Datang Tamu Bulanan

Darwin merasa ada yang aneh terhadap Mira tidak mau lagi berteriak di sana.

Pelayannya langsung memberitahukan kepada majikannya itu kalau Mira sama sekali tidak bisa berenang.

''Tuan, sepertinya Nona tidak bisa berenang?" ucapnya.

''Apa? Apa benar yang kau katakan?" tanya Darwin kaget.

''Nona sepertinya sudah tidak bisa lagi bergerak di sana Tuan.'' Darwin langsung meloncat ke dalam kolam.

''Wanita ini memang merepotkan,'' decak Darwin.

Sisa tenaga yang masih ada Mira dapat merasakan tangan Darwin mengenai kulit ya.

Tidak lama kemudian mereka sudah muncul di permukaan dan pria itu dengan cepat langsung mengeluarkan air dari mulut Mira.

''Ayolah jangan membuat kami semua disini khawatir,'' teriak Darwin sampai berusaha untuk membuat Mira sadar.

Namun tidak ada pergerakan sama sekali Mira tetap tidak mau membuka mulut atau kedua bola matanya.

Darwin berusaha keras akhirnya dia memilih jalan untuk memberikan nafas.

Tidak lama kemudian Mira akhirnya berbatuk dan mengeluarkan air yang sempat dia telan.

huhuk huhuk huhuk

Darwin langsung menjatuhkan tubuhnya ke samping Mira.

''Hampir saja,'' ucapnya.

''Aku masih hidup?" tanyanya sambil memperhatikan sekeliling ya.

''Kau gila ya, bilang kalau tidak bisa berenang biar aku tahu!" sentak Darwin kuat.

''Maaf,'' lirihnya sambil menahan air mata ya.

''Kau sungguh merepotkan saja.'' Mira geleng-geleng kepala melihat tubuh Darwin sudah menghilang dari balik pintu.

''Nona, sebaiknya anda mengganti pakaian,'' potong pelayan.

''Ya,'' jawab Mira setelah memastikan keadaannya sudah lebih baik.

Mira memasuki kamar lain di sana pakaiannya sudah tersedia berbeda dengan Darwin dia di tempat lain.

''Kamar siapa ini mbak?" tanya Mira.

''Mulai sekarang ini adalah kamar Nona.'' Mira tidak menjawab dia memilih diam.

Pelayan langsung meninggalkan Mira agar nyaman untuk berganti pakaian.

Mira kembali menangis di pojokan memikirkan nasibnya hampir saja.

''Tapi, lebih baik dari pria itu tidak menolongku daripada harus menerima nasib seperti ini,'' ucapnya.

''Kau belum boleh pergi kemana-mana karena urusan kita berdua belum selesai.'' Suara berat mengagetkan ya hingga Mira langsung berbalik secepat mungkin.

''Tu-tuan?!" pekiknya.

''Cepatlah berganti pakaian kita harus makan malam bersama!" Setelah mengatakan itu Darwin langsung meninggalkan tempat itu dengan wajah yang terlihat menakutkan.

''Kita ya? Pria itu ternyata lucu hubungan ini tidak ada dasarnya?" tawa Mira.

Darwin melihat kedatangan Mira dibalik gaun yang dipakainya yang berwarna pink.

Kecantikannya langsung memancar membuat dia sama sekali tidak bisa berkedip.

Pelayan membantunya untuk duduk, Mira memilih untuk tundukkan kepalanya karena tidak mau saling bertatapan.

''Makanlah! Setelah ini layani aku lagi.'' Tiba-tiba Mira gugup tidak bisa menahan sendok yang dia pegang saat ini.

Darwin sesekali melirik melihat bahasa tubuh Mira yang tidak biasanya.

''Tuan, boleh kali ini aku tidak melayani anda?" tawar Mira.

''Kenapa?" tanya Darwin tidak suka.

''Saya sedang kedatangan tamu bulanan.'' Darwin tidak mengerti apa yang dikatakan Mira dia hanya mengangguk saja.

Mira mendapatkan jawaban merasa sedikit tenang akhirnya bisa santap makanan.

Acara makan malam telah berakhir dengan nikmat Darwin langsung naik ke atas menuju ke ruang kerja ya.

Berbeda dengan Mira langsung masuk dalam kamar baru ya berbaring di sana dengan tenang.

Malam ini dia bisa tidur tanpa diganggu Darwin.

''Oh akhirnya ku bisa bernafas malam ini,'' batinnya.

''Kau udah siap ya?" Mira berbalik melihat Darwin sudah berdiri di sana seperti dia melihat pertama kali pria itu.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!