Ikatan Batin

Part 14

Mendengar pertanyaan Zafran, Kayesa menoleh, dia tak menduga Zafran turun dari mobil dan sudah berdiri di sampingnya, sejenak Kayesa menatap Zafran, lalu Kayesa hanya mengangguk.

Serr... Saat melihat Kiano yang bergelayut manja di gendongan Kayesa. Zafran seperti melihat dirinya sendiri, mata, hidung dan mulut Kiano mirip sekali dengannya.

"Apa dia anakku. Kenapa mirip denganku," batin Zafran seraya menatap intens pada anak kecil digendongan Kayesa.

"Bunda. Dia ciapa (siapa)?" Tanya Kiano menatap ke arah Zafran

"Apa dia ayah Kiano?" Tanya Kiano lagi dengan polosnya, Kiano menebar senyum ke arah Zafran.

Kayesa kaget mendengar pertanyaan Kiano, begitu juga dengan Zafran, dia baru saja berpikir kalau Kiano putranya. Tapi Kiano langsung menghunjami pertanyaan yang membuat jantung Zafran seakan keluar dari sarangnya.

"Bu...bukan sayang. Ini Tu.."

"Iya! Ini ayah. Kamu boleh panggil aku ayah." Zafran menyela ucapan Kayesa, lalu menyodorkan tangan, ingin mengambil Kiano dari gendongan Kayesa.

"Yuk! Sini! Ikut ayah," ujar Zafran, dengan girang Kiano melepaskan diri dari Kayesa.

Begitu berada digemdongan Zafran, Kiano melingkar tangannya di leher Zafran. Zafran menciumnya berkali-kali, kumis tipis Zafran membuat Kiano tertawa karena merasa geli.

"Kamu ganteng banget." Zafran memeluk erat tubuh mungil Kiano.

"Ayah juga ganteng," balas Kiano. Tanpa malu-malu dia pun memeluk leher Zafran dengan erat. Zafran merasa ada ikatan batin dengan putra Kayesa.

"Eh.. Maaf Tuan! Maafkan kelakuan putraku," ujar Kayesa.

"Ayok sini! Sama bunda. Ayah Zafran mau pulang ke rumahnya." Kayesa lalu mengambil kembali Kiano dari gendongan Zafran dan menyerahkan ke Maeka.

"Eh.. tidak apa-apa. Aku suka Kiano," ujar Zafran.

"Dia manis sekali." Zafran tak henti menatapi bocah kecil yang sudah berpegangan tangan dengan pengasuhnya.

"Terima kasih. Tuan! Sudah membuat anak saya bahagia. Saya pamit dulu."

"Dadah Kiano. Besok-besok ayah main ke rumah Kia. Bolehkan?" Zafran tersenyum pada Kiano seraya melambaikan tangan, Zafran senang sekali mendapat balasan anggukan dan lambaian tangan mungil Kiano.

Sepeninggalan Zafran, Kayesa, Kiano dan Maeka masuk ke mini market, membeli susu dan keperluan dapur.

Sementara di dalam mobil, Zafran tiba-tiba berubah ceria, tanpa dia sadari bersenandung kecil. Zafran melajukan mobilnya ke rumah sakit. Dia menemui seorang dokter teman lamanya, memberikan sampel rambut Kiano yang tadi sempat dicurinya saat menggendong anak laki-laki itu.

"Tolong lakukan tes DNA."

"Apa dia anak salah satu dari matan istri-istrimu?"

Dokter Niko langsung menembak ke intinya, dia sudah tahu sepak terjang sahabat masa abu-abu putihnya itu.

"Aku berharap begitu," ucap Zafran, seraya menepuk pundak dokter Niko, lalu dia pun pamit.

Entah kenapa, ada terbersit harapan di hati Zafran, kalau Kiano merupakan putranya. Perlahan Zafran menjalan mobil meninggalkan rumah sakit, menuju jalan raya.

Sepanjang perjalanan wajah ganteng Kiano menari di matanya. Zafran tersenyum sendiri, saat membayangkan kalau Kiano merupakan darah dagingnya.

Sepersepuluh menit kemudian Zafran sampai ke apartementnya. Setelah memarkir mobil, dia terus masuk lift dan naik ke lantai atas.

"Mama!" Zafran kaget saat dia memutar handle dan membuka pintu, di depannya berdiri seorang wanita cantik setengah baya.

