Alena

Part 15

Suara hingar bingar musik memenuhi ruangan diskotek. Alunan musik yang dibawakan oleh seorang disjoki melalui sistem PA. Dengan piringan hitam dan berbagai varian musik lokal, musik disko, funk, dan elektro terdengar bercampur aduk.

"Siapa nama mu?" Tanya Zafran pada wanita yang berpakaian serba minim. Bahkan belahan alur dadanya terlihat jelas.

"Anggi. Tuan! Apa aku terlihat cantik?" Tanya Anggi senang saat melihat Zafran menatapnya intens. Zafran tidak menanggapi pertanyaan Anggi, Anggi terlihat kecewa dengan wajah cemberut.

"Kamu?" Zafran memindahkan tatapannya ke sebelah kiri. Wanita di sebelah kirinya tidak kalah cantik, dengan dres warna biru yang serba kekurangan bahan. Wanita itu sangat piawai memijat lengan Zafran.

"Aku Vina. Tuan," ujarnya dengan sangat manja.

"Aku bisa memuaskan tuan sampai ke ubun-ubun," ujar Vina manja sambil meraba dada bidang Zafran.

Mendengar penuturan Vina membuat Zafran merinding. Bukan karena bernafsu, tapi karena merasa jijik, dia membayangkan kalau tubuh cantik Vina pasti sudah dijamah banyak laki-laki.

Zafran menatap bergantian pada dua wanita yang ada di sampingnya. Wanita-wanita cantik yang tak punya harga diri, demi uang mau saja disentuh oleh laki-laki hidung belang, untuk penuntas nafsu mereka.

"Dasar perempuan-perempuan malam," batin Zafran.

Sepuluh menit kemudian Rayzad sampai di halaman diskotek. Setelah memarkir mobilnya dia berjalan masuk ke dalan diskotek. Rayzad memindai ruangan remamg-remamg itu, mencari sosok Zafran. Begitu mengetahui keberadaannya Ray pun mendekat.

"Menjauhlah. Tuan saya ini bahaya, bisa menelan perempuan hidup-hidup," ujar Rayzad sambil terkekeh.

Kedua wanita itu spontan menatap Rayzad yang baru sampai, kemudian saling berpandang. Rayzad mengeluarkan dua ikat uang ratusan dan melemparkan pada dua wanita itu.

Anggi dan Vina saling berpandangan, seraya meraih uang yang dilemparkan Rayzad.

"Terima kasih. Tuan," ujar Anggi dan Vina, lalu keduanya menjauh.

"Apa Tuan ingin mencari istri kesepuluh?" Tanya Rayzad saat sudah duduk di samping Zafran.

"Tidak! Aku tidak butuh mereka."

"Kalau tidak butuh mereka. Kenapa tuan ke tempat ini. Tempat ini tidak sehat buat tuan yang berniat untuk menjadi laki-laki setia yang sejati," bisik Rayzad.

Mendengar ucapan Rayzad. Zafran meraup habis wajah dengan kedua tangannya, lalu dia menarik nafas dalam. Benar kata Rayzad, tempat ini akan membawanya kembali ke masa lalu.

"Yuk! Kita pergi dari sini." Zafran berdiri dari duduknya.

"Tuan Zafran mau ke mana?" Tanya Safwan mendekat.

"Kami mau pulang." Rayzad yang menjawab.

"Kenapa begitu buru-buru. Aku punya barang baru," ujar Safwan berusaha menahan Zafran.

Dulu beberapa kali Safwan meraih keuntungan dengan menawarkan gadis perawan untuk jadi istri semalam Zafran. Dan kali ini dia berharap menawarkan peruntungan baru.

"Kamu serius," ujar Zafran pandangannya beralih pada Safwan.

"Iya. Aku bisa membawanya untuk tuan," ujar Safwan mengangguk.

"Tuan Zafran sudah punya pilihan, dia sudah tak butuh wanita darimu lagi." Rayzad menanggapi ucapan Safwan

"Kali ini aku kasih barang bagus dan diskon?" Safwan kembali menawarkan, karena dia tidak ingin mangsanya pergi.

