Zayn tidak ingin kehilangan momen untuk mendekati Flora. Walau sekarang Flora lupa ingatan, Zayn yakin kalau suatu saat nanti Flora bisa jatuh cinta lagi pada dirinya.
"Anya..." panggil Zayn cukup keras. Dia segera mendekati Flora yang menatap heran padanya.
"Iya kak?" tanya Flora bingung.
Bukannya menjawab Zayn malah berkenalan dengan Rina.
"Halo tante, saya teman Anya dan Stefan" ucap Zayn memperkenalkan diri. Zayn pun mencium punggung tangan Rina.
"Halo siapa nama kamu, nak?" tanya Rina.
"Saya Zayn tante" jawab Zayn dengan tersenyum ramah.
Rina yang sudah pernah muda tahu pasti kalau Zayn pasti menaruh hati pada anaknya. Kalau tidak mana mungkin dia sampai datang dan memperkenalkan diri seperti ini?.
"Kamu sudah makan? Ayo makan bareng tante dan Anya" tawar Rina pula. Tidak membuang kesempatan untuk lebih dekat, Zayn pun menganggukkan kepalanya tanda setuju.
Flora sendiri tidak tau maksud Zayn seperti apa mengingat dirinya sama sekali tidak tau sikap Zayn seperti apa. Siapa tau memang dia ramah dan dulu dekat dengan Anya.
Rina tersenyum kemudian mengajak anak dan pria yang katanya adalah teman anaknya itu untuk makan malam bersama.
Mereka masuk ke salah satu restoran ala jepang karena Flora memang menyukai sushi dan aneka makanan ala jepang lainnya.
Zayn bisa melihat interaksi antara Flora dengan Ibunya. Terlihat saling menyayangi satu sama lain. Berbeda dengan dirinya yang bisa dibilang kurang kasih sayang. Zayn adalah anak kedua dari lima bersaudara dan kelimanya adalah laki-laki. Terlalu dekat jarak antara dia dan saudara-saudaranya membuat kedua orang tuanya tidak bisa fokus membesarkan mereka.
Zayn tersenyum melihat Flora yang sesekali menyuapi mamanya, begitu juga Rani yang acap kali menyuapi putrinya.
"Makanannya tidak enak kak?" tanya Flora karena Zayn tidak terlihat berselera dan lebih banyak melamun. Padahal sebenarnya yang Zayn pikirkan hanyalah Flora, Flora dan Flora.
Zayn yang dari tadi melamun ke arah Flora seketika terkesiap. Dia tersenyum canggung setelahnya.
"Enak kok" jawab Zayn yang tiba-tiba merasa degdegan saat Flora menatap ke arahnya.
Rina pun memperhatikan interaksi keduanya. Dia semakin yakin kalau pemuda tampan ini menyukai anaknya.
"Tadi kamu bilang temannya Stefan juga ya? Kenal dimana dengan Stefan? Kalian bertiga satu kampus?" tanya Rina penasaran.
Zayn menganggukkan kepalanya.
"Iya tante, Aku dan Stefan teman satu club futsal" jawab Zayn. Padahal baru hari ini dia bergabung dengan Stefan cs.
Rani menganggukkan kepala.
"Kamu seangkatan sama Anya atau Stefan?" tanya Rina pula.
"Beda angkatan Tante, Saya senior Anya dua tingkat dan satu tingkat di bawah Stefan" jawab Zayn.
Rina pun menganggukkan kepalanya.
"Kata Vivi dulu aku sering nyamperin Kak Zayn kemana-mana" ucap Flora memberitahu Ibunya. Flora sama sekali tidak malu mengatakan itu seolah sekarang itu bukan lagi hal penting untuknya.
"Uhuk..." Zayn sampai tersedak mendengar ucapan Flora.
Rina sendiri malah terkekeh.
"Minum dulu kak" ucap Flora sambil menyerahkan segelas air putih pada Zayn. Zayn menerima minuman itu dan meminumnya dengan pelan.
"Kamu ini memang tau aja kalau ada cowok ganteng terus diintilin" Rina masih terkekeh mendengar pengakuan anaknya.
"Pasti kamu tidak nyaman ya Zayn? Maaf ya anak tante memang rada-rada".
"Aku juga minta maaf ya kak kalau dulu sudah buat Kak Zayn tidak nyaman" Flora meminta maaf atas perlakuan Anya dulu. Kalau dipikir-pikir Anya sudah keterlaluan karena terus-terusan menempel pada Zayn yang kata Vivi tidak suka pada Anya.
Mendengar kata maaf dari Flora malah membuat Zayn merasa sedih, itu artinya Flora sudah tidak lagi akan menempel padanya.
"Tidak masalah Anya, aku tidak merasa risih akan hal itu" jawab Zayn berusaha mencari jawaban yang paling tepat.
"Ayo makan lagi, kita lupakan yang lalu ya" ucap Rina yang seolah bisa membaca isi hati Zayn.
Flora dan Zayn pun kompak mengangguk.
Selesai makan Zayn pun ikut jalan-jalan lagi dengan Flora serta Mamanya. Mereka jadi lumayan akrab karena memang Zayn mengakrabkan diri. Flora bukanlah anak Abege, dia tau kalau Zayn memiliki maksud lain di dalamnya.
"Tunggu disini ya, Mama kesana dulu" ucap Rina pada Flora. Dia melihat temannya baru keluar dari sebuah butik dan berniat menyapa.
Flora menganggukkan kepala dan tetap berdiri di tempatnya bersama Zayn.
"Apa kepalamu sering sakit? Atau kamu punya keluhan? Dokter ada bilang kapan kira-kira ingatanmu akan kembali?" tanya Zayn bertubi.
Flora tertawa kecil karena Zayn mengajukan banyak pertanyaan untuknya.
"Kata dokter aku baik-baik saja kak, Aku juga tidak ada masalah bila terus-terusan lupa ingatan" jawab Flora dengan tersenyum.
"Apa kamu tidak penasaran dengan bagaimana kamu yang dulu?" tanya Zayn pula.
Flora menggelengkan kepalanya.
"Tidak kak. Biarlah itu menjadi masa lalu. Aku bahagia dengan kehidupanku yang baru" jawab Flora dengan tersenyum
Zayn pun mengangguk paham.
"Aku ingin minta maaf kalau dulu sudah sering ketus padamu. Maafkan aku" sesal Zayn.
Flora tersenyum.
"Tidak apa-apak , Kak. Aku juga minta maaf kalau dulu sudah membuat kakak kesal".
Zayn mengulurkan tangannya.
"Berteman?" ucap Zayn dengan tersenyum.
Flora menerima uluran tangan itu.
"Berteman" sahut Flora.
Mereka berdua saling melempar senyum dengan alasan yang berbeda. Zayn dengan alasan bahagia karena sudah bisa dekat dengan Flora walau hanya dengan status sebagai teman, sedangkan Flora tersenyum hanya sebatas sopan santun belaka
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments