Freya mendatangi tempat sesuai alamat yang diberikan oleh Yulia. Dengan menggunakan aplikasi ojek online, Freya sampai di sebuah desa tempat Yulia berasal. Dengan bertanya pada tetangga sekitar, pada akhirnya Freya sampai juga di rumah yang terlihat paling mewah di antara rumah penduduk yang lain. Namun, aura mistis sangat jelas terasa.
"Rumah ini terlihat paling bagus di antara rumah yang lain ... Apa benar ini rumahnya? Tapi atas petunjuk warga yang ditanya benar ini rumahnya. Baiklah aku akan masuk ke dalam," gumam Freya di dalam hati.
Perlahan Freya masuk ke dalam rumah yang terasa kental aura mistisnya. Freya mendadak merasakan bulu kuduknya meremang. Pohon yang ada di sekitar rumah itu tinggi -tinggi dan rimbun, sehingga rumah itu terlihat gelap karena sinar matahari terhalang oleh rindangnya pepohonan.
Tok.
Tok.
Freya mengetuk pintu rumah dengan nuansa klasik itu. Tidak percaya dengan apa yang ia lihat, sepintas lalu mata Freya menangkap seekor ular yang bergelayut di talang kayu penyangga atap.
"Astaghfirullah ... Apa itu?!" pekik Freya menutup mata dengan kedua tangannya karena takut.
Krieeek ....
Pintu terbuka, Yulia sudah ada di depan pintu.
"Freya, ayo silakan masuk," ucap Yulia dengan ramah.
Freya melihat ke arah talang kayu itu untuk memastikan ular tersebut.
"Hai, Yulia. Di situ tadi ada ular, tapi cepat sekali menghilang," ucap Freya sambil menunjuk ke arah talang kayu tersebut.
"Kau pasti salah lihat, lebih baik ayo silakan masuk," ucap Yulia sembari menarik tangan Freya.
Freya dan Yulia masuk ke dalam rumah. Mereka pun mulai melakukan ritual pasang susuk di wajah Freya. Tepatnya di dagu, mata dan bibir. Freya memasang di tiga tempat.
Brak!
Lamunan Freya tiba-tiba terputus saat seseorang masuk dan menjatuhkan beberapa file dari pegangan tangannya.
"Kamu!!"
"Maaf, Nyonya. Saya tidak sengaja," ucap sekretaris Freya.
"Apa-apanya kamu, hah! Dasar pengganggu saja!" hardik Freya yang kesal karena lamunannya diganggu oleh sang sekretaris.
Sekretaris Freya melakukan hal tersebut bukan tanpa alasan. Sepintas lalu dia melihat wajah Freya berubah menakutkan. Di bagian dagu, mata dan bibirnya mengeluarkan nanah dan darah.
"Maaf, Nyonya. Saya hanya ingin memberikan file yang harus nyonya tanda tangani," ucap sang sekretaris sambil menunduk takut melihat wajah Freya. Namun tidak ada keberanian dalam dirinya mengatakan hal yang dia lihat tadi.
"Baiklah, taruh saja semua file di meja. Nanti aku tanda tangani," pungkas Freya sambil menatap tajam ke arah sang sekretaris.
"Ba ... Baik, sa-ya ... Permisi, Nyonya," ucap sekretaris itu gugup karena takut. Wajah Freya mengeluarkan belatung di tiga bagian tadi.
Freya terheran melihat sang sekretaris yang terlihat ketakutan saat melihat dirinya. Setelah sekretaris itu pergi, Freya mengambil cermin yang menjadi satu dengan bedaknya.
Perlahan Freya membuka bedak tersebut dan melihat ada apa dengan wajahnya. Anehnya, Freya tidak melihat apapun, riasan wajahnya masih sama saat dia berangkat tadi. Untuk menghilangkan keringat, Freya menyapukan kembali bedak tersebut pada wajahnya. Bedak yang juga memiliki kekuatan gaib, bisa membuat pemakainya terlihat cantik.
Sekali sapu, bedak itu akan membuat sang pemakai terlihat fresh dan cantik menurut orang yang memandangnya.
"Hmm ... tidak ada yang salah dengan riasan wajahku? Tapi mengapa sekretaris itu terlihat takut melihat wajahku? Apa dia bisa melihat hal yang gaib?" gumam Freya di dalam hati. Namun, sering ponselnya membuat Freya melupakan tentang sang sekretaris.
Triing ... Triing ....
"Hallo, selamat siang?" sapa Freya pada sesosok nomer yang tertera di dalam nomer ponselnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments