"Maafkan aku, Freya. Ada apa?" ulang Yulia, dengan suara sedikit parau karena dia sedang melayani junjungannya yakni-- Ki Sanca. Ki Sanca adalah sosok jin dari bangsa ular yang menjadi sesembahan Yulia. Berkat si Sanca lah, Yulia bisa memiliki ilmu seperti pelet, guna-guna dan teluh.
"Dengarkan aku, Yulia. Aku bingung, sedari tadi pagi mas Farhan menunjukkan sikap yang tidak menyenangkan padaku. Tidak seperti biasanya dia mengacuhkan dan sama sekali tidak membela aku di depan Shofia. Sikapnya sangat bertolak belakang dari hari-hari sebelumnya. Menurutmu apa ada yang salah?" tanya Freya dengan hati yang penuh rasa cemas dan khawatir.
"Apa kau lupa melakukan ritual tiap malam Jum'at?" tanya Yulia di tengah deru napas yang berpacu. Bagian bawahnya saat ini dikuasai oleh Ki Sanca.
"Tidak, Yulia. Aku selalu rutin melakukan ritual setiap malam Jum'at. Aku sudah meminta pada Shofia kalau setiap Rabu, Kamis, Jum'at, jatah untuknya. Dan jatahku hari Senin, Selasa, dan Sabtu. Untuk hari Minggu bebas mas Farhan mau memilih istri yang dia sukai. Selama ini setiap minggu dia selalu memilih aku untuk menemaninya. Entah hari Minggu besok itu. Karena hari ini hari Sabtu. Aku masih masih ke kantor karena tadi pagi mas Farhan ada meeting dengan klien," jelas Freya pada wanita yang menjadi sahabatnya itu.
Freya mencurahkan semua yang ada di dalam hatinya. Mengadu pada Yulia berharap akan mendapat nasehat atau saran.
"Tenanglah, Freya. Jika kau seperti itu maka Farhan akan semakin membencimu. Sementara ini lebih baik kau bermain cantik. Jangan tunjukkan permusuhan dengan Shofia, perlakukan dia layaknya seorang penguasa rumah Farhan. Jadilah adik madu yang baik. Selama itu kau harus mencari apa penyebab ilmu pengasihan mu tidak berkhasiat lagi," ucap Yulia menasehati Freya.
Freya terdiam, di dalam hati tidak mau menerima apa yang disarankan oleh Yulia. Namun otaknya sudah buntu untuk berpikir apa yang harus ia lakukan kecuali menuruti semua saran Yulia.
Freya menarik napas dalam-dalam, dia pun akhirnya mengalah dan pasrah mengikuti saran dari Yulia. Walaupun Freya belum puas dengan jawaban Yulia.
"Baiklah, aku akan mengikuti saranmu. Aku akan memperlakukan semua yang kau perintahkan. Baiklah, Aku akan menjadi adik madu yang baik dan manis namun beracun. Hahaha ...." Freye tertawa menyeringai dengan mata yang meruncing.
"Baguslah, jangan sampai yang telah kau korbankan semuanya menjadi sia-sia," ucap Yulia memberikan semangat pada Freya.
"Baik, Yulia. Aku tidak akan menyerah. Terimakasih sudah memberiku saran. Bye, aku tutup dulu teleponnya." Freya mengakhiri panggilannya.
Di seberang sana, Yulia sedang mencengkeram kain sprei dengan kedua tangannya menahan gelegak lava yang sebentar lagi keluar karena ulah Ki Sanca.
"Kau kenapa, Manis. Apa yang sedang kau pikirkan? Mengapa kau terdiam seperti itu?" tanya Ki Sanca setelah selesai menuntaskan hasratnya.
"Ada sedikit masalah, Ki. Freya temanku itu sedang kesal karena suami yang sudah ia taklukkan dengan pelet ternyata berubah kasar padanya. Itu kenapa ya, Ki?"
"Mungkin pelet itu sudah tidak ampuh lagi," jawab Ki Sanca.
"Benarkah? Pasti itu penyebabnya! Dasar sial!! Pasti ada yang mengganggu keampuhan cincin itu. Apakah Shofia sudah mulai menyadarinya dan cinta mereka bersatu kembali? Tidak!! Ini tidak boleh dibiarkan!!" geram Yulia menghempaskan semua barang yang ada di sekitarnya, hingga berantakan semua ranjang yang dia gunakan untuk melayani Ki Sanca.
Ki Sanca pergi menghilang, membiarkan Yulia yang meradang menahan amarah, mengingat kenangan bagaimana dinginnya lantai penjara dan rumah sakit jiwa. Dibully oleh penghuni sel tahanan yang lain lantaran Yulia pada waktu itu buta. Rintihan dan tangisan Yulia melolong tiap malam membuat sang ibu tidak tega. Arimbi-- ibu Yulia yang terlebih dahulu masuk ke dunia ghaib menemui Yulia karena hatinya terpanggil.
Dalam wujudnya sebagai ratu bangsa jin siluman ular, Arimbi menemui sang putri. Arimbi menawarkan pada diri sang putri untuk mengabdikan dirinya pada Ki Sanca. Sebagai imbalannya, Yulia akan diberi kesaktian dan matanya bisa sembuh.
"Yulia, kau adalah anakku satu-satunya. Mengapa keadaanmu seperti ini, Nak? Mari ... Ikut ibu ke alam ghaib, di sana lebih menyenangkan, Nak," ucap Arimbi merayu putrinya.
"Bu ... Mengapa nasib Yulia seperti ini, dosa apa yang Yulia lakukan hingga Yulia tidak pernah merasakan sedikitpun kebahagiaan?" ratap Yulia di pangkuan sang ibu yang berbentuk setengah ular, setengah manusia itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments