Kolam Renang

Mira mondar-mandir di kediaman Darwin dia khawatir pria itu bakal kembali kepadanya dan melakukan hal mengerikan kemarin malam.

Tapi satu pun berencana yang ingin dilakukan agar bisa melarikan diri tidak pernah berhasil.

Begitu banyak pengawal mengelilingi rumah Darwin membuat niatnya untuk kabur diurungkannya.

''Aku mana bisa kabur mereka ada di mana-mana, hanya ingin ke dapur saja sudah dikawal,'' batin ya.

Darwin mendapatkan informasi mengenai Mira hendak kabur langsung memberikan perintah untuk mengurang dia sebelum kepulangan ya.

''Aku sudah terlalu baik sekali kepadamu Mira. Uang yang ku keluarkan sudah banyak supaya kau tinggal se bersamaku,'' geram Darwin.

Mira tiba-tiba ditarik langsung masuk ke dalam kamar tempat dia saat ini dikurung oleh Darwin.

''Kalian mau apa?" tanya Mira kaget karena tiba-tiba para pelayan aneh kepadanya.

''Tuan memerintahkan agar Nona di sini sampai Tuan kembali.'' Mira sudah dapat menduga kenapa dia mendapatkan perlakuan seperti ini.

''Baik, pergilah aku ingin sendiri.'' Pelayan langsung meninggalkan Mira mereka kesal nanti bakal mendapatkan hukuman dari Darwin.

Mira kembali menangis dalam ruangan tersebut perasaannya sakit terhadap Darwin.

Dia dalam sekejap jadi tahanan pria yang sama sekali tidak dikenal ya. Namun tiba-tiba pikirannya teringat kepada saudara dirinya sendiri yang saat ini tidak tahu di mana keberadaannya.

''Apa kak Tika mengetahui aku di sini?" ucapnya pelan.

Tiba-tiba dia teringat terhadap saudaranya itu karena dia dirinya berakhir di kediamannya Darwin.

Tubuhnya lemas tidak bisa kuat menahan beban saat ini, bagaimana bisa dirinya mempercayai saudaranya itu.

''Kak Tika, kau benar-benar keterlaluan,'' teriaknya.

Tidak lama kemudian Darwin telah kembali dengan wajah terlihat murung. Tidak ada senyuman di wajahnya itu membuat para pelayan ketakutan.

''Di mana Mira?" tanya Darwin dingin.

''Ada di atas Tuan Muda,'' jawab kepala pelayan.

Darwin langsung nikel atas untuk memastikan wanitanya itu baik-baik saja.

Pintu langsung dibuka dia menyala isi ruangan terlihat hancur terlebih lagi wanita ya itu duduk di pojok sampai memeluk kedua kakinya.

''Apa yang kau lakukan?!" sentak Darwin.

''Anda tidak bisa melihatnya?" pancing Mira.

Darwin begitu marah melihat keadaan kamarnya hancur karena perbuatan Mira.

''Ikut aku!" Darwin menarik Mira keluar dari sana.

''Anda mau membawa saya ke mana?" tolak Mira.

''Kau nanti akan tahu.'' Darwin terus menarik Mira hingga mereka tiba di kolam.

Mira terbelalak dia baru menyadari kalau Darwin akan melakukan sesuatu kepada anda di sana.

''Loncat!'' perintah Darwin.

Dugaan ya benar ternyata pria ini malah nyuruhnya untuk meloncat ke sana.

''Aku tidak bisa melakukan ya Tuan,'' tolak Mira.

''Loncat Mira!" sentak Darwin.

Mira malah mundur tidak mau karena dia tidak bisa berenang.

''Tuan, kalau ingin menghukum saya jangan di sini lebih baik yang lain,'' tawar Mira.

Darwin langsung mendorong Mira ke dalam kolam yang dalamnya dua meter.

Mira terkejut bukan main dia berusaha meminta tolong namun usahanya sia-sia. Darwin tidak peduli tetap melihat dari atas sampai berkaca pinggang.

''Tuan tolong saya!'' ucap Mira terus menaikkan tangannya ke atas.

''Itu hukuman untukmu Mira, sudah ku katakan menurut tapi apa yang kau lakukan di atas sana?" teriak Darwin.

Mira sudah banyak menelan air hingga membuatnya sudah sulit untuk bernafas.

''Aku sudah tidak kuat lagi,'' ucapnya dalam hati lalu pasrah dengan dirinya saat ini.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!