Bab. 12

"Putriku jika kau ingin membalas dendam dengan keluarga itu kau tahu risiko yang akan kau hadapi?" tanya Mirna geram. Dulu dirinya yang berurusan dengan keluarga Azlan dan Ita, kini putrinya sendiri berurusan dengan anak dari musuhnya.

"Aku tahu, Bu. Semua ini tidaklah mudah. Aku akan menyusun rencana setelah keluar dari sini. Tapi bagaimana aku akan keluar dari tempat ini?" tanya Yulia bingung bagaimana dia bisa keluar dari tempat terkutuk itu. Tempat di mana setiap malam Yulia merasakan dingin yang luar biasa, dalam gelapnya dunia.

Arimbi tersenyum menyeringai, suatu hal yang mudah baginya untuk mengeluarkan Yulia dari tempat itu. Namun, untuk menyembuhkan mata Yulia, hanya Ki Sanca yang bisa melakukannya.

"Yulia aku akan membuat wajahmu bersinar dan bisa kau jadikan alat untuk menakhlukkan siapapun yang ingin kau taklukkan. Susuk emas ini sangat berkhasiat. Siapa pun lawan bicara mu bisa tunduk dan patuh kepada dirimu," ucap Arimbi mengeluarkan susuk emas lalu menempelkannya ke dagu Yulia.

Arimbi berkomat kamit membaca mantra untuk memasang susuk di dagu Yulia. Sebuah batu emas yang sangat kecil masuk ke dalam dagu Yulia. Seketika aura kecantikan Yulia keluar dan bersinar. Akan tetapi dia masih juga tidak bisa melihat indahnya dunia.

"Sekarang, ibu akan meminta Ki Sanca untuk membuka matamu. Dengan begitu kau akan bisa melihat lagi Yulia. Gunakan apa yang Ki Sanca berikan ini untuk memikat semua petugas penjaga keamanan di sini, supaya kau segera terbebas dari sel tahanan ini. Ibu akan membantumu dari jauh," ucap Arimbi seraya mengusap kedua mata Yulia.

"Paduka, bantu hamba untuk menyembuhkan mata putri hamba. Dia akan menjadi pengikutmu yang setia," ucap Arimbi melakukan kontak batin dengan Ki Sanca-- suaminya.

"Baiklah," jawab Ki Sanca.

Dalam hitungan detik, Yulia bisa melihat dunia lagi. Rasa iman di jiwa telah ditukar dengan kebahagiaan semu. Yulia kini telah menjadi pengabdi Ki Sanca Raja jin dari bangsa ular yang terkenal kejam dan tidak punya hati.

"Baiklah, Bu. Aku akan mencari pengikut sebanyak mungkin agar junjungan kita Ki Sanca akan merasa senang." Yulia menjawab dengan tersenyum penuh makna. Kilat mata penuh balas dendam sudah terpantik, dan bersiap untuk melaksanakan semua yang sudah menjadi keinginannya.

Dengan menggunakan susuk emas yang dia memiliki, Yulia menggoda para penjaga tahanan. Perlahan demi perlahan pada sipir penjaga itu mulai tunduk dan mau membantu Yulia bertemu dengan kepala tahanan.

Setiap apa yang dikatakan Yulia merupakan perintah bagi orang yang ditujunya. Berkat susuk itu pula Yulia mampu memengaruhi Freya untuk menjadi pengikutnya.

Freya bagaikan boneka hidup yang senantiasa mematuhi perintah Yulia. Satu jalan menuju pembalasan pada Farhan, lelaki yang sudah mencampakkan dirinya sudah terbuka. Yulia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang ada.

"Tunggu pembalasanku, Farhan. Aku akan menjadikan Freya sebagai senjataku untuk bisa mendekatimu!" geram Yulia sembari mengepalkan tangannya. Rasa sakit yang ia derita karena Farhan lebih memilih Shofia membuat Yulia memiliki dendam yang begitu besar pada Farhan dan Shofia.

Semua yang terjadi pada rumah tangga Farhan dan Shofia tidak luput dari campur tangan gangguan dari Yulia. Yulia begitu terobsesi pada Farhan. Baginya tidak ada lelaki yang bisa membuatnya jatuh cinta seperti Farhan.

Braak!

Suara ponsel yang jatuh menyadarkan Yulia yang sedang melamun.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!