Mawar Merah

Part 9

Setelah dirawat sepuluh hari. Kiano kembali ke rumah, dua bulan kemudian kondisi Kiano sudah sangat membaik. Kayesa pun sudah menempati rumah kontrakan milik Ratih atas bantuan Iyan.

Dua bulan berada dikontrakan itu, Kayesa belum pernah bertemu dengan Rizwan pemilik aslinya. Kayesa mencari waktu yang tepat untuk menjumpai abangnya dan menanyakan kabar ibunya. Mungkin bulan depan dia akan meminta cuti meluangkan waktu satu minggu.

Pagi ini Kayesa sudah siap berangkat kerja, Kayesa menurunkan motor metic yang baru dua hari dibelinya. Dia tidak perlu takut lagi telat, karena sudah punya kendaraan sendiri.

Sebelum Kayesa berangkat kerja, seperti biasa dia menemui Kiano dulu di kamarnya.

"Kiano sayang. Bunda kerja dulu." Kayesa mengusap kepala putranya yang masih berada di tempat tidurnya. Seperti biasa, Kiano akan bangun dan melingkarkan kedua tangan di leher Kayesa dan memeluknya erat. Kayesa mengecup puncak kepala putranya dengan penuh rasa sayang. Lalu keluar kamar Kiano.

Jam menunjukkan pukul enam lewat lima menit. Kayesa mengambil tas tangan dan mencantolkan di bahu, lalu meraih kunci motor di atas nakas. Setelah memakai helm, Kayesa meluncur meninggalkan rumah menuju jalan raya.

Seperti minggu sebelumnya, Kayesa singgah di toko bunga, membeli beberapa tangkai bunga mawar. Selain dia menyukai bunga mawar, pemilik ruangan juga sepertinya tidak keberatan. Dan bunga di vas sudah saatnya diganti, karena sudah terlihat layu.

"Kakak seperti minggu kemaren." pinta Kayesa begitu sudah berada di depan toko.

"Maaf dek, mawar putih sudah habis, pengantarnya belum datang, yang ada tinggal mawar merah."

Kayesa berpikir sejenak. Mungkin untuk minggu ini, mawar merah tidak jadi masalah pikir Kayesa.

"Baiklah. Lima tangkai," ujar Kayesa, seraya membuka dompet mengambil uang ratusan satu lembar.

Sang penjual bunga membungkus lima tangkai mawar dan menyerahkan ke Kayesa. Setelah membayar dan mengucapkan terima kasih, Kayesa pun meluncur.

Pukul enam tiga puluh, Kayesa sudah sampai di kantor. Seperti biasa Rio sang satpam yang datang lebih pagi darinya, akan menyapanya ramah. Dan Kayesa hanya tersenyum ke arah Rio.

Sepuluh menit kemudian, Kayesa sudah berada di ruangan Zafran. Hal pertama yang dilakukan Kayesa, mengganti bunga di vas yang diletakkan Kayesa di atas nakas. Setakat ini belum ada keberatan dari Zafran saat melihat rangkaian bunga itu.

Setelah mengganti mawar yang dibelinya seminggu yang lalu, dengan mawar yang baru. Keyesa meneruskan pekerjaannya. Tiga puluh menit kemudian ruang Zafran sudah bersih dan wangi. Kayesa keluar dari ruangan bos, menuju ruang menejer, karena dia juga bertanggung jawab atas kebersihan ruangan Ray.

Setelah tugasnya selesai, Kayesa mengembalikan alat kebersihannya ke gudang penyimpanan, alat itu akan digunakannya sekali lagi sebelum dia pulang.

"Esa! Tolong bantu Malika menyiapkan ruang meting." Titah Ruhi.

"Baik kak!" Kayesa mengambil sebuah sapu lalu menuju ruang meting.

Walaupun jabatan Malika lebih tinggi, Malika tidak pernah memerintah orang lain untuk mengerjakan tugasnya. Dia akan penuh tanggung jawab untuk menyelesaikan amanah yang diberikan padanya. Kayesa dan Malika mereka selalu saling bantu. Malika orangnya keras, tapi enak berteman dengannya, karena dia ringan tangan kalau membantu tidak pernah perhitungan.

"Mal! Alas mejanya kurang cocok warnanya. Tukar ya."