"Tidak ada tawar menawar," jawab Rayzad, lalu menggamit lengan Zafran membawanya keluar diskotek.

"Apa tuan lagi ada masalah?" Tanya Rayzad saat sudah berada di parkir.

"Tidak! Kenapa kamu bertanya seperti itu. Apa wajahku terlihat penuh masalah," ujar Zafran menunjuk wajahnya sambil tertawa.

Keduanya berpisah dan masuk ke dalam mobil masing-masing. Zafran meluncur meninggalkan diskotek menuju jalan raya, Ray pun meluncur mengikuti mobil Zafran dari belakang. Ray memastikan kalau Zafran kembali ke apartement, baru dia meluncur kembali ke rumah.

Sementara Kayesa di rumah kontrakannya, masih lembur membuat nastar pesanan dari pelanggannya yang sudah terlanjur diterimanya, sebelum dia kembali bekerja di kantor Zafran.

"Besok semua pesanan akan diambil pelanggan. Apa malam ini bisa kita selesaikan," ujar Maeka khawatir. Padahal semalam setengah hari Maeka ditolong Malika.

"Entahlah. Jika kita batalkan, pelanggan-pelanggan kita pasti sangat kecewa. Dan kita akan kehilangan mereka." Kayesa menarik nafas resah.

"Apa aku besok ijin saja sama tuan Zafran," guman Kayesa.

"Jangan. Nya! Nyonya kan baru masuk kerja lagi. Bagaimana kalau nyonya dipecat."

"Tidak apa-apa. Aku juga sudah tidak terlalu berharap bekerja di kantor besar itu."

"Terserah nyonya saja," ujar Maeka. Mereka berdua meneruskan pekerjaan hingga larut malam dan baru tidur pukul tiga dini hari.

******

Subuh Kayesa sudah terbangun, setelah mengerjakan shalat subuh dia dan Maeka meneruskan membuat nastar pesanan pelanggan.

"Nyonya benaran tidak ngantor hari ini?" Tanya Maeka. Biasanya pukul enam Kayesa sudah rapi.

"Iya! Aku ijin saja sama tuan Zafran. Jika tidak diijinkan aku tidak akan pernah kembali ke sana," ujar Kayesa seraya meraih ponselnya.

(Assalamualaikum. Tuan! Saya minta ijin tidak masuk kerja hari ini) dengan mengucap basmallah dan berdoa agar hari Zafran dilembutkan. Kayesa mengirin pesan whatsapp setelah dia mendapatkan nomor ponsel Zafran dari Rayzad. Karena hanya Rayzad yang punya nomor kontak pribadi Zafran.

Lima menit kemudian. Kayesa menilik kembali ke layar ponselnya, pesannya masih centang satu, itu artinya whatsapp Zafran belum aktif. Kayesa kembali meletak ponselnya, dia sudah pasrah jika dipecat Zafran untuk kedua kalinya. Kayesa meneruskan pekerjaannya.

"Apa nyonya sudah dapat ijin?" Tanya Maeka. Walaupun Kayesa sudah pasrah. Namun, wajah sedihnya terlihat jelas.

"Belum. Pesanku belum dibaca sama Zafran."

"Oh," hanya itu yang keluar dari mulut Maeka. Maeka tak bisa berbuat apa-apa, karena untuk menyelesaikan orderan nastar, dia butuh ahlinya seperti Kayesa.

Perasaan Kayesa menjadi tidak tenang, setelah berkali-kali diceknya whatsapp. Pesannya pada Zafran masih centang satu. Kayesa memutuskan untuk menelepon Ruhi, meminta ijin pada Ruhi dan Ruhi berjanji akan menjelaskan keadaan Kayesa. Jika Zafran datang nanti.

Pukul sembilan pagi belum ada tanda-tanda Zafran sampai ke kantor. Ruhi menemui Rayzad dan menanyakan keberadaan Zafran, Rayzad pun tidak tahu ke mana bosnya itu. Tak biasanya jam segini belum ngantor.

Dreet... Dreet... Dreet..

"Panjang umurnya," ucap Ray saat melihat panggilan di layar ponselnya.

