Kembali ke Kantor

Part 11

Satu minggu setelah Kayesa resign

Suana hati Zafran sedang tidak baik-baik saja. Tidak biasanya dia seperti ini, merasa ada sesuatu yang hilang sejak Kayesa resign dari perusahaannya. Ini hari ke tujuh dia menatap vas bunga, yang biasa setiap pagi ada bunga mawar yang segar di vas itu.

"Kenapa aku memikirkan wanita itu." gumam Zafran.

Di dalan vas kosong, seakan menbayang wajah Kayesa. Zafran meraih ponsel di atas meja kerjanya, lalu menelepon Ruhi, agar segera keruangannya.

"Tuan memanggil saya?" Tanya Ruhi, seraya menguakkan setengah daun pintu.

"Surah Kayesa kembali bekerja. Sekarang!" Titah Zafran.

Ruhi hanya mengangguk, lalu dia menarik dirinya keluar dari ruangan. Ruhi kembali ke meja kerjanya, mencari data Kayesa, begitu menemukan nomor telepon Kayesa. Ruhi segera menghubungi Kayesa.

"Angkat Esa!" Gumam Ruhi

Sekali, dua kali bahkan tiga kali tak juga diangkat Kayesa. Ruhi mulai gusar dan cemas, karena jika Zafran marah, dia bisa berbuat apa saja, termasuk memecat Ruhi.

"Malika! Kamu tahu di mana Kayesa tinggal?" Tanya Ruhi pada Malika yang kebetulan lewat.

"Tahu bu," jawab Malika.

"Ayok kita ke rumah Kayesa."

"Sekarang?"

"Iyalah sekarang. Masa tahun depan." ketus Ruhi.

"Untuk apa ke rumah Kayesa?"

Seraya meraih tangan Malika, Ruhi mengajaknya menuju lift dan turun. Ruhi sudah tidak ingin lagi menjawab pertanyaan-pertanyaan Malika. Begitu sampai di parkir, Malika kembali mengajukan pertanyan yang sama.

"Jangan banyak tanya. Ini perintah," ujar Ruhi seraya membuka pintu mobil dan masuk.

Mendengar ucapan Ruhi, Malika pun masuk, tanpa bertanya dan protes. Setelah keduanya berada di mobil, mobil yang dikendarai Ruhi pun meluncur meninggalkan kantor.

Seperdua puluh menit kemudian, Malika meminta Ruhi menepi dan berhenti di pinggir jalan raya, di samping sebuah gang.

"Ayok turun kak! Kita sudah sampai," Malika mengajak Ruhi turun seraya membuka pintu mobil.

"Yang mana rumahnya?" Tanya Ruhi seraya memindai di sekitarnya, tidak ada bangunan yang berbentuk rumah.

"Di dalam gang ini," ujar Malika. Kemaren Malika pernah mengantar Kayesa dan Kayesa minta diturunkan di depan mini market. Kala ditanya Malika di mana rumahnya. Kayesa menunjukkan gang kecil ini.

Malika menyusuri gang diikuti Ruhi dari belakang, meraka berdua memasuki gang yang hanya bisa dilewati motor dan pejalan kaki.

Sekitar dua ratus meter dari jalan raya, terdapat sepuluh rumah petak. Malika mengambil ponsel, lalu mencari nomor kontak Kayesa, Malika menggeser gagang telepon berwarna hijau, panggilan masuk tapi tak diangkat.

"Bagaimana?" Tanya Ruhi seraya memindai di sekitar, tidak ada orang yang keluar dari rumah petak untuk bertanya.

"Tidak diangkat."

Malika mencoba kembali menelepon Kayesa, hasilnya tetap sama tidak diangkat. Tiba-tiba sebuah motor datang dan berhenti pas di depan Ruhi dan Malika.

"Kak Ruhi! Malika!" Kayesa turun dari motor dan membuka helmnya.

"Ada apa kalian ke sini?" Tanya Kayesa heran, menatap dua wanita yang selama ini sangat baik padanya.

Ruhi dan Malika tidak menjawab pertanyaan Kayesa. Mereka berdua memperhatikan barang belanjaan yang bergelantungan di motor.

"Esa! Ikut kakak ke kantor sekarang," ucap Ruhi tanpa basa basi dia langsung ke intinya.