"Terserah kamu saja, kalau mau ditukar silakan," ujar Malika, dia tak pernah memikirkan tentang keindahan ruangan, baginya rapi dan selesai itu sudah cukup.

"Sudah selesa. Waktunya istirahat," ujar Malika, lalu beriringan keluar dari ruang meting menuju pantry.

"Esa! Kamu dipanggil bos." Suara Ruhi menghentikan langkah Kayesa.

"Aku." Kayesa menoleh kecarah Ruhi dan menunjuk dirinya. Ruhi mengangangguk.

Sejenak Kayesa memandang ke arah Malika. Malika mengangkat kedua bahunya, memberi isyarat Kayesa kalau dia tidak tahu apa-apa.

"Pergi sana. Titip salam sama bos ganteng," bisik Maliki, membuat Kayesa melotot.

"Au..ah," balas Kayesa, lalu menyeret kakinya menuju ruang CEO.

Langkah Kayesa berhenti di depan pintu ruang Zafra. Jantungnya berdetak kencang, dua kali lebih kuat dari biasanya. Dia sangat gugup dan takut. Kayesa mengangkat tangan dan mengetuk pelan daun pintu yang terbuat dari kaca yang di sebut reflective glass.

"Masuk," terdengar suara bariton menyuruh Kayesa masuk.

Perlahan Kayesa menyentuh hendle dan mendorong daun pintu otomatis.

"Permisi Tuan! Apa Tuan memanggil saya?" Tanya Kayesa menundukkan kepala. Tak berani sedikit pun memandang ke arah Zafran.

"Apa kamu yang bertugas membersihkan ruangan saya?" Tanya Zafran berbasa basi.

Tak tahu kenapa Zafran bisa bertingkah seperti itu, biasanya dia akan menatap tajam lawan bicaranya. Tapi kali ini Zafran tidak melakukannya.

"I-iya Tuan." Kayesa semakin gugup. Dia berpikir pasti ada kesalahan yang telah dilakukannya.

"Kenapa hari ini mawarnya berwarna merah?"

Mendengar pertanyaan Zafran. Kayesa memberanikan diri mengangkat kepalanya. Begitu juga dengan Zafran, mata mereka pun beradu, Kayesa semakin gugup. Mata Zafran tajam menatap ke arah Kayesa.

"Apa dia wanita itu," batin Zafran, masih segar diingatan Zafran. Dua bulan yang lalu, seorang wanita menyetop mobilnya dan wanita ini sedang menangisi anaknya yang berada di pangkuannya. Zafran dan supirnya yang mengantar ke rumah sakit.

"Bunga mawar putih, di tempat biasa habis, hanya sisa yang merah," ujar Kayesa membela dirinya.

Zafran menarik nafas panjang. Dia tak memperdulikan ucapan Kaseya. Pikirannya masih ke anak laki-laki yang berada dalam pangkuan wanita itu.

Melihat Zafran tidak merespon pembelaannya, Kayesa semakin takut, kalau laki-laki bergelar CEO itu memecatnya. Pada hal dia sudah berusaha bekerja maksimal.

"Aku tidak perduli. Selama ini aku tidak meminta kamu menaroh bunga mawar di situ, karena bunga yang kamu letakkan kesukaanku. Aku memakluminya. Tapi pagi ini, kesalahanmu terlalu besar, aku alergi dengan mawar merah."

Cuehimm.. Zafran bersin berkali-kali.

"Cepat singkirkan bunga itu," titah Zafran sambil menutup mulutnya.

"Maafkan saya Tuan. Saya tidak tahu kalau mawar merah membuat Tuan bersin-bersin," ujar Kayesa seraya mengambil bunga itu dan membawanya keluar. Lima menit kemudian Kayesa kembali sambil membawa vas yang sudah kosong.

"Sekali lagi maafkan saya. Tuan," ujar Kayesa menangkupkan kedua tangan di dadanya.

"Kamu saya hukum, karena telah membuat kesalahan, kamu tahukan apa hukumannya jika ada yang melakukan kesalahan," ujar Zafran menatap intens ke arah Kayesa.

"Tuan! Jangan pecat saya, saya butuh pekerjaan ini untuk biaya hidup anak saya." Kayesa duduk bersimpuh di depan Zafran. Memohon pada Zafran, sambil menangkupkan kedua tangan di dada. Matanya mulai berkaca-kaca.

