Flora membuka matanya secara perlahan. Pemandangan yang pertama kali dia lihat adalah atap rumah sakit.
"Dimana aku?" ucapnya dalam hati.
"Pa...Anya sudah sadar" teriakan seseorang membuat Flora tersadar kalau saat ini di temani oleh seorang wanita yang berusia kurang lebih 40 tahunan. Wajah cantik yang terlihat letih dan sembab.
Seorang pria datang mendekat, pria yang kurang lebih berusia 45 tahunan.
"Syukurlah Anya sudah sadar".
Pria itu mengelus rambut Flora penuh kelembutan.
"Anya?" tanya Flora dalam hati. Dia begitu kebingungan.
"Kenapa mereka memanggilku Anya?" batinnya pula.
"Gimana keadaanmu sayang?" tanya wanita itu pada Flora.
"Mama takut sekali, Mama kira akan kehilangan kamu untuk selama-lamanya" wanita itu tiba-tiba menangis.
"Pa, panggil dokter Pa" titah wanita itu pula.
Pria tersebut menangguk kemudian keluar dari ruangan.
Tak berapa lama dokter pun datang memeriksa kondisi Flora.
"Bagaimana keadaanmu?" tanya Dokter pada Flora.
Flora tidak menjawab. Bukan tidak mau menjawab tapi memang tidak bisa. Dia hanya bisa mendengar tapi tidak bisa menggerakkan bibirnya untuk menjawab pertanyaan yang dokter ajukan.
"Kita tunggu beberapa saat, kemungkinan pasien masih syok" ucap dokter menjelaskan.
"Ibu Rina dan Bapak Andra tenang saja" lanjut sang dokter.
Wanita dan Pria itu yang ternyata bernama Rina dan Andra kembali mendekati ranjang Flora.
"Pelan-pelan ya nak, kamu pasti segera pulih" ucap Rina lembut sambil menggenggam erat tangan Flora.
Flora pandangi wajah Rina dan Andra bergantian.
"Apa mereka orang tuaku?" batinnya.
"Dok, apa ada kemungkinan Anya mengalami lupa ingatan?" tanya Rina pada dokter tersebut.
Dokter pun menganggukkan kepala.
"Itu bisa saja terjadi bu, kita doakan saja semoga Adik Anya bisa seperti sedia kala"jawab sang dokter.
Rina menghela nafas berat, begitu pula Andra. Mereka sangat takut terjadi sesuatu pada putri mereka.
Selesai pemeriksaan dokter pun mengundurkan diri.
"Kamu bisa mengenali Mama nak?" tanya Rina pada Flora. Flora pun menggelengkan kepalanya.
Mendapat respon dari Flora membuat Rina bahagia dan sedih disaat bersamaan. Senang karena Flora sudah mulai bisa diajak berkomunikasi namun juga sedih karena Flora tidak mengenali orang tuanya
"Ini Mama kamu" ucap Rina memperkenalkan diri.
"Dan ini Papa kamu" Andra pun ikut memperkenalkan diri.
"Dan kamu adalah Anya, Anya Dominica. Putri Mama dan Papa" lanjut Rina pula.
Deg.
Deg.
Flora rasanya tersengat aliran listrik. Dia begitu syok karena sekarang dirinya berada di dalam tubuh wanita yang menjadi cinta pertama Liam.
"Kenapa bisa? Kenapa aku bisa berada di dalam tubuh wanita itu? Kenapa harus dia?" Flora bertanya dalam hati.
Tak terasa air matanya menetes. Dia tidak rela berada di tubuh wanita yang Flora sangat akui kalau dia tidak menyukainya. Wanita yang bisa membuat Liam cepat berpaling. Liam yang awalnya depresi bisa dengan cepat kembali jatuh cinta pada wanita itu.
Flora kembali menangis tersedu-sedu.
"Kenapa harus ditubuh ini?".
Flora belum bisa menerima ini semua.
Melihat putrinya menangis membuat Rina khawatir. Dia mendekat dan memberi pelukan pada putrinya.
"Kamu kenapa sayang? Ada yang sakit?" tanya Rina khawatir.
Flora menggelengkan kepalanya.
Rina bernafas lega, begitu pula Andra.
"Kalau kamu memang belum bisa mengingat kami tidak apa-apa. Jangan dipaksa"ucap Rina pula.
Flora menganggukkan kepalanya. Dia masih bingung dan bertanya-tanya. Flora masih belum bisa menerima kenyataan kalau dia lahir kembali menjadi Anya Dominica. Wanita yang sudah berhasil membuat Liam berpaling darinya.
....
Satu hari telah berlalu, Flora kini sudah bisa berbicara walau belum terlalu lancar. Rina dan Andra pun setia menemani putrinya.
Flora kini tau kalau Anya memiliki seorang Kakak yang usianya 3 tahun di atasnya. Belum menikah dan masih kuliah di salah satu universitas. Kakak Anya bernama Stefan, tampan dan rupawan. Sayangnya baru pertama bertemu Flora sudah bisa menebak kalau Stefan adalah seorang Redflag. Suka berfoya-foya dan sedikit sombong. Berbicara dengan adiknya saja dia seperti berbicara dengan orang asing. Tidaj memiliki rasa iba padahal adiknya terbaring di rumah sakit. Yang ada Stefan malah menertawakan cara bicara Flora yang belum lancar.
Kini Flora juga tau kalau dia kembali ke beberapa tahun lalu. Mungkin sekitar 10 tahun lalu. Saat Anya masih duduk di bangku kuliah semester 1. Tepatnya Maba karena belum sempat mengikuti mata kuliah dia sudah mengalami kecelakaan mobil.
"Jangan dengarkan apa yang kakakmu katakan ya, dia memang seperti itu" ucap Mama memberi pengertian putrinya. Saat ini menurut Mama Flora sedang lupa ingatan padahal yang sebenarnya adalah yang sekarang bukanlah Anya melainkan Flora Anastacia.
Flora pun menganggukkan kepalanya.
"Kamu mau sesuatu?" tanya Rina perhatian. Flora menggelengkan kepala.
Dulu dia ingin sekali merasan memiliki seorang Ibu, dan baru setelah menikah dengan Liam dia merasakan memiliki sosok seorang Ibu. Kini dia pun akhirnya merasakan perhatian seorang Ibu yang khawatir dengan kondisi kesehatan Anaknya.
"Anya maafkan aku, Aku mengambil keluargamu. Apakah kamu menggantikan posisi ku sekarang?" gumam Flora dalam hati.
"Liam..." Flora mengingat suaminya. Wajah Flora langsung berubah sendu ketika mengingat nama Liam.
"Sayang...aku memang mencintaimu. Tapi aku rasanya tidak sanggup bila harus bertemu kamu lagi." lanjutnya dalam hati.
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
westi
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
2023-10-14
2