"Ray! Tolong kasih tau semua karyawan, kalau nyonya Asaka akan berkunjung ke kantor satu jam lagi."

"Baik Tuan. Apa yang harus kami persiapkan untuk penyambutan beliau."

"Tak perlu persiapan apa-apa. Bekerja saja seperti biasa." Zafran mengakhiri panggilan teleponnya.

Zafran dan Asaka mamanya sedang berada di bandara. Mereka berdua menunggu ke datangan Alena calon sang sekretaris yang dutawarkan Asaka untuk Zafran.

"Berapa lama lagi kita di sini. Ma!" Zafran paling tidak suka dengan pekarjaan menunggu, baginya selain membosankan juga buang waktu.

"Sebentar lagi. Paling lama tiga puluh menit," jawab Asaka sambil memainkan layar ponselnya.

Tarikan nafas Zafran sangat berat. Kalau bukan permintaan mamanya, sudah lama dia pergi dari sini. Sambil mengusir jenuh, Zafran merogoh saku celana mengambil ponsel pribadinya, masuk ke aplikasi whatsapp, meneriksa satu persatu pesan dari rekan bisnisnya. Terakhir mata Zafran tertuju pada pesan nomor tak dikenal.

Zafran tidak langsung membuka pesan dari Kayesa. Tapi dia mengklik foto profil dan menzomnya. Tertera foto ganteng Kiano. Lama Zafran menatap foto itu baru dia membaca pesan yang dikirim Kayesa.

(Iya! Kamu boleh libur. Aku kasih waktu selama dua hari) Zafran membalas pesan dari Kayesa.

Setelah membalas pesan Kayesa. Zafran kembali mematapi foto Kiano. Semskin ditatapnya foto itu, semakin dia melihat dirinya di foto itu. Zafran meraba wajah Kiano.

"Zafran! Ini Alena." Tiba-tiba Asaka sudah berdiri di sampingnya dengan seorang wanita cantik. Zafran terkejut dan segera menyembunyikan ponselnya. Sejurus menatap wanita yang sedang menegang travelbag.

Terpopuler

Comments

Eemlaspanohan Ohan

Eemlaspanohan Ohan

dasar

2025-03-20

0

lihat semua
Episodes
1 Kayesa
2 Hamil
3 Kembali
4 Kecelakaan
5 Zafran
6 Di Rumah Sakit
7 Hari Pertama
8 Diam-Diam
9 Mawar Merah
10 Dipecat
11 Kembali ke Kantor
12 Terkurung
13 Kesal
14 Ikatan Batin
15 Alena
16 Perjanjian Kerja
17 Dirawat
18 Hasil DNA
19 Keluar Rumah Sakit
20 Ke Rumah Kontrak
21 Drama Alena
22 Kembali Bekerja
23 Kekesal Alena
24 Dunia Sempit
25 Makan Siang
26 Wahana Bermain
27 Terjebak Macet
28 Di Apartement
29 Tak Bisa Pulang
30 Tertidur di Sofa
31 Rumah Oma Fatma
32 Kejutan Untuk Alena
33 Terbakar Cemburu
34 Praduga
35 Berseteru
36 Kekesalan Kayesa
37 Bertemu Rizwan
38 Kabar Sedih
39 Pergi Tanpa Pamit
40 Pertemuan Tak Terduga
41 Perasaan yang Sama
42 Kayesa Demam
43 Bersama Kiano
44 Shaga VS Zafran
45 Kegalauan Zafran
46 Alena berulah.
47 Sampai di Perkampungan
48 Rencana Tono
49 Kedatangan Asaka
50 Pernikahan Zafran
51 Rahasia Zafran
52 Alena vs Oma
53 Siasat Oma
54 Di Hotel
55 Bertemu Malika
56 Di Bandara
57 Satu Pesawat
58 Tatia
59 Mengerjai Alena
60 Bertemu Zafran
61 Obat Pencahar
62 Bermain perasaan
63 Pindah Kamar
64 Kecurigaan Alena
65 Dihimpit perasaan
66 Di Pantai
67 Plin plan
68 Pura-pura sakit
69 Kebohongan
70 Kehilangan Ponsel
71 Siasat Zafran
72 Salah Kamar
73 Tikus Nakal
74 Alena Terusir
75 Akting Alena
76 Bertemu Alena
77 Terkurung
78 Merasa Dikhianati
79 Kehilangan lagi
80 Pertemuan
81 Amnesia
82 Mengusir Alena
83 Kayesa luluh
84 Kenekatan Zafran
85 Ikut Kayesa
86 Bertemu Kiano
87 Toko Perhiasan
88 Serangan Jantung
89 Salah Paham
90 Kekecewaan Shaga
91 Kayesa Bimbang
92 Lamaran Mayumi
93 Menikahlah denganku
94 Cinta pertama
95 Fitting Baju
96 Rencana Shaga
97 Asaka diusir
98 Hampir Luluh
99 Usaha Alena
100 Ditangkap Polisi
101 Berubahkah Asaka
102 Rizwan Salah Paham
103 Kehilangan Zafran
104 Sendikat Asaka
105 Meragu
106 Tertangkap
107 Gagal
108 Menikah
Episodes

