Mira mengambil kesempatan untuk kabur dari kediaman Darwin, apalagi pria itu sekarang sekarang tidak sadar.
''Itu dia pintu belakang.'' Mira begitu senang akhirnya sampai ke tempat yang diinginkannya dari tadi.
''Siapa di sana?" panggil pengawal ternyata tidak disadari Mira sedang melintas.
''Oh tidak! Jangan sampai mereka tahu aku ada di sini?!" pekik Mira.
''Siapa di sana?" tanya pengawal itu lagi sampai siap-siap untuk mendekati pintu tersebut.
''Saya Pak, Umi sedang menutup pintu,'' ucap Mira berusaha untuk mencoba suara kepala pelayan di sini.
''Oh ibu Umi dari tadi bicara kenapa?" kesalnya lalu meninggalkan tempat itu sambil memperhatikan sekeliling ya.
''Aman!" ucapnya lega.
''Apa ya yang aman?" Suara berat membuatnya terkejut sampai Mira tergelonjak kaget.
''Tu-tuan?!" pekiknya tidak menyangka kalau Darwin ada berada di belakangnya sekarang ini berdiri dengan wajah dan terlihat dingin.
''Kau mau meninggalkan tempatku ya?" tanya Darwin lagi lalu mendekati Mira yang terus mundur ke belakang.
''Tidak Tuan, saya tadi tersesat dan akhirnya tiba di sini,'' jawabnya gugup.
''Siapa Umi?" tanya Darwin lagi.
''Nama kepala pelayan di sini Tuan,'' ucap Mira semakin ketakutan melihat wajah Darwin.
''Dan kau adalah kepala pelayan di sini?" tanya Darwin langsung menarik tangan Mira.
''Sakit?!" teriak Mira sampai suaranya menarik perhatian para pengawal.
''Jangan pernah coba coba meninggalkan kediaman ini Mira, kau belum tahu bagaimana aku akan memberikanmu pelajaran!" tekan Darwin.
''Tuan sakit tolong lepaskan tangan anda,'' mohon Mira.
''Jawab aku Mira?" sentak Darwin.
''Tuan, apa yang terjadi?" tanya kepala pengawal terkejut melihat Darwin apalagi keadaan Mira terlihat begitu menyedihkan.
''Kalian semuanya akan kuberikan hukuman karena sudah lalai menjaga wanita ini!" bentak Darwin.
''Maafkan kami Tuan,'' jawab mereka serempak langsung bersujud.
Mira benar-benar terkejut melihat semua pelayan ataupun pengawal langsung tunduk kepada Darwin.
''Apa yang kulakukan tadi kalau sudah seperti ini nasibku akan seperti apa? Mereka semua ini bahkan tidak berdaya di hadapan pria ini, bagaimana denganku?'' batin Mira sambil menutup kedua bola mata ya.
''Pergi! Aku akan memberikan pelajaran kepada wanita ini sudah berani ingin melarikan diri.'' Mira langsung membuka kedua bola matanya ingin tahu apa yang akan dilakukan oleh pria dewasa itu.
''Dia mau apa?' batin Mira.
''Kau berendam di kolam itu sampai pagi!'' Mira terbelalak mendengar perintah yang menakutkan itu.
''Tapi Tuan, sudah larut tidak mungkin merendam di sana,'' tolak Mira.
''Jangan membantah perintah Tuan, lakukan Nona!" Mira terkejut mendengar ucapan kepala pengawal.
Mira melihat sesekali wajah Darwin terlihat begitu dingin secara perlahan dirinya mulai hanya butuh air kolam yang begitu dingin.
''Pria ini sengaja atau tidak melakukan ini kepadaku? Tapi bagaimana mungkin dia bisa sampai ke sini padahal tadi kondisinya tidak stabil?!" batin Mira mulai mencerna semua kejadian ini.
''Lompat!" sentak Darwin.
Mira tidak mau airnya terlalu dingin dia mungkin akan membeku di sana.
''Saya tidak bisa melakukan itu Tuan,'' tolak Mira.
''Kau harus dihukum Mira, kurang baik apalagi aku kepadamu selama ini sudah memberikanmu fasilitas dan pelayanan terbaik.'' Mira terkejut bukan main mendengar ucapan Darwin namun sedikitpun dia tidak terlena semua fasilitas yang diberikan Darwin kepadanya.
''Aku tidak butuh dengan ini semuanya Tuan, kumohon kembalikan aku ke tempat asal usul Tuan.'' Darwin semakin marah mendengar penolakan Mira.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 35 Episodes
Comments