Shofia menatap sang suami dengan tatapan sendu, apa jika Shofia bercerita akan membuat luka yang sudah ditoreh akan kembali pulih? Shofia mengambil napas dalam-dalam. Untuk saat ini lebih baik diam, tidak menceritakan semua pada Farhan mengenai cincin yang ia temukan.
"Mas sama sekali tidak ingat apapun?" tanya Shofia hati-hati.
Farhan terdiam, bagaimana mau ingat ketika diri sudah dikuasai oleh jin maka tidak akan ingat apa yang sudah Farhan lakukan. Tentang bagaimana dia bersikap pada sang ayah dan ibu pun, Farhan sama sekali telah lupa.
Berulang kali sang ayah mengingatkan agar selalu adil, dan tidak berat sebelah juga selalu dzikir tiap pagi dan petang. Namun semenjak Freya masuk, semua nasihat dan peringatan sang ayah tidak Farhan hiraukan lagi.
Sedalam dan sekuat apapun iman dan ilmu seorang laki-laki jika sudah berbuat dzalim maka akan luntur ilmu dan imannya. Akan mudah tergoda oleh tipu muslihat syaitan.
"Tidak, Shofia. Mas tidak ingat bagaimana dulu mas memperlakukan dirimu. Maukah kau menceritakannya pada mas? Agar diri mas bisa memperbaiki semua keadaan yang sudah membuat kita jauh," ucap Farhan menunduk sambil menggenggam tangan sang istri. Semua yang dilakukan Farhan dulu karena pengaruh cincin yang sudah diberi ilmu ghaib oleh Freya.
"Mas, aku tidak mungkin membuka aib suamiku sendiri. Bukankah aib suami adalah aib istri?" jawab Shofia dengan tersenyum. Dia tidak ingi membebani hati sang suami.
"Masyaallah, di saat kau terdzolimi pun masih menjaga aib mas. Tidak apa-apa, Shofia. Ini akan menjadi evaluasi bagi mas, agar ke depannya mas tidak berbuat dzalim lagi," ucap Farhan memaksa agar Shofia menceritakan semua perbuatan buruk yang telah ia lakukan.
Shofia menatap sang suami lekat-lekat, mencari kebohongan di sana. Namun, wanita dengan wajah ayu dan putih langsat itu tidak menemukan apapun di sana.
"Benar tidak apa-apa, Mas? Shofia takut mas akan marah pada diri mas sendiri," ucap Shofia sekali lagi meyakinkan Farhan
"Iya, Sayang. Tidak apa-apa, biarkan mas ini belajar untuk lebih baik lagi." Farhan bersikukuh dengan keinginannya. Farhan merasa ada yang janggal dengan dirinya.
Lelaki yang semakin dewasa semakin tampan itu, meminta sang istri untuk mengatakan apa yang sebenarnya terjadi selama satu tahun terakhir ini.
"Baiklah, Mas. Shofia akan bercerita keseharian kita. Jika ada yang tidak berkenan, sebelumnya Shofia minta maaf. Semua yang Hera ceritakan sesuai dengan apa yang kita alami tanpa ada penambahan."
Farhan mengangguk perlahan, mempersiapkan diri untuk mendengar sesuatu yang pasti akan membuatnya terkejut. Selama ini Farhan mengira dia sudah melakukan kewajibannya secara adil. Namun, siapa yang mengira jika semua tidak lah benar menurut sosok yang sangat ia cintai itu.
"Mas sudah siap, Shofiaa. Apapun itu mas akan terima," ucap Farhan tersenyum dengan tulus.
"Baiklah, Shofia akan bercerita dari awal mas menikah lagi ...."
Flash Back on:
Awal Farhan menikah dengan Freya.
Ucapan selamat berdatangan dari teman dan kolega Farhan, Freya menginginkan dirinya dinikahi secara sah dan dibuatkan pesta pernikahan yang mewah.
Dari awal, semua adalah kesalahan Freya yang merasa kurang percaya bahwa akan bisa lagi memiliki momongan. Dari situlah Shofia meminta pada Freya untuk menjadi istri Farhan.
Tidak ada yang menduga jika rasa kasihan Shofia pada Freya akan berujung pada muara ketidak adilan yang Farhan lakukan.
Setelah malam pertama dengan Freya, paginya Farhan memperlakukan Shofia seperti orang asing bahkan tidak menganggap keberadaan Shofia.
Setiap pagi Freya akan meminta duduk di pangkuan Farhan. Dan Farhan hanya mengikutinya tanpa memandang Shofia yang duduk di kursi depan Farhan saat sarapan.
"Mas Farhan, Bagaimana semalam? Apakah ada pelayanan dari Freya yang membuat mas Farhan tidak puas?" tanya Freya sambil bergelayut manja di leher Farhan, dengan duduk di pangkuan lelaki tampan itu.
"Uhuk!" Shofia terbatuk mendengar kata-kata yang begitu vulgar dari mulut Freya. Shofiaa terkejut mengapa Freya bisa berkata seperti itu dengan begitu mudah tanpa beban. Padahal Shofia mengenal Freya sebagai pribadi yang santun, pemalu dan juga tahu akan aturan agama.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments