Ada Yang Hilang

Seminggu sudah Flora menjadi mahasiswa. Dia mulai banyak memiliki teman dari kelas yang sama maupun kelas berbeda.

Tak sedikit juga teman-teman serta seniornya yang menaruh hati pada Flora. Selain cantik, Flora memang ramah dan membawa aura positif. Dia terlihat sangat bijak diusia yang belum menginjak 18 tahun. Tentu saja karena memang jiwanya tidak berusia segitu.

Flora berjalan menyusuri koridor kampusnya seorang diri. Setiap hari dia selalu membawa bekal dari rumah. Tak heran dia akan selalu membawa paper bag setiap ke kampus. Flora sama sekali tidak gengsi dengan itu.

"Hai Anya"sapa seorang pria yang berjalan bersama Zayn. Flora tidak tau namanya siapa.

"Oh..Hai...Selamat pagi" balas Flora dengan tersenyum.

Pemuda itu melirik ke arah Zayn yang hanya diam saja.

"Kamu tidak ingat dengan aku?" tanya Pemuda itu.

"Maaf aku tidak ingat" jawab Flora masih dengan tersenyum ramah.

"Tidak apa, aku paham. Kalau gitu kita berkenalan ulang ya. Aku Mario, senior mu dulu di SMA. Teman baiknya Zayn" ucap Mario sambil mengulurkan tangannya. Flora pun membalas uluran tangan itu.

"Aku Flora , eh maksudku Anya" ucap Flora dengan tersenyum canggung.

Mario sempat blank sementar tapi dia memaklumi kalau Anya sedang lupa ingatan.

"Nama Flora juga bagus" ucap Mario dengan terkekeh.

Flora semakin canggung. Bisa-bisanya dia salah menyebutkan nama.

"Maaf entah kenapa malah ingat dengan nama itu" ucap Flora berusaha menetralkan kecanggungannya.

"Iya tidak apa-apa, aku maklum. Ya sudah kami duluan" ucap Mario pula berpamitan.

Flora tersenyum sambil menganggukkan kepala lalu kembali berjalan menuju kelasnya.

Zayn dari tadi diam saja. Dia merasa ada yang hilang setelah Anya tidak lagi menempel padanya. Tanpa sadar dia terus memperhatikan punggung Flora yang sudah semakin menjauh.

"Woe..." teriakan Mario menyadarkan Zayn dari lamunannya.

"Kenapa?" tanya Mario pula.

Zayn menggelengkan kepalanya lalu mendahului Mario yang masih diliputi kebingungan. Tetapi sedetik kemudian senyum nakal Mario langsung terbit.

"Ternyata diam-diam Zayn sudah ada rasa dengan Anya, hanya saja dia belum sadar" gumam Mario dalam hati.

Mario pun lalu mengejar Zayn agar bisa berjalan beriringan dengan sahabat baiknya itu.

"Habis kelas mau kumpul? Kita futsal" ajak Mario sambil merangkul pundak Zayn yang akhir-akhir ini lebih banyak diam.

Zayn yang memang tidak mempunyai kegiatan pun menganggukkan kepalanya.

"Gitu dong, biar seru" balas Mario semangat.

...

Jam istirahat telah tiba, Flora duduk bersama Vivi di taman kampus sambil menyantap makan siang masing-masing. Semenjak Flora memutuskan untuk membawa bekal, Vivi pun ikut-ikutan membawa bekal. Dia tidak mempunyai teman akrab lain selain Flora. Jadi dia selalu menjadi follower setia Flora.

"Anya, Tau gak, Mamaku terheran-heran dan masih tidak percaya kalau aku mau membawa bekal ke kampus" cerita Vivi dengan terkekeh.

"Apalagi gaya berpakaianku sudah mirip denganmu. Mama semakin tidak percaya. Dia malah terus-terusan berucap syukur. Katanya doanya selama ini akhirnya terwujud" lanjutnya sudah dengan tertawa ngakak.