Wanita cantik itu meregangkan kedua tangan, Zafran menghambur dalam pelukan wanita itu. Sudah sepuluh tahun wanita itu tidak pulang ke Indonesia, biasanya Zafran yang menyambangi orang tuanya.

"Kok mama nggak bilang-bilang mau pulang," ujar Zafran mengurai pelukannya.

"Kalau mama bilang. Kamu pasti ngelarang mama, ada saja alasanmu, yang tak bisa nemani mamalah, yang sibuk inilah. Iya kan?"

Asaka mamanya Zafran memang sengaja datang. Karena dia ingin anak laki-lakinya itu untuk segera menikah. Asaka sudah tak percaya lagi dengan janji Zafran yang akan segera mengenalkan calon istrinya. Makanya dia datang dadakan dan membawa berita bagus untuk Zafran.

"Zafran mandi dulu ya. Ma!" Zafran masuk ke kamarnya.

Sepeninggalan Zafran, Asaka pergi ke dapur, membantu bibik menyiapkan makan malam. Setengah jam kemudian, menu pun sudah terhidang. Asaka menunggu Zafran di meja makan.

"Wah.. Menu kesukaan aku nih. Ma!" Zafran menarik kursi, mendudukkan bokongnya lalu mencomot sepit kepiting masak saos.

"Doa dulu," Asaka memgingatkan.

"Eh..."

Sudah lama Zafran melupakan tradisi itu. Dulu saat dia masih sekolah di taman kanak-kanak, Zafran selalu mengingatkan pada siapapun untuk membaca doa setiap mau makan. Beriring waktu berjalan, dia mulai melupakannya.

Setelah berdoa, Zafran dan Asaka menyantap makan malamnya. Begitu selesai makan. Asaka menahan Zafran yang ingin beranjak.

"Mau ke mana?"

"Balik ke kamar."

"Jangan ke mana-mana. Mama ingin bicara."

"Besok saja bicaranya. Ma! Sekarang mama rehat. Mama pasti masih capekkan?"

Sebenarnya Zafran tahu, kalau kedatangan mamanya, pasti mau bicara tentang kapan dia nikah. Makanya Zafran berusaha untuk menghindar dengan mencari-cari alasan. Agar maksud dan tujuan Asaka tertunda.

"Tidak! Mama mau bicara sekarang," tegas Asaka.

"Tapi Zafran mau istirahat. Ma!" Tolak Zafran, dia pun beranjak meninggalkan Asaka.

Melihat gelagat Zafran yang mau menghindar. Asaka berdiri mengikuti Zafran yang masuk ke kamar. Zafran yang tahu Asaka mengikutinya pura-pura tak perduli, sejatinya dia belum siap. Jika Asaka memaksanya untuk mengenalkan calon istri.

"Eh... Mama! Sini mama," ujar Zafran berbasa-basi saat dilihatnya Asaka berdiri di ambang pintu kamar.

"Mama mau kamu menerima Alena menjadi sekretarismu," ujar Asaka langsung keintinya.

Asaka sengaja mengundang Alena untuk menjadi sekretaris Zafran. Dia berharap Alena bisa menaklukkan hati Zafran. Alena bukan gadis biasa, dia lulusan S2 dari salah satu universitas Jerman, selain pintar, dia juga cantik dan seksi, menurut Asaka, Alena sangat cocok jadi pasangan putranya.

"Alena anak teman mama itu?"

"Iya! Yang kemaren fotonya sudah mama kirim ke kamu. Cantikkan?"

"Ya. Cantik dan seksi," jawab Zafran, karena foto yang dikirim Asaka ke dia. Foto waktu Alena memakai bikini renang.

"Kamu pasti menyukainya, selain cantik dia juga pintar."

"Kalau dia cantik dan pintar. Kenapa tidak kerja di Jerman saja. Kenapa ke kantorku."

"Mama ingin Alena dekat dengan kamu."

"Untuk apa?"

"Mana tahu cocok dan berjodoh denganmu."

"Oh. Jadi maksud mama. Mama mau jodohin aku dengan Alena."

"Cocok. Itu yang mama mau."

"Kita lihat saja nanti. Apa Alena bisa membuatku jatuh cinta," ujar Zafran seraya berdiri, meraih kunci mobil dan keluar.

"Mau ke mana?"

"Keluar."

Asakan menghembuskan nafas kesal, belum selesai dia bicara. Zafran sudah pergi meninggalkannya. Zafran selalu begitu, selalu mengelak bila Asaka bicara tentang pernikahan. Andai saja Asaka tahu, kalau putranya itu sudah pernah menikahi sembilan para gadis yang tidak tahu asal usul. Entah apa yang terjadi.

Alasan Zafran keberatan Asaka kembali ke tanah air juga masalah nikah sirinya itu. Dia takut kalau mamanya shock jika tahu sepak terjangnya selama ini. Asaka tidak pernah tahu, bagaimana bejatnya kelakuan Zafran.

Zafran yang bisa keluar dari apartemen bernafas lega. Dia sudah merasa bebas dari teror mamanya. Zafran melangkah menuju lift, begitu lift terbuka, dia menekan tombol lantai dasar, begitu lift terbuka, bergegas Zafran ke parkiran.

Begitu sudah berada di dalam mobil, Zafran menghidupkan mobil, menekan pedal gas, lalu meluncur meninggalkan apartement menuju jalan raya. Zafran yang tidak memiliki tujuan, meluncur ke arah rumah Kayesa dan dia sempat berhenti di depan mini market.

"Sebenarnya Kayesa tinggal di mana," batin Zafran seraya memindai ke kiri dan ke kanan. Dia berharap keajaiban, tiba-tiba Kayesa muncul.

Sepersepuluh menit Zafran berhenti, tak ada tanda-tanda kemunculan wanita yang dicarinya.

"Ngapain aku memikirkan wanita itu. Apa aku sudah kurang waras." Zafran bergegas menepis bayangan Kayesa.

Zafran memutar balik mobilnya, kemudian berhenti di depan sebuah diskotek. Setelah memarkir mobil, Zafran turun dan masuk ke diskotek.

Sambil memindai ruangan diskotek, Zafran mengambil posisi di tempat biasa. Safwan pemilik diskotek menemuinya, seperti biasa menawarkan sesuatu yang istimewa pada Zafran.

"Apa tuan butuh wanita cantik," bisik Safwan pada Zafran.

"Boleh," ujar Zafran mengangguk. Safwan memanggil dua wanita pilihannya untuk menemani Zafran.

"Ray! Ke sinilah! Ayok kita senang-senang." Zafran menelepon Ray.

Terpopuler

Comments

Praised93

Praised93

terima kasih👍👍👍

2023-10-30

0

Widya Sari SE

Widya Sari SE

Semoga dari 9 Gadis yg di Nikahi Zafran,hanya sama Asa,Dia punya Anak🙏

2023-10-30

1

lihat semua
Episodes
1 Kayesa
2 Hamil
3 Kembali
4 Kecelakaan
5 Zafran
6 Di Rumah Sakit
7 Hari Pertama
8 Diam-Diam
9 Mawar Merah
10 Dipecat
11 Kembali ke Kantor
12 Terkurung
13 Kesal
14 Ikatan Batin
15 Alena
16 Perjanjian Kerja
17 Dirawat
18 Hasil DNA
19 Keluar Rumah Sakit
20 Ke Rumah Kontrak
21 Drama Alena
22 Kembali Bekerja
23 Kekesal Alena
24 Dunia Sempit
25 Makan Siang
26 Wahana Bermain
27 Terjebak Macet
28 Di Apartement
29 Tak Bisa Pulang
30 Tertidur di Sofa
31 Rumah Oma Fatma
32 Kejutan Untuk Alena
33 Terbakar Cemburu
34 Praduga
35 Berseteru
36 Kekesalan Kayesa
37 Bertemu Rizwan
38 Kabar Sedih
39 Pergi Tanpa Pamit
40 Pertemuan Tak Terduga
41 Perasaan yang Sama
42 Kayesa Demam
43 Bersama Kiano
44 Shaga VS Zafran
45 Kegalauan Zafran
46 Alena berulah.
47 Sampai di Perkampungan
48 Rencana Tono
49 Kedatangan Asaka
50 Pernikahan Zafran
51 Rahasia Zafran
52 Alena vs Oma
53 Siasat Oma
54 Di Hotel
55 Bertemu Malika
56 Di Bandara
57 Satu Pesawat
58 Tatia
59 Mengerjai Alena
60 Bertemu Zafran
61 Obat Pencahar
62 Bermain perasaan
63 Pindah Kamar
64 Kecurigaan Alena
65 Dihimpit perasaan
66 Di Pantai
67 Plin plan
68 Pura-pura sakit
69 Kebohongan
70 Kehilangan Ponsel
71 Siasat Zafran
72 Salah Kamar
73 Tikus Nakal
74 Alena Terusir
75 Akting Alena
76 Bertemu Alena
77 Terkurung
78 Merasa Dikhianati
79 Kehilangan lagi
80 Pertemuan
81 Amnesia
82 Mengusir Alena
83 Kayesa luluh
84 Kenekatan Zafran
85 Ikut Kayesa
86 Bertemu Kiano
87 Toko Perhiasan
88 Serangan Jantung
89 Salah Paham
90 Kekecewaan Shaga
91 Kayesa Bimbang
92 Lamaran Mayumi
93 Menikahlah denganku
94 Cinta pertama
95 Fitting Baju
96 Rencana Shaga
97 Asaka diusir
98 Hampir Luluh
99 Usaha Alena
100 Ditangkap Polisi
101 Berubahkah Asaka
102 Rizwan Salah Paham
103 Kehilangan Zafran
104 Sendikat Asaka
105 Meragu
106 Tertangkap
107 Gagal
108 Menikah
Episodes

