Bab. 5

Farhan diam membisu hanya melirik ke arah Freya, sedangkan Shofia masih sibuk dengan menyiapkan berbagai menu yang sudah dia masak. Perlahan ditatanya dengan rapi di depan Freya dan Farhan.

"Freya, ayo sarapan," ajak Shifia pura-pura tidak melihat apa yang dilakukan Freya di depan matanya. Seperti itulah setiap pagi jika tiba waktu jatah untuk Freya. Freya tidak segan untuk menjemput Farhan yang masih di rumah Shofia.

"Hmm ... Pertunjukan drama romantis akan segera live," ucap Shofia di dalam hati sambil melirik ke arah Freyaa yang sudah berpindah di pangkuan Farhan dengan manja sama seperti hari biasa Freya lakukan jika di rumah Shofia.

Memang seperti itu setiap pagi hari jika jatah untuk Freyaa tiba, Freya akan menjemput Farhan dan Farhan akan dengan suka cita mengikuti kemauan Freya. Seperti kerbau yang dicocok hidungnya.

"Maaas ... Suapin," rengek Freya manja tanpa melihat Shofia ada di depan mereka. Namun semua itu Shofia biarkan karena sudah resiko jika memiliki madu. Dia harus rela menyaksikan sang suami bermesraan dengan istri mudanya.

"Yayaya ... Drama dimulai, sebentar lagi akan ada adegan suap-suapan dan seperti biasa, aku hanya dianggap patung tak bernyawa," ucap Shofia di dalam hati lagi, sembari memasukkan nasi ke dalam perutnya. Hal yang biasa dia lihat, hingga dia jenuh dan memilih fokus pada asupan gizi sang buah hati.

Farhan masih terdiam, cuek pada apa yang diperbuat Freya. Tidak seperti biasanya dia akan segera menuruti perintah Freya. Shofia mengernyitkan alisnya saat drama tidak kunjung juga dimulai.

"Maas ... Kok kamu kok diam saja? Sudah tidak betah di sini ya? Ya udah ayo kita berangkat saja dan sarapan di luar. Bagaimana, Mas?" rayu Freya dengan memandang sinis ke arah Shofia.

Shofia pura-pura tidak peduli dengan apa yang dikatakan oleh Freya, hatinya sudah cukup kuat untuk mendengar dan melihat apa yang dikatakan dan dilakukan Freya madunya itu.

"Freya ... Cepat turunlah dari pangkuanku! Aku mau sarapan!" Farhan berkata datar sembari mengangkat tubuh Freya dari pangkuannya.

Mata Freya terbelalak, tidak percaya dengan apa yang dikatakan Farhan. Tidak biasanya Farhan mengusir diri Freya dari pangkuan sang suami.

"Mas! Ada apa denganmu?" tanya Freya tidak terima dirinya dihempaskan begitu saja dari pangkuan Farhan.

"Rasain, emang enak dibegituin?" Shofia tertawa dalam hati, bibir atasnya terangkat sedikit melihat Freya yang sudah tidak terima diperlakukan tidak menyenangkan oleh Farhan. Sikap tegas yang sudah lama Shofia rindukan dari sosok suaminya itu.

"Freya, jaga sikapmu! Kau tahu aku sedang sarapan bersama Hera. Aku tidak mungkin melewatkan begitu saja, sayur asam dan sambal tomat juga ikan asin buatan Shofia! Lagi pula jatahmu masih nanti malam, mengapa kau datang pagi-pagi begini?!" Farhan tidak mempedulikan Hasna yang sedang merajuk kesal. Matanya menatap tajam ke arah Shofia.

Muka Freya sudah seperti kain kusut. Harga dirinya terhempas kalah hanya karena sayur asam. Padahal apa yang dilakukan Freya sama seperti hari-hari sebelumnya.

"Mas ..! Hanya karena sayur asam mas kasar pada Freya?" ucap Freya dengan nada kasar.

Freya belum terima juga, bukannya menuruti suami akan tetapi malah semakin membuat Farhan kesal.

"Kalau iya kenapa? Aku sudah lama menantikan Shofia memasakkan sayur asam seperti ini! Baru kali ini Shofia bisa memasak untukku!" Farhan menatap tajam pada Freya.

Deg!

"Apa? Mas Farhan ternyata sudah lama menungguku memasak sayur asam? Astaghfirullah, Ya Allah ... sungguh berdosa hamba menjadi seorang istri selama ini, tidak tahu jika suami hamba ternyata begitu menginginkan sayur asam," desis sedih dalam hati Shofia, mengutuk dirinya sendiri yang lalai pada keinginan suami.

"Mbak! Kamu sengaja ya menahan mas Farhan, iya kan?" tuduh Freya pada Shofia. Mata Freya menatap penuh kedengkian pada diri Shofia. Tidak diragukan lagi, menurut Freya pasti Shofia telah menjelekkan dirinya di depan Farhan. Freya mengira semua ini pasti sudah direncanakan dengan baik oleh Shofia.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!