Nyenyak Tidur

Darwin tersenyum puas melihat wajah Mira terlihat sudah pucat karena ulahnya datang tiba-tiba tanpa sepengetahuan wanita itu.

''Apa yang anda lakukan di sini?" tanya Mira ketakutan.

''Memangnya apa yang ku lakukan disini? Bukankah malam ini kita akan melewati malam panjang?" Kedua bola mata Mira terbelalak mendengar ucapan Darwin.

''Tapi saya saat ini sedang halangan Tuan,'' jawab Mira gugup.

''Tamu? Siapa tamu mu sampai kau tidak mau melayani ku Mira?" Mira baru sadar ternyata pria di hadapannya ini sama sekali tidak mengerti masalah wanita.

''Tuan, saya seorang wanita wajib tiap bulan kedatangan tamu, untuk melayani anda saat ini sebaiknya dilupakan.'' Darwin marah mendengar penolakan Mira.

''Apa yang kau katakan Mira? Siapa pria yang ingin menemuimu malam ini?" Mira terbelalak obrolan ini semakin ngawur.

''Bukan pria Tuan tapi ini!" Mira menunjuk dibawa kaki ya namun Darwin semakin tidak mengerti.

''Aku malas berdebat denganmu Mira sebaiknya lakukan seperti yang ku katakan.'' Mira memberontak tidak mau melayani Darwin.

''Tuan, saya tetap tidak bisa melayani anda kumohon jangan lakukan itu!" teriaknya berharap Darwin mengerti yang dikatakan ya.

Pria itu sudah gelap mata tidak peduli apa yang dikatakan Mira terus melakukan aksi ya.

Namun tiba-tiba kedua bola matanya menatap lurus kalau di sana tempat favoritnya terbungkus dengan rapi.

''Ka-kau?!" pekik ya.

''Ini tamu saya Tuan, anda tidak bisa melakukannya sampai satu minggu ini,'' lirih Mira.

Wajahnya bahkan sudah seperti cabai dan tomat karena ketahuan telah mengalami datang bulan.

''Apa itu sakit?" tanya Darwin.

''Tidak Tuan,'' bohong Mira.

''Benar tidak sakit?" tanya Darwin memastikan karena dia melihat noda berwarna merah di sana.

''Ya,'' jawab Mira gugup.

Darwin meninggalkan kamar itu dengan tubuh yang lemah padahal malam ini seharusnya dia mengisi amunisi.

''Besok aku tidak di sini, oh sangat menyakitkan,'' ucapnya sambil menahan gejolaknya yang sudah hampir di ubun-ubun.

Darwin memilih untuk menuntaskan itu dengan sendirian di kamar pribadi ya. Berbeda dengan Mira dia merasa lega karena untuk saat ini dia melewatkan bersama Darwin.

''Oh, aku beruntung kau datang di waktu yang tepat,'' batin Mira.

Walaupun sudah malu di hadapan Darwin tapi tidak membuat Mira tenang.

Untuk satu minggu ini dia mungkin bisa lolos dari pria itu selanjutnya dia tidak tahu apa yang akan terjadi.

''Oh Tuhan, sampai kapan aku menanggung ini semuanya sendirian?" tangis ya.

Keesokan harinya Darwin sudah meninggalkan kediamannya tanpa sepengetahuan Mira.

Untuk kali ini Mira bebas melakukan apapun dan itu semuanya perintah Darwin seorang.

''Tapi tetap pantau pergerakan Mira, wanita itu sedikit berbahaya!" peringat Darwin.

''Baik Tuan,'' jawa kepala pengawal.

Mira bangun dari tidur panjangnya untuk hari ini dia merasa enak dalam tidurnya tanpa diganggu Darwin.

Matahari sudah tinggi seluruh penghuni kediaman Darwin sudah bekerja.

Mira terbelalak melihat jam menunjukkan pukul sepuluh pagi.

''Kenapa aku tidak dibangunkan?!" pekik ya.

Tiba-tiba pintu terbuka pelayan datang membawa nampan beserta dengan pakaian ganti.

''Selamat siang Nona,'' sapa pelayan tersebut.

''Siang mbak,'' balas Mira gugup.

Pelayan meletakkan semua yang dibawanya di atas nakas.

''Maaf, Tuan sekarang ada di mana?" tanya Mira pelan.

''Subuh Tuan sudah berangkat ke kantor Nona.'' Mira mengangguk mengerti pantas dia merasa tidur nyenyak ternyata pria itu sudah pergi awal.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!