Dari beberapa karyawan, Kayesa mendengar, kalau Zafran akan memecat siapa saja yang melakukan kesalahan. Baik kesalahan kecil atau pun besar. Tidak ada kata maaf bagi Zafran.

"Anak laki-laki yang terluka itu. Anak dia, berarti dia sudah menikah lagi, setelah malam itu," batin Zafran.

Anak buah Zafran sudah memberikan informasi tentang Kayesa, setelah Kayesa menjual cincin pemberiannya. Dan Zafran yakin kalau wanita di depannya sekarang adalah wanita terakhir yang dinikahi, setelah dia menikahi delapan orang wanita sebelumnya. Dan kesemua wanita itu diceraikan setelah malam pengantin.

Dari kesembilan wanita itu, hanya Kayesa yang berkesan dengannya, hingga dia memberikan cincin itu sebagai peninggalan jejak. Setelah malam itu, Zafran selalu teringat Kayesa. Dan diam-diam dia mencari keberadaan Kayesa, tapi tak menemukannya. Sejak itu Zafran memutuskan tidak akan menikah lagi, sebelum bertemu dengan Kayesa.

Berbeda dengan Kayesa, dia sama sekali tidak tahu, kalau laki-laki yang sekarang berada dihadapannya adalah laki-laki yang telah menikahinya lima tahun lalu. Karena pada saat ijab qabul dilaksanakan Kayesa tidak dibenarkan melihat wajah laki-laki yang menjadi suaminya.

Begitu juga di saat Kayesa dan laki-laki itu menghabiskan malam pengantin. Kayesa pun tidak tahu bagaimana rupa laki-laki yang telah merenggut kesuciannya, karena malam itu tidak ada penerangan sedikit pun di kamar pengantinnya.

"Saya tidak akan memecatmu, jika kamu bisa menganti bunga mawar itu. Cari sampai dapat yang berwarna putih. Saya kasih wakti dua jam. Jika tidak dapat, jangan pernah datang lagi ke kantorku." Ancam Zafran, ada nada kecewa dari ucapannya, setelah mengetahui Kayesa sudah memiliki seorang anak.

"Sekarang ke luar dari sini." Zafran mengibaskan tangannya sebagai bahasa isyarat agar Kayesa pergi. Sejatinya Zafran tidak ingin mengusir Kayesa, ada pro dan kontra berperang di dadanya.

Terpopuler

Comments

Eemlaspanohan Ohan

Eemlaspanohan Ohan

anak mu bang

2025-03-20

0

Rokinah Mamasurya

Rokinah Mamasurya

anak lho curut...enak aja habis makek di buang...sekarang berasa deh....

2023-05-11

0

lihat semua
Episodes
1 Kayesa
2 Hamil
3 Kembali
4 Kecelakaan
5 Zafran
6 Di Rumah Sakit
7 Hari Pertama
8 Diam-Diam
9 Mawar Merah
10 Dipecat
11 Kembali ke Kantor
12 Terkurung
13 Kesal
14 Ikatan Batin
15 Alena
16 Perjanjian Kerja
17 Dirawat
18 Hasil DNA
19 Keluar Rumah Sakit
20 Ke Rumah Kontrak
21 Drama Alena
22 Kembali Bekerja
23 Kekesal Alena
24 Dunia Sempit
25 Makan Siang
26 Wahana Bermain
27 Terjebak Macet
28 Di Apartement
29 Tak Bisa Pulang
30 Tertidur di Sofa
31 Rumah Oma Fatma
32 Kejutan Untuk Alena
33 Terbakar Cemburu
34 Praduga
35 Berseteru
36 Kekesalan Kayesa
37 Bertemu Rizwan
38 Kabar Sedih
39 Pergi Tanpa Pamit
40 Pertemuan Tak Terduga
41 Perasaan yang Sama
42 Kayesa Demam
43 Bersama Kiano
44 Shaga VS Zafran
45 Kegalauan Zafran
46 Alena berulah.
47 Sampai di Perkampungan
48 Rencana Tono
49 Kedatangan Asaka
50 Pernikahan Zafran
51 Rahasia Zafran
52 Alena vs Oma
53 Siasat Oma
54 Di Hotel
55 Bertemu Malika
56 Di Bandara
57 Satu Pesawat
58 Tatia
59 Mengerjai Alena
60 Bertemu Zafran
61 Obat Pencahar
62 Bermain perasaan
63 Pindah Kamar
64 Kecurigaan Alena
65 Dihimpit perasaan
66 Di Pantai
67 Plin plan
68 Pura-pura sakit
69 Kebohongan
70 Kehilangan Ponsel
71 Siasat Zafran
72 Salah Kamar
73 Tikus Nakal
74 Alena Terusir
75 Akting Alena
76 Bertemu Alena
77 Terkurung
78 Merasa Dikhianati
79 Kehilangan lagi
80 Pertemuan
81 Amnesia
82 Mengusir Alena
83 Kayesa luluh
84 Kenekatan Zafran
85 Ikut Kayesa
86 Bertemu Kiano
87 Toko Perhiasan
88 Serangan Jantung
89 Salah Paham
90 Kekecewaan Shaga
91 Kayesa Bimbang
92 Lamaran Mayumi
93 Menikahlah denganku
94 Cinta pertama
95 Fitting Baju
96 Rencana Shaga
97 Asaka diusir
98 Hampir Luluh
99 Usaha Alena
100 Ditangkap Polisi
101 Berubahkah Asaka
102 Rizwan Salah Paham
103 Kehilangan Zafran
104 Sendikat Asaka
105 Meragu
106 Tertangkap
107 Gagal
108 Menikah
Episodes

Updated 108 Episodes

1
Kayesa
2
Hamil
3
Kembali
4
Kecelakaan
5
Zafran
6
Di Rumah Sakit
7
Hari Pertama
8
Diam-Diam
9
Mawar Merah
10
Dipecat
11
Kembali ke Kantor
12
Terkurung
13
Kesal
14
Ikatan Batin
15
Alena
16
Perjanjian Kerja
17
Dirawat
18
Hasil DNA
19
Keluar Rumah Sakit
20
Ke Rumah Kontrak
21
Drama Alena
22
Kembali Bekerja
23
Kekesal Alena
24
Dunia Sempit
25
Makan Siang
26
Wahana Bermain
27
Terjebak Macet
28
Di Apartement
29
Tak Bisa Pulang
30
Tertidur di Sofa
31
Rumah Oma Fatma
32
Kejutan Untuk Alena
33
Terbakar Cemburu
34
Praduga
35
Berseteru
36
Kekesalan Kayesa
37
Bertemu Rizwan
38
Kabar Sedih
39
Pergi Tanpa Pamit
40
Pertemuan Tak Terduga
41
Perasaan yang Sama
42
Kayesa Demam
43
Bersama Kiano
44
Shaga VS Zafran
45
Kegalauan Zafran
46
Alena berulah.
47
Sampai di Perkampungan
48
Rencana Tono
49
Kedatangan Asaka
50
Pernikahan Zafran
51
Rahasia Zafran
52
Alena vs Oma
53
Siasat Oma
54
Di Hotel
55
Bertemu Malika
56
Di Bandara
57
Satu Pesawat
58
Tatia
59
Mengerjai Alena
60
Bertemu Zafran
61
Obat Pencahar
62
Bermain perasaan
63
Pindah Kamar
64
Kecurigaan Alena
65
Dihimpit perasaan
66
Di Pantai
67
Plin plan
68
Pura-pura sakit
69
Kebohongan
70
Kehilangan Ponsel
71
Siasat Zafran
72
Salah Kamar
73
Tikus Nakal
74
Alena Terusir
75
Akting Alena
76
Bertemu Alena
77
Terkurung
78
Merasa Dikhianati
79
Kehilangan lagi
80
Pertemuan
81
Amnesia
82
Mengusir Alena
83
Kayesa luluh
84
Kenekatan Zafran
85
Ikut Kayesa
86
Bertemu Kiano
87
Toko Perhiasan
88
Serangan Jantung
89
Salah Paham
90
Kekecewaan Shaga
91
Kayesa Bimbang
92
Lamaran Mayumi
93
Menikahlah denganku
94
Cinta pertama
95
Fitting Baju
96
Rencana Shaga
97
Asaka diusir
98
Hampir Luluh
99
Usaha Alena
100
Ditangkap Polisi
101
Berubahkah Asaka
102
Rizwan Salah Paham
103
Kehilangan Zafran
104
Sendikat Asaka
105
Meragu
106
Tertangkap
107
Gagal
108
Menikah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!