"Untuk apa?"

"Tuan Zafran memintamu kembali bekerja ke kantornya hari ini," ujar Ruhi lagi

"Tapi. Aku lagi banyak kerjaan."

"Pergi saja. Nya! Biar aku yang menyelesaikan orderan hari ini." Maeka yang baru keluar dari sebuah rumah menghampiri Kayesa, lalu mengambil plastik berisi barang belanjaan Kayesa.

"Tapi orderan kita untuk besok banyak."

"Kan bisa kita kerjakan setelah nyonya pulang dari kantor."

Maeka berkata begitu, karena dia tahu kalau Kayesa sangat menginginkan kembali bekerja di perusahaan besar itu. Waktu Kayesa diberhentikan dari kerjaannya, Maeka melihat Kayesa sangat sedih dan tak bergairah.

"Tidak Maeka. Aku sudah mengikhlaskan pekerjaan itu. Aku hanya ingin fokus dengan kerjaanku sekarang."

"Maaf kak Ruhi. Malika," ujar Kayesa menyentuh kedua wanita baik itu.

"Esa! Kamu harus ikut kakak. Jika tidak kakak bisa kehilangan pekerjaan. Jika kakak kehilangan pekerjaan, siapa yang akan membiayai pengobatan ibuku di rumah sakit." Mata Ruhi berkaca-kaca, sudah terbayang nasib buruk akan menimpanya, jika Kayesa menolaknya ikut ke kantor.

Ucapan Ruhi mengingatkan Kayesa pada peristiwa lima tahun lalu, di mana dia harus ikhlas menikah dengan seorang laki-laki, yang dia tidak tahu sama sekali siapa laki-laki itu. Dan benih dari laki-laki yang bergelar suami semalam itu, menghadirkan Kiano ke dunia.

"Esa! Kakak mohon. Ikut kakak ke kantor, menemui tuan Zafran." Ruhi menangkupkan kedua tangan di dadanya.

Kayesa tidak langsung mengiyakan. Dia malah menatap Maeka, Maeka mengangguk meyakinkan Kayesa agar menerima tawaran dari Ruhi.

"Pergilah. Nya!" Maeka kembali meyakinkan Kayesa.

"Tapi. Hari ini orderan kita banyak, kamu yakin bisa melakukannya?"

"Saya akan membantu dia. Kamu pergi saja ke kantor dengan kak Ruhi menemui tuan Zafran," ujar Malika.

Malika tahu apa yang akan terjadi pada Ruhi. Jika Ruhi kembali ke kantor tanpa Kayesa, pasti Ruhi akan kehilangan pekerjaan, karena dipecat oleh Zafran. Zafran mana pernah perduli dengan penderitaan orang lain, apa pun alasannya.

Sejenak Kayesa berpikir, lalu menatap intens kearah wajah Ruhi. Wajah itu terlihat sangat berharap padanya. Andai bukan karena Ruhi yang selama ini sangat baik padanya. Dia malas ke kembali ke kantor itu, bekerja dibawah penguasa zalim seperti Zafran yang selalu bertidak suka-suka dia.

"Baiklah. Aku akan ikut kak Ruhi," ujar Kayesa, lalu pamit masuk ke dalam mengganti pakaiannya.

Maeka dan Malika juga masuk ke rumah membawa barang belanjaan. Kayesa masuk ke kamar menemui Kiano yang masih tidur. Setelah mengusap rambut dan mencium kening putranya, Kayesa ke luar menemui Ruhi.

"Ayok kita berangkat," ujar Kayesa.

"Terima kasih. Esa!" Wajah Ruhi kembali cerah.

Saat Kayesa ingin mengambil helmnya, Ruhi melarang Kayesa dan dia meminta Kayesa ikut mobilnya saja. Nanti saat pulang, Ruhi akan mengantarnya kembali ke kontrakan. Ruhi dan Kayesa berjalan beriringan keluar dari gang.

Begitu sampai ke mobil, Ruhi membuka pintu mobil dan meminta Kayesa duduk di depan. Mobil pun melaju menuju jalan raya.

"Esa! Di mana biasa kamu membeli mawar putih itu?"

"Di sana kak. Seratus meter lagi dari sini."

Ruhi menghentikan mobil tepat di toko bunga yang ditunjuk Kayesa. Seorang gadis penjaga toko keluar dan menyambut kedatangan Ruhi dan Kayesa.

"Kak Esa! Mau pesan mawar putih atau merah?"

"Lima tangkai mawar putih tulang," ujar Kayesa, lalu Ruhi mengeluarkan uang seratus ribuan satu lembar.

Setelah membayar, mereka kembali ke mobil. Sepuluh menit kemudian Ruhi menghentikan mobilnya di depan sebuah salon. Hari ini dia ingin merubah penampilan Kayesa, karena Ruhi meresa kalau Zafran menyukai Kayesa.

"Ayok turun," ajak Ruhi.

Kayesa turun dan mengikuti langkah Ruhi masuk ke dalam salon. Seseorang menyambut kedatangan mereka.

"Wita! Tolong buat penampilannya segar dan cantik," ujar Ruhi seraya menyentuh bahu Kayesa.

"Aku..?" Kayesa menatap Ruhi. Tentu saja dia heran kenapa Ruhi menginginkannya berpenampilan cantik.

"Aku tidak mau ada penolakan," ujar Ruhi, lalu meminta Kayesa mengikuti Wita.

Tiga puluh menit kemudian, Wita menyelesaikan pekerjaannya. Dia membuat Kayesa segar dan cantik dengan penampilan baru. Biasa rambut hanya dikepang atau diciput, sekarang rambut Kayesa di pontong sepundak dan tergerai indah.

"Kamu cantik sekali," puji Ruhi. Dia berharap Zafran menyukai Kayesa dengan penampilan baru. Dan berpikir dua kali untuk memecatnya lagi.

Setelah mengucapkan terima kasih pada Wita. Ruhi dan Kayesa kembali ke mobil, lima menit kemudian mobil yang dikendarai Ruhi berhenti di parkir kantor. Mereka turun dari mobil, langsung menuju lift dan mendarat di lantai tiga.

"Ni bunga mawarnya. Sekarang pergilah menemui tuan Zafran. Dia menunggumu."

Sejenak Kayesa menatap Ruhi, ada keraguan di hatinya. Namun, Ruhi kembali meyakinnya, kalau Zafran benar-benar mencarinya. Kayesa menyeret langkah kakinya menuju ruang CEO. Saat berada di depan pintu, dia sangat gugup, Kayesa menoleh kebelakang di mana Ruhi berdiri dan memberi isyarat agar dia mengetuk pintu itu.

Tok... Tok... Tok.

"Masuk." Terdengar suara bariton Zafran.

Episodes
1 Kayesa
2 Hamil
3 Kembali
4 Kecelakaan
5 Zafran
6 Di Rumah Sakit
7 Hari Pertama
8 Diam-Diam
9 Mawar Merah
10 Dipecat
11 Kembali ke Kantor
12 Terkurung
13 Kesal
14 Ikatan Batin
15 Alena
16 Perjanjian Kerja
17 Dirawat
18 Hasil DNA
19 Keluar Rumah Sakit
20 Ke Rumah Kontrak
21 Drama Alena
22 Kembali Bekerja
23 Kekesal Alena
24 Dunia Sempit
25 Makan Siang
26 Wahana Bermain
27 Terjebak Macet
28 Di Apartement
29 Tak Bisa Pulang
30 Tertidur di Sofa
31 Rumah Oma Fatma
32 Kejutan Untuk Alena
33 Terbakar Cemburu
34 Praduga
35 Berseteru
36 Kekesalan Kayesa
37 Bertemu Rizwan
38 Kabar Sedih
39 Pergi Tanpa Pamit
40 Pertemuan Tak Terduga
41 Perasaan yang Sama
42 Kayesa Demam
43 Bersama Kiano
44 Shaga VS Zafran
45 Kegalauan Zafran
46 Alena berulah.
47 Sampai di Perkampungan
48 Rencana Tono
49 Kedatangan Asaka
50 Pernikahan Zafran
51 Rahasia Zafran
52 Alena vs Oma
53 Siasat Oma
54 Di Hotel
55 Bertemu Malika
56 Di Bandara
57 Satu Pesawat
58 Tatia
59 Mengerjai Alena
60 Bertemu Zafran
61 Obat Pencahar
62 Bermain perasaan
63 Pindah Kamar
64 Kecurigaan Alena
65 Dihimpit perasaan
66 Di Pantai
67 Plin plan
68 Pura-pura sakit
69 Kebohongan
70 Kehilangan Ponsel
71 Siasat Zafran
72 Salah Kamar
73 Tikus Nakal
74 Alena Terusir
75 Akting Alena
76 Bertemu Alena
77 Terkurung
78 Merasa Dikhianati
79 Kehilangan lagi
80 Pertemuan
81 Amnesia
82 Mengusir Alena
83 Kayesa luluh
84 Kenekatan Zafran
85 Ikut Kayesa
86 Bertemu Kiano
87 Toko Perhiasan
88 Serangan Jantung
89 Salah Paham
90 Kekecewaan Shaga
91 Kayesa Bimbang
92 Lamaran Mayumi
93 Menikahlah denganku
94 Cinta pertama
95 Fitting Baju
96 Rencana Shaga
97 Asaka diusir
98 Hampir Luluh
99 Usaha Alena
100 Ditangkap Polisi
101 Berubahkah Asaka
102 Rizwan Salah Paham
103 Kehilangan Zafran
104 Sendikat Asaka
105 Meragu
106 Tertangkap
107 Gagal
108 Menikah
Episodes

