Apa artinya aku

Bukannya aku tidak senang kalau ibu mertuaku tinggal di rumahku, tapi kami memang tidak akur sedari dulu apalagi hubunganku dan adik iparku sama buruknya. Aku hanya bisa menghela nafas, pasrah menerima keadaan yang sudah terjadi berharap tidak ada masalah jika mereka tinggal di rumahku. 

Bukannya aku berburuk sangka kepada ibu mertuaku, tapi melihat gelagatnya yang datang secara mendadak dan membawa satu koper penuh bisa dipastikan dia akan tinggal di sini selamanya. Apalagi rumah peninggalan dari bapak mertua telah dijualnya, semoga saja pikiran negatif ini terbantahkan karena aku sudah merasakan ada hal yang tidak beres yang akan menimpaku di kemudian hari.

Tangisan dari Ratu yang terbangun dari tidurnya, aku buru-buru pergi menghampiri dan menggendong anakku itu dan memberikan susu formula. Setiap anakku minum susu formula membuat hatiku sedih, tak dapat menyusuinya hingga berumur dua tahun. 

"Tari … Tari!" 

Aku mendengar ada yang memanggil namaku, segera aku menyahut. "Iya Bu, ada apa?" 

Aku melihat ibu yang sudah berdiri di depan pintu kamar, dari raut wajahnya semua terlihat jelas.

"Kamu lagi apa?" 

"Ngasih Ratu susu formula." 

"Kok susu formula? Air ASI kamu gak lancar atau kamu gak mau susui Ratu, tega bener." 

Aku terdiam mendengarkan ocehan ibu, jujur saja aku malu mengatakan kalau aku tengah berbadan dua. 

"Kenapa kamu diam saja, Tari." 

"Se-sebenarnya aku sedang hamil Bu."

Berita yang baru saja aku ucapkan menjadi bumerang, tampak ibu mertua sangat terkejut karena sang menantu akan kembali memberikan seorang cucu. 

"Kamu jangan bercanda ahh … gak lucu Tari." 

"Tari lagi gak sedang bercanda Bu, memang aku lagi hamil anaknya mas Angga." 

"Kebobolan lagi? 'Kan Ibu pernah bilang untuk ikut program KB, kalau begini kamu juga yang susah." 

"Iya Bu, ini semua salahku. Tapi apa yang harus aku lakukan, semuanya sudah terjadi." 

Ibu mertuaku memijat pangkal hidungnya yang merasakan pusing menjalar, keluar dari kamar tanpa mengucapkan sepatah katapun. Aku tahu kehamilan ini tidak di sengaja, tapi mengapa orang-orang malah menyalahkan satu pihak tanpa mengetahui keinginan dari pihak yang lain. 

"Ibu kenapa?" tanya Angga yang penasaran, mengikuti ibunya yang juga duduk di sofa. 

"Apa benar kalau Tari sedang hamil?" 

Dengan cepat Angga menganggukkan kepala. "Benar Bu." 

"Ini pasti karena kamu melarangnya menggunakan KB, begini nih jadinya … kebobolan." Cetus sang ibu. 

"Semua sudah terjadi, maka biarkan saja." 

"Biarkan? Memangnya kamu mau berjaga tiap malam dengannya?" 

"Angga mana mau bergadang jaga anak-anak Bu, Tari ada dan dia ibunya." 

"Kasihan sekali kamu, namun nasibmu sangat sial mendapatkan istri seperti Tari." 

"Aku juga begitu Bu, tapi Angga tidak bisa meninggalkannya sebab hampir keseluruhan kehidupanku dia yang tanggung." 

"Bagus, itu baru anak Ibu. Ibu dulu juga begitu, ayahmu juga malas-malasan cari uang. Ibu saja bisa, berarti Tari harus bisa." 

Tanpa sengaja aku mendengar semua perkataan mereka, tega sekali ibu mertuaku mengatakan itu. Aku mulai berpikir apakah dia tidak belajar dari masa lalunya? Aku terdiam karena ajaran dari suamiku berasal dari bisikan ibunya. Aku merasa kalau aku seorang istri namun rasa janda.

"Apa aku ini mesin bagi mas Angga dan ibu? Mereka hanya memanfaatkan kelemahanku dengan sangat baik, sampai aku mudah di bodohi." Batinku meringis bercampur marah. 

Terpopuler

Comments

Asih

Asih

buah jatuh tidak jauh dr pohonnya . . 😔

2023-10-15

0

😘Mrs. Hen😘

😘Mrs. Hen😘

pantas saja angga punya sifat gak baik seperti itu..rupanya turun dari ibunya...