Vivi memang sudah mengikuti gaya berpakaian Flora dengan lebih menggunakan pakaian yang sopan. Tidak mungkin dia masih berpakaian sexy sedangkan sahabatnya saja berpakaian tertutup. Akan terlihat sekali perbedaannya bila mereka bersama.

"Pertahankan, jangan buat Mamaku kecewa" pesan Flora terdengar serius.

Vivi memberi hormat.

"Siap Bu" ucap Vivi terlihat konyol sekali. Flora tidak bisa menahan tawanya karena Vivi memang kerap kali berlaku konyol.

"Vivi, apa kamu pernah menyatakan cinta pada kakakku?" tanya Flora tiba-tiba.

Uhuk.

Vivi yang sedang mengunyah menjadi tersedak.

Flora sudah menduga, pasti ini alasan Stefan melarang dirinya dekat dengan Vivi.

"Kamu ingat?" tanya Vivi. Dia sangat yakin kalau Stefan tidak mungkin mau mengungkapkan itu. Dia sangat ingat bagaimana dulu kesalnya Stefan saat Vivi menyatakan cinta padanya di depan umum beberapa waktu lalu.

Flora kembali tertawa.

"Sudah aku bilang, aku tidak tau apapun tentang anya di masa lalu. Aku hanya menebak antara interaksi kalian berdua. Ternyata dugaanku benar" ucap Flora.

Vivi menutup wajahnya.

"Aku tidak mau mengingatnya lagi. Sangat memalukan. Stefan jadi dendam gara-gara itu" ucap Vivi malu sekali.

"Bukannya harusnya dia senang karena ada gadis secantik kamu menyukainya?" tanya Flora bingung.

"Memalukan pokoknya aku belum siap cerita" daun telinga Vivi sudah memerah dan dia masih menutup wajah dengan kedua tangannya. Sepertinya dia benar-benar malu.

Flora menepuk nepuk pundak Vivi. Dia tidak akan memaksa bila sahabatnya itu belum siap untuk bercerita.

"Iya, kalau memang sangat memalukan tidak perlu kamu ceritakan" ucap Flora dengan tersenyum manis.

Vivi terharu, dia memeluk tubuh sahabatnya yang akhir-akhir ini berubah dewasa.

Tak jauh dari kedua sahabat itu menyantap makan siang sambil bergurau, Zayn memperhatikan keduanya sambil tersenyum simpul.

Zayn tidak mengerti kenapa dia merasa begitu tenang ketika memandang ke arah Flora. Ada sebuah magnet yang menarik dirinya untuk terus memperhatikan Flora.

Jauh di dalam lubuk hati Zayn, dia merasa begitu kehilangan ketika gadis yang begitu bucin kepadanya tiba-tiba berubah 180 derajat.

"Aku senang sikapmu yang sekarang, tapi aku juga rindu dengan tingkah tidak tau malumu yang seperti dulu".

"Jika boleh aku ingin kamu lembut seperti ini tapi tetap perhatian seperti dulu."

Zayn berucap dalam hati.

Ternyata tanpa sadar dia sudah masuk ke dalam pesona Flora.

Bersambung...