Updated 108 Episodes

1
Kayesa
2
Hamil
3
Kembali
4
Kecelakaan
5
Zafran
6
Di Rumah Sakit
7
Hari Pertama
8
Diam-Diam
9
Mawar Merah
10
Dipecat
11
Kembali ke Kantor
12
Terkurung
13
Kesal
14
Ikatan Batin
15
Alena
16
Perjanjian Kerja
17
Dirawat
18
Hasil DNA
19
Keluar Rumah Sakit
20
Ke Rumah Kontrak
21
Drama Alena
22
Kembali Bekerja
23
Kekesal Alena
24
Dunia Sempit
25
Makan Siang
26
Wahana Bermain
27
Terjebak Macet
28
Di Apartement
29
Tak Bisa Pulang
30
Tertidur di Sofa
31
Rumah Oma Fatma
32
Kejutan Untuk Alena
33
Terbakar Cemburu
34
Praduga
35
Berseteru
36
Kekesalan Kayesa
37
Bertemu Rizwan
38
Kabar Sedih
39
Pergi Tanpa Pamit
40
Pertemuan Tak Terduga
41
Perasaan yang Sama
42
Kayesa Demam
43
Bersama Kiano
44
Shaga VS Zafran
45
Kegalauan Zafran
46
Alena berulah.
47
Sampai di Perkampungan
48
Rencana Tono
49
Kedatangan Asaka
50
Pernikahan Zafran
51
Rahasia Zafran
52
Alena vs Oma
53
Siasat Oma
54
Di Hotel
55
Bertemu Malika
56
Di Bandara
57
Satu Pesawat
58
Tatia
59
Mengerjai Alena
60
Bertemu Zafran
61
Obat Pencahar
62
Bermain perasaan
63
Pindah Kamar
64
Kecurigaan Alena
65
Dihimpit perasaan
66
Di Pantai
67
Plin plan
68
Pura-pura sakit
69
Kebohongan
70
Kehilangan Ponsel
71
Siasat Zafran
72
Salah Kamar
73
Tikus Nakal
74
Alena Terusir
75
Akting Alena
76
Bertemu Alena
77
Terkurung
78
Merasa Dikhianati
79
Kehilangan lagi
80
Pertemuan
81
Amnesia
82
Mengusir Alena
83
Kayesa luluh
84
Kenekatan Zafran
85
Ikut Kayesa
86
Bertemu Kiano
87
Toko Perhiasan
88
Serangan Jantung
89
Salah Paham
90
Kekecewaan Shaga
91
Kayesa Bimbang
92
Lamaran Mayumi
93
Menikahlah denganku
94
Cinta pertama
95
Fitting Baju
96
Rencana Shaga
97
Asaka diusir
98
Hampir Luluh
99
Usaha Alena
100
Ditangkap Polisi
101
Berubahkah Asaka
102
Rizwan Salah Paham
103
Kehilangan Zafran
104
Sendikat Asaka
105
Meragu
106
Tertangkap
107
Gagal
108
Menikah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!