Pindah

Suara kicauan burung peliharaan milik Alvin (Papa Liam) terdengar begitu merdu di taman milik keluarga mereka.

Liam dan Flora duduk di gazebo ditemani teh serta camilan sehat yang sengaja Liam minta pada asisten rumah tangganya untuk dibuatkan.

Waktu menunjukkan pukul 4 sore tapi orang tua Liam belum juga kembali dari luar kota.

"Sepertinya Mama dan Papa menginap di luar kota" ucap Liam sambil merangkul pundak istrinya.

Flora pun menganggukkan kepala setuju dengan pendapat suaminya.

"Oh iya, rumah kita sebentar lagi jadi. Minggu depan kita sudah bisa pindah ke rumah baru" ucap Liam memberi tau. Hubungan Liam dan orang tuanya memang baik, hanya saja Liam ingin mandiri dengan keluarga kecilnya sehingga dia memilih membangun rumahnya sendiri bahkan rumah itu sudah dibangun sebelum dia dan Flora resmi menikah.

"Benarkah? Akhirnya ya jadi juga" ucap Flora senang.

Liam menganggukkan kepala.

"Iya akhirnya rumah impian kita jadi juga". Liam menghadiahkan ciuman di bibir istrinya.

"Tapi jadi sepi dong di rumah sayang. Biasanya kan ada Mama dan Papa" Flora yang baru saja merasakan memiliki keluarga rasanya sedih kalau harus berpisah lagi.

Liam elus rambut istrinya.

"Kita harus belajar mandiri sayang" ucap Liam lembut.

Flora pun menganggukkan kepalanya. Mereka memang harus mandiri apalagi kurang lebih delapan bulan lagi mereka akan menjadi orang tua.

Tak lama kemudian, orang tua Liam pun tiba di rumah. Mereka seketika menghampiri anak dan menantunya saat mendengar dari pekerja rumah kalau Liam dan Flora sudah kembali dari liburan.

Fenty menenteng banyak paperbag di tangannya dan sedikit berlari menghampiri sang menantu.

"Kenapa kalian sudah pulang? Bukannya liburan masih dua hari lagi?" Fenty sudah memburu anak dan menantunya dengan pertanyaan.

"Mama baru datang bukannya salam" tegur Alvin pada istrinya.

Fenty terkekeh.

"Habis heran biasanya mereka kan kalau liburan sampai lupa waktu" sahut Fenty pula.

"Kita bicara di dalam saja ya ma" ucap Liam terdengar serius.

Mendengar itu membuat Alvin serta Fenty menjadi tegang. Mereka menebak ada sesuatu yang serius. Tidak ingin menunda-nunda mereka berempat pun masuk ke dalam rumah.

Saat ini mereka berempat sudah duduk di ruang keluarga. Liam mengambil sesuatu di saku celananya dan memberikannya pada kedua orang tuanya.

Alvin dan Fenty menerima benda tersebut. Mata keduanya langsung berkaca-kaca saat mengerti apa yang terjadi.

Tanpa berucap apapun Fenty langsung bangkit dari duduknya dan memeluk sang menantu.

"Selamat ya sayang, Mama senang sekali" ucap Fenty yang sudah berlinang air mata.

Flora pun ikut menangis. Dia sangat terharu karena semenjak menikah dengan Liam dia bisa merasakan kasih sayang seorang Ibu.

..

Liam dan Flora sudah pindah ke rumah baru mereka. Saat pindahan Fenty sempat menangis karena harus berpisah dengan anak dan menantunya. Tapi Alvin terus memberikan pengertian pada istrinya kalau semua ini demi kebaikan semuanya.

Liam harus bisa mandiri dan bertanggung jawab terhadap keluarga. Kalau terus-terusan tinggal dengan orang tua maka Liam tidak menutup kemungkinan akan ada saja perbedaan pola asuh nanti pada anak Liam dan Flora kelak.

Alvin yang sudah berpengalaman dalam berumah tangga tidak ingin hubungan yang awalnya baik bisa menjadi tidak baik akibat perbedaan pendapat.

Walau berat Fenty pun terpaksa menerima semuanya.

Dirumah yang baru, Liam mempekerjaan dua asisten rumah tangga untuk membantu pekerjaan rumah. Liam juga mempekerjakan tukang kebun dan satpam juga. Liam tidak ingin istrinya kelelahan nantinya.

Liam juga berhenti dari pekerjaannya dan memilih meneruskan usaha keluarga. Dia akan menjadi kepala keluarga yang bertanggung jawab yang bisa memenuhi segala kebutuhan keluarga.

Kini usia kandungan Flora sudah menginjak usia 3 bulan. Perut Flora sudah terlihat padat walau belum membuncit. Liam senang sekali mengelus-elus perut istrinya itu.

"Aku sudah tidak sabar menunggu kehadirannya" ucap Liam yang saat ini sedang berduaan di sofa ruang tamu di rumah mereka.

Flora tersenyum. Dia sangat bahagia karena Liam begitu antusias dengan kehamilannya.

"Kamu ingin sesuatu?" tanya Liam pada istrinya.

Flora menggeleng. Dia memang tidak semangat makan semenjak hamil. Nafsu makannya buruk dan sering mual. Tapi Flora tetap memaksakan makan demi kesehatan bayi yang ada di dalam kandungannya.

"Aku minta Bu Devi potongkan apel ya?" ucap Liam pula.

Flora lagi menggelengkan kepala. Dia memang tidak ingin memakan apapun.

"Jus?" Liam terus saja membujuk istrinya.

Terpaksa Flora pun menganggukkan kepalanya.

"Jus jeruk ya sayang" pinta Flora akhirnya.

Liam mengangguk senang. Dia kemudian ke dapur mencari Bu Devi untuk membuatkan Flora jus jeruk.

Tak berapa lama , Liam sudah kembali dengan dua gelas jus jeruk. Satu untuk Flora dan satu lagi untuk dirinya sendiri.

"Terima kasih sayang" ucap Flora saat menerima jus tersebut.

"Sama-sama" balas Liam dengan tersenyum.

Baru beberapa teguk Flora sudah merasakan sakit pada perutnya. Dia merangis kesakitan.

"Kenapa sayang?" tanya Liam panik.

"Perutku sakit" jawab Flora yang wajahnya sudah mengeluarkan keringat dingin.

Liam semakin panik. Dia sangat takut terjadi sesuatu pada istrinya.

Baru dia hendak menggendong istrinya ke rumah sakit, wajah Flora sudah berangsur membaik.

"Sudah hilang sayang" ucap Flora yang memang sudah terlihat segar dan tidak kesakitan lagi.

"Tapi aku akan tetap bawa kamu ke rumah sakit. Aku tidak mau terjadi sesuatu pada kalian" ucap Liam tegas.

Flora menurut karena dia pun sebenarnya takut. Walau sebentar tapi rasa sakit di perutnya benar-benar tidak bisa dia ungkapkan rasanya. Pertama kali dia merasakan sakit seperti itu. Bahkan saat datang bulan pun sakitnya tidak seperti itu.

Bersambung...

