Mira bebas melakukan apapun di kediaman Darwin namun kebosanan membuatnya mulai tidak nyaman.
Bahkan pelayan yang menemaninya juga sudah terlihat lelah bersamanya.
''Mbak, kalau lelah kalian boleh istirahat,'' ujar Mira.
''Kami akan tetap bersama anda Nona,'' ucap pelayan sambil tersenyum.
''Kalau begitu lebih baik kita masuk ke dalam.'' Pelayan mengangguk lalu mengikuti Mira masuk.
Mira pertama kali mengelilingi kediaman Darwin ternyata begitu luas. Dia bahkan hampir tersesat untung pelayan memberikan jalan kepada ya.
''Mbak, Tuan jam berapa pulang?" tanya Mira dengan hati-hati.
''Tuan, sedang berada di luar kota Nona.'' Mira berbalik dia menatap pelayan itu dengan serius.
''Berapa lama Tuan di sana?" tanya Mira kaget.
''Satu minggu Nona,'' jawa pelayan itu cepat.
''Apa?! Mbak tidak salah kan?" pekiknya.
''Tidak Nona,'' balas ya.
''Oh astaga pria itu memang keterlaluan sekali,'' gumam Mira.
Pelayan dapat mendengar ucapan Mira namun dia tetap diam tidak mau ikut campur.
Mira memilih kembali ke kamar tubuhnya sakit karena kedatangan bulanan.
Dia tidak habis pikir dengan Darwin bisa pergi dekat dia saat ini sedang tidak bisa melayaninya.
Di tempat lain Darwin baru saja menandatangani kontrak kerjasama bersama dengan perusahaan asing.
''Selamat Tuan, semoga kerjasama ini sesuai dengan rencana yang sudah diatur,'' ucap Brama.
''Ya,'' jawab Darwin.
''Tuan Darwin sekarang ke mana?" tanya Brama.
''Kembali ke hotel,'' ucapnya.
''Tidak mau merayakan kerjasama ini?" Darwin melihat karyawan begitu senang merayakan kerjasama ini.
''Baiklah! Di mana?" tanya ya.
''Club Holy, di sana banyak wanita cantik anda pasti akan tertarik.'' Darwin hanya menanggapi dengan senyuman.
Mereka menuju ke club Holy langsung disambut oleh para wanita yang bertugas untuk membawa mereka masuk ke dalam.
''Selamat malam Tuan Brama,'' sapa mereka dengan begitu manja.
''Hai sayang, kalian merindukanku?" goda Brama.
''Tentu Tuan, silahkan masuk ke dalam kami akan memberikan kenyamanan yang super terbaik!" Brama dan Darwin masuk ke dalam secara bersamaan.
Darwin duduk dan langsung disambut seorang wanita yang begitu mencolok membuat kedua bola matanya sakit.
''Tuan, saya akan melayani anda malam ini,'' ucapnya begitu halus.
''Tidak perlu, saya bisa menuangkan minuman sendiri,'' tolak Darwin.
''Ayolah Tuan Darwin hanya sekali berikan kesempatan kepada wanita itu.'' Darwin melakukan yang dikatakan Brama walaupun dia tidak menyukainya.
''Bagaimana Tua Darwin anda menyukai tempat ini?" tanya Brama sambil menggandeng kedua wanita ya.
''Ya,'' jawabnya singkat.
Darwin melihat Brama terus bermain dengan para wanita ya sementara dia hanya menikmati minuman.
Pikirannya melayang kepada Mira sendirian di tinggal di kediaman ya.
''Apa yang dilakukan wanita itu sekarang ya?" batin Darwin.
Tidak tahu kenapa tiba-tiba dia teringat kepada Mira bahkan melewati malam bersama dengannya membuat seluruh tubuhnya hangat.
''Oh Mira, andai aja kamu tidak mendapatkan tamu bulanan aku tidak akan mau menandatangani kontrak ini,'' batin Darwin.
Darwin sudah menghabiskan satu botol minuman membuat kepalanya mulai pusing.
Wanita yang bersamanya mulai bereaksi agar bisa mendapatkan pekerjaan malam ini. Tamu yang dilayaninya bahkan bukan pria biasa.
''Tuan, sepertinya anda sudah terlihat lelah, bagaimana kalau sekarang istirahat saya sudah mempersiapkan camaro untuk anda,'' rayunya.
''Tidak, saya akan kembali ke hotel.'' Darwin berdiri namun tidak bisa jalan dengan baik.
''Kenapa kepalaku menjadi pusing?" batin ya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 35 Episodes
Comments