Semakin lama kepala Darwin pening dia baru menyadari kalau Brama membuat sesuatu ke dalam minuman ya.
''Awas kau Brama, beraninya kau melakukan ini kepadaku?" ucapnya kesal.
Darwin terus menolak ajakan wanita itu makan dia setidaknya jam segan mendorong agar tumbuhnya tidak panas.
''Pergi! Kau tidak layak menyentuhku,'' sentak Darwin kuat.
Pada akhirnya wanita itu pergi dengan perasaan yang begitu jengkel.
Darwin berusaha keras untuk meninggalkan tempat itu agar tubuhnya dia diinginkan.
''Aku harus kembali ke rumah kalau tidak sesuatu akan terjadi,'' ucapnya sambil membuka pintu keadaan mulai tidak sadar.
Sisa kesadaran dalam dirinya mampu membawa Darwin kembali ke rumah. Setibanya di pintu masuk, Darwin tidak sengaja melihat Mira baru dari dapur membawa makanan.
''Mira?" panggil ya.
Mira terkejut melihat Darwin langsung membuka belakang karena kedua bola mata pria itu sudah terlihat memerah.
''Apa yang terjadi dengan anda, Tuan?!'' pekik Mira.
''Tolong aku,'' keluh ya sambil mengejar Mira kesadaran me semakin tidak bisa di bendung lagi.
''Jangan sentuh saya tuan, anda saat ini tidak sadar,'' tolak Mira.
Darwin tidak mau mendengar ucapan Mira tenaganya semakin berkurang dia langsung menangkap wanita itu masuk ke dalam pelukan ya.
''Layani aku Mira, tubuhku tersiksa sekali,'' ucapnya.
Mira terkejut karena pakaiannya robek kelakuan Darwin, dia takut para pelayan sewaktu-waktu melihat mereka di sini.
''Jangan di sini Tuan, banyak pelayan nanti melihat kita,'' potong Mira beralasan dengan ini dia bisa lolos.
''Aku tidak peduli Mira, kau harus menolongku saat ini.'' Mira tidak menyangka kalau Darwin begitu nekat kepada dirinya di area terbuka seperti ini.
Dia tidak bisa membayangkan kalau orang lain melihat mereka, tapi Mira seketika terkejut saat ini dia sedang datang bulan.
''Tuan tidak!" Mira berteriak begitu kencang langsung mendorong Darwin sampai membuat pria itu jatuh ke lantai.
Para pelayan terkejut langsung menghampiri Mira takut terjadi sesuatu kepada majikan ya.
''Nona, anda tidak kenapa-napa kan?" tanya kepala pelayan.
''Tidak tapi dia!" tunjuk Mira ke arah Darwin sudah tergeletak di lantai.
Mereka terkejut melihat keadaan Darwin langsung menolong majikan ya. Pelayan mengetahui apa yang terjadi kepadanya langsung memberikan obat penenang.
''Tuan baru aja kena obat membuat tubuhnya panas, untung beliau cepat kembali ke sini kalau tidak sesuatu yang buruk akan terjadi diluar sana.'' Mira baru mengerti ternyata Darwin kuat menahan tubuhnya agar tidak dimanfaatkan oleh orang lain di luar sana.
Mira melihat Darwin sudah lebih baik bahkan dia tidur dengan nyenyak di atas tempat tidur ya.
''Kenapa tiap kali aku melihat wajah pria ini aku merasa damai, tapi kalau dia bangun?" Mira geleng-geleng kepala dia tidak mau memikirkan yang lain.
Semakin larut akhirnya Mira kembali ke kamar ya untuk istirahat. Tubuhnya lelah memikirkan semua yang terjadi kepada dirinya saat ini.
''Apa aku kabur aja malam ini ya? Mumpung pria ini tidak sadar?" ucapnya dalam hati.
Mira memperhatikan semua dari atas hanya ada beberapa penjaga.
Dia teringat pintu belakang jarang ada yang menjaga hanya ada beberapa pelayan di sana.
Mira mencoba ke sana siapa tahu dia bisa keluar dari sini walaupun dia tahu resikonya tinggi.
''Aku tidak mau menjadi bulan-bulanan pria itu,'' batin Mira udah mulai bereaksi kabur dari sana.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 35 Episodes
Comments