Bab 2

Dennis duduk termenung di sebuah bangku panjang rumah sakit. Masih terekam dengan jelas penjelasan Wildan, dokter Antologi, sekaligus kawan lamanya, tiga puluh menit yang lalu mengenai kondisi tubuh Dennis yang sebenarnya.

Dennis memejamkan matanya. Apa yang dikatakan Wildan sungguh menggores kecewa di hatinya. Terlebih lagi jika keluarganya mengetahui soal ini.

"Maaf, Dennis. Menurut hasil tes, kamu dinyatakan infertil. Produksi spérmamu kurang bagus, dan terancam tidak bisa membuahi. Kemungkinan kamu tidak akan bisa memiliki anak jika kamu menikah nanti."

Tentu saja penjelasan Wildan membuat jantung Dennis serasa terhenti sejenak. Udara disekitarnya menghitam dan membuatnya sesak.

"Tidak mungkin! Ini tidak mungkin! Aku tidak mungkin mandul!" Dennis berteriak dan meminta Wildan sekali lagi memeriksa dirinya.

"Bersabarlah, Dennis. Bicarakan baik-baik masalah ini dengan keluargamu."

"Mana mungkin aku mengatakannya? Besok aku akan menikah dan aku harus menerima kabar ini? Ini sungguh tidak adil, Wil. Ini tidak adil! Kenapa harus aku? Kenapa harus aku yang mengalami ini?"

Getaran ponsel di saku celana Dennis membuatnya tersadar. Air mata yang menggenang segera ditepisnya. Karena nama sang mama tertera di layar ponselnya.

Dennis mengatur napas sebelum menjawab panggilan dari Lia.

"Halo, Ma."

"Bang, kamu dimana? Sebentar lagi ada acara pembukaan pernikahan kamu dan Alza."

"Iya, Ma. Sebentar lagi abang pulang kok. Ini sudah di perjalanan."

"Hmm, ya sudah. Hati-hati menyetirnya ya."

Panggilan berakhir. Dennis kembali merasai kesedihan di hati dan jiwanya.

"Maafkan aku, Alza. Maafkan aku... Karena aku tidak bisa jadi suami yang sempurna untukmu..."

#

#

#

Hari pernikahan pun akhirnya tiba. Kedua mempelai tersenyum bahagia menyambut para tamu yang datang.

Dennis juga selalu mengembangkan senyumnya di depan semua orang. Ia tidak ingin orang-orang mengetahui kesedihan dalam dirinya. Biarlah ia menutup rapat rahasia dalam dirinya ini entah sampai kapan.

Pesta pun usai. Dennis dan Alza masuk ke dalam kamar yang sudah di sulap dengan indahnya oleh Zetta dan Lia. Mereka memang sengaja mendekor sendiri kamar pengantin Dennis dan Alza.

Alza terlihat canggung berada satu kamar dengan Dennis. Padahal mereka sudah bersama lebih dari sepuluh tahun. Namun kini status mereka telah berubah. Alza bukan lagi adik kecil yang di jaga oleh Dennis.

Alza kini adalah istri Dennis. Dan suatu kebanggaan tersendiri bisa mengambil hati Dennis yang terkenal dengan sosok kakunya itu.

"Apa Mas Dennis mau mandi dulu?"

Dennis tersenyum melihat istrinya yang masih malu-malu. Di matanya, Alza memang selalu manis dan lemah lembut.

"Iya, kamu siapkan baju ganti untukku ya!"

Alza mengangguk. Ia menghela napas lega ketika Dennis memasuki kamar mandi.

"Huft! Kenapa tegang sekali? Apa aku dan Mas Dennis akan melakukan hal itu malam ini juga? Tapi aku merasa sangat lelah. Tapi kalau menolak... Rasanya tak enak hati. Itu kan kewajibanku sebagai istri."

Alza menatap pintu kamar mandi yang masih tertutup. "Aku beruntung memiliki suami seperti Mas Dennis. Dia sangat mencintaiku. Tidak seperti..."

Alza menggeleng. "Jangan mengingat tentang dia lagi, Alza. Dia juga tidak pernah mengingatmu. Untuk apa kamu mengingatnya?"

Alza terkejut mendengar pintu kamar dibuka oleh Dennis.

"Sekarang giliran kamu."

"I-iya, Mas." Alza segera berlari menuju kamar mandi.

#

#

#

Malam ini terasa sangat canggung. Ternyata Dennis masih terjaga sambil mengotak atik laptopnya. Dennis sengaja mengalihkan perhatian dengan mengecek pekerjaannya.

"Mas lagi kerja?" Tanya Alza.

"Huum. Aku hanya mengecek saja."

"Tapi kan Mas lagi libur."

Dennis segera menutup laptopnya. "Iya, aku tahu. Aku sedang libur. Tapi aku tidak akan libur bekerja denganmu."

"Hah?!"

Alza tertegun ketika Dennis menarik tangannya hingga tubuh mungilnya terjatuh di pangkuan Dennis.

"Bisa kita mulai, Nyonya Alzarin Pratama?"

