergi! Aku gak tahu dia pergi kemana."

Arion mengusap wajahnya kasar.

"Kenapa kamu gak mencarinya? Dia sedang hamil, Dennis. Bagaimana kalau terjadi sesuatu dengannya?"

Dennis mencibir Arion. "Aku sudah menceraikannya, jadi dia bukan lagi istriku. Sebaiknya kau cari dia sebelum dia melakukan hal yang tidak-tidak. Dan jika itu terjadi... Maka kamulah yang jadi penyebab semua ini terjadi!"

Arion bergeming. Hatinya mencelos mendengar penuturan Dennis. Benar apa yang dikatakan Dennis. Dirinyalah yang bertanggung jawab jika terjadi sesuatu dengan Alzarin.

Setelah terdiam beberapa saat, Arion melangkah pergi dari rumah Dennis. Dalam kegamangan hatinya, Arion harus bisa berpikir jernih tentang kemungkinan kemana Alza akan menapakkan kakinya untuk bersandar.

"Panti asuhan! Ya, pasti Alza mendatangi panti asuhan Kasih Bunda!" seru Arion lalu segera melajukan mobilnya.

Di dalam rumah, Dennis masih terdiam dengan hati yang berkecamuk. Hatinya berkata jika dirinya mencemaskan kondisi Alzarin. Namun bibirnya selalu berucap jika dirinya membenci Alzarin. Manakah yang benar?

Tentu saja hati tak bisa berbohong. Dennis terlalu sakit untuk bisa mengkhawatirkan Alzarin. Dennis terlalu naif untuk mengakui jika hatinya ingin Alza tetap di sisi. Kini semua sudah menjadi kenangan. Dennis tidak akan bisa lagi mengejar cinta Alzarin.

...***...

Falia mendatangi ruangan Arion dan tidak melihat kakaknya ada disana. Padahal hari ini dan beberapa hari ke depan banyak berkas kerjasama yang membutuhkan persetujuan Arion.

"Kemana lagi dia?"

Falia melangkah ke ruangan Anand dan melihat pria itu sedang sibuk di telepon.

"Ehem!" Falia berdeham untuk menginterupsi percakapan Anand dan seseorang yang sudah bisa ditebak jika itu adalah Arion.

"Nona Falia?" Anand mematikan sambungan telepon.

"Apa itu Arion?" tanya Falia dingin dengan tangan bersedekap.

"I-iya, Nona." Entah kenapa Anand selalu merasa gugup jika berinteraksi dengan Falia. Aura pembawaan gadis itu membuat Anand kagum dan juga takut secara bersamaan.

Tatapan Falia yang tidak bersahabat membuat Anand sulit untuk mendekati gadis itu.

"Ada dimana dia sekarang?" Falia yang masih dengan mode yang sama.

"Tuan Arion... Emmm, dia ada di..."

Falia memejamkan mata. "Dimana dia?!" Suara Falia naik satu oktaf.

"Maaf, Nona. Tuan Arion sedang menuju ke kota A. Dia mencari Nona Alzarin."

Falia menggeleng pelan. "Jadi, gadis itu kabur dari Arion?" Falia menahan tawanya. Sebenarnya ingin tertawa keras, tapi ia ingat imejnya yang selalu terkesan dingin terhadap siapapun.

"Ya sudah. Kamu handle semua pekerjaan Arion ya! Aku pergi dulu!"

Falia melenggang pergi dari ruangan Anand. Falia menuju ke atap gedung dan disana Falia melepaskan tawanya.

"Hahahaha, Arion Arion! Dasar bodoh! Hahahahaha."

...***...

Perjalanan menuju ke kota A butuh waktu yang tidak sedikit, sekitar 5 hingga 6 jam dengan jalur darat. Arion sendiri masih tidak mengerti kenapa keluarga Nusantara jauh-jauh datang ke panti asuhan Kasih Bunda yang ada di Kota A. Padahal di Kota B, tempat mereka tinggal, juga banyak panti asuhan yang bisa mereka datangi untuk mengadopsi anak.

Ah, Arion tidak mau memikirkan hal itu sekarang. Saat ini pikirannya hanya fokus pada Alzarin saja.

Hingga akhirnya Arion tiba di halaman depan panti asuhan Kasih Bunda pada pukul sembilan malam. Arion rasa tidak pantas jika mendatangi panti di waktu sekarang.

Arion memilih pergi ke sebuah hotel dan bermalam disana. Besok pagi barulah Arion akan mendatangi panti dan bertanya apakah Alzarin ada disana atau tidak.

Pagi harinya, Arion dengan semangat membara akan mendatangi panti asuhan. Namun ada satu hal yang harus dia lakukan sebelum menuju panti.

Arion menuju ke sebuah toko mainan anak-anak dan membeli banyak mainan disana. Tak lupa Arion juga membeli banyak makanan ringan untuk anak-anak panti.

"Hmm, sepertinya sudah cukup. Baiklah, sekarang aku siap untuk ke panti. Bu Astuti pasti kaget saat melihatku datang nanti," gumam Arion dengan percaya diri.

Dan benar saja prediksi Arion tadi, Ibu Astuti sangat terkejut melihat sosok Arion yang sekarang.

"Kamu... Arya?" Wanita yang rambutnya mulai memutih itu bertanya dengan menaikturunkan kacamatanya. Ia menelisik dengan jelas sosok Arion dari ujung kaki hingga ujung rambutnya.

"Iya, Bu. Ini aku Arya!" jawab Arion dengan senyum manisnya.

"Kenapa kebetulan sekali? Alza juga sedang ada disini."

Bingo!

Apa yang sudah di ramalkan oleh Arion akhirnya benar terjadi. Alza ada di panti asuhan ini.

"Anak-anak, kalian mau mainan?" panggil Arion pada anak-anak panti.

"Mau!"

"Mau!"

"Mau!"

Sorak sorai kegembiraan terlihat jelas di wajah anak-anak panti.

"Ibu senang kamu sudah jadi orang sukses, Nak! Kamu harus berterimakasih pada keluarga itu karena sudah mengadopsimu."

Kalimat Ibu Astuti membuat Arion tertegun. Sama sekali ia tidak suka tinggal bersama Johan dan keluarganya. Tapi bagaimanapun juga, berkat Johan, Arion bisa jadi orang yang seperti sekarang. Berkuasa dan bisa mendapatkan apapun yang ia inginkan.

Gemuruh suara anak-anak panti, membuat seorang gadis yang sedang merebah tubuhnya harus bangkit karena penasaran dengan apa yang terjadi pada anak-anak panti.

"Ada apaan sih? Kok rame banget!"

Ya, itu adalah Alzarin yang masih bermalas-malasan diatas ranjang. Sejak hamil, Alza cenderung malas melakukan apapun dan lebih sering berebahan di tempat tidur.

Namun karena rasa penasaran yang tinggi, akhirnya Alza keluar dari kamar dan menuju ke ruang tamu dimana anak-anak sedang bersenda gurau. Langkah kaki Alza mulai mendekat hingga akhirnya...

"Kamu? Apa yang kamu lakukan disini?"

Terpopuler

Comments

Verena Indri

Verena Indri

cepat up date nya thor... doubel up date ya thor...

2023-06-05

7

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!