Shofia tidak menanggapi, entah mengapa dia seakan tidak memiliki rasa sayang atau takut lagi pada Freya. Kekuatan itu muncul dari dalam diri Shofia, sesuatu yang lama tertidur hanya karena selalu memerhatikan wajah Freya.
"Kenapa hatiku tidak lagi terpengaruh dengan kata-kata Freya? Dulu jika Freya marah seperti ini, aku selalu takut. Akan tetapi kini hati ini sudah tidak lagi memiliki rasa seperti," gumam Shofia di dalam hati. Dia merasakan hal tersebut semenjak cincin yang dipakai Farhan ia ganti.
Freya melangkah mendekat ke arah kursi Shofia dengan tangan yang masih menunjuk ke arah Shofia. Shofia tidak menggubris apa yang dilakukan oleh Freya, dia hanya diam tidak menjawab, biarlah sang suami yang akan menjawabnya.
"Mbak! Kamu tuli ya?! Kenapa tidak jawab pertanyaanku?! Kamu jahat, Mbak. Dulu kau berjanji akan selalu mendukungku. Mana janjimu itu?!" geram Freya a sambil jari telunjuknya menekan bahu Shofia dengan keras.
Shofia tersenyum sinis, hatinya sudah tidak terpengaruh lagi dengan rengekan meminta belas kasihan yang Freya lakukan. Dulu Shofia mudah terpengaruh melihat diri Freya yang selalu memelas minta dikasihani. Namun, semenjak tahu kalau Freya berbuat curang dalam mengambil hati Farhan maka dia tidak lagi menaruh rasa kasihan pada Freya.
Freya berjalan memutar, tiba-tiba dia mengambil piring yang sedang Shofia a gunakan untuk makan. Freya benar-benar menunjukkan powernya. Dia merasa diamnya Farhan masih lah suaminya seperti yang dahulu awal ia menikah, Farhan yang masih berada di bawah pengaruh pelet cincin batu delima miliknya.
Shofia mencebik kesal, ingin rasanya menarik jilbab yang hanya sebagai tameng sifat buruk Freya. Berkat penampilan Freya pula, Shofia dulu sangat memuji karakter dan penampilan Freya. Penilaian Shofiaa pada Freya terlalu berlebihan. Sering kali Farhan mengingatkan namun dia tidak menggubrisnya bahkan selalu memuji Freya di depan suaminya.
"Freya!! Apa-apaan kamu? Tidak sepantasnya seorang adik madu berani pada kakak madunya. Kalau kau tidak bisa menjaga sikapmu, jangan salahkan aku jika aku menghukum mu. Malam ini aku tidak akan pulang ke rumahmu, camkan itu!" geram Farhan menahan amarah. Dia pun beranjak dari tempat duduknya setelah menyelesaikan sarapannya.
"Mas!! Jangan asal bicara seperti itu! Malam ini adalah giliran ku, aku tidak mau mas berbuat tidak adil padaku!" Protes Freya namun tidak digubris oleh Farhan. Farhan baru saja tersadar jika kelakuan Freya pada Shofia ternyata tidak baik. Tidak ada rasa hormat pada istri tua, padahal Shofia lah yang menjadikan Freya sebagai madunya.
Farhan mengambil jas lalu memakainya dan menghampiri Shofia kemudian mengecup kening Shofia dengan lembut. Hal yang hampir tidak pernah Farhan lakukan semenjak kehadiran Freya di antara mereka. Freya melotot tidak percaya dengan perlakuan Farhan pada Shofia.
"Mas ... kamu mau kemana, hah?! Freya belum selesai ngomong! Mas belum mengatakan kalau malam ini memang jatah Freya!" Freya mengekor Farhan yang berjalan menghampiri Shofia.
"Jangan diambil hati perbuatan dan perkataan Freya. Fokus pada pertumbuhan baby kita. Jangan stres dan jangan terlalu capek, okey. Mas berangkat dulu, Assalamu 'alaikum," ucap Farhan sembari mengecup perut Shofia yang membuncit. Sementara itu Freya melotot tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Wa'alaikum salam, Mas. Terima kasih," ucap Shofia menitikkan air mata. Merasa haru dengan manisnya perhatian Farhan untuknya. Sudah lama sekali dia merindukan moment seperti pagi ini. Shofia mencium tangan Farhan sembari meneteskan air mata.
"Jangan bersedih, Shofia. Mas akan selalu ada untukmu," ucap Farhan tersenyum, kemudian dia pun meninggalkan Shofia yang duduk sendiri di meja makan.
"Alhamdulillah ya Allah, akhirnya apa yang aku pinta Engkau kabulkan. Sungguh ini sebuah karunia dari Mu. Terimakasih untuk pagi ini," ucap Shofia di dalam hati. Shofia berjanji akan lebih baik lagi dalam melayani Farhan dan bersiap akan merebut kembali cinta suaminya yang hampir pudar. Sudah cukup dia mengalah pada Freya dan apa yang terjadi semalam akan Shofia adukan pada sang mertua.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments