Bab 4

Hari itu Arion menjemput Zetta di kampusnya. Rencananya setelah ini mereka akan ke rumah keluarga Arion untuk memperkenalkan kekasih Arion itu.

Zetta nampak gugup karena akan bertemu dengan keluarga kekasihnya itu. Selama menjalin hubungan, Arion jarang bercerita tentang keluarganya. Ini juga terpaksa Arion membawa Zetta ke rumah. Karena gadis itu terus mendesak agar hubungan mereka segera diresmikan.

Tentunya Zetta takut jika Arion berpaling pada yang lain. Bukan gosip lagi jika Arion memiliki banyak penggemar. Sikap dingin dan misteriusnya membuat para wanita penasaran dengan dirinya.

Pertemuan Zetta dan Arion juga terbilang tak biasa. Mereka bertemu saat Zetta berlibur ke Paris. Dan Arion mengurus pekerjaan disana.

Karena merasa cocok, Arion sepakat untuk berpacaran dengan Zetta meski gadis itu masih terbilang muda. Dan uniknya, bukan Arion yang memulai hubungan tetapi Zetta.

Gadis itu sudah kepalang di mabuk cinta dengan Arion. Apapun akan ia tempuh untuk bisa mendapat hati Arion. Dan ya, dia berhasil.

Mobil Arion tiba di rumah besar itu sekitar pukul enam petang. Rencananya, Zetta akan makan malam dengan keluarga Arion. Sebelumnya Arion sudah memberitahu Arnis jika ia akan datang membawa kekasihnya.

Patut diacungi jempol karena ini adalah pertama kalinya Arion membawa seorang wanita ke rumahnya.

"Kak, aku sangat gugup." Zetta menatap Arion.

Arion meraih tangan Zetta dan mengecupnya. "Jangan takut, ada aku disini."

Zetta tersenyum. Sikap Arion selalu hangat jika bersama dengannya.

Mereka pun akhirnya turun dari mobil dan melangkah bersama memasuki rumah. Orang pertama yang menyambut mereka adalah Falia.

"Halo, Kak Falia. Selamat malam," sapa Zetta ramah.

"Malam. Sudah ditunggu sama semuanya. Ayo masuk!" Seperti biasa, Falia tak suka berbasa basi dan selalu sedingin es.

Arion meyakinkan Zetta jika semua akan baik-baik saja. Hal pertama yang dilakukan Zetta adalah mengobrol bersama dengan Arnis, ibu Arion. Tentunya semua orang mengira jika Arnis adalah ibu kandung Arion, karena memang begitulah rumor yang beredar.

Kesan pertama Arnis, dia sangat menyukai Zetta. Zetta masih muda dan penuh pesona. Dia juga berasal dari keluarga terpandang.

Hingga akhirnya jam makan malam tiba dan Zetta duduk bersama dengan seluruh anggota keluarga Nusantara. Johan dan Sultan juga duduk bersama disana.

Johan tidak mengatakan sepatah katapun ketika Arion mengutarakan keinginannya untuk bertunangan dengan Zetta. Sedangkan Sultan menyambut baik rencana Arion. Itu artinya Arion sudah cukup serius memikirkan masa depannya.

"Papa setuju saja dengan rencana kamu. Lakukanlah yang kamu inginkan, Nak. Papa akan mendukungmu!"

"Terima kasih, Pa. Dan kakek..." Arion menatap Johan. Arion tahu kakeknya tak akan semudah itu memberi restu.

Johan tidak menjawab dan malah meninggalkan ruang makan dengan kebisuannya. Zetta sempat cemas karena Johan tak memberi respon.

"Jangan dipikirkan, kakek memang begitu. Kamu tenang saja." Arion menenangkan Zetta.

"Sebaiknya kamu antar Zetta pulang saja, Nak. Nanti biar mama dan papa yang bicara dengan kakekmu." Arnis tak ingin suasana menjadi semakin tak enak.

Arion mengangguk dan segera mengantar Zetta pulang ke rumahnya.