Alza tersipu malu. Tentunya ia tidak bisa menjawab. Desiran aneh dalam dirinya memaksa untuk tetap terdiam dan merasakan lembutnya sentuhan Dennis kepadanya.

Dennis merasai bibir Alza dengan penuh kehati-hatian. Dennis mengatur ritmenya agar tidak terlalu terburu-buru.

"Ini bukan ciuman pertama kita, tapi kenapa kamu tegang begitu?"

Dennis merasa jika Alza sangat gugup.

"Maaf, Mas. Aku hanya gugup." Alza menunduk malu.

"Iya, tidak apa. Lagi pula kita masih punya banyak waktu untuk melakukannya kan?"

Alza mengangguk. Perlahan Dennis merebahkan tubuh Alza ke tempat tidur yang penuh dengan kelopak bunga mawar itu.

"Hah! Ini pasti kerjaan Zetta! Dia malah bikin sampah di ranjang kita!" Kesal Dennis.

Alza malah terkekeh. "Biarkan saja, Mas. Ini kan malam pertama kita. Pasti Zetta ingin memberi kejutan untuk kita."

Dennis tersenyum dan mengangguk. Setelahnya Dennis melakukan tugasnya sebagai seorang suami. Dan Alza melepas mahkota terindahnya untuk suami tercintanya.

#

#

#

"Kak Ariooooonnn!" Teriakan Zetta membuat orang-orang menatap ke arahnya.

Gadis 20 tahun ini memang terkenal heboh jika menanggapi sesuatu, terlebih jika tentang kekasih tercintanya yang baru saja kembali ke tanah air.

"Akhirnya kakak pulang juga!"

Dengan gaya manjanya Zetta memeluk Arion di depan umum. Saat ini Arion baru saja tiba di bandara bersama dengan adiknya, Falia dan juga Anand, asisten Arion.

"Aku sangat sangat sangat merindukanmu, Kak..." Zetta menenggelamkan wajahnya di dada bidang Arion.

"Iya iya, aku tahu," Balas Arion datar.

"Apa kakak tidak merindukanku?"

"Tentu saja aku..."

"Ehem! Ini tempat umum! Apa kalian akan terus berpelukan begitu?" Celetuk Falia yang memang terkenal lebih dingin dibanding kakaknya.

"Ish, mengganggu saja!" Gumam Zetta kesal.

"Fal, aku akan ke apartemen. Kamu langsung pulang saja dengan Anand," Titah Arion yang pastinya tak bisa dibantah oleh Falia.

"Baiklah. Aku pergi dulu!" Falia pamit undur diri bersama Anand.

"Ck, dasar! Dia pasti mau melepas rindu dengan gadis manja itu! Aku tidak mengerti kenapa Arion menyukai gadis menye-menye seperti dia!" Kesal Falia sambil terus melangkah.

"Mungkin Nona perlu jatuh cinta agar tahu seperti apa rasanya jika dunia hanya milik berdua," sahut Anand.

Celetukan Anand membuat Falia mendelik kearahnya.

"Apa kau ingin gajimu dipotong, Anand? Kau tahu kan siapa yang mengendalikan keuangan kakakku?" Ancam Falia.

"Maaf, Nona. Saya tidak bermaksud!" Anand langsung meminta maaf.

Falia memang terkenal kejam terhadap para pegawai yang tidak memiliki kinerja sesuai dengan harapannya.

#

#

#

Arion dan Zetta kini berada di apartemen pria itu. Sebelumnya mereka mampir ke swalayan untuk membeli bahan makanan.

"Kak, apa kakak tidak lelah? Kenapa memasak sendiri? Kan kita bisa memesan makanan saja!"

Zetta heran kenapa kekasihnya itu sangat suka memasak sendiri. Memang Arion sejak dulu mandiri karena dia sudah terbiasa tinggal seorang diri di luar negeri. Tapi jika memiliki banyak uang, untuk apa harus bersusah payah memasak?

"Aku lebih suka membuatnya sendiri. Kamu duduk saja!"

"Ish, masa aku hanya duduk?"

"Karena aku tahu kamu tidak bisa memasak!" Arion mengecup singkat bibir Zetta.

Begitulah Arion. Selalu tak terduga dan penuh misteri. Zetta menyukai itu.

Zetta memilih memainkan gawainya sambil menunggu Arion selesai memasak.

"Oh ya, Kak. Kakak belum melihat istri bang Dennis kan? Sini aku kasih lihat fotonya."

Zetta menghampiri Arion yang sedang sibuk mengaduk masakannya.

"Ini dia, namanya kak Alzarin."

DEG

Seketika Arion menghentikan aktifitasnya. Ia langsung merebut ponsel Zetta dan menatap foto seorang gadis dalam balutan gaun pengantin yang indah.

Terpopuler

Comments

Radya Arynda

Radya Arynda

semangaaat💪💪💪💪💪

2023-06-07

3

BabyCat

BabyCat

wah... sepertinya akan ada calon pebinor disini 😆😆
canda pebinor 🤭🤭🙏🙏

2023-06-05

6

BabyCat

BabyCat

apa maksud kamu adalah Arya? dia selalu mengingat mu neng...

2023-06-05

5

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!