Posesif

Mira masih belum menyadari mereka berdua kan tinggal di tempat baru. Perjalanan mereka berakhir sebuah rumah hunian mewah bahkan lebih besar daripada rumah pertama.

Mobil berhenti tepat di depan pintu masuk beberapa pelayan langsung menyambut mereka berdua.

''Selamat datang tuan , nona,'' sapa mereka bersamaan.

''Kalian sedang apa di sini?" tanya Mira karena mengenali dua wanita yang menyambut mereka berdua.

''Kami bekerja di sini nona,'' jawab salah satu dari mereka.

Mira melihat Darwin diam pria itu sama sekali tidak peduli lalu masuk begitu saja.

''Darwin, rumah siapa ini?" tanya Mira memberanikan diri.

''Kita,'' jawabnya singkat.

''Rumah yang dulu memangnya kenapa?" tanyanya lagi.

Darwin langsung berbalik menatap Mira dengan tatapan yang begitu dingin.

''Mulai hari ini kita akan tinggal di sini, kau boleh istirahat naik ke atas.'' Setelah mengatakan itu Darwin langsung meninggalkan Mira.

''Tinggal di sini?!" pekik ya.

Tidak mau membuat pria itu marah akhirnya Mira naik ke atas bersama dengan seorang pelayan menuntun.

''Nona, ini kamar anda dan tuan,'' ucapnya.

''Ya, terima kasih mbak.'' Pelayan itu langsung mengundurkan diri dan Mira kemudian masuk ke dalam.

Mira memperhatikan semuanya isi kamar begitu mewah bahkan membuatnya semakin tidak nyaman.

''Bagaimana rasanya tidur di kasur ini ya?" gumamnya sambil menyentuh tempat tidur tersebut.

Selama ini Mira belum pernah merasakan tempat tidur yang begitu empuk dan mewah karena Tika dan ibu tirinya telah sudah lama membuangnya.

Air mata itu tiba-tiba lolos membuatnya sakit dan sesak memikirkan kehidupannya sebelum ini.

''Kau sedang apa?" Pelukan hangat membuatnya terkejut ternyata Darwin sudah berada di belakang.

''Aku mau mandi,'' alasannya.

''Tidak bisa karena kesehatanmu belum pulih,'' tolak Darwin.

''Tapi aku.'' Darwin langsung menutup mulut Mira tidak mau mendengar alasan lagi.

''Tidurlah, sebentar lagi pelayanan dan membawa makanan yang bernutrisi kepadamu.'' Mira lebih baik mengalah dia pun mengangguk mengerti.

Tidak lama kemudian pelayan datang membawa makanan dan buah-buahan yang segar.

''Ayo makan, wajahmu terlihat pucat sayang,'' ucap Darwin halus.

Mira merasa tidak nyaman dengan perlakuan Darwin yang berbanding balik sebelum mereka seperti ini.

''Aku kenapa takut setiap melihat sisi lembutnya?" batin Mira.

"Makanannya tidak enak ya?" tanya Darwin.

''Enak,'' jawabnya cepat karena tidak sengaja melihat wajah pias pelayan yang membawa makanan itu.

''Oh, beruntungnya aku nona menyelamatkan hidupku,'' batin ya.

''Habiskan, aku tidak mau kau dan baby kelaparan.'' Mira menjadi malu apalagi ada orang di sana memperhatikan mereka berdua.

Makanan itu dalam sekejap habis tanpa ada yang tersisa Darwin meminta kepada pelayan untuk meninggalkan mereka berdua.

''Darwin, aku mau istirahat,'' ucapnya karena sudah mulai mengantuk.

''Baik, kalian boleh pergi!" ujar Darwin.

''Baik tuan,'' jawab mereka serempak.

Darwin tidak mau meninggalkan Mira menemaninya tidur sambil membawa tubuh wanita itu masuk ke dalam pelukannya.

Mira bukannya tidur malah membuatnya sulit memejamkan kedua bola mata ya.

''Kalau seperti ini aku bakal insomnia,'' kesal Mira.

"Kenapa masih membuka mata?" tanya Darwin halus.

''Ya, aku baru bisa memejamkannya.'' Bukannya alasan untuk membuatnya cepat-cepat bisa tidur namun, Darwin malah panik mendengar ucapan Mira.

''Apa ada yang mengganggu pikiranmu?" tanyanya.

''Apa? Tidak ada!" jawabnya cepat sambil menundukkan wajah.

Darwin semakin mempererat pelukannya sehingga Mira akhirnya pasrah dengan sifat posesif pria ini.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!