Bab. 11

Arimbi membelai rambut sang putri semata wayangnya. Semua yang terjadi pada anaknya itu karena karma atas perbuatan Arimbi di masa lalu. Dengan kejam dia mengguna-gunai wanita yang polos dan baik hati. Setelah itu merebut suami dan menjadi pengabdi dari penguasa alam jin. Sungguh Arimbi saat ini hanya tinggal penyesalan.

Suasana malam itu semakin mencekam, para sipir penjaga merasakan kalau ada yang tidak beres. Mereka mencoba untuk berkeliling, takut jika ada tahanan yang berusaha meloloskan diri.

"Den, apa kau merasakan kalau malam ini sangat berbeda dengan malam sebelumnya? Hawanya jadi gimana gitu ... pokoknya beda banget dari malam sebelumnya!" ucap salah satu penjaga pada teman yang berjalan di sampingnya.

"Benar apa yang kau katakan, Bud. Aku pun juga merasakan hal yang sama. Bulu kudukku meremang, kayak mau ketemu setan, kuntilanak atau genderuwo!" Jawab Deni.

"Ck! kau jangan nakut-nakutin aku! Aku lebih baik ketemu penjahat dibanding ketemu genderuwo atau kuntilanak!" timpal penjaga yang nama tag nya bertuliskan Budi.

"Hmm ... aku tidak nakut-nakutin, ini fakta. Sudahlah ayo kita berkeliling, semoga tidak terjadi apa-apa," ajak Deni sambil mengeluarkan lampu senternya. Mereka berdua pun berkeliling mengitari sel demi sel tahanan.

Sementara itu Arimbi masih memangku kepala sang anak dengan membelai rambutnya.

"Apakah semua ini karena karmaku?" tanya Arimbi di dalam hati sembari mengusap lembut kepala Yulia.

Ingatan Arimbi kembali lagi pada kejadian 25 tahun yang lalu. Kejadian di mana dia begitu kejamnya merebut suami pertama dari ibu Farhan yakni Ita.

Waktu itu, suami pertama Ita yang bernama Satrio seorang direktur utama PT. Diyan Persada menceraikan Ita yang belum juga memiliki anak. Sudah hampir tiga tahun mereka menikah, namun belum juga dikarunia anak.

Arimbi yang sudah lama memendam perasaan pada Satrio memanfaatkan kesempatan itu untuk bisa masuk ke dalam keluarga Satrio.

Dengan menggunakan susuk yang ditanam di bibir dan mata, Arimbi mencoba untuk menarik perhatian Satrio. Tidak sampai di situ saja, Arimbi juga meneluh Ita agar tidak pernah memiliki anak sampai kapanpun.

Setiap kali Ita terlambat datang bulan, maka tidak berapa lama kemudian pasti akan keguguran. Seperti itu terus hingga pada akhirnya atas bujukan sang ibu, Satrio menceraikan Ita karena Ita tidak mau dimadu. Anehnya, setelah lepas dari Satrio, Ita memiliki anak dari pernikahannya dengan suami kedua yang disinyalir seorang ustadz pondok pesantren.

Pernikahan Arimbi dengan Satrio juga menghasilkan anak, namun anak itu tidak bertahan hidup lama karena Ki Sanca meminta imbalan yang tidak dipenuhi oleh Arimbi. Kematian anak semata wayang Satrio, membuat Satrio menceraikan Arimbi setelah tahu kebusukan Arimbi yang bersekutu dengan Ki Sanca.

Dalam amarah yang tidak tertahan, Arimbi pun melanggar semua pantangan yang Ki Sanca berikan. Sebagai hukumannya Arimbi dibawa Ki Sanca untuk dijadikan ratu di kerajaan ghaibnya.

Arimbi tersadar dari lamunannya saat Yulia meraba wajahnya, karena air mata Arimbi menetes membasahi pipi Yulia yang tidur di pangkuannya.

"Ibu menangis?" tanya Yulia sembari menghapus air mata di pipi sang ibu.

"Mm ... tidak, Sayang. Ibu hanya terharu dan sekaligus sedih melihat mu seperti ini. Maafkan ibu yang tidak bisa menemani sejak kecil," ucap Arimbi dengan hati yang bergetar, tidak kuasa menahan rasa sedih yang bergelayut di dalam hatinya.

"Tidak apa-apa, Bu. Yulia hanya lelah dengan kehidupan Yulia ini. Namun Yulia tidak akan ikhlas sebelum Yulia bisa membalaskan semua dendam yang ada di dalam hati Yulia!" Yulia mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat hingga buku-buku jemarinya memutih.

"Yulia putriku, jangan bersedih. Semua pasti ada jalannya. Jangan pernah kau sesali sedikitpun. Ikutlah ibu, jadi pengabdi Ki Sanca- Penguasa alam jin bangsa ular. Pasti matamu akan sembuh, dan kau akan dengan mudah bebas dari penjara ini," ucap Arimbi merayu sang anak agar mau menggadaikan hidupnya pada sang penguasa kegelapan.

"Bu, Yulia masih ingin membalaskan dendam Yulia pada keluarga Farhan. Dia lah yang harus bertanggung jawab akan semua yang terjadi pada hidup Yulia sekarang ini. Apakah ibu mau membantu Yulia?" tanya Yulia ingin sekali sang ibu mau membantu dirinya membalaskan dendam.

"Ssssh ...."

Arimbi mendesis dengan mengeluarkan lidahnya yang panjang dan bercabang. Mata Arimbi berkilat dan membentuk bulan sabit.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!