2023-06-02

1

lihat semua
Episodes
1 Hamil lagi
2 Suami toxic
3 Aku lelah
4 Kedatangan ibu mertua
5 Apa artinya aku
6 Mulai mengambil alih
7 Seperti pengemis
8 Selalu salah
9 Gantian
10 Shock terapi ibu mertua
11 Biarkan saja atau dia melunjak
12 Membalikkan keadaan
13 Gara-gara siomay
14 Pendapat ibu mertua
15 Membawa pulang suamiku
16 Berjuang bersama
17 Selalu salah dimata ibu
18 Ini kan rumahku!
19 Bukan pelet tapi hidayah
20 Kedatangan Lisa
21 Rencana yang di ketahui
22 Tanpa menawarkan
23 Hatiku sakit
24 Kesalku mendatangkan hikmah
25 Usaha baru
26 Permintaan ibu
27 Kenapa aku harus hamil?
28 Sungguh berat
29 Melepaskan kepergian mas Angga
30 Ide baru jualan
31 Aku bukan pembantu
32 Kelakuan ibu
33 Perasaanku tidak enak
34 Gosip tajam
35 Lisa akan menikah
36 Kebanggaan terbesar ibu
37 Pernikahan Lisa dan Rusli
38 Kecemasan mas Angga
39 Tidak ada kabar
40 Wanita yang memesan kue ku
41 Istri pertama Rusli?
42 Akhirnya aku tahu
43 Jeritan memilukan
44 Demi anak-anakku
45 Kecemasan ibu mertua
46 Hidup sesuai kemampuan
47 Mari bercerai
48 Aku tidak egois
49 Aku harus tetap hidup
50 Mimpi
51 Merasa paling tersakiti
52 Rayuan Siska
53 Karma Lisa
54 Penggerebekan viral
55 Dihampiri karma
56 Roda berputar
57 Pertengkaran Angga dan Siska
58 Tidak akan berubah
59 Talak untuk Siska
60 Bertemu Chen
61 Chen Vs Angga
62 Dan ternyata...
63 Kenzi Liang Chen
64 Menolak lamaran Chen
65 Aku terima
66 Kebahagiaan Tari, penyesalan Angga
67 Nomor tak dikenal
68 I love you, honey
69 Adik angkat Ken
70 Pulang mendadak
71 Beda pendapat
72 Keputusan Huan
73 Apa dia jodoh Huan?
74 Hari pertama di pesantren
75 Takdir yang tidak bisa diubah
76 Bab 77
77 Bab 78
78 Bab 79
79 Bab 80
80 Bab 81
81 Bab 82
82 Bab 83
83 Bab 84
84 Bab 85
85 Bab 86
86 Bab 87
87 Bab 88
88 Bab 89
89 Bab 90
90 Bab 91
91 Bab 92
92 Bab 93
93 Bab 94
94 Bab 95
95 Bab 96
96 Bab 97
97 Bab 98
98 Bab 99
99 Bab 100
100 Bab 101
101 Bab 102
102 Bab 103
103 Bab 104
104 Bab 105
105 Bab 106
106 Bab 107
107 Bab 108
108 Bab 109
109 Bab 110
110 Bab 111
111 Bab 112
112 Bab 113
113 Bab 114
114 Bab 115
115 The end
Episodes

Updated 115 Episodes

1
Hamil lagi
2
Suami toxic
3
Aku lelah
4
Kedatangan ibu mertua
5
Apa artinya aku
6
Mulai mengambil alih
7
Seperti pengemis
8
Selalu salah
9
Gantian
10
Shock terapi ibu mertua
11
Biarkan saja atau dia melunjak
12
Membalikkan keadaan
13
Gara-gara siomay
14
Pendapat ibu mertua
15
Membawa pulang suamiku
16
Berjuang bersama
17
Selalu salah dimata ibu
18
Ini kan rumahku!
19
Bukan pelet tapi hidayah
20
Kedatangan Lisa
21
Rencana yang di ketahui
22
Tanpa menawarkan
23
Hatiku sakit
24
Kesalku mendatangkan hikmah
25
Usaha baru
26
Permintaan ibu
27
Kenapa aku harus hamil?
28
Sungguh berat
29
Melepaskan kepergian mas Angga
30
Ide baru jualan
31
Aku bukan pembantu
32
Kelakuan ibu
33
Perasaanku tidak enak
34
Gosip tajam
35
Lisa akan menikah
36
Kebanggaan terbesar ibu
37
Pernikahan Lisa dan Rusli
38
Kecemasan mas Angga
39
Tidak ada kabar
40
Wanita yang memesan kue ku
41
Istri pertama Rusli?
42
Akhirnya aku tahu
43
Jeritan memilukan
44
Demi anak-anakku
45
Kecemasan ibu mertua
46
Hidup sesuai kemampuan
47
Mari bercerai
48
Aku tidak egois
49
Aku harus tetap hidup
50
Mimpi
51
Merasa paling tersakiti
52
Rayuan Siska
53
Karma Lisa
54
Penggerebekan viral
55
Dihampiri karma
56
Roda berputar
57
Pertengkaran Angga dan Siska
58
Tidak akan berubah
59
Talak untuk Siska
60
Bertemu Chen
61
Chen Vs Angga
62
Dan ternyata...
63
Kenzi Liang Chen
64
Menolak lamaran Chen
65
Aku terima
66
Kebahagiaan Tari, penyesalan Angga
67
Nomor tak dikenal
68
I love you, honey
69
Adik angkat Ken
70
Pulang mendadak
71
Beda pendapat
72
Keputusan Huan
73
Apa dia jodoh Huan?
74
Hari pertama di pesantren
75
Takdir yang tidak bisa diubah
76
Bab 77
77
Bab 78
78
Bab 79
79
Bab 80
80
Bab 81
81
Bab 82
82
Bab 83
83
Bab 84
84
Bab 85
85
Bab 86
86
Bab 87
87
Bab 88
88
Bab 89
89
Bab 90
90
Bab 91
91
Bab 92
92
Bab 93
93
Bab 94
94
Bab 95
95
Bab 96
96
Bab 97
97
Bab 98
98
Bab 99
99
Bab 100
100
Bab 101
101
Bab 102
102
Bab 103
103
Bab 104
104
Bab 105
105
Bab 106
106
Bab 107
107
Bab 108
108
Bab 109
109
Bab 110
110
Bab 111
111
Bab 112
112
Bab 113
113
Bab 114
114
Bab 115
115
The end

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!