Buah Jeruk

Darwin masih kesal terhadap dengan wanita itu langsung mematikan teleponnya. Hingga membuat wanita itu menjadi marah karena uang yang telah dijanjikan tidak masuk ke dalam rekening ya.

''Ini semuanya karena kau Mira,'' kesalnya semua apa yang telah di samping ya dia hancurkan.

Rina adalah kakak tiri Mira mereka berdua sudah lama berpisah karena mengambil jalan masing-masing.

Terjebak di kota lain apalagi dililit utang membuatnya harus mengambil jalan pintas mengirim Mira kepada seorang pria kaya.

Setelah semuanya berhasil Rina hanya mendapatkan uang muka karena pria seperti Darwin tidak mau rugi.

''Aku harus menemui Mira membicarakan hal ini, kalau tidak hidupku pasti akan kacau,'' batin Rina.

Waktu cepat berputar tidak terasa Mira sudah tinggal di rumah Darwin hampir satu bulan.

Suara bising kamar mandi membuat Darwin harus bangun lebih awal.

''Kau sedang apa di sana?" tanya Darwin melihat Mira dari tadi mengeluarkan cairan dari mulut ya.

''Aku tidak apa-apa,'' ucapnya tidak menoleh kepada Darwin.

Darwin kembali masuk ke dalam kamar karena dia harus istirahat penuh sebelum berangkat ke kantor.

Di kamar mandi Mira merasa tubuhnya lelah habis mengeluarkan cairan yang begitu banyak.

''Aku kenapa ya? Padahal selama ini aku tidak pernah begadang lagi,'' ucapnya pelan.

Selama Mira sakit kemaren Darwin tidak pernah menyentuhnya lagi. Mereka berdua cukup hanya satu tempat tidur lalu sarapan pagi bersama.

Mira keluar dengan wajahnya yang terlihat pucat, pria itu masih tidur dengan tenang.

Tanggung tidur Mira memilih turun ke bawah untuk minum air hangat karena perutnya terus kena aduk.

''Mbak, selamat pagi,'' sapa Mira.

''Pagi, Nona sedang apa di sini?" tanya pelayan terkejut melihat kedatangan Mira.

''Mbak ada buah jeruk tidak?" Pelayan itu menaikkan alisnya mendengar permintaan Mira.

''Ada Nona, sebentar saya ambilkan!" Mira duduk karena tidak kuat menahan beban tubuhnya terlalu lama berdiri.

''Kenapa mulutku tiba-tiba pahit,'' batinnya lagi.

Pelayan kembali membawa jeruk yang masih terlihat hijau dengan cepat Mira mengelupas ya.

''Nona mau buat apa jeruk itu?" tanya pelayan memberanikan diri.

''Makan Mbak,'' jawab Mira dengan adanya.

''Apa? Tidak baik makan buah itu di pagi hari sebelum makan nasi Nona?!" pekik ya.

''Aku tiba-tiba menginginkannya mbak,'' tambah Mira langsung memakan di hadapan pelayan itu.

Pelayan itu terkejut merasa mulutnya yang asam padahal Mira yang memakannya.

''Apa masih ada jeruk ya mbak?" tanya Mira sampai membuat pelayan itu semakin terkejut.

''Ada Nona.'' Mira menghabiskannya sebanyak setengah kilo.

Darwin turun ke bawah karena tidak melihat Mira berada di samping ya.

''Kau di sini ternyata.'' Mira langsung berdiri mempersilahkan Darwin duduk di tempatnya tadi.

''Maaf,'' ucap Mira pelan.

''Apa yang kau makan?" tanya Darwin karena melihat kulit buah buahan banyak di atas meja.

''Jeruk,'' ucapnya pelan.

''Jeruk? Masih gelap kau sudah makan jeruk?" tanya Darwin heran.

''Ya,'' jawab Mira pelan.

Pria itu merasakan jeruk yang masih ada tersisa beberapa diatas meja.

''Asam,'' jeritnya langsung meraih gelas yang berisi air putih.

''Padahal aku memakannya tidak asam,'' ucap Mira yang tidak sengaja tiba-tiba didengar pelayan ucapannya.

''Apa Nona sedang mengandung ya?" duga pelayan itu karena melihat tingkah laku Mira yang berbeda daripada sebelumnya.

''Bagaimana bisa kamu makan buah ini asam ya minta ampun!" Darwin langsung meninggalkan Mira masih setia berdiri di sana.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!