Episodes
1 Pelabuhan Terakhir
2 Kabar Bahagia
3 Pindah
4 Kehilangan
5 Hambar
6 Mencari Tahu
7 Semakin Parah
8 Kehilangan
9 Bangkit Liam
10 Ikhlas
11 Lahir kembali
12 Dunia Baru
13 Shopping
14 Dia Bukan Anya
15 Bekal
16 Ada Yang Hilang
17 Ingin Dekat
18 Mendekati
19 Diluar Dugaan
20 Panti Asuhan
21 Tatapan Penuh Cinta
22 Gamang
23 Sejuta Cara
24 Menghindar
25 Bosan
26 Angel
27 Ikut
28 Curiga
29 Penasaran
30 Heran
31 Maya
32 Tidak Ada
33 Ancaman
34 Andai
35 Sampai Kapan?
36 Menyusun Rencana
37 Fitnah
38 Bukan Kami
39 Bersaing Sehat
40 Pergi
41 Munafik
42 Menyesal
43 Salah Didikan
44 Marvel
45 Dunia Kerja
46 Marah Besar
47 Lalu Siapa?
48 Di rumahkan
49 Bukti
50 Siapa dia?
51 Siapa ini Anya?
52 Berubah
53 Tak Lagi Sama
54 Asing
55 Alasan
56 Makanan Sampah
57 Itu Liam
58 Ternyata
59 Kembar
60 Aku Flo
61 Kamu Bukan Flo
62 Aku Mohon
63 Aku Kembali
64 Tidak Peduli
65 Kamu siapa ya?
66 Kenapa tidak asing?
67 Tidak Rela
68 Anugerah Terindah
69 Menyetujui
70 Senyum Penuh Arti
71 Aku Serius
72 Tak Saling Kenal
73 Tanda Tanya
74 Bingung
75 Cepatlah Lulus
76 Berburuk Sangka
77 Hanya Tersenyum
78 Harapan
79 Memendam Rasa Sakit
80 Bertemu
81 Sadar
82 Tunda
83 Tidak Ingin Egois
84 Ikhlas
85 Was Was
86 Pernikahan
87 Pindah
88 Lega
89 Pergi Bersama
90 Tega
91 Mungkin
92 Donatur
93 Penyesalan
94 Khawatir
95 Penyesalan
96 Stroke
97 Makan Malam
98 Sudah Terlalu Lama
99 Baru Ada Kesempatan
100 Kejutan
101 Penantian Panjang
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Pelabuhan Terakhir
2
Kabar Bahagia
3
Pindah
4
Kehilangan
5
Hambar
6
Mencari Tahu
7
Semakin Parah
8
Kehilangan
9
Bangkit Liam
10
Ikhlas
11
Lahir kembali
12
Dunia Baru
13
Shopping
14
Dia Bukan Anya
15
Bekal
16
Ada Yang Hilang
17
Ingin Dekat
18
Mendekati
19
Diluar Dugaan
20
Panti Asuhan
21
Tatapan Penuh Cinta
22
Gamang
23
Sejuta Cara
24
Menghindar
25
Bosan
26
Angel
27
Ikut
28
Curiga
29
Penasaran
30
Heran
31
Maya
32
Tidak Ada
33
Ancaman
34
Andai
35
Sampai Kapan?
36
Menyusun Rencana
37
Fitnah
38
Bukan Kami
39
Bersaing Sehat
40
Pergi
41
Munafik
42
Menyesal
43
Salah Didikan
44
Marvel
45
Dunia Kerja
46
Marah Besar
47
Lalu Siapa?
48
Di rumahkan
49
Bukti
50
Siapa dia?
51
Siapa ini Anya?
52
Berubah
53
Tak Lagi Sama
54
Asing
55
Alasan
56
Makanan Sampah
57
Itu Liam
58
Ternyata
59
Kembar
60
Aku Flo
61
Kamu Bukan Flo
62
Aku Mohon
63
Aku Kembali
64
Tidak Peduli
65
Kamu siapa ya?
66
Kenapa tidak asing?
67
Tidak Rela
68
Anugerah Terindah
69
Menyetujui
70
Senyum Penuh Arti
71
Aku Serius
72
Tak Saling Kenal
73
Tanda Tanya
74
Bingung
75
Cepatlah Lulus
76
Berburuk Sangka
77
Hanya Tersenyum
78
Harapan
79
Memendam Rasa Sakit
80
Bertemu
81
Sadar
82
Tunda
83
Tidak Ingin Egois
84
Ikhlas
85
Was Was
86
Pernikahan
87
Pindah
88
Lega
89
Pergi Bersama
90
Tega
91
Mungkin
92
Donatur
93
Penyesalan
94
Khawatir
95
Penyesalan
96
Stroke
97
Makan Malam
98
Sudah Terlalu Lama
99
Baru Ada Kesempatan
100
Kejutan
101
Penantian Panjang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!