Updated 108 Episodes

1
Kayesa
2
Hamil
3
Kembali
4
Kecelakaan
5
Zafran
6
Di Rumah Sakit
7
Hari Pertama
8
Diam-Diam
9
Mawar Merah
10
Dipecat
11
Kembali ke Kantor
12
Terkurung
13
Kesal
14
Ikatan Batin
15
Alena
16
Perjanjian Kerja
17
Dirawat
18
Hasil DNA
19
Keluar Rumah Sakit
20
Ke Rumah Kontrak
21
Drama Alena
22
Kembali Bekerja
23
Kekesal Alena
24
Dunia Sempit
25
Makan Siang
26
Wahana Bermain
27
Terjebak Macet
28
Di Apartement
29
Tak Bisa Pulang
30
Tertidur di Sofa
31
Rumah Oma Fatma
32
Kejutan Untuk Alena
33
Terbakar Cemburu
34
Praduga
35
Berseteru
36
Kekesalan Kayesa
37
Bertemu Rizwan
38
Kabar Sedih
39
Pergi Tanpa Pamit
40
Pertemuan Tak Terduga
41
Perasaan yang Sama
42
Kayesa Demam
43
Bersama Kiano
44
Shaga VS Zafran
45
Kegalauan Zafran
46
Alena berulah.
47
Sampai di Perkampungan
48
Rencana Tono
49
Kedatangan Asaka
50
Pernikahan Zafran
51
Rahasia Zafran
52
Alena vs Oma
53
Siasat Oma
54
Di Hotel
55
Bertemu Malika
56
Di Bandara
57
Satu Pesawat
58
Tatia
59
Mengerjai Alena
60
Bertemu Zafran
61
Obat Pencahar
62
Bermain perasaan
63
Pindah Kamar
64
Kecurigaan Alena
65
Dihimpit perasaan
66
Di Pantai
67
Plin plan
68
Pura-pura sakit
69
Kebohongan
70
Kehilangan Ponsel
71
Siasat Zafran
72
Salah Kamar
73
Tikus Nakal
74
Alena Terusir
75
Akting Alena
76
Bertemu Alena
77
Terkurung
78
Merasa Dikhianati
79
Kehilangan lagi
80
Pertemuan
81
Amnesia
82
Mengusir Alena
83
Kayesa luluh
84
Kenekatan Zafran
85
Ikut Kayesa
86
Bertemu Kiano
87
Toko Perhiasan
88
Serangan Jantung
89
Salah Paham
90
Kekecewaan Shaga
91
Kayesa Bimbang
92
Lamaran Mayumi
93
Menikahlah denganku
94
Cinta pertama
95
Fitting Baju
96
Rencana Shaga
97
Asaka diusir
98
Hampir Luluh
99
Usaha Alena
100
Ditangkap Polisi
101
Berubahkah Asaka
102
Rizwan Salah Paham
103
Kehilangan Zafran
104
Sendikat Asaka
105
Meragu
106
Tertangkap
107
Gagal
108
Menikah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!