Updated 108 Episodes

1
Kayesa
2
Hamil
3
Kembali
4
Kecelakaan
5
Zafran
6
Di Rumah Sakit
7
Hari Pertama
8
Diam-Diam
9
Mawar Merah
10
Dipecat
11
Kembali ke Kantor
12
Terkurung
13
Kesal
14
Ikatan Batin
15
Alena
16
Perjanjian Kerja
17
Dirawat
18
Hasil DNA
19
Keluar Rumah Sakit
20
Ke Rumah Kontrak
21
Drama Alena
22
Kembali Bekerja
23
Kekesal Alena
24
Dunia Sempit
25
Makan Siang
26
Wahana Bermain
27
Terjebak Macet
28
Di Apartement
29
Tak Bisa Pulang
30
Tertidur di Sofa
31
Rumah Oma Fatma
32
Kejutan Untuk Alena
33
Terbakar Cemburu
34
Praduga
35
Berseteru
36
Kekesalan Kayesa
37
Bertemu Rizwan
38
Kabar Sedih
39
Pergi Tanpa Pamit
40
Pertemuan Tak Terduga
41
Perasaan yang Sama
42
Kayesa Demam
43
Bersama Kiano
44
Shaga VS Zafran
45
Kegalauan Zafran
46
Alena berulah.
47
Sampai di Perkampungan
48
Rencana Tono
49
Kedatangan Asaka
50
Pernikahan Zafran
51
Rahasia Zafran
52
Alena vs Oma
53
Siasat Oma
54
Di Hotel
55
Bertemu Malika
56
Di Bandara
57
Satu Pesawat
58
Tatia
59
Mengerjai Alena
60
Bertemu Zafran
61
Obat Pencahar
62
Bermain perasaan
63
Pindah Kamar
64
Kecurigaan Alena
65
Dihimpit perasaan
66
Di Pantai
67
Plin plan
68
Pura-pura sakit
69
Kebohongan
70
Kehilangan Ponsel
71
Siasat Zafran
72
Salah Kamar
73
Tikus Nakal
74
Alena Terusir
75
Akting Alena
76
Bertemu Alena
77
Terkurung
78
Merasa Dikhianati
79
Kehilangan lagi
80
Pertemuan
81
Amnesia
82
Mengusir Alena
83
Kayesa luluh
84
Kenekatan Zafran
85
Ikut Kayesa
86
Bertemu Kiano
87
Toko Perhiasan
88
Serangan Jantung
89
Salah Paham
90
Kekecewaan Shaga
91
Kayesa Bimbang
92
Lamaran Mayumi
93
Menikahlah denganku
94
Cinta pertama
95
Fitting Baju
96
Rencana Shaga
97
Asaka diusir
98
Hampir Luluh
99
Usaha Alena
100
Ditangkap Polisi
101
Berubahkah Asaka
102
Rizwan Salah Paham
103
Kehilangan Zafran
104
Sendikat Asaka
105
Meragu
106
Tertangkap
107
Gagal
108
Menikah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!