Episodes
1 Pelabuhan Terakhir
2 Kabar Bahagia
3 Pindah
4 Kehilangan
5 Hambar
6 Mencari Tahu
7 Semakin Parah
8 Kehilangan
9 Bangkit Liam
10 Ikhlas
11 Lahir kembali
12 Dunia Baru
13 Shopping
14 Dia Bukan Anya
15 Bekal
16 Ada Yang Hilang
17 Ingin Dekat
18 Mendekati
19 Diluar Dugaan
20 Panti Asuhan
21 Tatapan Penuh Cinta
22 Gamang
23 Sejuta Cara
24 Menghindar
25 Bosan
26 Angel
27 Ikut
28 Curiga
29 Penasaran
30 Heran
31 Maya
32 Tidak Ada
33 Ancaman
34 Andai
35 Sampai Kapan?
36 Menyusun Rencana
37 Fitnah
38 Bukan Kami
39 Bersaing Sehat
40 Pergi
41 Munafik
42 Menyesal
43 Salah Didikan
44 Marvel
45 Dunia Kerja
46 Marah Besar
47 Lalu Siapa?
48 Di rumahkan
49 Bukti
50 Siapa dia?
51 Siapa ini Anya?
52 Berubah
53 Tak Lagi Sama
54 Asing
55 Alasan
56 Makanan Sampah
57 Itu Liam
58 Ternyata
59 Kembar
60 Aku Flo
61 Kamu Bukan Flo
62 Aku Mohon
63 Aku Kembali
64 Tidak Peduli
65 Kamu siapa ya?
66 Kenapa tidak asing?
67 Tidak Rela
68 Anugerah Terindah
69 Menyetujui
70 Senyum Penuh Arti
71 Aku Serius
72 Tak Saling Kenal
73 Tanda Tanya
74 Bingung
75 Cepatlah Lulus
76 Berburuk Sangka
77 Hanya Tersenyum
78 Harapan
79 Memendam Rasa Sakit
80 Bertemu
81 Sadar
82 Tunda
83 Tidak Ingin Egois
84 Ikhlas
85 Was Was
86 Pernikahan
87 Pindah
88 Lega
89 Pergi Bersama
90 Tega
91 Mungkin
92 Donatur
93 Penyesalan
94 Khawatir
95 Penyesalan
96 Stroke
97 Makan Malam
98 Sudah Terlalu Lama
99 Baru Ada Kesempatan
100 Kejutan
101 Penantian Panjang
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Pelabuhan Terakhir
2
Kabar Bahagia
3
Pindah
4
Kehilangan
5
Hambar
6
Mencari Tahu
7
Semakin Parah
8
Kehilangan
9
Bangkit Liam
10
Ikhlas
11
Lahir kembali
12
Dunia Baru
13
Shopping
14
Dia Bukan Anya
15
Bekal
16
Ada Yang Hilang
17
Ingin Dekat
18
Mendekati
19
Diluar Dugaan
20
Panti Asuhan
21
Tatapan Penuh Cinta
22
Gamang
23
Sejuta Cara
24
Menghindar
25
Bosan
26
Angel
27
Ikut
28
Curiga
29
Penasaran
30
Heran
31
Maya
32
Tidak Ada
33
Ancaman
34
Andai
35
Sampai Kapan?
36
Menyusun Rencana
37
Fitnah
38
Bukan Kami
39
Bersaing Sehat
40
Pergi
41
Munafik
42
Menyesal
43
Salah Didikan
44
Marvel
45
Dunia Kerja
46
Marah Besar
47
Lalu Siapa?
48
Di rumahkan
49
Bukti
50
Siapa dia?
51
Siapa ini Anya?
52
Berubah
53
Tak Lagi Sama
54
Asing
55
Alasan
56
Makanan Sampah
57
Itu Liam
58
Ternyata
59
Kembar
60
Aku Flo
61
Kamu Bukan Flo
62
Aku Mohon
63
Aku Kembali
64
Tidak Peduli
65
Kamu siapa ya?
66
Kenapa tidak asing?
67
Tidak Rela
68
Anugerah Terindah
69
Menyetujui
70
Senyum Penuh Arti
71
Aku Serius
72
Tak Saling Kenal
73
Tanda Tanya
74
Bingung
75
Cepatlah Lulus
76
Berburuk Sangka
77
Hanya Tersenyum
78
Harapan
79
Memendam Rasa Sakit
80
Bertemu
81
Sadar
82
Tunda
83
Tidak Ingin Egois
84
Ikhlas
85
Was Was
86
Pernikahan
87
Pindah
88
Lega
89
Pergi Bersama
90
Tega
91
Mungkin
92
Donatur
93
Penyesalan
94
Khawatir
95
Penyesalan
96
Stroke
97
Makan Malam
98
Sudah Terlalu Lama
99
Baru Ada Kesempatan
100
Kejutan
101
Penantian Panjang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!