#

#

#

Keesokan harinya, Arion datang ke rumah Zetta untuk membicarakan perihal pertunangan dirinya dengan Zetta. Keluarga Zetta menyambut hangat kehadiran Arion. Atmosfernya sangat berbeda dengan situasi kemarin saat di rumah Arion.

"Jadi, kapan kalian ingin bertunangan?"

Pertanyaan Juno membuat Arion dan Zetta saling pandang.

"Rencananya nunggu Bang Dennis pulang bulan madu, Pa," jawab Zetta.

Sebenarnya Arion sangat ingin bertemu dengan Alzarin. Namun ternyata Alza dan Dennis sudah berangkat berbulan madu ke Labuan Bajo. Tidak terlalu jauh karena memang itu adalah permintaan Alzarin sendiri.

Arion mengangguk menanggapi jawaban Zetta. Arion sendiri masih tak tahu apakah ini adalah keputusan yang tepat atau tidak. Berpacaran, bertunangan, dan selanjutnya menikah. Arion sendiri masih bimbang dengan perasaannya terhadap Zetta.

Setelah pertemuan keluarga di adakan, Arion akhirnya mendapatkan titik terang informasi tentang Alzarin. Anand berkunjung ke apartemen Arion dan membawa berkas tentang Alzarin.

Tangan Arion terkepal sempurna. Matanya memerah dan dadanya bergemuruh. Bagaimana tidak?

Orang yang selama ini ia cari ternyata kini begitu dekat dengannya. Alzarin...

"ARGH!" Arion berteriak kesal.

Anand hanya bisa menunduk dan menggeleng. Selama ini ia begitu sulit mendapatkan informasi tentang Alzarin. Tapi setelah Alza menikah dengan Dennis, semua info seakan terbuka dengan lebar. Mungkin karena banyaknya orang yang ingin mengorek informasi tentang keluarga Pratama terutama tentang menantu mereka.

"Maafkan saya, Tuan. Selama ini saya begitu kesulitan mencari info tentang Nona Alza."

Arion menatap tajam asistennya itu.

"Sudahlah! Tidak ada gunanya meminta maaf. Sekarang cepat siapkan tiket untuk ke Labuan Bajo!"

"Hah?!" Anand melongo.

"Cepat, Anand! Aku tidak punya waktu lagi untuk bersantai. Aku akan merebut Alzaku kembali!" tegas Arion.

"Tuan! Itu terlalu beresiko! Kenapa Tuan harus merebut istri orang? Tuan sendiri akan menikah dengan adik Tuan Dennis."

Arion menyorot tajam sosok Anand. Seketika Anand mengerut dan tak berani membantah. Arion yang dikenalnya adalah sosok yang pantang menyerah. Bahkan jika harus melawan norma, tetap akan ia lakukan.

"Oh ya, satu lagi. Cari tahu perihal Dennis Pratama secara menyeluruh. Kamu harus menyerahkan laporanmu besok pagi. Ingat! Besok pagi!"

#

#

#

Hari itu, Falia melihat Anand hanya sendiri tanpa kehadiran Arion. Tentunya itu adalah pemandangan yang tak biasa. Karena Arion selalu bersama Anand. Dan Anand akan selalu menemani Arion kemanapun pria itu pergi.

"Dimana kakakku?" tanya Falia menyelidik.

Anand sudah memprediksi jika Falia pasti akan menanyakan soal bosnya.

"Tuan Arion sedang ke luar kota, Nona."

"Luar kota?" Falia menyipitkan matanya.

"Benar."

"Kemana?"

"Urusan pribadi."

Falia masih tak menyangka jika Arion akan pergi tanpa memberitahu dirinya. Selama ini Arion selalu terbuka padanya.

"Baiklah. Kamu boleh pergi. Dan gantikan tugas Arion dengan baik."

Anand mengangguk lalu meninggalkan Falia. Gadis itu masih mematung di tempat.

"Kamu kemana Arion? Jangan sampai kamu melakukan hal konyol yang akan membuatmu menyesal di kemudian hari."

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!